Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Aksi Nyata Cegah Penyebaran HIV/AIDS ala Barbershop

Don't sweat the small things. But, we often face that small thing make great influences. Tidak ada hal kecil yang tidak penting, karena semua hal besar merupakan rangkaian-rangkaian dari hal-hal kecil. 

Sudah merupakan bagian dari perkembangan life style kalau semakin banyak laki-laki yang perduli terhadap penampilan, salah satunya adalah model potongan rambut dan perawatannya. Soal hair style, sudah tidak lagi dominan menjadi domainnya kaum hawa. Bagi kaum pria, urusan potong rambut, cuci rambut, pijat dan perawatan terkait urusan mahkota kepala lainnya juga sudah merupakan hal dianggap penting untuk mendapatkan perhatian tersendiri. Dan Bismillahirrahmaanirrahiim, hal tersebut berlaku tak hanya untuk kaum adam yang sudah remaja/dewasa. Sudah sangat jarang, anak-anak era sekarang yang mau dicukur oleh orang taunya sendiri di rumah. Bagi yang punya anak laki-laki, tentu sudah menjadi salah satu agenda untuk menemani sang putra mencukur rambut di barbershop. 

Iya sih, sebenarnya kalau hanya soal mencukur rambut bagi laki-laki bisa dilakukan di salon-salon kebanyakan. Tapi pada kenyataannya, para lelaki merasa tidak nyaman jika msauk ke salon – salon biasa karena pengunjungnya kebanyakan perempuan. Peluang bisnis salon khusus untuk para lelaki pun mulai berkembang. 
BArbershop; Yogyakarta; Sehat; Fashion
Aksi Barbershop perduli HIV/AIDS
Barbershop adalah salon khusus untuk menjawab kebutuhan laki-laki untuk merapikan, mencukur, menata dan aneka perawatan kepala lainnya. Terlebih karena laki-laki pada umumnya lebih sering memotong rambut ketimbang perempuan, sebulan bisa dua kali, tentu peluang usaha barbershop memiliki prospek yang sangat bagus jika dikelola dengan management yang baik. Untuk menjalankan bisnis Barbershop sebenarnya tidak terlalu complicated. Dengan modal alat pangkas rambut listrik, bahan/media untuk perawatan rambut (shampoo, cream untuk massage, minyak rambut, dll),  tempat beserta furniture (meja kursi, kaca, almari), dan kelengkapan pendukung lainnya, sudah bisa mulai menjalankan barbershop ini. Tarif rata-rata barbershop berkisar Rp. 10.000 s/d Rp. 15.000,- yang meliputi jasa potong rambut, massage kepala dam keramas. Gak tahu lagi sih berapa tarif barbershop yang terkenal karena saya baru pernah menemani Azka dan Sekali menemani potong rambut di barbershop yang tak jauh dari rumah. 

Target salon barbershop kan khusus laki – laki, sudah jelas dan spesifik kalau jasa ini ditujukan bagi kaum adam. Mulai anak – anak, pelajar, mahasiswa, remaja, lelaki dewasa, bapak – bapak dan kakek – kakek merupakan  konsumen utama bisnis ini. Jadi jangan heran jika mayoritas pengunjung yang berada di barbershop berjenis kelamin laki-laki. Kehadiran sosok perempuan di barbershop bisa dihitung dengan jari, salah satuya saya yang sesekali menemani Azka potong rambut. Lha si Azka ini termasuk yang anak yang memiliki jenis rambut yang subur, sehingga sebulan bisa potong rambut dua kali. Itu pun, tak jarang mood untuk potong rambutnya susah-gampang ditebak. Kadang sudah diajak ayahnya potong rambut masih gak mau, “ntar Yah, dua hari lagi”. Giliran anaknya sudah mau potong rambut, tapi ayahnya yang absen gak bisa nganterin. Jadi ya kalau Azka sudah mau untuk potong rambut, mana yang available bisa menemani Azka ke barbershop, daripada Azka berubah mood lagi bisa tertunda-tunda jadwal potong rambutnya.

Setidaknya sudah dua barbershop yang pernah saya datangi. Yang paling sering tentu barbershop yang searah dengan sekolahnya Azka karena bisa sekalian mampir saat jemput sekolah. Yang kedua di Jalan Gito-Gati yang lebih sering di datangi oleh suami (juga sama Azka).

Nah, dari beberapa kali menemani Azka potong rambut ada hal yang mungkin luput dari skala prioritas ketika mempertimbangkan memilih suatu barbershop yaitu penggunaan silet yang selalu baru. Tahu kan, jika finishing potong rambut adalah merapikan dengan cara seperti dikerok pakai semacam alat yang menggunakan silet.

Sekedar mengingatkan, barangkali saja terlewatkan dari perhatian karena sudah merasa barbershop yang didatangi memiliki ruang tunggu yang nyaman, bersih, desain ruangan yang look so good deh dan pelayanan yang ramah. Tetap harus di mention jika hal pertama untuk di konfirmasikan saat ke barbershop adalah sistem penggunaan siletnya bagaimana? Jika toh ternyata di tempat potong rambut (yang biasanya masih sistem seadanya), tidak menyediakan silet baru, ya tak apa-apa kan jika kita yang membeli sendiri siletnya?

Apakah semua barbershop memiliki komitment untuk selalu menggunakan silet baru?” ini pertanyaan kepo saya ke si Mas yang motong rambut Azka di salon baru dan pertama kali kami datangi.
Iya Mbak, rata-rata salon rambut pria yang sudah melabeli sebagai barbershop akan menerapkan penggunaan silet baru untuk setiap konsumennya”.
cegah HIV; Hindari AIDS; ririekhayan
Kepuasan konsumen barbershop: nyaman, tarif murah,
dan jaminan KEAMANAN (silet selalu baru)

Komitment penggunaan silet baru tidak semata-mata sebagai bentuk special service tapi sebagai bentuk tanggung jawab dan Aksi Nyata Cegah Penyebaran HIV/AIDS ala Barbershop. 

Seperti kita tahu, darah merupakan salah satu cairan dari dalam tubuh yang menjadi sarana penularan HIV/AIDS yang sangat efektif yang bisa terjadi Melalui:
  1. transfusi darah / produk darah yang sudah tercemar HIV
  2. pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan (misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika Suntik)
  3. pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya saat tindik, tato, dan alat facial wajah.
  4. pemakaian silet yang sudah terkontaminasi HIV dan digunakan secara berulang saat mencukur rambut di salon-salon. 
My point of view untuk kasus ini adalah nomer 4 karena ceritanya kan saya sesekali menemani Azka potong rambut. Sedangkan ketika orang sedang potong rambut, ada kemungkinan kecelakaan yang sepertinya ringan yaitu tergores silet. Mana kala silet bekas digunakan orang lain (konsumen sebelumnya) kemudian dipakai lagi padahal terdapat bekas bercak darah, yang pastinya kita tidak tahu kondisi kesehatan pengguna sebelumnya, mengidap penyakit menular atau tidak. 
Sedangkan, barbershop adalah bisnis jasa yang pastinya tak mungkin menolah konsumen (kecuali sudah tutup) atau  bersikap tidak sopan semisal menanyakan “Apakah anda mengidap penyakit HIV/AIDS atau jenis penyakit menular lainnya?”. Andai kan model pertanyaannya via kuisioner pun, kecil kemungkinan akan ada calon konsumen yang akan memberitahukan kalau dirinya adalah ODHA atau penyakit menular lainnya. 
Beberapa waktu lalu ndilalah Azka langsung say yes untuk mampir barbershop sepulang dari nengokin Aida di MBS. Mungkin karena merasa rambutnya sudah akan mencapai level kritis (nyentuh daun telinga) sedangkan keesokannya adalah Hari Senin yang notabene akan ada operasi kelengkapan atribut dan kerapihan di sekolahnya.  Artinya, barbershop yang kami datangi bukan tempat biasanya azka potong rambut. Based on my experience, apalagi terlihat jelas barbershop di Jalan Magelang yang kami datangi kala itu masih baru dan saat saya coba-coba interview memang salon tersebut baru berumur sebulan.

Sederet pertanyaan yang saya ajukan saat menunggu giliran Azka tiba, akhirnya membawa saya pada kesempatan untuk mengkonfirmasi penggunaan silet. 
“ Mas, silet yang digunakan biasanya dipakai berapa kali?”
“ Siletnya selalu ganti Mbak. Kami selalu menggunakan silet baru kok “.
HIndari HIV/AIDS; Gaya Hidup sehat; Life style; ririe kahayan; kidung kinanthi
si Ayah belum selesai potong rambut,
Azka serius memperhatikan
dan Emaknya usil narsis tuh
Kesempatan yang sangat tepat untuk mencari tahu komitment management barbershop baru tersebut terhadap penggunaan silet. 
“ Kalau begitu, sebaiknya dicantumkan juga dalam brosur promosi ini kalau ada jaminan silet yang digunakan selalu baru. Sekedar saran sih, agar isi brosur ini lebih meyakinkan calon konsumen untuk datang kesini sekaligus membangun kepercayaan mereka untuk menjadi pelanggan setia barbershop ini”. Sambil saya selembar brosur brosur promosi yang tertumpuk di meja  dekat saya.
Lho, di brosur belum mencantumkan garansi penggunaan silet selalu baru ya mbak?” waduhhh, kenapa si Mas ini malah tanya balik?
“ Memangnya, brosurnya siapa yang pesan atau bikin Mas?”
“ Itu partmer saya yang ngurusin soalnya. Salon ini kan join usaha sama seorang teman…”

Berawal dari pertanyaan soal silet baru, akhirnya saya pun jadi muncul kepo lainnya terkait keberadaan  barbershop. 
Tertarik untuk buka barbershop juga ya?”
“ Kadang-kadang istri saya memang suka tanya-tanya ala gaya reporter kok mas. “ sahut misua setelah selesai sesi potong rambutnya.
Tapi kalau memang tertarik untuk buka usaha barbershop, saya sarankan buka saja di Magelang. DI sana masih sedikit sekali barbershop seperti ini. Di jamin, bakal laris manis karena bisa jadi pioneer barbershop “.

