WHAT'S NEW?
Loading...

Cara Membuat Paspor untuk Anak di bawah 17 tahun Secara Online

Sebenarnya persyaratan dan alur pembuatan proses secara langsung (walk in) datang ke imigrasi dan cara on line, bisa dibilang sama. Perbedaannya hanya pada langkah awal pendaftaran, kalau secara off line (walk in) pemohon datang langsung ke kantor imigrasi untuk mendaftar. Sedangkan kalau membuat PASPOR SECARA ONLINE, pemohon melakukan pendaftaran melalui portal pendaftaran online yang tersedia di web imigrasi: www.imigrasi.go.id

Bismilllahirrahmaanirrahiim, setelah beberapa waktu berlalu semenjak saya dan Kang Suami membuat paspor untuk anak-anak kami, ada beberapa teman yang bertanya hal-hal terkait pembuatan paspor tersebut. Ragam pertanyaan tentang proses dan mekanisme pembuatan paspor online  secara umum, maupun tata Cara Membuat Paspor untuk anak yang usianya di bawah 17 tahun

Sepertinya pembuatan paspor secara online masih menjadi hal yang awam bagi sebagian masyarakat. Pernyataan ini bukan kesimpulan, sekedar menarik sebuah simpul dari animo pertanyaan teman-teman, juga saat mengamati sekilas ketika berada di kantor imifrasi dimana jumlah pemohon paspor yang menggunakan jalur walk ini hampir berimabang banyaknya dengan pendaftaran paspor secara on line. Tapi, tapii jangan tanya saya berapa perbandingannya lho ya?
Cara Membuat Paspor untuk Anak
Paspor Yang Beda punya'e si Ayah:)
Membuat Paspor untuk Anak di bawah 17 tahun Secara Online
Baiklah, sekedar berbagi cerita saat mengurus paspor untuk anak-anak kami sekaligus untuk menjawab keingintahuan siapa saja yang berencana untuk membuat paspor. Intinya, pembuatan paspor secara on line bisa menghemat waktu dan tenaga karena hanya perlu mendatangi kantor Imigrasi 2 kali saja, yaitu:
  1. Kedatangan pertama untuk wawancara singkat, verifikasi data/dokumen, sesi pengambilan foto dan pengambilan 10 (sepuluh) sidik jari. Anak yang akan dibuatkan paspor cukup di ajak pada sesi kedatangan pertama ini. 
  2. Kedatangan yang kedua untuk pengambilan paspor pastinya, yang bisa dilakukan (cukup) oleh orang tua/wali.
Perlu digaraisbawahi bahwa mebuat paspor secara ONLINE ini adalah pada tahap awal pendaftaran dan entry data yang dilakukan secara on line (tanpa perlu mendatangi kantor imigrasi). Sedangkan Pembuatan Paspor secara off line atau datang langsung ke imigrasi terdiri dari 3 tahap, yaitu:
  1. Hari pertama datang ke kantor imigrasi untuk mendaftar (pengambilan blanko pendaftaran) dengan membawa dokumen asli dan fotokopi, yang akan di cross check untuk menjadi bahan isian pendaftaran ke sistem. Bila semua data sudah cocok, pendaftar akan diberi nomer pendaftaran dan semacam surat pengantar (perintah) untuk membayar biaya pembuatan ke Bank yang ditunjuk. Untuk saat ini Bank yang ditunjuk adalah Bank BNI 45.
  2. Hari kedua kedatangan ke Imigrasi untuk sesi wawancara singkat, pengambilan foto dan 10 sidik jari. Pendaftar akan diberi tanda bukti untuk pengambilan paspor. 
  3. Biasanya setelah 3 hari kerja dari pengambilan foto (setelah kedatangan yang kedua) paspor sudah bisa diambil.
Nah kan, tampak jelas kalau lebih simple jika mendaftar secara online? Terlebih jika anaknya masih balita, sangat-sangat membantu kalau membuat paspor untuk anak secara online ini karena tidak perlu riweuh membawa anak-anak bolak-balik ke Imigrasi yang (rata-rata) ramai pengunjung setiap harinya.

Baiklah, agar lebih jelas mari saya tulisakan langkah demi langkah pembuatan paspor untuk anak-anak dibawah usia 17 tahun secara online ini.
Proses Pertama, Persiapan Pra Pendafaran yaitu mempersipakan bahan-bahan untuk di input ke dalam sistem, yang meliputi:
  1. Siapkan alamat email untuk masing-masing anak karena 1 (satu) alamat email untuk aktivasi hanya berlaku 1 pendaftar.
  2. Siapkan dokumen asli (sekaligus bisa disiapkan fotokopi untuk kelengkapan saat ke Imigrasi) yang terdiri dari: 
  • Kartu tanda penduduk (KTP) ayah atau ibu yang amsih berlaku  
  • Kartu Keluarga (KK), 
  • Akta kelahiran anak (surat baptis), intinya harus dokumen yang memuat data-data anak antara lain: nama, tempat lahir, tanggal lahir dan nama orang tua. Bila dokumen terdapat data yang berbeda atau tidak lengkap, dapat melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang. Misalnya ganti nama, maka harus disertakan surat penetapan ganti nama dari instasni yang berwenang.
  • Akta nikah orang tua, 
  • Paspor orang tua dan paspor lama (bagi yang sudah memiliki paspor sebelumnya).
  • Jangan lupa, ukur tinggi badan anak anda juga. 
Proses Kedua, Pendaftaran Secara Online. 
Setelah pra pendaftaran paspor online tersebut  siap, silahkan dilanjutkan dengan membuka browser internet pada situs kantor Imigrasi http://www.imigrasi.go.id/, pada menu ONLINE SERVICE dan klik Layanan Paspor Online, yang akan mengarahkan kita pada sub menu (http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp) pengisian data-data pendaftaran paspor. 
Paspor untuk Anak di bawah 17 tahun Secara Online
 https://ipass.imigrasi.go.id
I. Entry Data Diri, yang harus diisikan adalah Informasi pemohon yang meliputi Informasi terkait jenis paspor, data diri orang tua kandung dan data anak yang akan dibuatkan pasport:
  1. Jenis permohonan yang terdiri dari 3 pilihan yaitu: Baru, Penggantian dan Perubahan. Silahkan dipilih sesuai kebutuhan ya?
  2. Untuk nomor paspor lama, diperuntukkan bagi yang sebelumnya sudah punya paspor, dan bisa skip jika belum pernah punya paspor 
  3. Untuk kolom Jenis paspor, pilih paspor yang 48 halaman.
  4. Kolom Nomor Rekomendasi Kemenaker hanya diperuntukkan bagi pembuatan paspor untuk TKI (kolom ini bisa di skip juga)
  5. Pilihan Kantor Imigrasi untuk membuat paspor bisa kita pilih sesuai kondisi dengan tempat tinggal kita.
  6. Setelah Entry data mengenai jenis paspor, isian selanjutnya mengenai data diri anak: nama, jenis kelamin, tinggi badan, Nomer identitas diisi dengan NIK yang ada pada KK dan masa berlaku ID diisi dengan estimasi 5 tahun dari tanggal KK tersebut dikeluarkan (atau bisa juga diseuaikan dengan KTP salah satu orang tua, ). Untuk email diisi dengan email yang aktif karena akan digunakan untuk mengirim konfirmasi pengajuan paspor. Email yang digunakan hanya bisa dipakai untuk satu orang pemohon paspor, bila pengajuan paspor untuk lebih dari satu anak, tentu dibutuhkan email aktif sesuai jumlah anak.
  7. Untuk tahap terakhir pada entry data ini adalah informasi alamat dan orang tua
II.  Verifikasi Permohonan. 
Setelah semua Entry Data diisi dengan benar, menu akan menampilkan resume data pemohon paspor, biaya yang harus dibayar yaitu Biaya paspor dan biaya Biometrik (foto dan rekam sidik jari) dan metode pembayaran (metode pembayaran melalui Bank yang ditunjuk masih Bank BNI), dengan total biaya permohonan Paspor sebesar Rp. 355.000,- Jika sudah sesuai semuanya bisa KLIK LANJUT dan akan ditampilkan form untuk memasukkan kode caphtcha yang tersedia dan klik tombol lanjut lagi yang akan menampilkan informasi pembayaran dan konfirmasi permohonan yang berisi informasi kantor imigrasi yang akan kita tuju, tanggal yang tersedia untuk kanim yang dipilih kemudian masukan kode caphtcha dan klik tombol lanjut. 
III. Proses Pembayaran
Jika tahap Verifikasi permohonan sudah selesai (Klik Lanjut), silahkan check email yang didaftarkan. Sistem pendaftaran paspor online secara otomatis akan mengirimkan ke email pemohon daftarkan yang berisikan data pemohon, biaya yang akan dibayarkan ke bank dan URL yang harus digunakan ketika biaya pembuatan paspor sudah dibayarkan. ( gambar email dari kanim)
Berikut ini contoh lembar untuk pemohon di dalam (isi) email yang kita terima untuk digunakan pembayaran di bank dan selanjutnya dibawa juga saat kedatangan ke Kantor Imigrasi,
IV. Konfirmasi Tanggal Kedatangan
Setelah melakukan pembayaran di bank, langkah selanjutnya adalah konfirmasi tanggal kedatangan dengan cara klik link yang ada di dalam email yang akan membawa kita pada menu lanjutan pada tahap pendaftaran paspor online untuk memasukkan Nomor bukti pembayaran yang memilih tanggal (jadwal) dan kita akan diminta untuk mengetikkan  kode caphtcha kemudian klik tombol lanjut, pilihan berikutnya adalah memilih tanggal kita akan datang. 