By the way, barbershop yang baru dibuka tersebut bernama Corfys: Comfort, Rilex, Satisfy. Beralamat di Jalan. Magelang KM 9,5, Mulangan Wetan, Sleman, Yogyakarta. Siapa tahu, ada yang kebetulan lewat dekat-dekat alamat tersebut dan pas kebetulan terlintas niatan untuk potong rambut tho? Karena masih dalam masa promo, tarifnya 10 ribu rupiah. Kalau non promo/tarif normalnya Corys memasang tarif Rp. 13.000,- (salah satu hasil interogasi) yang meliputi jasa: potong rambut, Keramas, Pijat kepala dan stylish. Management pelayanannya sudah cukup oke kok, ada nomor antrian, tersedia air mineral, ruang berAC, dll.

Modal sedikit; Bisnis menguntungkan; Bisnis tahan krisis
Brosur Barbershop tapi bukan iklan loh?

So, Adakah yang tertarik untuk bikin barbershop juga? 
Barbershop kan bukan bisnis musiman bisnis yang mempunyai prospek sangat bagus saat ini maupun masa mendatang, tidak terpengaruh fluktuasi ekonomi, mampu bertahan oleh badai krisis, dan selalu dibutuhkan orang selama makhluk hidup sepcies manusia masih hidup. 

Dan jika memang tertarik dengan usaha ini, jangan lupa untuk berkomitment dalam Aksi Nyata Cegah Penyebaran HIV/AIDS ala Barbershop dengan selalu menggunakan silet baru.


[Sebuah Refleksi] Hari Sumpah Pemuda dan Hari Blogger Nasional

Seorang penulis bukan hanya seorang yang mengatakan sesuatu, tetapi dia juga orang yang tahu cara untuk mengatakannya. Berproses menulis tidak hanya berhubungan dengan diri kita sendiri sebagai pelaku tulisan, tetapi hasil tulisan akan menjalin pertalian dengan banyak orang baik di sekitar kita maupun dari luar lingkaran keberadaan kita. Dengan sebuah tulisan yang bernas, kita bisa menjangkau ribuan orang di luar sana, bahkan lintas generasi dan abad.

(Sekali lagi) mengutip tulisan tersebut (lupa judul buku dan penulisnya), bagi saya ungkapan tersebut relevan dengan semangat peringatan Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober yang sudah sewindu sejak dicanangkan pada 27 Oktober 2007.  Dan Bismillahirrahmaanirrahiim, bukan sebuah kebetulan jika pemilihan tanggal tersebut berdampingan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober dan kali ini mengusung tema: Revolusi Mental untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi "Satu untuk Bumi” .

Sudah cukup sering mendengar istilah REVOLUSI MENTAL dan beberapa kali sempat curhat-curhatan dengan beberapa teman “ kira-kira seperti apa aksi nyata untuk mewujudkan atau menuju Revolusi Mental tersebut?”

Rata-rata pada bilang, yang kurang lebih jika boleh saya ringkaskan adalah: menggiatkan aktifitas, event, program dan bentuk-bentuk kegiatan formal-non formal yang diselenggarakan oleh semua stakeholder, elemen masyarakat, komunitas ~ pokoknya apapun aksinya diharapkan memiliki muatan konstruktif untuk membangun mental pemuda – pemudi indonesia menjadi generasi yang tangguh secara paripurna: cerdas, ulet, kreatif, dan produktif.  
Hari SUmpah Pemuda; Revolusi Mental: Cinta Indonesia
Nah, sepengamatan saya yang BUKAN seorang pengamat sosial well skilled, terlihat jelas peran dan keterlibatan blogger dalam menyebarkan informasi dan  pembentukan opini/persepsi publik menunjukkan grafik peningkatan yang significant. Yang mengagumkan lagi, mayoritas para blogger (berdasarkan pada landing blog yang pernah saya intip-intip) mengutamakan betapa pentingnya untuk menulis di blog yang dilandaskan pada kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahwa menulis di blog merupakan media untuk menyampaikan pesan yang berkualitas semakin meningkat. Content is a King, demikian istilah populernya.  

Pencanangan Hari Blogger Nasional   sejak tanggal 27 Oktober 2007 dan sudah menjadi semacam momentum istimewa bagi komunitas blogger (apapun platformnya) untuk merefresh dan meng-up grade semangat  menulis semakin produktif, dan menyebarkan hal-hal positif secara digital. Jadi saya sepakat dengan kode etik blogger yang diuraikan secara lugas, jelas dan cerdas oleh Mbak Afifah Afra (http://www.afifahafra.net/2015/10/arzetti-bilbina-hari-blogger-nasional.htm) yang menyampaikan ajakan buat blogger (dan pelaku jurnalisme  secara luas ) untuk: berseriuslah dengan konten,  menjadikan blog sebagai sarana untuk menyumbang peran sebagai part of solution, bukan malah part of problem dan  berbagi informasi yang baik dan benar secara baik dan benar pula “good news is good news, bad news is bad news”

Terdapatnya linkage antara spirit ngeBLOG secara credible dan bertanggung jawab dengan tema Hari Sumpah Pemuda, menjadi semacam pemantik yang membuat saya “tersipu malu” akan fakta kekinian bloggingnya saya.

Motivasi awal saya saat mendaftar akun blogger semata untuk menuangkan letupan-letupan hasrat ingin menulis dan agar bisa saya baca-baca lagi setiap saat. Kalau menulis di buku kan berkemungkinan ganti-ganti buku, ketlisut bukunya, rusaklah…dll. Sedangkan kalau nulis di blog kan bisa long lasting, kapan saja bisa direvisi dan syukur Alhamdulillah jika ada yang berkenan membaca *happy banget*.

Maka, seperti pepatahnya Mr. Stephen King: Menulislah dengan alasan apapun asal bukan untuk meremehkan. Saya sadari banget, bila kualitas tulisan saya di blog masih belum jauh-jauh dari standar: Menulis tanpa berpikir, artinya saya belajar untuk melepaskan setiap kata yang melintas dalam pikiran, hati dan rasa. Itupun saya lakukan (dua tahun awal ngeBlog) dengan memanfaatkan waktu luang ketika ritme pekerjaan sedang slow down dan dengan nebeng komputer di kantor pula ?!.
Hasil instropeksi saya selama ngeBlog, senyatanya saya:
  1. BELUM bisa keep comitment menulis di blog secara ajeg [ada semacam jadwal yang saya patuhi untuk beraktifitas di blog: posting dan blogwalking]. 
  2. Masih blogger yang alay…..ala sempat nulis dan ala jadi tulisannya, alurnya gak jelas dan tak jarang ngglambyar alias out of the topic. 
  3. Awalnya mau nulis apa tapi selanjutnya menyimpang menulis yang lainnya lagi. Bisa memulai, tak bisa meneruskan, itulah yang masih kerap menimpa menggalaukan saya dalam negblog.  
Tapi hukum alam: Learning by doing ~ more practise will make better skill Alhamdulillah saya alami. At least, sekira dua kemudian, saya mulai belajar untuk MELUANGKAN waktu untuk up date blog, tak lagi sekedar memanfaatkan waktu luang. Saya juga memantaskan dan memantabkan diri untuk membeli Laptop demi agar bisa ngedraft postingan saat di rumah agar tidak lagi mengandalkan/menunggu ada waktu luang saat work hours. Bahkan ketika belum genap setahun itu laptop kecurian saat saya tinggal kerja, saya pun mensugesti diri untuk mengalokasikan dana agar bisa membeli notebook (dan hilang lagi saat perjalanan antara Yogya – Banyuwangi). Karena semangatnya pengen keep blogging, Alhamdulillah diberikan ganti notebook baru lagi oleh suami. Alhamdulillah, tidak pengadaan notebook baru secara swadaya sendiri lagi. Heheheee.. *eh, nglantur curcol lagi* 