Setelah semua Proses pendaftaran pra permohonan Paspor secara online selesai, maka akan menampilkan tampilan di bawah ini, dengan tanggal kedatangan yang kita pilih.
V. Datang Ke Kanim
Setelah selesai tahap konfirmasi tanggal kedatangan, artinya langkah selanjutnya adalah datang ke Kanim untuk proses verifikasi data yang sudah kita isikan pada form-form pendaftaran secara online dengan dokumen asli. 

Pokoknya Semua dokumen asli yang terkait dengan informasi yang dimasukkan dalam pendaftaran paspor secara online dibawa semua, ditambah dengan bukti tanda terima permohonan paspor yang kita terima via email dan bukti pembayaran dari bank.

Noted: 
Tanggal yang kita pilih memiliki masa berlaku yaitu sampai dengan hingga 5 hari kerja (berikutnya) dari tanggal/jadwal yang kita pilih pada Konfirmasi Tanggl Kedatangan. Bila lebih dari 5 hari kerja maka data permohonan akan dibatalkan secara otomatis oleh sistem (no refund) dan harus memulai dari langkah awal lagi jika akan membuat paspor anak.

Proses Ketiga, Datang Ke Kantor Imigrasi (Kanim).
Intinya pada proses datang ke Kantor Imigrasi adalah untuk cross check data yang direkam oleh sistem dengan dokumen asli. Yang perlu diperhatikan saat ke Kanim adalah:
  1. Pelayanan pembuatan paspor (khususnya yang di Yogyakarta) mulai jam 08.00 WIB. Pengambilan nomor antrian hanya bisa dilakukan dalam rentang waktu jam 08.00 – 10.00 WIB, selebihnya merupakan proses pembuatan paspor hingga nomor antrian habis pada hari itu.
  2. Membawa dokumen persyaratan asli dan foto kopi;
  3. Berpakaian sopan warna bebas selain putih;
  4. Membawa paspor asli (perubahan atau penggantian karena habis masa berlaku);
  5. Tanda Terima Permohonan yang kita terima di email wajib dibawa beserta bukti pembayaran dari bank.
  6. Surat pernyataan Orang Tua  terkait tujuan pembuatan paspor tersebut yang ditandatangani di atas materai Rp. 6000,- Untuk form ini, di Kanim menyediakan dan kita bisa isi dengan tulis tangan kok. Untuk form ini, di Kanim menyediakan dan kita bisa isi dengan tulis tangan kok. (Lampiran I. Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi, Nomor: IMI-1232.1Z.03.10 Tahun 2009, Tanggal : 28 September 2009) CONTOH SURAT PERNYATAAN
Setiba di Kantor Imigrasi, petugas front office akan menanyakan jenis pembuatan paspor, apakah secara langsung atau online? Ini untuk membedakan nomer antrian dan pemberian map untuk penempatan berkas-berkas pembuatan paspor. Bagi yang mendaftar secara langsung, akan diberi Formulir Surat Perjalanan Republik Indonesia Untuk WNI (perdim 11) yang terdapat nomer seri di pojok kanan atas dimana form inilah yang nantinya digunakan untuk input data-data seperti yang dilakukan saat pendaftaran paspor secara online.

Saat di Front office ini juga akan diperiksa sekilas kelengkapan dokumen asli yang dibawa, jika dokumen tidak lengkap akan diminta datang kembali hari berikutnya. 

Bila semua dokumen sudah lengkap, tinggal menunggu panggilan untuk dilakukan sesi pencocokan dokumen, wawancara singkat dan pengambilan foto serta 10 sidik jari. Pada tahap ini, orang tua diminta untuk mendampingi. Kalau isi wawancaranya hanya singkat: Mau kemana membuat paspor dan untuk apa bepergian ke luar negeri tersebut. Untuk proses lebih cepat, bisa dijawab/disebutkan salah satu negera di kawasan ASEAN saja. Dan memang saat pembuatan paspor untuk anak-anak kami dalam rangka akan diajak berkunjung ke Malaysia dan Singapura oleh Simbahnya.  

Proses Keempat Pengambilan Paspor.
Jika sesi wawancara lancar jaya, maka paspor bisa di ambil 3 hari (kerja) setelah tanggal kedatanagn ke kantor imigrasi. Anak-anak tak perlu diajak, cukup orang tua yang datang dengan membawa bukti pengambilan pasport. Nantinya petugas akan menanyakan anaknya sudah bisa tanda tangan atau belum. Jika anaknya belum bisa tanda tangan atau dikuatirkan tanda tangannya belum konsisten bentuknya, maka pada kolom tanda tangan pemegang paspor akan di bubuhi stempel UNABLE SIGN. Penutupnya, petugas akan meminta kita untuk meninggalkan 1 lembar foto kopi paspor yang sudah jadi tersebut. 
Pada dasarnya, pengambilan paspor bisa diambil oleh selain pemohon paspor dengan syarat dan ketentuan:
  1. Memiliki hubungan kekeluargaan dengan pemilik paspor, membawa bukti pengambilan, Foto Kopi KK dan karti Identitas, atau
  2. Orang lain yang tidak ada hubungan secara hukum dengan si pemilik paspor, tapi harus membawa bukti pengambilan, surat kuasa dan identitas yang sah.
Nah, selama dan setelah proses pembuatan paspor anak secara online ini saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar pembuatan paspor secara online. Beberapa pertanyaan tersebut adalah:
  • Apakah perlu upload soft copy dokumen saat entry entry data di sistem? Ini merupakan pertanyaan dari salah satu pemohon paspor secara langsung yang saat itu kebetulan duduk di sebelah saya saat menunggu antrian wawancara. Jawabannya adalah Saat ini untuk sistem pendaftaran paspor secara online, tidak diminta untuk melakukan upload dokumen-dokumen yang terkait. “ Owalah Mbak, tiwas saya daftar langsungan gini. Soale kata temanku, kalau daftar online harus upload dokumen banyak. Kan saya males kalau harus scan dokumen ini dan itu, belum lagi kalau internetnya lola kan?” ujar si Embak tersebut dan lanjut dengan 1 pertanyaan lagi “, kalau pakai jilbab, pas di foto katanya jilbabnya harus di lepas ya Mbak?” Saya pun terpana mendengar pertanyaan tersebut. “ Sejak saya bikin paspor pertama, 2009 lalu, kok tidak ada peraturan tersebut ya mbak. Foto saya di paspor ya tetap pakai jilbab kok “. Oke, obrolan pun berlanjut pada hal-hal lain, ternyata si teman ngobrol saya tersebut domisilinya tak jauh-jauh banget dari tempat tinggal saya (masih 1 kecamatan gettu deh).
  • “Berapa usia minimal anak yang boleh dibuatkan paspor? Kalau anaknya belum bisa duduk sendiri gimana saat di foto?” Kalau menyangkuut usia minimal, saya kurang tahu pasti. Tapi seprertinya tergantung kesiapan  dan kebutuhan dari orang tuanya. Artinya, jika usia si anak sudah dianggap aman, kuat, sehat dan tidak masalah krusial untuk bepergian ke luar negeri, sepertinya bisa kok dibuatkan paspor. At least, if there is something not good, petugas Imigrasi tentu tak akan mengACC pengajuan paspor tersebut kok. Kalau anaknya belum bisa duduk sendiri, ya saat pengambilan foto di gendong orang tuanya. Nanti petugas Biometrik yang mengatur posisi (angle) pemgambilan gambar yang baik.
  • Bagaimana jika anak angkat, dokumen orang tua yang akan diisikan apa? Ya tentu KTP orang tua angkat anak tersebut yang sesaui dengan dokumen adopsi. Atau bisa juga wali yangs ah dari anak tersebut bila orang tua kandung si anak sudah meninggal, yang diperkuat dengan akta kematian dan rekomendasi dari instansi terkait yang menyatakan jika si A merupakan wali anak tersebut. Kalau pada proses pembuatan Paspor untuk Anak yang kami lakukan, kasusnya adalah Ibu kandungnya sudah meninggal sehingga kami menyertakan akta kematian dari almarhumah. 
  • Jika alamat di KTP tidak sama dengan alamat tempat tinggal? Dalam hal ini, teman saya ber KTP di Tegal dan hendak membuat paspor di Yogyakarta. Atau juga seprerti pengalaman saya pada pembuatan paspor pertama dulu, antara alamat dan domisili tinggal tidak sama kemduian saya membuat paspor di Kantor Imigrasi jember. Agar ada titik temu (relevansi), kalau alasannya keberedaan beda alamat tersebut karena posisi pekerjaan maka bisa membawa rekomendasi dari kantor tempatnya bekerja. Atau surat keterangan tinggal dari desa/kecamatan setempat bilamana keberadaan di daerah tersebut dengan sebab lain semisal karena mengikuti tugas suami yang sistem kerjanya rotasi rutin.
Please, be Noticed: Bilamana terdapat data yang berbeda antara Akta kelahiran, Kartu keluarga, KTP orang tua, maka perlu dilengkapi dengan dokumen yang memiliki legal aspect yang bisa menjelaskan adanya perbedaan data dimaksud. 
Mumpung cerita tentang pembuatan pasport untuk anak secara online, sekalian saya sharing untuk proses penggantian paspor lama secara online pula. Sebenarnya paspor saya sudah habis hampir dua tahun lalu dan saya pun berpikir praktis. Mumpung buatin paspor untuk anak-anak, jadi saya ikut mengajukan pergantian paspor. Secara umum, prosesnya sama dengan pengajuan paspor baru, hanya beda pada pengisian nomor paspor yang sudah dimiliki sebelumnya dan melampirkan paspor lama tersebut saat pengecekan dokumen.
Awalnya saya berpikir kalau penggantian paspor ini akan memiliki nomer paspor yang sama, hal-hal lainnya merupakan pembaharuan data seperti status pernikahan dan alamat. Ternyata, setelah pasport saya issued, nomer paspor saya pun baru  pula. Yang masih sama adalah Nama, Tempat Tanggal Lahir, NIKIM 
Lantas, saya pun berpikir : apa mungkin karena saya over late untuk melakukan perpanjangan pasport? Tapi saat saya tanya ke adik sepupu, katanya iya memang beda nomer pasportnya. 

Yang beda juga dengan pembuatan paspor baru adalah kita diminta melampirkan paspor lama bersama dokumen-dokumen lain dan mengisi pernyataan (menggunakanmaterai Rp.6000,-) saat mengambil paspor baru. Jangan salah, surat pernyataan tersebut untuk pengambilan paspor yang lama sih. Jadi paspor lamanya tetap kita bawa pulang lagi deh.

Satu lagi, peristiwa tak terduga dan agak-agak konyol juga sih. Lha, saya yang heboh cek dan ricek kelengkapan semua dokumen asli, lha kok malahan KTP saya ketinggalan. Sedikit paniklah, secara waktu itu hari kerja efektif terakhir sebelum libur panjang Idhul Fitri. Padahal, jika lebih dari 5 hari dari tanggal kedatangan yang kita pilih data akan dihapus jika tidak datang ke Kanim. Hari sudah menjelang siang, saya diberi kesempatan sampai jam 14.00 untuk mengambil KTP ke rumah. 

Saya pikir-pikir, mana cukup waktunya kalau harus balik ke Tridadi? Sedangkan suami kan mendampingi anak-anak untuk sesi wawancara? 

Akhirnya, saya bilang ke petugas imigrasi yang mewancarai jika tidak bisa untuk mengambil KTP. “ Kalau begitu, tenggang waktu kedatangannya saya perpanjang saja di sistemnya ya Mbak? Kan saya kalau harus mengulang pendaftaran dari awal dan bayar lagi. Jadi ada waktu dua minggu terhitung mulai hari ini untuk batas maksimal datang lagi ke imigrasi ya…”
Puji syukur, pendaftaran penggantian paspor saya tidak jadi dihapus dari sistem dan khirnya saya datang kembali ke Kanim setelah libur Idhul Fitri sekaligus mengambil 3 buah paspor punyanya anak-anak. 
Demikian sekilas panjang dan lebar kisah dibalik pembuatan paspor untuk anak-anak di bawah usia 17 tahun yang kami lakukan di Bulan Juni 2016 lalu. Meski ada sedikit drama KTP ketinggalan, Alhamdulillah proses pembuatan paspornya berjalan lancar dan anak-anak juga sudah berkesempatan datang ke Malaysia dan Singapura. Tinggal paspor saya neh yang masih suci dari stempel imigrasi. *kode ngarep dapat staycation ke Jepang atau Asia Tenggara deh, bolehlah “

Suplemen Madu Untuk Membantu Atasi Anak Yang Susah Makan

Punya pengalaman menghadapi anak yang susah makan? Ada yang baper karena selera makan putraatau putrinya belum variatif yang berputar sekitar telur, sosis, nuget dan denial terhadap sayuran/ikan?  Atau, justru saat ini sedang berada dipusaran uji kesabaran untuk mengatasi sang buah hati yang rewel makannya? 