Some how
dalam rangka spirit Hari Sumpah Pemuda dan Hari Blogger Nasional, merupakan sebuah refleksi untuk:
semakin meyakinkan diri saya bahwa jika pilihan kita mau ajeg menulis [tidak sekedar ujug-ujug] dalam melakoni peran blogger akan membawa kita pada pencapaian skill menulis yang lebih baik, lebih sistematis, memiliki ciri khas diri kita, mengandung pesan positif yang hendak dibagikan, maka menjadi blogger yang memiliki visi-misi menuliskan content yang berkualitas+bertanggung jawab sehingga isi blog bisa menjadi media berbagi informasi yang inspiratif, memotivasi serta be a part of solution adalah hal yang sangat mungkin untuk terjadi dan bisa dilakukan oleh siapa saja. 
Memiliki Idealisme yang dibangun dalam jiwa, dibangkitkan dalam hidup untuk kemudian dialirkan melalui tulisan dengan: 
  • Komitmen dan konsisten mencintai dunia “ If you don’t love the work you’re doing, you’ll get sick – physically, mentally or spiritually. Eventually, you’ll make others sick too ~ Lorraine Monroe, sehingga bisa mengemas ide yang ingin disampaikan sehingga enak dibaca.
  • Menulis sebaik-baiknya karena tulisan yang baik adalah tulisan yang setelah dibaca masih membuat kita ingin membacanya lagi dan lagi. Tiap kali dibaca akan memberikan manfaat yang semakin baik bagi siapa saja yang membacanya. Dan kalau ada yang mengeluarkan lagi sebagai bahan pelajaran, orang lain [berikutnya] yang membaca masih antusias untuk menikmati karena ruh tulisannya masih memiliki daya tarik.
  • Tak pernah berhenti belajar karena dalam hal apapun tak pernah ada yang benar-benar profesional tingkat mahir karena menulis adalah skill yang [idealnya] seperti garis linear yang menaik significant ketika berbanding dengan waktu. 
Kesimpulannya, 
siapa saja yang mau concern menulis dengan dilandasi kekuatan jiwa yang lahir dari niat yang bersih, tujuan yang jelas, visi yang tajam, komitment yang kuat, konsistensi yang dinamis [tak cukup jika hanya sekedar stabil] dan sikap mental yang fight kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun untuk menulis, InsyaAllah merupakan salah satu pengejawantahan peran blogger dalam mendukung Revolusi Mental untuk Kebangkitan Menuju Aksi "Satu untuk Bumi”  Satu Nusa Satu Bangsa INDONESIA MERDEKA !

Masihkah Ada harapan untuk Kami

BUKU adalah jendela dunia, yang membuat kita bisa melihat dunia di luar diri kita. “Dunia” yang memiliki makna tidak sekedar bagian wilayah dari permukaan planet bumi ini. Tapi lebih luas lagi yaitu dunia ide, pendapat, informasi, pengalaman, kisah sukses, catatan peristiwa, fenomena alam dan sosial, serta yang lebih luas lagi adalah kita bisa mendapatkan pembelajaran kehidupan dari buku.

Dan Bismillahirrahmaanirrahiim buku yang berisikan kumpulan surat dengan kalimat yang sederhana, lugu, jujur dan tulus dalam mengungkapkan suara hati, pendapat, harapan dari anak-anak Palestina yang sehari-hari harus ‘akrab’ dengan konflik, penggusuran, pembantaian, penangkapan, kelaparan, teror, kedinginan dan ancaman bom yang setiap saat menghujani mereka. Buku berisikan kumpulan surat-surat yang mampu menggugah hati nurani, empati, keperdulian, friksi emosi lainnya ini adalah:

Judul buku  : Masihkah ada harapan Buat Kami
Penyusun    : Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KKNRP)
Penerjemah : Ali ghufron
Penerbit       : PT. era Adicitra Intermedia
Tebal Buku  : 225 Halaman
No ISBN      : 978-979-8340-16-1

buku tentang Palestina; Buku Perjuangan; Kisah Heroik; Kids; Parenting
Kalau besar nanti aku bercita-cita menjadi guru untuk mendidik 
anak-anak di negaraku….”  ~ Muhammad Ramiz Nasman, 8 tahun (P.207) ~
Sebelum tersesat lebih jauh, tulisan saya kali ini bukan tentang review atau resensi buku tapi sekedar melanjutkan sounding bahwa kita sebagai sesama manusia bisa melakukan dan menunjukkan sisi kemanusiawian kia melalui buku ini. Dengan berbagai kondisi dan variabel, mungkin kita belum bisa mengambil peran langsung dalam membantu anak-anak di Palestina khususnya dan penduduk Palestina pada umumnya. 


Melalui buku ini, siapa saja bisa mengambil peran untuk membantu anak-anak yang layak dan memang perlu untuk dibantu untuk mendapatkan hak mereka meraih cita-citanya. Iyah, anak-anak tak melulu soal anak yang bertautan darah secara langsung ataupun kedekatan hubungan suku dan kebangsaan. Anak-anak di Palestina adalah bagian anak-anak di dunia yang membutuhkan “gandengan” tangan saudara-saudaranya dari segala penjuru dunia.
Sekilas info, buku ini merupakan kumpulan 90 surat yang ditulis tangan oleh anak-anak Palestina yang berusia 7 – 18 tahun. Mereka mengungkapkan tentang suara hati, harapan, cita-cita dan pendapat tentang Yahudi/Israel yang tiada henti melakukan aksi teror fisik dan non fisik. 
Surat-surat yang tertuang dalam buku Masihkah ada harapan Buat Kami diklasifikasikan dalam 4 kategori yaitu: 
  1. Kondisi akibat serangan bom yang menghancurkan tempat tinggal mereka, meratakan gedung sekolah, masjid, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya yang membuat mereka berada dalam situasi yang dilematis dan penuh pressure.
  2. PERASAAN yang berisikan curahan hati mengenai aksi teror dan kekerasan yang dihadapi/dialami oleh anak-anak (penduduk) Palestina. Melihat keluarganya menjadi korban bom, teman sebayanya terluka parah, menahan miris tiap kali korban berlumuran darah akibat aksi-aksi yang dilancarkan oleh Israel/Yahudi.
  3. HARAPAN anak-anak Gaza setelah mereka kehilangan rumah, sekolahnya hancur lebur, kehilangan anggota keluarga. Harapan-harapan yang penuh rasa optimis untuk mendapatkan hari esok yang lebih baik meskipun dalam situasi yang sangat sulit. Juga cita-cita mereka untuk mebangun bangsa Palestina yang berdaulat penuh. Serta ada pula doa agar Yahudi menjadi baik, yang menunjukkan betapa kemurnian jiwa anak-anak Palestina dengan hati seluas samudera, masih mendokan kebaikan bagi pihak yang telah memusuhinya selama ini. 
buku tentang Palestina; Buku Perjuangan; Kisah Heroik; Kids; Parenting; Gaza
Kalau besar nanti aku ingin jadi mujahid dan dokter, agar dapat membela negara dan mengobati saudara-saudaraku yang sakit dan cedera  
~ Imaduddin Abdul Qadir Samur, 11 tahun (P. 67) ~
Sebanyak 90 surat yang yang dikumpulkan oleh para relawan KNRP, versi aslinya ditulis dalam bahasa Arab dan sudah diterjemahkan menjadi buku “Masihkah ada harapan Buat Kami “ ini merupakan catatan sejarah bagi Palestina dan visualisasi bagi dunia diluar tentang tentang konflik , perjuangan, rasa takut, gelisah, sakit, semangat juang masih mengakrabi jalur Gaza dan Palestina pada umumnya. 

Tidak ada fasilitas yang memadai, kondisi yang tidak aman dan situasi nyaman yang bagai cerita dongeng bagi anak-anak di Palestina. Tapi mereka tetap optimis, semangat untuk menjadi dokter, politikus, artsitek, guru, tentara, mujahid, penghafal Al qur’an dan ragam cita-cita anak Palestina lainnya.
Aku bercita-cita hafal Al-Qur’an dan bisa sholat di Masjidil Aqsa.” 
~ Saifuddin Muhammad Abdurrauf Ridwan, 11 tahun (P.163) ~
Tidakkah buku Masihkah ada harapan Buat Kami ini memiliki nilai sebuah buku yang sebenarnya? Sebagai jendela, pengkayaan hati, suluh solidaritas bagi anak-anak kita buat saudara-saudara mereka nun jauh di Palestina yang hak-haknya direnggut dengan semena-mena?

Semoga semangat juang, rasa optimis, nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam buku ini bisa menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak kita khususnya dan kita semua tentunya. 

Bila "Masihkah Ada harapan untuk Kami?" ini berarti sangat, sekarang rilis cetakan kedua dan bisa di order, Silahkan kontak melalui twitter @lailacahyadi untuk pesanan indent. 

Cara Mudah Memilih Jam Tangan Pria

Tak hanya wanita yang bisa tampil memukau setiap saat, pria pun bisa. Pria yang memperhatikan penampilan, Bismillahirrahmaanirrahiim pasti akan tampak lebih menarik. Penampilan keren untuk pria bukan hanya menggunakan barang-barang mahal lho. Mengenakan barang-barang yang sesuai dengan karakter diri sendiri juga penting. Termasuk menggunakan jam tangan yang cocok. 