Secara umum, Bismillahirrahmaanirrahiim dilema anak-anak yang susah makan, tak hanya terjadi pada yang masih usia balita. Anak yang sudah berada di usia sekolah pun tak jarang yang masih butuh rayuan pulau kelapa agar mau sarapan atau makan. Padahal, makan makanan dengan gizi seimbang sesuai usia merupakan hal penting dalam rangka pertumbuhan fisik dan kecerdasannya. Bagi  anak yang sudah berusia antara 1 – 12 tahun yang pola makannya memang sudah seharusnya variatif.  

Bilamana ternyata mereka bereaksi susah makan, hal pertama yang harus dicari tahu adalah APA penyebab anak tidak mau makan? Banyak faktor  yang memungkinkan anak-anak enggan untuk makan. Dari situs Grow N Health, setidaknya ada 7 penyebab yang mungkin menyebabkan anak-anak susah makan, antara lain karena  rasa, Tekstur, Bau atau aroma, Tampilan, Trauma, Ada masalah dalam mulutnya, dan Ada alergi (yang belum diketahui) terhadap jenis makanan tertentu. Jika penyebabnya sudah diketahui, maka akan lebih mudah bagi para orang tua untuk memetakan problem solvingnya. 

Bila penyebabnya melekat pada menu makanannya, yakni rasa, tekstur, tampilan dan aroma, maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengolah dan menyajikan menu makanan agar disukai anak-anak. Sedangkan bila penyebabnya dikarenakan Trauma, Ada masalah dalam mulutnya, dan Ada alergi, langkah yang perlu diambil tentu saja menyembuhkannya dengan membawanya ke medis dan ahli yang bisa menangani trauma.

Selain penyebab di atas, masih ada kondisi lain yang menyebbakan anak-anak susah makan atau menu makannya masih belum variatif, seperti yang terjadi pada anak kami yang ketiga. Meski usianya sudah menjelang 12 tahun tapi masih susah untuk makan dengan variasi menu yang seimbang: sayur, buah, karbohidrat dan protein (khususnya ikan dan daging). Di sisi lain, di usianya yang berada dalam rentang 1 – 12 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan yang sangat membutuhkan pemenuhan asupan gizi seimbang. Ditambah lagi, aktifitas fisik sehari-hari yang cukup tinggi baik di rumah maupun di sekolah, menjadi penguat alasan dibutuhkannya suplemen makanan tambahan. 
suplemen, parenting, kid, gizi
So that’s why saya demikian excited ketika ada tawaran untuk mencoba Madu Grow n Health ini. Apalagi Azka juga interest saat menerima dan membaca kandungan produk suplemen pertumbuhan anak yang mengandung bahan-bahan alami tersebut (sayangnya tidak mau dijadikan model bareng produk madunya). Suplemen tambahan yang bernama MADU GROW n Health yang bukan madu seperti biasanya. Sudah memiliki jaminan pangan (food safety), komposisinya juga recommended untuk membantu tumbuh kembang anak-anak karena setiap 15 ML Grow n Health mengandung :
  1. Madu Murni (23,2 gr)  yang kaya akan nutrisi dan vitamin antara lain Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, D, E, K, Uric acid dan Asam nikotinal. Semua jenis vitamin tersebut sangat mudah diserap oleh tubuh setelah 1 jam dikonsumsi, sehingga manfaatnya sangat sinergis untuk proses pertumbuhan anak-anak.
  2. Ekstrak Temu Lawak (168 mg) yang berguna untuk meningkatkan selera makan dan menjaga fungsi hati karena mengandung zat katagoga yang menghasilkan empedu dalam hati serta merangsang pengosongan empedu.
  3. Ekstrak kulit manggis (120 mg) sebagai antimikroba untuk mencegah berbagai penyakit dan memiliki anti oksidan yang tinggi untuk menambah  imunitas tubuh anak.
  4. Ekstrak ikan gabus (480 mg) bisa membantu kecerdasan anak karena mengandung zat albumin yang mengandung protein tinggi serta berguna juga untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
4 (empat) kandungan utama di atas, terutama karena ada Ekstrak ikan gabus yang menjadi point of interestnya Azka. Karena disebutkan bisa membantu kecerdasan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara logis, sebenarnya Azka tahu, paham dan mengerti akan pentingnya makan ikan (dagung), hanya memang belum bisa menyelaraskan dengan penolakan dari mind set-nya. Oleh karena itu, Madu yang mengandung Ekstrak ikan gabus ini memiliki daya tarik sendiri baginya.

Untuk hasil yang optimal, bisa diberikan dengan dosis 3 x 2 sendok makan dan akan lebih baik jika diberikan sebelum makan. But some how, tipikal anak-anak kan berbeda. Bagi yang doyan madu, tentu tak ada masalah soal timing pemberiannya, lha bahkan ada anak yang sukarela dan suka cita minum madu sendiri. Tapi bagi anak-anak yang anyi-anyi alias gampang-gampang tidak mudah, suplemen madu ini bisa kok disiasati dengan berbagai cara, antara lain:
- Di campurkan dengan pemberian susu,
- Jadi tambahan rasa pada puding atau agar-agar
- Pemanis tambahan untuk mixed jus buah dan sayuran atau dalam es buah.
- Dioleskan pada roti tawar (roti bakar)
- Dan cara-cara lainnya disesuaikan dengan kesukaan anak masing-masing.

Kalau praktek yang saya lakukan ke Azka, berhubung anaknya sudah bisa dibilang besar, yakni usia 11 tahun menjelang 12 tahun, selain saya berikan secara oral langsung juga saya kombinasikan untuk pemanisnya jus sayur+buah. Kenapa saya pergunakan metode kombinasi tersebut ya tak lain karena Azka tidak begitu suka konsumsi madu. Kala sakit atau kondisi stamina kurang fit, biasanya dia mau minum madu karena Azka mendapatkan sugesti kalau minum madu itu bisa mempercepat penyembuhan. Tapi aklau kondisi segar bugar, dia bakalan ogah-ogahan dikasih madu. Alternatifnya, ya saya campurkan ke jus atau puding dan agar, makanana dan minuman favoritnya. 

Just be noticed, Grow n Health adalah produk suplemen pertumbuhan anak, sehingga efeknya juga tidak serta merta bombamtis. Manfaatnya akan memberikan pengaruh secara implisit dan akan berkerja sama dengan zat-zat gizi dan mineral lainnya dalam membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak, meningkatkan tingkat kecerdasan anak, menambah selera makan anak dan membantu proses tumbuh kembang pada anak.
Suplemen Madu Grow n Health ini diproduksi oleh PT. Gilang Persada ini bisa di order via Whatsapp : 0878-344-64222, BBM: D29550E4 harganya Rp. 75.000,- untuk tiap botol isi 200 ML. 

Monggo yang ingin memblikan untuk suplemen tambahan bagi putra-putrinya, bisa menyertakan kode voucher: #KBGNH9 pada pesanan Anda untuk mendapatkan diskon sebesar 10%.


Atau, Ingin tahu lebih banyak mengenai Madu Grow n Health ini? Silahkan ceki-cekidot saja di akun-akun berikut ini:
- Email: tanya@ grownhealth.co.id
- Twitter: https://twitter.com/GrowNHealth
- FP: https://web.facebook.com/GrowNHealth
- IG: https://www.instagram.com/grownhealth




Noted: Sponsored Post

10 Cara Mudah Mencegah Penyakit Diabetes Melitus Sejak Usia Dini

Penderita penyakit diabetes tak lagi di dominasi oleh kelompok usia (menjelang) separuh abad atau orang dewasa, masih anak-anak juga bisa mengidap diabetes dan jumlahnya semakin meningkat. 

Pernyataan dan kenyataan tersebut tentu sangat mencengangkan, bukan? Setidaknya Bismillahirrahmaanirrahiim saya terkesima mengetahui kalau penyakit yang lebih umum dikenal dengan nama Penyakit gula atau kencing manis ini sekarang tak sungkan lagi untuk menyerang anak-anak.  

Secara habit, tubuh kita sudah mengakrabi 4 rasa dasar: manis, pahit, asam dan asin. Bila ditelusuri lebih jauh lagi ke masa anak-anak usia 1 – 5 tahun, bukankah rasa manis merupakan rasa pertama (umumnya) yang diperkenalkan oleh orang tua pada anak-anak. Dengan berbagai alasan entah sebagai hadiah, oleh-oleh atau sekedar selingan jajanan, makanan atau minuman manis dianggap wajar dan memang memiliki daya tarik yang manis bagi anak-anak. Permen, coklat, kue tart, minuman kotak, wajar dong jika anak-anak menjadi akrab dengan makanan dan minuman yang berasa manis-manis. 
Mengkonsumsi makanan dan minuman manis pada dasarnya tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah manakala hal tersebut menjadi kebiasaan dan tidak ingin makan makanan – minuman lain yang lebih sehat (over dosis) sehingga jumlah asupan gula melebihi kebutuhan takar yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai usia. 
Masalah datang ketika anak ingin selalu makan makanan manis dan tidak ingin makan makanan lain yang lebih sehat. Konsumsi makanan dan minuman manis berhubungan dengan penurunan asupan zat gizi lain. Hal ini terjadi karena anak enggan untuk makan makanan lain, mereka hanya ingin makan makanan manis. Gula atau rasa manis bisa merangsang pengeluaran zat endorphin yang menghasilkan rasa tenang, rileks dan sejenisnya. Apabila hal ini tidak dikelola dengan baik, keadaan ini bisa menyebabkan anak menjadi addict untuk memilih makanan/minuman yang manis dan denial terhadap rasa tawar. Pada jangka waktu yang pendek, akibat yang mungkinterjadi adalah karies gigi dan obesitas (overweight) yang bisa memicu terjadinya penyakit diabetes melitus (tipe 2). 

Andai pun bila si anak tidak mengalami obesitas, gak ngaruh pada giginya dan tidak terindikasi terkena diabetes. Bukankah kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang serba manis akan menjadi kebiasaan yang tidak sehat untuk jangka panjang? Bisa dikatakan, kebiasaan tersebut bisa menjadi bom waktu di kemudian hari. 

Saya punya teman yang mengakui kalau tersiksa untuk minum air putih. Konon, katanya sudah terbiasa sejak kecil sehingga setiap hari, dia tidak bisa kalau tidak minum minuman manis: kopi, teh, sirup atau minuman botol. Di usia 30an, gula darahnya sudah tinggi (masuk zona bahaya diabetes) dan giginya mulai mengalami kerusakan. Mau tidak mau, dia pun memaksa untuk mengurangi konsumsi gula. “ Tersiksa banget tapi harus bisa neh”, demikian tuturnya. 

Pendek kata, konsumsi gula berlebihan tak kalah berbahayanya dengan kebiasaan merokok ! It’s just time matter.

Memang iya, belum ada ilmuwan yang sepenuhnya memahami mengapa sebagian orang bisa mengalami peningkatan resiko diabetes atau kencing manis tapi sebagian lagi tidak. Yang jelas, ada beberapa hal yang mungkin menjadi katalisator peningkaan faktor resiko diabetes melitus (tipe 2) antara lain:
  1. Pola makan yang tidak seimbang sehingga menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas, artinya jumlah lemak semakin banyak sehingga membuat tubuh kesulitan menggunakan insulin dengan benar. Kelebihan berat badan ini merupakan faktor resiko utama terjadinya diabetes melitus. 
  2. Distribusi lemak yang cenderung pada bagian perut. Jika tubuh menyimpan lemak lebih banyak pada bagian perut, mulailah care untuk menguranginya karena memiliki resiko lebih besar mengalami diabetes dibandingkan jika penyimpanan lemak di bagian tubuh yang lain, seperti pinggul atau paha.
  3. Tidak suka berolah raga fisik. Semakin nihil berolahraga akan meningkatkan resiko mengalami diabetes melitus karena aktivitas fisik akan membantu untuk mengontrol berat badan, mengkonversikan glukosa sebagai energi dan membuat sel-sel tubuh menjadi semakin sensitif terhadap insulin.
  4. Medical history of family. Diabetes bisa diwariskan, itu bukan hoax. Resiko mengalami diabetes sangat mungkin ketika pada silsilah keluarga atau orangtua atau saudara ada yang terkena diabetes melitus atau kencing manis.
  5. Usia ( dewasa sampai dengan manula). Bertambahnya usia memiliki peran untuk terjadinya resiko diabetes yang dikarenakan beberapa sebab seperti kurang aktif (olah fisik), menurunya massa otot dan sekali lagi bertambahnya berat badan.
gu;a batu
Gula Batu sebagai alternatif untuk gula pasir
Berbagai sebab tersebut, jika ditarik simpul intinya adalah pola makan, pola makan dan pola pikir. Pola dan pola hidup sudah jelas memang tak hanya menjadi pemicu terjadinya diabetes. Tapi bagaimana dengan pola pikir? Iyap, mind set atau pola pikir yang sejatinya menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah penderita diabetes. Banyak Pola Pikir yang perlu dikoreksi, beberapa diantaranya adalah:
  • Menganggap hal biasa jika masih anak-anak banyak makan dan minuman yang berasa manis-manis, kan usia anak-anak masih masa pertumbuhan dimana asupan gula akan terbakar menjadi energi untuk keperluan aktifitas sehari-harinya yang terbilang super aktif (dibandingkan orang dewasa). Hal ini perlu dikoreksi, memberikan porsi asupan gula tanpa adanya pengendalian bisa menjadi habit, bila konsumsinya berlebih akan tertimbun dan akan menjadi eksplosive di kemudian hari. 
  • Banyak pendapat yang membuat orang merasa just fine karena tidak gemuk, yaitu kalau orang kurus tidak bisa terdampak diabetes, terlebit jika si orang kurus tersebut memiliki perut yang buncit atau disebut juga obesitas sentral. Menurut Public Health England 2014, seseorang yang perutnya buncit, apakah kurus atau gemuk jika lingkar pinggangnya melebihi 80 centimeter untuk wanita dan lebih dari 90 centimeter untuk kaum pria maka akan memiliki tingkat resiko 7 kali lebih besar terkena diabetes daripada yang tidak buncit. Nah lho? Ayo deh, buruan check lingkar pinggangnya masing-masing. Lebih cepat tahu kondisi sebenarnya akan lebih baik karena bisa sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan (corrective action) agar peluang diabetes bisa diminimalisir kan?
  • Nanti-nanti saja kelola asupan jumlah gula saat usia sudah memasuki tigapuluhan tahun? Oh dear, bukankah kita juga tahu kalau menghentikan atau mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan itu membutuhkan daya upaya yang tidak mudah, tidak cepat dan bagaimana jumlah gula yang berada dalam darah bisa seketika didistraksi? Kalau manis makanan dan minuman bisa dikelola mulai sekarang, kenapa masih menunggu nanti kan?

Karena itulah, tak mengherankan jika diabetes tipe 2 dewasa ini semakin meningkat secara significant pada anak-anak, remaja, dan masa awal dewasa. Seperti pelajaran yang saya peroleh dari postingan http://www.ardiba.com/2016/07/cara-mencegah-diabetes-dengan-cepat.html dimana penulis sangat aware akan potensi dan resiko diabetes yang diwarisi dari eyangnya, Si Emak yang akrab dengan sapaan Mak Diba ini share langkah-langkah preventif yang dilakukannya untuk mengurangi resiko diabetes melitus tipe 2. Yups, cara-cara jitu yang diterapkannya menurut saya sangat bisa saya adopsi untuk saya dan keluarga, terlebih saya juga paham jika anak-anak kami memiliki situasi yang mirip dengan mak Diba yaitu mewarisi (resiko) diabetes dari kedua orang tua kandungnya. Salah satu saudara dari ayahnya ada yang terkena diabetes, demikian pula dari garis keluarga ibu kandungnya (ayah). 