Asyiknya, belanja online di MatahariMall.com bisa membuat Anda jadi ketagihan dan makin hemat. Tetapi Anda juga harus ingat kalau Anda patut memilih jam tangan dengan teliti. Pilihan warna jam tangan memang bisa disesuaikan dengan selera Anda. Tetapi akan lebih baik jika Anda menghindari warna-warna yang mencolok. Pilihan warna-warna netral seperti hitam, abu-abu, silver, coklat, atau biru akan membuat penampilan Anda lebih maskulin dan simpel. 

Pada umumnya pria mengenakan diameter jam tangan yang jauh lebih besar daripada wanita. Terutama jika ukuran tangan Anda tergolong besar. Namun bagi Anda yang memiliki ukuran tangan yang kecil, tak ada salahnya memilih jam tangan yang diameternya lebih kecil. Sebab jam tangan yang kecil dan tipis akan membuat gaya Anda jadi lebih menarik.
Jam Tangan Casual; JAm tangan keren; Koleksi Jam Tangan
Jam Tangan Casual

Pilihan Jam Tangan Sesuai Kebutuhan 

Lain kegiatan, lain pula jam tangannya. Untuk aktivitas olahraga sebaiknya Anda mengenakan jam tangan berbahan karet. Sedangkan untuk aktivitas formal atau santai, jam tangan berbahan stainless steel atau kulit bisa menjadi pilihan yang tepat. Jam tangan yang tahan air dibutuhkan untuk aktivitas olahraga. Biasanya jam tangan tahan air menggunakan material berbahan karet serta material lainnya yang tidak mudah berkarat. Aktivitas olahraga biasa seperti jogging, futsal, atau badminton tidak membutuhkan jam tangan tahan air yang khusus.

Sedangkan untuk aktivitas di dalam air seperti renang, diving, dan olahraga air lainnya membutuhkan jam tangan dengan tingkat ketahanan air yang jauh lebih baik sehingga jam tangan akan tetap baik-baik saja meskipun dikenakan saat berada di dalam air.

Hunting Diskon Besar Jam Tangan di MatahariMall.com November Mendatang

Kalau ingin mendapatkan jam tangan pria berkualitas serta ragam produk lainnya, jangan lupa ikuti promo diskon MatahariMall November 2015. Anda bisa memperoleh banyak produk berkualitas dengan penawaran harga yang menarik hanya di MatahariMall. Belanja online kini terasa makin menyenangkan dan praktis dengan kehadiran MatahariMall. Biar tetap update dan gak ketinggalan diskon November nanti, kamu bisa ikuti terus update terbarunya di sini.

Memperluas Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia

Pertumbuhan ekonomi itu penting jika ada pemerataan. Tapi bagaimana jika ada pemerataan tanpa ada pertumbuhan ekonomi? Artinya pertumbuhan ekonomi dan pemerataan merupakan dua hal yang seharusnya berjalan sinergis, harmonis dan saling menguatkan.

Bismilllahirrahmaanirrahiim,Seperti diketahui UKM merupakan tulang punggung perekonomian karena Jumlah pelaku UKM, lebih dari 57 juta unit (BPS, 2013) namun dalam hal ekspor, kontribusi UKM masih tergolong rendah, yakni berkisar antara 19-31%. Untuk itu, salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan ekonomi di Indonesia adalah dengan dikembangkannya Usaha Kecil Menengah (UKM).
Jumlah UMKM 98,77%
Dari beberapa kali bertemu dan sharing perbincangan, bisa dipetakan beberapa fakta-fakta yang menjadi penyebab rendahnya Kontribusi Ekspor UKM antara lain:
  1. Tidak semua produk UKM berorientasi ekspor. UKM di Indonesia yang sudah berorientasi ekspor, sebagian besar tidak mengekspor secara langsung melainkan melalui pihak ke-3 (eksportir & sub-kontrak).
  2. UKM belum memiliki akses langsung terhadap informasi dan kesempatan pasar (market intelligence)
  3. Kapasitas adaptasi terhadap kebutuhan pasar internasional belum cukup kuat
  4. Pengetahuan tentang pasar (Desain, Standarisasi Produk, Prosedur Ekspor)
  5. Resiko logistik dan pembayaran (sering kali terlambat sehingga mengganggu siklus produksi). 
Melihat fenomena tersebut, bisa dibilang keberadaan Smesco yang memiliki fungsi sebagai Trading House  untuk membantu mengembangkan aktivitas promosi produk-produk KUKM (koperasi usaha kecil dan menengah) bisa saya tarik benang korelasinya yang bernilai positif.
Ketika UKM ikut serta dalam event yang rutin diadakan di SMESCO, mendisplay produknya bersama-sama dengan pelaku usaha lainnya yang level kualitas produk pun berbeda-beda, maka bisa memberikan semacam brain storming bagi pelaku usaha (UKM) untuk melakukan internal audit akan pentingnya:
  • Meningkatkan adaptasi terhadap perubahan, bahwa konsumen semakin lama semakin cerdas dalam memilih produk yang akan dibelinya yaitu tak hanya terpaku pada harga, tapi lebih penting dari yaitu kualitas dan keamanannya. 
  • Meningkatkan kapasitas SDM (capability Building). 
  • Meningkatkan penguasaan teknologi tepat guna dan teknologi informasi. Dalam hal ini, peran aktif lembaga akademisi (litbang) sangat dibutuhkan keterlibatannya karena  unsur teknologi dan inovasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kegiatan produksi yang bernilai tambah tinggi yang memungkinkan untuk memunculkan jenis usaha baru  yang lebih inklusif. 
  • Meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi yang menerapkan standardisasi produk seperti sertifikasi halal dan P-IRT (untuk produk pangan olahan), SNI, ISO, karena hanya produk-produk yang memiliki kualitas dengan penerapan standar yang konsisten yang mampu berkompetisi di market lokal maupun global. 
  • Meningkatkan peran market intelligence, salah satunya dengan membangun jejaring jejaring di kawasan, misalnya melalui networking/pertemanan lintas media dan lintas negara bahwa brand (produk yang dikeluarkannya) memiliki nilai jual yang kompetitif dan atau lebih tinggi nilai jualnya bila disandingkan dengan produk sejenis dari produsen lain. 
  • Proaktif membangun kemitraan antar UMKM di Indonesia maupun Luar Negeri. 

Memperluas Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia!

Menurut saya, gerakan Sounding  “Local Brand lebih Keren dan Mendunia” perlu untuk dikonstruksikan tak hanya sebatas keren dalam pengertian visual (gaya, ngetrend, gaul, dan sejenisnya).  Ketika sebuah brand menjadi terkenal tentu karena memiliki kualitas, standar dan inovasi  sehingga mampu menembus pasar dunia. Saat ini, sudah cukup banyak produk-produk asli Indonesia yang selain keren tapi juga mendunia dan beberapa brand-brand local tersebut bahkan dianggap produk luar negeri.
Tak usah jauh-jauh, saya sendiri adalah salah satu yang sempat terkecoh (mengira) beberapa merk produk yang sering wara-wiri iklannya baik di media cetak, televisi, online, off line ternyata produk 100% INDONESIA.  Lea, Tomkins, J.CO Donuts and Coffe, Polygon, Polytron, Notebook Byon, CFC, Essenza, Excelso, Buccheri, Terry Palmer, Casablanca, The Executive, Edward Forrer, Sophie Martin Paris, Magno, GT Radial, Hoka Hoka Bento, Eiger adalah contoh-contoh local  brand yang lebih keren dan Mendunia! 
Jujur, ada perasaan keren saat bisa membeli celana jeans merk LEA, atau tas Eiger, Sepatu merk Tomkins, makan J.CO Donuts sambil berkata dalam hati “ aiihh, ternyata aku sanggup loh membeli produk luar negeri !”. Tapi saat saya mengetahui jika brand-brand yang selama ini saya anggap berasal dari luar adalah produk dalam Negeri, yang kemudian saya rasakan adalah tak lagi merasa keren, melainkan super keren, bangga, haru, respect: Produk Indonesia Mendunia!  Efek lanjutannya, ketika suatu ketika hendak membeli barang/produk akan lebih mengutamakan dan memilih bangga dan beli produk Indonesia.


Semakin luas dan banyak masyarakat mengetahui  tentang keberhasilan produk nasional menembus pasar global, paling tidak akan menjadi revolusi comprehensive dari sisi pelaku usaha UKM dan konsumen. Bahwa local brand yang sudah mendunia merupakan bukti otentik kalau pelaku usaha lokal (Indonesia) mampu menghasilkan produk (barang/jasa) berkualitas dan konsisten, unik (unsur kekuatan budaya local),  kreatif dan bernilai tambah,  memiliki mutu dan kualitas yang terjaga dan terbukti.

Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia: Motivasi bagi pelaku usaha UKM 

Trust konsumen sejatinya berbasis pada kualitas dan komitment penerapan STANDARDISASI produk serta pola branding  yang dilengkapi dengan status HKI. Jadi ketika suatu produk mampu membuktikan kualitasnya, tentu pada akhirnya akan menarik perhatian semua lapisan konsumen [pembeli] dari berbagai level. Dengan daya dukung kultur, kekayaan alam, budaya dan keanekaragaman negeri yang berada pada garis khatulistiwa ini merupakan modal alamiah yang sangat potensial untuk dijadikan grand design dengan pola KREATIFITAS. 