Setelah menyimak experience yang dilakukan oleh Ibuknya Ais alias Mak Ardiba untuk mencegah diabetes, saya mencoba membuat modifikasi menjadi 10 Cara Mudah Mencegah Penyakit Diabetes Melitus Sejak Dini, melalui cara-cara antara lain:
  1. Setiap ada kesempatan dan suasananya bisa diajak kompromi, kami suka bilang bahwa yang namanya makan itu tak melulu harus nasi (beras). Istilahnya diversifikasi pangan yakni sumber karbohidrat lain yang bisa difungsikan sebagai “nasi” seperti: Ssngkong, ketela, talas, kentang, jagung atau komoditas lainnya. Bagi saya pribadi, pola diversifikasi makanan pokok (karbohidrat) ini sudah dibiasakan oleh orang tua sejak kecil. Kala itu, situasinya mendukung yaitu harga beras itu mahal. Jadi untuk berhemat, ibu membuat rekayasa dengan sesuai musim tanaman yang bisa dipanen diluar musim tanam padi, antara lain jagung, singkong, ketela, Uwi, Gembili, Ganyong,  gaplek (bentuk kering singkong), bulgur, juga ada Jagung Cakul. Khusus untuk varietas yang saya kenal dengan nama jagung cakul ini, setelah dewasa saya belum pernah menemuinya lagi. Orang tua saya dan semua warga di desa saya juga sudah lama tak menanamnya. Dulu, jagung cakul tak memiliki nilai jual sehingga hasil panen dihabiskan untuk makanan sehari-hari.
  2. Membuat porsi makan sayuran dan buah lebih banyak. “ Kalau makan sayuran dan atau buah sudah bisa merasa kenyang, sebenarnya sudah bisa dianggap makan meski belum makan nasi “. Poin ini jelas tak mudah, khususnya bagi Azka yang pola makannya belum variatif. Tapi sAlhamdulillah, ada Lothek (beberapa jenis sayuran rebus yang dikasih bumbu semacam bumbu pecel) yang sudah bisa diterima oleh Azka. 
  3. Membuat skenario (atau drama?) agar anak-anak suka beraktivitas fisik dan di luar rumah. Gadget, game online dan nonton sepak bola adalah 3 magnet yang memiliki daya magis luar biasa yang bisa membuat anak-anak bertapa di dalam rumah. Oleh karena itu, saya suka “kreatif” membiarkan battery gadgetnya menipis dan tidak mengcharge. Atau gadgetnya saya bawa ke kerja sehingga sepulang sekolah dia bingung ngapain di dalam rumah kan? Dan saya yakin, masih banyak drama lain yang bisa dibuatkan skenario agar anak-anak terpaksa tertarik untuk beraktifitas fisik yang cukup untuk membakar gula di dalam tubuhnya menjadi energi.
  4. Jangan ragu-ragu untuk menghitung berapa banyak porsi gula yang secara langsung dikonsusmi dalam sehari. Ini biasa saya lakukan jika anak-anak minta minta minuman yang berasa manis. Saya akan mulai menghitung mulai dari pagi yakni segelas susu, minuman manis yang dibawa ke sekolah, sumber rasa manis dari makanan yang dimakannya dalam hari itu. Saya akan lantang bilang kalau jatah mengkonsumsi gula adalah sekian sendok makan sesuai usiamu. 
  5. Minuman manis jenis soft drink juga harus saya waspadai, apalagi sekarang ini produsen minuman ringan mengandung gula seperti soda dan minuman jus dalam kemasan semakin ngelunjak dengan memproduksi massal dalam kemasan ekonomis dan harga yang lebih murah sehingga menjangkau level uang saku anak-anak. Salah satu cara agar anak-anak memiliki komitment untuk tidak sering membeli sendiri minuman manis adalah ajak mereka untuk membaca komposisi pada label kemasan. Sebutkan ada berapa jenis bahan kimia yang akna masuk dalam tubuh dan tidak dapat diuraikan melainkan ditimbun. Cara ini cukup ada hasilnya karena di sekolah juga sudah ada penjelasan terkait bahan kimia dalam makanan yang bisa membahayakan kesehatan jika sering dikonsumsi.
    Lebih Baik Jus daripada Soft Drink atau minuman kemasan lainnya
  6. Saya tidak membiasakan menyediakan camilan atau kue manis (coklat) dalam kaleng, toples atau kemasan lainnya.  Sesekali saja saat mengajaknya dan Azka minta kue/roti/es krim, cukup sekali makan habis. Juga sudah lama saya meminimalkan kembang gula, permen dan sejenisnya. Jarang banget ada sesi ngemut permen.
  7. Selalu tersedia buah, terutama yang memang sudah disukai seperti pisang, peer, pepaya, jambu biji, semangka, melon. Demikian juga dengan ketersediaan sayuran, meskipun masih sebatas dipandangi, saya yakin lama-lama akan “meracuni” pikirannya hingga suka rela makan sayuran. At least, sudah doyan kan makan lothek yang isinya serba sayuran direbus.
  8. Tidak pandai masak dan bikin kue bukan penghalan untuk memberikan anak makanan manis yang dibuat sendiri di rumah untuk mengantisipasi mereka beli makanan manis (instan) kemasan. Bikin puding, agar-agar, jus kombinasi buah dan sayur, so far ini yang saya lakukan untuk menyediakan makanan camilan di rumah. 
  9. Menggunakan gula batu untuk mengurangi penggunaan gula pasir dalam keseharian. Iya sih, harga gula batu terbilang lebih mahal, tapi akan lebih mahal lagi jika terkena diabetes kan ya?
  10. Never give up to assure everyone that mineral water is still the best one! Kalau di rumah, ingatkan selalu untuk minum air putih lebih banyak daripada minuman manis. Maklum, sampai dengan sekarang minuman yang dibawa Azka masih dominan minuman manis dan masih sesekali saja mau dibawain air putih. Juga saat bepergian selalu sedia membawa air putih yang cukup untuk persediaan dalam perjalanan atau selama di luar rumah. 

Demikian sekilas modifikasi tips dan cara-cara yang saya modifikasikan untuk mengurangi resiko bahaya bagi anak-anak. Sebagian sudah saya terapkan dengan hasil yang cukup baik dan sebagian lagi  masih trial – eror dan perlu pengembangan lebih lanjut agar lebih efektif dan bisa diterima oleh anak-anak dengan suka rela. 

Anda juga punya cerita menarik atau jurus sakti menjaga diri dan keluarga dari resiko penyakit Diabetes Melitus atau penyakit kencing manis juga kan? Boleh dong di sharing seprti yang dilakukan oleh sang pemilik blog www.ardiba.com 




Penerapan Internet Security Bagi Orang Tua Agar Anak berinternet secara Aman dan Nyaman

“Dengan sebuah komputer dan tablet, seseoang dapat mendidik dunia ! Bahkan lebih baik, konten tidak pernah (akan) lenyap. Siapapun dapat belajar dari video yang sama !” Salman Khan, pendiri Khan Academy.

Demikian magisnya daya sebuah content di internet. Tapi kita juga wajib hati-hati dengan “ingredient” yang terkadung  di dalam konten, karena semua informasi yang masuk ke otak dari panca indera secara berulang-ulang akan (mempengaruhi) membentuk pola pikir. Pola pikir merubah kerangka otak dan kerangka otak membentuk pola kepribadian. Artinya, jika informasi yang masuk ke otak kita kebanyakan yang tidak baik, semisal perilaku kasar, hal ini bisa memicu pola kepribadian yang kasar, rendah toleransi, kurang respect pada orang lain dan sejenisnya.

Kita Bismillahirrahmaanirrahiim, semua tentu sepaham dan sepakat bahwa produk (barang/jasa) yang dihasilkan oleh kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi semestinya digunakan secara positif oleh dan untuk semua kalangan. Salah satu produk IPTEK tersebut adalah internet yang memiliki laju perkembangan sangat pesat, begitu pula penggunanya sehingga muncullah istilah ekosistem digital.  

Salah satu Pondasi utama yang mendukung ekosistem digital ini adalah karakter (integrity) penggunanya. #InternetBAIK merupakan salah satu upaya yang komprehensive agar penggunaan internet secara Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif.

internet baik
Yups, dari #ArisanIlmuJogya yang saya ikuti beberapa waktu lalu, memberikan banyak pencerahan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya menjadi pedoman bagi para orang tua/dewasa dalam memanage pemakaian internet, terutama bagi putra-putri yang masih belum dewasa (dalam pengertian mampu menggunakan internet dengan baik dan benar sesuai kebutuhan).

Kalau terkait implementasi bagaimana mengelola penggunaan gadget dan internet bagi anak-anak, saya sudah pernah menceritakan di http://www.ririekhayan.com/2015/12/tips-mengelola-penggunaan-gadget-pada.html

Tapi setidaknya, penting diketahui oleh setiap orang tua mengenai hal-hal dasar yang menjadi acuan dalam menerapkan penggunaan InternetBAIK. Karena suka atau tidak, internet berkembang dan sudah bersenyawa dalam berbagai lini kehidupan dan mengalir ke segala arah. Kita tak mungkin otoriter melarang dan secara sarkasme "mengharamkan" internet bagi anak-anak. Kita juga tidak akan bisa stand by 24 jam, 7 hari seminggu, untuk menjadi “body Guard” bagi anak-anak  terhadap internet. Juga kita pasti tak mungkin hidup sepanjang masa sehingga bisa memastikan anak-anak menjauh dari dunia digital ini.  
Internet aman untuk anak-anak
Yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah bimbingan dan membekali mereka agar konsisten menggunakan internet secara Bertanggung jawab, Aman, inspiratif dan kreatif. 
Baiklah, sebelum semakin berkepanjangan sehingga keluar dari topik, berikut ini ILMU DASAR yang bisa dijadikan landasan yang penting untuk diketahui, dipahami dan diterapkan dalam merancang kebijakan, pedoman ataupun tata cara/langkah. #internetBAIK, untuk kata B-A-I-K disini adalah akronim dari Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif.  

Bertanggung jawab dalam menggunakan internet dan semua diferensiasinya secara tepat, sesuai dengan norma dan etika. Aman dari segala potensi kejahatan dan dampak buruk dari internet, dapat menyeimbangkan antara dunia maya (internet) dan dunia nyata. Inspiratif yaitu memanfaatkan internet untuk hal-hal positif, mengelola akses informasi yang lebih luas unutk meningkatkan kualitas hidup sendiri dan orang lain. Kreatif- Menciptakan ekosistem digital yang produktif sebagai wadah pengembangan daya cipta dan kreasi (exs. membuat konten positif) yang memiliki nilai manfaat bagi orang melalui kegiatan online tersebut.
internet untuk keluarga
Hal Pertama yang wajib dipahami adalah 3 Point penting antara orang tua dan anak mengenai Internet adalah:
  1. KEBUTUHAN. Diskusikan dengan anak saat meminta diizinkan mengakses internet. Ini merupakan moment penting untuk mengajarinya bahwa memiliki dan menggunakan sesuatu harus berdasarkan KEBUTUHAN (termasuk dalam berinternet).
  2. TANGGUNG JAWAB. Pastikan telah menjalin kesepakatan dengan anak mengenai aturan penggunaan internet dan konsekuensi. Perlu ditegaskan juga konsekuensinya apabila anak menyalahgunakan penggunaan internet.
  3. RESIKO. HArus dipahami bersama (antara orang tua dan anak) akan potensi resiko yang sangat mungkin bisa terjadi akibat mengakses internet.Beritahukan pada pada anak bagaimana cara mencegah dan menghindari apabila terjadi hal yang tidak baik (negatif).
Kenapa ketiga point di atas sangat-sangat ditekankan untuk diketahui dimengerti dan dapat diterapkan dalam pola asuh di era digital ini? Yoiiii, karena pada dasarnya anak-anak suka bermain game karena beberapa alasan berikut ini:
  1. It’s funtastic dan anak-anak memangberada pada masa usia bermain. Tumbuh dan berkembang secara fisik dan psikologis dengan bermain.
  2. Sedang bereksplorasi dengan rasa ingin tahu (couriousity) yang tinggi, senang bergaul, ingin dan suka berkompetisi.
  3. Ingin meningkatkan keterampilan: bahasa, logika, motorik, dan sebagainya.
  4. Merasa berat dengan kebiasaan/aktifitas sehari-hari sehingga ingin melepaskan stress, ketegangan, kejenuhan dan lain-lain. (Kondisi BLAST = Bored, Lonely, Afraid, Angry, Stress, Tired).
Sepintas, alasan-alasan di atas sepertinya biasa-biasa saja, bahkan tampak tak berbahaya ya? Lantas, mengapa anak bisa sampai kecanduan games (online)? Beberapa kondisi di bawah inilah yang memungkinkan games berpotensi menjadi candu akut bagi anak-anak:
  • Terkadang anak merasa dengan “games” mereka lebih dihargai, diperhatikan, dirindukan, dihormati dan berbagai perasaan positif lainnya, dibandingkan di dunia nyata. 
  • Hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua, antara lain orang tua yang sering menggunakan gaya komunikasi yang menyimang: memarahi, memrintah, menyalahkan, memanding-bandingkan, menjugde, membohongi, meremehkan kemampuan anak, mengancam, dsb.
  • Main game dengan tantangan (level) yang semakin meningkat sehingga anak-anak merasa tertantang untuk melakukannya secara berulang-ulang, membuat dopamin si zat kimia yang menimbulkan rasa senang ini akan memenuhi otak.
  • Fungsi berpikir terpotong menjadi fungsi Habituasi (kebiasaan) yang sulit dikendalikan.
  • Hal-hal yang dilakukan secara berulang dan menyenangkan akan menyebabkan adiksi atau kecanduan, dimana adiksi ini adalah semacam penyakit kronis yang ditandai dengan rusaknya kontrol terhadap penggunaan sesuatu.