Sebagai sample terdekat di wilayah Yogyakarta (sepengamatan saya), Sektor industri kerajinan memiliki kontribusi yang cukup besar dan sangat kuat daya sinergisnya terhadap branding ekowisata Daerah Istimewa Yogyakarta, yang secara kontinyu bertumbuh kembang selama ini mampu menyeimbangkan struktur perekonomian daerah. 

Industri kecil dan kerajinan cukup mendominasi perkembangan industri di Kabupaten Sleman, mulai dari hasil kerajinan garmen, tas, dompet, aksesoris fashion, aneka kerajinan dari bahan bambu, tanah liat,  yang semuanya sangat mendukung pengembangan pariwisata dimana provinsi DIY sebagai salah satu destinasi wisata kedua terbesar setelah Bali. Segmentasi konsumen turis mancanegara yang umumnya akan membawa oleh-oleh wisata dari Yogyakarta, secara otomatis akan menjadi sarana “promosi” produk-produk asli Yogyakarta untuk di kenal di negara asal sang turis kan? 
Produk yang high quality dan Standar akan merepresentasikan  performa produk-produk UKM lainnya secara simultan. 
Selain dapat memenuhi permintaan dalam negeri, produk industri kerajinan tersebut mampu menembus pasar internasional seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Belanda. Dalam suatu kesempatan, saya pernah mendengar penuturan salah satu pelaku usaha kerajinan tas kulit yang mengatakan bahwa hasil kerajinan tasnya sudah memiliki pembeli tetap dari Australia. Setiap bulannya sudah ada order dengan kuota dalam jumlah tertentu dan dengan desain tas yang limited edition

Industri yang mengacu pada KREATIFITAS memiliki kesempatan untuk fight dan survive. Potret nyata produk lokal Yogyakarta yang telah berhasil membranding produknya hingga ke pasar global adalah tas rajut dengan brand Gendhis dan Dowa, dua brand local yang semakin lebih keren yang dikelola dalam metode ONE STOP BUSINESS, yaitu membuat produk sendiri, merk sendiri dan memiliki toko sendiri. Toh, sekarang era digital sudah menjadi bagian life style hampir semua lapisan masyarakat dari seluruh penjuru dunia? Selain memasarkan secara Off Line, meng-ON LINE kan bisnis sudah merupakan bagian penting dalam pemasaran di era global.

Industri Unggulan, Andalan dan Prospektif dari Yogyakara yang siap menyusul jejak Gendhis dan DOWA yang sudah mendunia antara lain dari jenis industri: mebel kayu, batik, kerajinan kulit, dekorasi rumah, lampu pijar, kerajinan bambu, anyaman mendong, ATBM, makanan olahan

Spirit Local Brand lebih keren dan mendunia bagi kalangan UKM bisa mejadi prime mover untuk meningkatkan kinerja UKM untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan standar. Apalagi Yogyakarta merupakan kota terbaik dalam kemudahan mendirikan usaha, merupakan iklim yang kondusif untuk membangkitkan the next local Brand MAKIN lebih keren dan mendunia !
Showroom UKM Sleman
Bagi Konsumen,  Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia adalah injeksi “multivitamin” untuk BANGGA, BELA dan BELI (gunakan) Produk nasional.

Bagi para konsumen, termasuk saya, sangat perlu brain washing secara berkala dan kontinu untuk Bangga dengan produk dalam negeri. Kalau dulu para pejuang mengejawantahkan rasa cinta tanah air dengan berperang melawan bangsa penjajah, maka di era kemerdekaan yang berarus global ini, cinta tanah air bisa diekspresikan (salah satunya) dengan semangat BANGGA, BELA dan BELI (gunakan) Produk nasional. Apalagi jika melihat data statistik (kawasan ASEAN) yang masih menunjukkan jumlah impor yang lebih besar daripada ekspor (2013) yaitu: Ekspor: $182.551,9; $ Impor: 186.628,7 atau defisit sebesar $4.076,8 (Asean Statistik, 2014)

Bisa memenangkan konsumen dalam negeri adalah salah satu kunci untuk membangkitkan the next local Brand yang  lebih keren. Peta demografis Indonesia: memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia, karakteristik yang atraktif dan iklim investasi yang baik, dengan distribusi + 60% dari total penduduk Indonesia berusia 20-65 tahun, artinya jumlah usia produktif yang potensial menjadi sasaran pasar terbesar.  

Dengan mencermati “keunikan” peta demografis di atas, terlihat clue yang cukup jelas yaitu bila ingin meng-efektifkan target menembus konsumen kelas menengah ke atas, pelaku industri setidaknya harus mengambil hati pasar terbesar dalam negeri saat ini yang didominasi kelas menengah yang pertumbuhannya dinilai sangat cepat semenjak era digital booming.  

Barang-barang konsumer: makanan, pakaian, produk IT (gadget), kebutuhan barang lain seperti home goods, kendaraan bermotor,  wisata, dan sederet kebutuhan lainnya yang diminati oleh masyarakat kelas menengah. Jika lebih dicermati lagi, potensi pasar dari kelas menengah yang bisa memberikan daya ungkit meluasnya Spirit Local Brand lebih keren secara lintas wilayah, usia, komunitas dan sangat mungkin lintas generasi (selanjutnya) adalah usia anak sekolah, mahasiwa dan kelompok usia produktif hingga 40-50 tahun. 

Tanya kenapa?
Bisa saya cuplikkan salah satu momentum yang bisa saya anggap mencerminkan presumtif di atas. Beberapa bulan lalu, saat kami menikmati gathering bersama anak-anak di salah satu pusat perbelanjaan tak jauh dari tempat tinggal kami. 

Ketika melewati sebuah distro fashion, Ifa (si sulung) tertarik pada baju bawahan/ rok panjang dengan brand local (lupa labelnya). Dengan pertimbangan modelnya yang menarik dan (saat itu) Ifa merasa nyaman “klik” dengan rok tersebut. Dan sebulan kemudian, saat jadwal perpulangan dari asrama, “ Eh tahu Nggak Bund, teman-teman pada nanyain rok yang aku beli waktu itu loh. Sepertinya pada suka dan pengen beli juga. “. Demikian cerita Ifa dengan ekspresi wajahnya yang berbinar-binar. 

Saya mendapati bahwa ketika seorang konsumen merasa puas, nyaman dan aman terhadap suatu barang/jasa yang dibeli maka akan mengintrusi mind set-nya. 
  • Out putnya, konsumen akan “kembali” pada brand yang sama atau sejenisnya. 
  • Out come-nya adalah promosi spontan pada komunitas di sekitarnya dan secara digital akan terjadi distribusi testimoni positif. Penting untuk dipahami bahwa Masyarakat Indonesia sangat terhubung satu sama lain melalui jaringan media sosial. Satu orang user IT, memiliki akun sosmed lebih dari satu. Kalau tahun 2012, sudah tercatat pengguna facebook mencapai angka 50 Juta (terbesar ke-empat di seluruh dunia), 29 Juta akun Twitter (terbesar kelima di dunia) dan  ditambah lagi akses ke berbagai jaringan media sosial dapat dengan mudah diakses oleh pengguna mobile devices. Padahal, jumlah pengguna mobile device saat ini hampir menyamai atau bahkan sudah melebihi populasi masyarakat Indonesia. Fakta yang fantastis sekaligus segmentasi pasar yang efektif dan efesien untuk memperluas 
  • Impactnya, manakala kelak dia menjadi orag tua, dalam hal berbelanja barang/jasa, secara alamiah akan mengajarkan dan menanamkan  Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia kepada generasi berikutnya. 

Lantas, apa dan bagaimanakah agar semakin banyak local brand yang mendunia? 
  • Membudayakan mind set untuk berani mengambil peran sebagai produsen ( tidak terlena dalam zona nyaman sebagai konsumen).
  • UKM perlu dibekali pemahaman mengenai konsep pasar tunggal dan basis produksi regional. 
  • Pembentukan trading house di daerah dengan fungsi information desk, TRIPs desk dan pelayanan sertifikasi satu atap, exhibition ( sebagai contoh: keberadaan Showroom UKM yang ada Disperindagkop Sleman).
  • Peningkatan kapasitas UKM tidak hanya dari segi permodalan namun akses thd teknologi dan inovasi
  • Business matching ==> Peningkatan kemitraan subcontracting antara UKM dengan usaha besar dan investor.
  • Reformasi birokrasi terkait prosedur perizinan (business enabling environment), ekspor dan percepatan pembangunan infrastruktur
Epilog:
Memperluas Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia untuk membangun dominasi konten lokal BUKAN euforia semusim (jangka waktu tertentu) semata. Ini merupakan bagian dari ketahanan Ekonomi Kreatif  Indonesia yang harus ramah lingkungan dan memiliki brand yang kuat.

Mengingat, ketahanan ekonomi bukan sekedar goal pembangunan jangka pendek atau menengah, melainkan  Indonesia harus survive tak hanya untuk 10, 50 atau 100 tahun ke depan, tapi berabad-abad selanjutnya dan seterusnya Spirit Local Brand Lebih Keren dan Mendunia!






References:
  • http://sigmaresearch.co.id/index.php/news/46-news/63-potensi-gurih-pasar-kelas-menengah-indonesia.html
  • Rappler.com
  • Materi Workshop: Tantangan UKM menghadapi MEA












    Who Am I?

    I am a proud wife, a Rocking Mommy with 3 kids and Mom worker. Cerita lebih lengkap bisa disimak pada postingan #Berani memilih BERMETAMORFOSA dan saat ini tinggal di Yogyakarta. 

    Call me:Ririe Khayan, lahir dan besar di Lamongan, pernah kuliah di Jurusan Teknik Kimia dan teknik Industri. Sempat beberapa tahun menikmati indahnya tinggal di Banyuwangi (Laboratorium Perikanan/UPT LPPMHP, specially di bagian Kimia). 
    Blog Kidung Kinanthi ini bergenre Personal Blog, isinya: Artikel, OPINI, catatan TRAVELING saya, Cerita KULINER, belajar bikin fiksi, reportase event (jika ada undangan/kopdar/gathering lainnya), sesekali tentang Parenting/Kesehatan, pokoknya apa saja yang menarik dan bisa  dituangkan menjadi postingan blog. Di blog ini juga menerima postingan berbayar (advertorial) baik placement article maupun blogpost. Review produk atau endorsemen akan saya buat setelah menggunakan produk yang dimaksud dan tidak ada masalah selama masa pemakaian (testing product).  
    If You are interested in review your products on my blog, if you have any inquiries, or something else, have please contact me at:

    E-mail: ririekinanthi8p [at] gmail [dot] com
    Twitter: @ririekayan
    OR visit  CONTACT form at Homepage.

    Another side of Me

    Jejak Antologi:
    Beberapa kali ikut proyek antologi dan beberapa tulisan yang lolos seleksi terbit dalam BUKU antologi yang berjudul: Antologi Pejoba, Perindu Surga, Sang Juara,  My Re-engineering When I broke Up [ Leutikaprio], Teraphy menulis [menerbitkan buku bersama Jonru], Penantang Mimpi, Sayap-Sayap Cupid, Ironi Strip dua, Kami [Tak Butuh] Kartini Indonesia dan Book of my blog: MOZAIK KINANTHI

    Beberapa hasil kompetisi yang saya ikuti antara lain:
    1. JUARA LBI Musim ke-4 Tahun 2016
    2. Juara I GA Lomba Review Letters to Aubrey  : Dunia itu besar dan Bahagia itu tidak sulit 
    3. Juara I Kontes Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran 
    4. Jara II (Lomba Blog VOA periode Agustus 2012), Budidaya Ikan : Solusi untuk Musim Paceklik dan Over Fishing 
    5. Juara II Lomba 3 Tahun Warung Blogger, Potensi Sumber Daya Alam Pilar Kemandirian Daerah Sleman
    6. Juara III GA Sadar Hati, Tunggak Jarak Mrajak, Tunggak Jati Mati 
    7. Juara III (kategori Fiksi) GA  #DEAR YOU: TENTANG SATU TAHUN [Biar] Berlalu Bersama Musimnya 
    8. Juara III Lomba Blog Peduli Pemanis sehat: Palm Sugar: Pemanisnya hidup sehat
    9. Juara III (kategori Pandangan Pertama) GA Langkah Catatanku : Pandangan Pertama: So Cool Guy
    10. Juara Harapan I: Srikandi Blogger: Aktualisasi Perempuan di Era Digital
    11. Juara harapan I. Bernostalgia dengan Agustusan : Histeria lomba Agustusan Mindahin Belut 
    12. Pemenang 20 besar [dibukukan] [Mozaik Blog Competition 2014]  Writer Wannabe Rekam Jejak Lintas Masa
    13. Juara kategori postingan Istimewa Linearitas: Senang, puas dan bahagia
    14. Pemenang Hiburan Berkriteria yang ber-alur cerita: The Rain, A man & The Moon  
    Hobi, 
    Jika Hobi adalah melakukan hal-hal yang disukai dan kita merasa enjoy mengerjakannya, maka tentu saja hobi saya adalah menulis di Blog, mengoleksi buku, membaca buku. Suka juga menanam bebungaan, suka makan menu rumahan alias masak sendiri ala chef acak-kadut yang penting halal, sehat dan tidak meracuni tapi juga gak nolak untuk wisata kuliner aneka makanan lhoh? Suka juga traveling jika timingnya oke dengan jadwal libur, urusan keluarga dan dibolehin suami tentunya. Suka nonton film juga loh?

    Obsesi, Impian, Harapan
    Tiga jenis istilah yang masih saja membuat saya bingung. Oleh karenanya saya gabungkan saja dan beberapa diantaranya adalah:
    1. Semoga diberikan kesehatan, bahagia dan hidup berkah dalam keluarga yang sakinah. Diberikan kesempatan untuk memiliki anak (adik buat Ifa, Aida dan Azka), 
    2. Pengen jelajah Nusantara, Traveling ke luar negeri, Minimal Haji/umrah. Pengen ke Ausie mumpung masih ada adik ipar yang study di sana jadi bisa stay gratisan kan? Negera yang dekat-dekat: Singapura, Malaysia, Hongkong, Korea, China, ..anggota ASEAN deh. Eropa juga, sejak kecil saya pengen banget bermain salju dan bukan salju jadi-jadian (buatan). Ke Amerika juga ding. *namanya juga impian, boleh kan sebanyak-banyaknya?*
    3. Memiliki mini perpustakaan dengan koleksi buku yang bisa dibaca oleh siapa saja, tetangga, teman, temannya tetangga dst.
    4. Bisa menerbitkan novel dan atau buku ( Penulis single atau siapa yang mau ngajakin saya berkolabarasi menulis fiksi/non fiksi neh?)
    5. Memiliki tempat tinggal dengan lahan yang cukup untuk menanam aneka bunga dan tanaman Toga.
    6. Dan masih banyak lainnya.
    At least but not the Last:  
    Thanks a lot for your attention. Terima kasih untuk semuanya yang berkenan meluangkan waktu untuk mengunjungi Kidung Kinanthi (event just silent reader). Dan mohon maaf bilamana ada kalimat, tulisan ataupun content yang kurang berkenan. Tak pernah ada niat/tujuan untuk menyinggung atau pun bikin gak nyaman siapa saja. Harapan saya, melalui tulisan bisa berbagi kisah yang baik, pengalaman untuk mengkayakan hati dan menjalin ukhuwah secara viral.


    Note: Semua foto di sini adalah milik pribadi kecuali ada sumber/penjelasannya, kecuali  foto public figure yang tidak jelas sumbernya. 



    Balada Modem USB (saya)

    Modem sudah tak asing lagi bagi semua user internet. Dalam pemahaman sederhana, Modem merupakan perangkat (alat) yang digunakan agar  komputer/laptop bisa terhubung dengan jaringan internet. 

    Dan Bismillahirrahmaanirrahiim saya mendapatkan penjelasan yang lebih ilmiah dari Wikipedia yang menyebutkan bahwa Modem merupakan gabungan dari Modulator dan Demodulator.
    Modulator adalah bagian yang mengubah sinyal informasi menjadi sinyal pembawa (carrier) yang siap untuk dikirimkan. Sedangkan Demodulator merupakan bagian yang memisahkan/memilah-milah sinyal informasi (data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima agar informasi tersebut bisa diterima dengan baik. Pada aplikasinya, fungsi Modulator dan Demodulator digabungkan menjadi satu dalam alat yang dikenal secara luas dengan nama MODEM.  Sehingga secara singkat, modem diartikan sebagai alat komunikasi dua arah dan setiap perangkat komunikasi jarak jauh yang sifatnya dua-arah umumnya memiliki part yang disebut "modem”.  

    internet; paket data; online

    Balada Modem; Online; kidung kinanthi

    Modem untuk komputer (personal computer)  pertama kali diciptakan oleh Dennis C. Hayes dan Dale Heatherington pada tahun 1977. Nah lhoh, produk teknologi yang sangat penting bagi dunia dan industri online ini ternyata sudah cukup lama ditemukan, berkembang hingga sekarang dan sangat memungkinkan akan terus digunakan di masa mendatang (dengan modifikasi dan development).  