“Bak pisau atau gunting di rumah kita, internet bermata dua. Manfaatnya tak terbantahkan. Namun jika kita tenggelam di dalamnya, lalu bertemu hal buruk dan kita tidak punya bekal yang cukup untuk menghadapinya, akibatnya tak tertanggungkan”

Resiko/akibat yang harus kita waspadai ketika anak terpapar over time saat mengakses internet/game antara lain:
akibat kebanyakan main game
otak yang terdampak game online

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, begitu pula menghadapi daya magnet gadget, internet dan aneka turunanya. Agar bisa tercipta kondisi pemakaian internet secara BAIK, berikut ini beberapa tips untuk menghindari hal-hal negatif di internet yang perlu dilakukan oleh para orang tua:
  1. Sadari bahwa anak kita adalah generai digital native, belum bisa baca tulis dan tanpa ada yang mengajari saja sudah piawai menggunakan gadget untuk nge-game. Setuju atau tidak, yang jelas setidaknya karakter digital native, yaitu generasi yang lahir di era internet, mereka akan memiliki beberapa tipikal antara lain menolak terkekang, ekspresif,  Bermain (bukan hanya bekerja), enggan menunggu (suka hal-hal yang cepat), suka mencari (bukan menunggu instruksi), gemar men-upload (tidak sekedar mendowload), Komunikasi yang interaktif (bukan sekadar searah) dan berkolaborasi. 
  2. Berikan penjelasan kepada anak dengan bahasa/kalimat yang mudah dicerna oleh anak-anak mengenai  KEBUTUHAN, TANGGUNG JAWAB dan RESIKO mengunakan internet. Durasi bermain game yang baik untuk anak-anak adalah: Usia 0 - 2 tahun: tidak boleh main HP; Usia 3 - 5 tahun : maksimal 1 jam per hari; Usia 6 - 12 tahun : maksimal 2 jam per hari.
  3. Hargai pikiran dan perasaannya, jadi jangan langsung mengatakan “ DON’T DO IT !” Perlu disepakati bersama terkait makna perangkat elektronik (gadget) bagi anak-anak. Prinsip Gadget dan Internet: Anak-Anak menggunakan gadget dan internet dari orang yang bisa menggunakannya dengan baik dan benar. Ajari Mereka mengenal kebaikan dan keburukan internet. Ajak mereka memanfaatkan internet untuk kebaikan. 
  4. Perhatikan sistem rating pada game dan cara Memilih Game yang baik dan  di bawah ini:  
  5. Harus ada aturan yang jelas dan tegas  dan apa saja konsekuensi jika terjadi penyalahgunaan internet. Secara rutin dan aktif lakukan KONTROL terhadap game (dan semua media lainnya) sebelum membeli, sedang bermain, dan pantau ‘efek samping’nya.
  6. Menerapkan PARENTAL CONTROL yaitu memasang security gadget di HP dan Komputer yang dipakai oleh anak-anak untuk memproteksi dari konten yang tidak baik. Beberapa parental Control yang direkomendasikan untuk dipasang antara lain: 
Untuk penerapan PARENTAL CONTROL atau Security Gadget, maka setidaknya ada 4 gate yang perlu diwaspadai dan dibuatkan filter/saringan untuk meminimalkan kemunculan content yang tidak sesuai usia anak. At least,  sangat penting bagi orang tua untuk melakukan tindakan pengamanan melalui channel-channel berikut ini:

A.  Youtube Filtering, dengan tujuan agar content-content dewasa dan yang tidak sepatutnya dilihat oleh anak-anak tidak serta merta bermunculan saat anak-anak melihat game atau video permainan melalui streaming di Youtube. 

Cara untuk membuat akun youtube minimalis dari content yang tidak diharapkan adalah:
  1. Buka akun  youtube pada www.youtube.com, kemudian arahkan kursor menuju bagian bawah page (footer) pada halaman youtube tersebut. Saya belum bisa membuat pengaturan youtube ini melalui gadget, sehingga setting ini saya lakukan melalui PC. 
  2. Pada Mode Terbatas pilihlah AKTIF dimana dengan Mode Terbatas akan diterapkan pada browser ini.
  3. Kemudian klik= Simpan
B. PlayStore Filtering agar game-game yang dimunculkan pada Play Store/aplikasi pengunduh lainnya merupakan game yang sesuai untuk usia anak-anak yang bersangkutan.

Berikut ini cara singkat untuk melakukan pengaturan pada Play Store pada gadget yang sering digunakan oleh anak-anak:
  1. Buka aplikasi unduhan (Google Play) pada gadget, klik terlebih dahulu pada bagian kiri atas.
  2. Pilihlah menu setting/pengaturan yang berada di bagian bawah (menu) tampilan.
  3. Kenudian klik menu Kontrol Orang Tua (Parental Controls), pilih mode ON (aktif)
  4. Silahkan buat PIN sebagai sebagai kunci untuk membuka/menutup pintu pengaturan game. 
  5. Silahkan klik rating atau batasan maksimal umur anak anda yang akan memungkinkan mendownload aplikasi.
C. Pengaturan Google Safe Search atau penelusuran secara aman yang akan memblokir gambar yang tidak pantas dari hasil penelusuran di Google, sehingga bisa membantu untuk meminimalkan konten-konten dewasa. 
Untuk mengaktifkannya, bisa klik link support yang sudah disediakan oleh Tim google: https://support.google.com/websearch/answer/510? Dari situ, kita bisa melakukan pengaturan (filtering) pada perangkat Komputer, Android, Iphone dan Ipad.

D. Memasang Aplikasi Parental Control. Selain pengaturan pada tiga channel di atas, gadget/HP yang sering dugunakan oleh anak-anak juga bisa dipasang aplikasi pengamanan sehingga menu yang muncul pada layar gadget sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Saat ini sudah ada aplikasi-aplikasi yang bisa dugunakan, antara lain : Kakatu, Kids Place, Kids ZOne, Secure Teen, dll, bisa serach langsung dengan nama aplikasi tersebut dari Play Store atau Google Play.

Dari sekian langkah preventif diatas, harapannya tentu agar penggunaan internet bisa ke arah yang positif dan produktif, yaitu ketika kita bijak memakainya sebagai CARA BARU untuk:
1. mengeksplorasi banyak hal: pengetahuan, berita perkembangan teknologi, hobi, dll
2. mem’branding’ diri secara efektif dan efiesien
3. bekerja dan meningkatkan income (penghasilan)
4. belajar (mendukung pelajaran di sekolah dan mata kuliah).
5. menyimpan file secara on line; DRpbox, Google DRive, Cloud.
6. terkoneksi dan memperkuat networking
7. melakukan transaksi online secara cepat dan aman.
8. menggalang dana sosial bagi kemanusiaan secara lintas teritorial
9. menerjemahkan BAhasa asing
10. memasarkan produk melalui e-marketing.
11. BERBAGI PENGALAMAN positif dengan menjadi BLOGER, VLOGER, YOUTUBER.
Segala sesuai memiliki dua sisi, demikkian juga terkait penerapan #InternetBAIK ini. Program ini tentu tidak akan berjalan optimal kalau kita hanya concern pada sisi anak-anak, karena dari posisi kita sebagai orang tua (dewasa) harus memiliki komitment yang solid agar bisa menciptakan ekosistem keluarga yang kondusif dalam menggunakan gadget dan internet.
At least but Not the Last, kita bisa resapi epilog yang saya kutip dari salah satu pembicara yang memberikan sharing tentang penggunaan internet sehat berikut ini:
Teknologi itu seperti sungai yang mengalir di depan rumah kita. Orang tua yang penyayang akan membangun tembok di depan rumah agar anak-anak tidak menuju sungai, bahkan kalau perlu pasang pagar tinggi, kawat berduri atau dialiri listrik. Tetapi orang tua yang bijak akan mengajari anak-anaknya berenang agar mereka bisa mengarungi sungai dengan selamat menuju laut lepas dan tetap aman mengarungi samudera menuju dermaga.

Tulisan ini saya narasikan dari materi #arisanIlmuJogya tentang Internet#BAIK yang disampaikan oleh Manda pemilik blog http://www.tamasyaku.com/ dan Mak Irul yang empunya http://www.catatansiemak.com/ dan buku saku sosialisai internet#BAIK. Untuk lebih jelas dan gamblang, apa dan bagaimana menkondisikan internet sehat yang bermanfaat bagi keluarga, bisa download Buku Panduan untuk berinternet yang Bertanggung Jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif dari PLAY STORE dengan keyword 17 rumus internet BAIK.