    Tapi….tapi, saya pertama kali mengenal/melihat benda yang disebut modem baru sekitar tahun 2007-2008, ketika mengikuti pelatihan di Bogor.  Room mate  workshop menyalakan internet dengan menggunakan modem (saat itu saya tanyai harganya di kisaran 1 juta). 
    “ Kalau modem gini lebih enak mbak, kapan dan dimana saja kita bisa buka internet. Selain itu, anak-anakku kan juga sudah mulai butuh internet. Kata suami,  kenapa enggak sekalian saja beli modem begini”, dan saya lupa berapa budget per bulan yang dibelanjakan untuk menghidupkan modem tersebut. 
    Yang jelas, masih terbilang mahal juga buat ukuran saya saat itu. Lha iya, bahkan saat itu saya belum punya laptop tuh. Bagi saya, mengakses internet kala itu baru sekedar check email, YM-an, Friendster-an dan sesekali browsing (belum punya FB, Twitter, IG). Hehehehee…

    Short cut cerita, saya akhirnya mengenggam modem sendiri setelah setahun punya laptop, yaitu di kisaran tahun 2010. Alhamdulillah….sudah saatnya saya perlu memiliki modem karena di tahun 2010 mulai sesekali ngeBlog (padahal bikin blog tahun 2009???) dan aktif-aktifnya ikutan-ikutan lomba on line (kuis-kuisan gettu deh) yang hadiahnya lumayan. Minimal bisa BEP dengan harga modem.  Karena saya gagap IT, seperti biasa kalau mau beli-beli produk IT ya tanya-tanya sekaligus minta si Andri (keponakan) untuk bantuin beli.  Dua hal yang ditanyain Andri: Berapa budget saya? Mau pilih modem yang GSM atau CDMA?

    Kalau ditanya mau beli modem CDMA atau GSM? Jelas dong saya mantap mau beli yang CDMA, berdasarkan dalil keberadaan saya kala itu tinggal di Banyuwangi dan saya kan maunya modem tersebut compatible juga saat saya bawa mudik ke LA atau ketika long trip lainnya.  Kalau budget, gak boleh lebih dari 400 ribu. Kalau sampai lebih dari 400 ribu, resiko ditanggung oleh yang mbeliin !. 
    Cerita dibalik Modem; Modem; www.ririekhayan.com

    Saat itu harga modem sudah lebih ramah dan sudah mulai banyak pilihan.  Akhirnya modem berlabel vodafone yang yang dipilihkan oleh Andri, dengan alasan dia juga pakai modem yang sama untuk mendukung aktifitas pekerjaannya yang berada di Kalimantan. Menurut Andri, dengan kualitas Koneksi di tempat keberadaan saya (Banyuwangi),  modem yang dipilihkannya sudah HSPA, juga Plug and Play. Cukup di colokkan, setting sesuai dengan kartu perdana paket data yang digunakan, sudah deh on line. Intinya, gak bikin ribet untuk menggunakannya dan cooperative untuk berinternetan ala-ala keperluan saya.

    Modem yang saya gunakan memang hanya satu hingga sekarang, tapi tidak dengan paket data internetnya. Maka Balada [Menggunakan] Modem USB ini pun dimulai dengan beberapa kali gonta-ganti KARTU PERDANA paket data internet. Awalnya saya pakai M2 yang bertahan cukup lama, gak ganti-ganti nomer dan dengan jatah pulsa internet rata-rata per bulan dicukupkan 50 ribu. Teuteup…kudu irit pulsa. Hingga kemudian tahun 2013 saya menggunakan hape yang bisa sharing internet via tethering  &hotspot portable. One for all: telpon iya, akun medsos jalan, sms lancar, internet running well. 

    Tahun 2014 pernah nyoba sebentar mengaktifkan modem lagi dengan paket data 3, tapi kemudian istirahat lagi deh modemnya. Paket 3-nya dipindahin ke hape. Dan beberapa hari lalu, gegara gerilya untuk login e-PUPNS, saya pun memutuskan menggunakan model dengan paket data yang baru lagi. Kalau sebelumnya, saya concern menggunakan kartu perdana paket data yang masa aktifnya super duper panjang, sehingga kuota internetnya habis sebelum masa aktifnya usai. Tapi kali ini, demi e-PUPNS, saya menggunakan paket data yang masa aktifnya hanya sebulan untuk kuota 4 GB. 
    Apapun alasannya, yang jelas memilih paket data bagi saya tetap dengan pertimbangan yang koneksi cepat, harganya hemat dan masa aktifnya yang lama agar paket datanya gak hangus gara-gara masa aktifnya habis. 

    Anda juga punya cerita/Balada Modem USB menggunakan modem kah?



    Reff: https://id.wikipedia.org/wiki/Modem

    E-PUPNS, E-Begadang

    Kebijakan baru yang mengharuskan PNS melakukan pendaftaran ulang di website BKN tahun ini atau yang dikenal dengan istilah EPUPNS = Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara online. Pendataan ulang secara nasional ini merupakan pemutakhiran data PNS melalui aplikasi sistem online yang dibuka sejak 1 september 2015 dan  berakhir pada Desember 2015

    Rentang waktu yang telah di tentukan dan konsekuensi/sanksi dipecat dianggap resign” terhadap Pegawai Negeri Sipil yang belum melakukan registrasi e-PUPNS hingga batas waktu yang telah ditentukan, Bismillahirrahmaanirrahiim membuat semua PNS berupaya agar tidak mendapakan penalty tersebut. Bergegaslah semuanya as soon as possible   untuk mengakses website yang sama yaitu https://epupns.bkn.go.id/. Satu portal yang diserbu jutaan pengakses setiap saat , mungkin bisa diibaratkan arus mudik, lompatan jumlah pengunjung web BKN pun mengalami kepadatan dan crowded yang luar biasa: kebanjiran traffic!
    Sebelum nulis lanjut berkepanjang, here is the hot news: 

    Breaking News: Alhamdulillah, akhirnya ada penjadwalan PUPNS 2015 (bkn.go.id, 13-10-1015)


    Untuk proses pemutakhiran data ini, setelah sukses melakukan registrasi dan mendapatkan nomer registrasi, setiap PNS diharuskan melakukan pemeriksaan data yang tersedia dalam database kepegawaian BKN. Apabila terdapat data yang tidak sesuai, kurang lengkap dan ada data yang belum tercantum maka harus melakukan perbaikan data yang tidak sesuai tersebut, melengkapi datang yang masih kurang serta menambahkan data yang belum tersedia di database BKN. Updating data tersebut meliputi :
    1. Data Pokok Kepegawaian (Core Data) : Nama, Tanggal Lahir, NIP, dll
    2. Data Riwayat : Kepangkatan; Pendidikan / Pelatihan (Formal dan Non Formal); Jabatan; Keluarga ( Orang tua, suami, anak).
    3. Lainnya (stakeholder PNS) : BPJS, Bapertarum, KPE.
    Sebenarnya data yang harus dimutakhirkan tersebut in normally, bisa diselesaikan dalam waktu beberapa jam (estimasi saya sih 2 jam cukup). Akan tetapi, karena semua pada (berebutan) untuk bisa sesegera mungkin menyelsaikan proses pendataan ulang di portal yang sama,  membuat web BKN menjadi agak lambat dan bahkan seringkali menjadi eror dan gagal login. 
    ririe khayan; bkn; login
    [Hampir] semua PNS berharap bisa menyelesaikan semua proses pemutakhiran data, mengkases alamat portal yang sama, tentu banyak cerita dibalik gegap gempita proses registrasi (ulang) ini. Salah satunya adalah saya. 

    Saya coba antisipasi untuk entry data dengan mencicil pada saat ritme kerjaan agak longgar, menggunakan koneksi internet di kantor yang bandwidth-nya sangat besar (dibandingkan paket internet di hape saya), satu, dua, tiga kali gagal login. Coba lagi dan lagi hari-hari berikutnya dan hasilnya masih sama: gagal login ===> The Web Is not Available . Saat saya klik detailnya: 
    The connection to epupns.bkn.go.id was interrupted.
    Reload this webpage
    Press the reload button to resubmit the data needed to load the page.
    Check your Internet connection
    Check any cables and reboot any routers, modems, or other network devices you may be using.
    Allow Chrome to access the network in your firewall or antivirus settings.
    If it is already listed as a program allowed to access the network, try removing it from the list and adding it again.
    If you use a proxy server...
    Check your proxy settings or contact your network administrator to make sure the proxy server is working. If you don't believe you should be using a proxy server: Go to the Chrome menu > Settings > Show advanced settings... > Change proxy settings... > LAN Settings and deselect "Use a proxy server for your LAN".
    Lha iya, pakai koneksi internet yang bandwidhnya pasca bayar,  login ke web lainnya no problem, tapi mengakses ePUPNS, kok dapat pesan sedemikian indahnya ya?

    “ Coba input data kalau malam Mbak. Soalnya kalau siang, pasti sangat banyak yang mengakses”, saran beberapa teman di kantor yang sudah berhasil melakukan pemutakhiran data.
    Saya coba ikuti saran untuk mengakses ePUPNS di malam hari yaitu sambil menemani Azka belajar. Kadang bisa login tapi hanya berlangsung sebentar. Saya coba beberapa kali, hasilnya masih sama: bisa login tapi gagal nge-save hasil entry data dan mendapatkan pesan cinta: 
    “ Secure Connection Failed. The connection to the server was reset while the page was loading. The page you are trying to view cannot be shown because the authenticity of the received data could not be verified. Please contact the website owners to inform them of this problem”
    Bunda lagi ngerjain apa sih?” tanya Azka penasaran melihat Emaknya yang serius mantengin layar laptop.
    “ Mengisi data pegawai ke website pusat kepegawaian, Le…”
    “ Untuk apa Bund ?”
    “ Ya kalau Bunda tidak melakukan peremajaan data, bisa dianggap mengundurkan diri atau pensiun. Tidak bisa kerja lagi…”
    “ Asyik Bund, jadi bisa sering jalan-jalan. Hehehehe…” komentar Azka, anak kami yang duduk di kelas 5 SD. 

    Saya hanya tersenyum dan tetap berusaha login ke ePUPNS. Kembali saya dibuat galau karena gagal login setelah sekian jam duduk manis di depan laptop. Terbersit pikiran, kalau seperti terus kapan saya bisa meng-up date semua data ini? Lha kalau traffic yang padat, dengan mengandalkan kualitas sharing paket data dari paket internet dari HP, akan makin susah untuk bisa nembus padatnya jalur menuju web BKN kan? Setidaknya, hambatan internal dari koneksi internet yang  saya gunakan harus ditingkatkan tho?

    Akhirnya saya memutuskan untuk menghidupkan MODEM yang hampir 3 tahun ini berada pada fase hiatus. Iyahhhh, modem yang telah sekian lama “istirahat” saya gunakan lagi demi EPUPNS. 
    “ Sebenarnya, masalahnya adalah membanjirnya tamu yang mengunjungi web BKN mbak. Jadi meski pakai modem pun, sepertinya hasilnya tak akan lebih baik “ komentar salah satu teman di kantor saat saya cerita 
    “ Iya memang Mas. Tapi kalau model rebutan, terus “kendaraan” kita tidak bisa meluncur cepat kan susah juga untuk sampai di web BKN ".

    Dan belajar dari kiat sukses dari teman-teman yang selesai up dating data, saya pun  mengganti schedule login yaitu saat dini hari. Alhamdulillah, bisa mulai melakukan entry data pegawai tapi dengan sistem “hunting”. Bisa save satu atau dua entry data tapi kemudian eror lagi. Coba lagi dan lagi hingga ketiduran di depan Notebook. 

    Singkat cerita, saya memang harus tidur bersama Notebook untuk berjaga-jaga setiap saat bisa mengakses portal EPUPNS lagi agar saat terbangun saat langsung mencoba lagi untuk melakukan entry data lainnya. Berasa seperti perang gerilya atau bahkan kayak lagi gambling dan untung-untungan kapan kira-kira traffic ePUPNS agak turun sehingga saya bisa login. 
    e-PUPNS….eeeeBegadang deh istriku “, demikian guyonan suami saya beberapa waktu lalu. Bukan hal baru sih, wong kalau saya lagi bikin postingan untuk blog juga sering begadang kok. Hehehe… 
    So far, setidaknya saya dan yang lainnya yang belum sukses menyelesaikan entry pemutakhiran data ke ePUPNS bisa bernafas lega karena per 13 Oktober 2015, Team PUPNS BKN telah merilis jadwal untuk login ke ePUPNS. Besar harapan saya, semoga “perang” dan rebutan login ke portal ePUPNS bisa lebih stabil, lancar dan semua PNS sukses memutahirkan datanya tanpa harus e-begadang berhari-hari lagi.   


    Alasan [Dibalik] Pemilihan Kotak Pensil

    Dalam permodelan bentuk dan desain apa saja, benda yang saya namai kotak pensil adalah benda yang penggunaanya untuk menyimpan alat tulis sehingga perlengkapan menulis pun bisa lebih ergonomis saat dibawa kemana-mana. Dengan tempat pensil akan memudahkan untuk mengambil aneka stationery kapanpun dibutuhkan dan menjaga isi tas lebih rapi dan bersih (dari tercoreti ujung pensil/pulpen/stabillo, spidol, dan lainnya). 

    Kini, Bismillahirrahmaanirrahiim ketika jaman keemasan sekolah sudah lama berlalu, kebanyakan dari kita masih banyak yang menggunakan tempat alat menulis atau KOTAK PENSIL yang sekaligus (kadang) dipakai juga untuk menyimpan Flashdisc. 

    Membelikan kotak buat anak-anak, tentunya dengan harapan yang awet, aneka alat tulis tidak cepat rusak karena terlindungi dari goncangan, desakan atau ketiban barang-barang lain yang lebih berat. At least ujung pensil lebih terlindung dari resiko sering mengalami tragedi kepatahan. Oleh karena itu, ketika saya membeli kotak pensil yang memiliki:
    1. Bentuk stabil, dalam arti bagian sisi-sisinya konstan ketika berada di dalam tas bersama-sama dengan barang yang memiliki ukuran lebih berat seperti buku pelajaran, botol minum, kotak pensil warna dll.
    2. Ukuran yang cukup untuk diisi pensil, pulpen, penghapus, rautan, penggaris pendek, 
    3. Konstruksi bagian dalam yang ergonomis bagi keberadaan ATK, semisal ada kolom-kolom untuk peletekan alat tulis, tempat rautan, penghapus, de-el-el.
    4. Warna yang gelap, maklum kan, namanya juga biar tahan lama. Kalau warnanya cerah, kemudian tercoret-coret (karena tak sengaja atau anaknya pengen berkreasi pada kotak pensil), bisa-bisa cepat minta pengadaan baru tuh padahal baru berumur beberapa minggu. #irit  
    5. Desain yang menarik bagi si pemakai pastinya. Tak sedikit desain bagian luar dari kotak pensil menggunakan trend kekinian yang diminati anak-anak seperti Frozen yang booming beberapa waktu lalu.
    6. Anda punya pertimbangan (lagi) lainnya kan? 
    Stationery; ATK; Alat Tulis;
    Tempat Pensil berbentuk Persegi (dua partisi penyimpanan ATK)

    Tempat atau kotak pensil, ~ tentu saja bentuknya tak harus kotak persegi panjang ~ karena dalam dunia marketing, grafik penjualan dipengaruhi oleh dinamika desain produk (bentuk, warna, ukuran, motif/gambar yang kekinian, dll).  Jaman saya sekolah tempoe doeloe, tak kenal dengan tempat khusus untuk menyimpan alat tulis (yang biasanya saya sebut “kotak pensil”). Bukan tidak tahu, tapi karena masih lebih butuh untuk beli pensil, pulpen, buku tulis, bayar sekolah, beli seragam sekolah. Pensil, pulpen, penghapus CS cukup diselipkan dalam buku atau kantong tas. Ketika masuk SMP, itulah kali pertama saya bisa memiliki tempat ATS, tempat alat tulis tersebut berwarna kuning dan bentuknya kotak. That’s why, saya pun latah dan terbiasa menyebutnya kotak pensil hingga sekarang. 

    Tetiba saya jadi sok care mengenai Alasan [Dibalik] Pemilihan Kotak Pensil kan? Sepekan musim UTS kali ini saya mendapati sekian banyak (lebih dari dua buah) pensilnya Azka pada tumpul secara kompakan. 
    “ Kok sampai bawa pensil sebanyak itu, Ka? “ meski sudah kelas 5 SD, alat tulis yang dominan digunakan memang masih pensil. Masih jarang Azka menulis menggunakan pulpen.
    “ Coba lihat dulu Bund, ujungnya banyak yang puthul. Ini…ini..ini….tumpul kan?” Azka menjejer semua pensilnya .
    “ Kok bisa? Azka naruh pensilnya di dalam kotak pensil kan? Tidak di sebar dalam tas?”
    “ Bawa kotak yang ini neh…” sebuah tempat pensil yang model pouch (dengan dua resleting).
    “ Kotak pensil yang beli sama bunda dimana? Sudah rusak ya?”
    Azka tertawa nyengir “ yang  rautan di bagian pojoknya sudah rusak Bund…?”
    “ Tapi masih sangat bisa digunakan tho?”
    “ Heheheee….”
    “ Kalau pakai tempat pensil yang kayak dompet gini, besar kemungkinan pensilmu jadi patah. Ketindihan buku pelajaran atau botol minumanmu yang seliter isinya, piye gak pada patah ujung pensilmu “.
    Alat tulis; Tempat pensil; ririekhayan.com


    Persiapan UTS atau apapun penyebutan ‘ ujian/test’ yang merupakan jadwal akademik rutin, selain ikut sibuk menemani belajar, ternyata juga penting untuk melakukan check and ri-check alat tulis. Persiapan materi pelajaran sudah prima, tapi “senjata” buat ujian tidak support, sepengalaman saya sih cukup bisa bikin dag-dig-dwerr. Lagi konsentrasi tingkat dewa, misalnya ujug-ujug ujung pensil putus. Kalau mau meraut akan butuh waktu beberapa menit, bisa menurunkan konsentrasi, atau bahkan mengganggu teman kan? Solusi idealnya adalah ada alat serupa cadangan yang siap digunakan. Parahnya, jika cadangan gak punya, rautan ternyata gak joss untuk meraut…..bukan tak mungkin mood mengerjakan soal-soal ujian jadi kacau-balau. Dan sekian dampak rentetan lainnya yang bisa membuat labil konsentrasi saat mengerjakan soal-soal ujian.

    Nah, Alasan [Dibalik] Pemilihan Kotak Pensil juga merupakan bagian dari gerakan #Irit dan #AntiMubadzir kan?