WHAT'S NEW?
Loading...

Bukan Ilusi

Bismilllahirrahmaanirrahiim,
Pesawat yang akan membawanya terbang dari Yogya menuju Jakarta mengalami delay selama satu  jam. Hanya menunggu satu jam sih, tapi tetap saja pekerjaan yang bisa bikin galau, gerutu Maira dalam hati sambil berjalan ke arah deretan kursi yang masih kosong. Dicari tempat duduk yang menghadap ke  menghadap pemandangan lepas landas pesawat dan dipilihnya tempat duduk kosong di samping seorang perempuan muda yang sepertinya seumuran dengan dirinya. Terlihat bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun di sampingnya tampak asyik dengan game di gadget yang dipegangnya, tidak terganggu oleh keramaian orang-orang di sekitarnya. 

Maira tersenyum “Maaf, kursi ini kosong kan Mbak?” 
“ Oh iya, kosong kok sebelah saya ini “.

Belum sampai dua menit setelah duduk, Maira siap-siap mengeluarkan head set dan notepad untuk membunuh kejenuhan yang suka menyerang disaat terjebak dalam fragmen menunggu. Tapi niatnya itu terburai begitu saja. Ada de javu yang menghinggapi hatinya. Perempuan berhijab biru, mengenakan gamis warna biru bermotif bunga-bunga dan sapuan KOSMETIK tipis di wajahnya, yang duduk anggun sambil membaca buku. 

 “Maaf ya Mbak, apa kita pernah ketemu sebelumnya?” pertanyaan to the point yang tak bisa dicegah meluncur dari bibir Maira.

Seulas senyum ramah tampak mengembang, menampakkan barisan gigi putihnya. “ Ehm…..maksudnya gimana ya?” Pertanyaan balik yang membuat Maira canggung. 

Sekali lagi maaf, terlintas begitu saja perasaan kalau sepertinya saya pernah ketemu dengan Mbak sebelumnya “.
Ilusi? Ataukah kenangan yang membangkit?
bergelombang di antara partikel-partikel udara
Cinya, Fiksi, Love Story, Romantis

“ Pesawatnya mengalami penundaan juga Mbak ?” 
 “ Saya mau ke Surabaya, InsyaAllah pesawatnya tidak delay “Ada sebentuk senyum amat halus yang bahkan tidak membuat bibirnya bergerak. Senyum yang seperti datang dari kedalaman hati.
“ Alhamdulillah  pesawatnya gak ngalamin penundaan. Ehm kalau boleh.…” kalimat Maira belum tuntas ketika terdengar pemberitahuan penerbangan tujuan Surabaya akan segera diberangkatkan.
“ Horeee….ayo Tante Rania, kita buruan masuk pesawat “ bocah laki-laki yang tadi asyik dengan game di gadgetnya, tampak sumringah dan langsung menarik-narik tangan perempuan yang diajak bicara Maira. 

“ Oooh maaf ya Mbak, saya tinggal duluan. Pesawat saya sudah siap untuk boarding “.
“ Iya Mbak, silahkan. Selamat jalan ya..” 
“ Ayooo buruan tanteee, Bayu sudah kangen sama Om Lingga. Nanti di jemput Om Lingga kan di Surabaya?”

Tak sampai sepuluh menit pertemuan mereka. Juga belum banyak percakapan yang terjadi di antara mereka. Tapi saat si bocah laki-laki itu menyebut nama Rania dan kemudian ditambahkan dengan nama Lingga, kini Maira tahu kenapa sejak pertama melihatnya, dia merasa pernah kenal. Maira belum kenal secara langsung, tapi cerita-cerita Lingga telah membuatya merasa kenal sebelum bertemu Rania.
Melodi yang mengalun tanpa nada
Meski gelisah semakin menyesap bersamaan tetes-tetes hujan
Yang turun teratur merata
Semacam tetes air  yang menagih pelangi pada langit



Noted
Karena Penasaran ingin bikin FF, ya sudahlah melanjutkan fiksi yang saya posting dengan judul Kidung cinta Rania . Maklumi ya jika ada alur cerita yang gak matching dengan cerita sebelumnya.

(Oleh-Oleh) Terasi Udang

Mendadak pengen posting tentang terasi udang, salah satu BUMBU dapur yang kerap saya gunakan untuk memantapkan rasa sambel. Padahal dulu sewaktu masih di rumah, hampir tak pernah menggunakan terasi saat membuat sambal. Tapi semenjak di Banyuwangi dan kenal dengan Nasi Tempong, Bismillahirrahmaanirrahiim saya pun jadi jatuh hati dengan sambel berterasi. Terasi yang terbuat dari udang rebon atau bisa juga ikan yang difermentasikan sehingga berbentuk seperti pasta, atau orang luar negeri  mengenalnya dengan sebutan shrimp paste atau shrimp sauce ini memang sangat mudah didapati dijual di pasar-pasar, baik pasar tradisional maupun modern.

Iyah, pagi ini dapat (oleh-oleh) Terasi Udang dari Pulau Bangka. Aroma udangnya memperkuatkan keharuman terasi seberat 100 gram tersebut. Salah satu hasil diversifikasi pengolahan hasil perikanan yang sudah diketahui bersama kalau ikan termasuk komoditas yang bisa dimanfaatkan secara zero waste. Olahan terasi merupakan salah satu alternatif peningkatan  produksi perikanan dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan beserta keluarganya, juga bisa berkontribusi menciptakan lapangan kerja baru karena proses pembuatan terasi ini bisa dilakukan mulai dengan teknologi dan ketrampilan yang sederhana (manual).

Olahan Ikan; Bumbu Masak; Terasi Udang Khas Bangka; Sambal Terasi
(Oleh-Oleh) Terasi Udang
Terasi udang dibuat dari udang atau rebon segar atau campurannya yang dicampur dengan adonan dan bahan tambahan lainnya kemudian dikeringkan dan difermentasikan. Sebenarnya, tak hanya udang yang bisa digunakan sebagai bahan terasi.  Berbagai macam jenis ikan, (biasanya) terutama ikan-ikan yang sudah mengalami kerusakan fisik dan tidak memenuhi grade untuk olahan industri, bisa diolah menjadi terasi juga. 

Tetapi karena (Oleh-Oleh) Terasi Udang dari Pulau Bangka yang memiliki penampakan visual , (menurut saya) pembuatannya TIDAK MENGGUNAKAN tambahan bahan pewarna karena gradasi warna merahnya terlihat warna natural. 

Nah, saya pun jadi teringat salah satu file materi tempo doeloe untuk disampaikan pada salah satu acara dengan masyarakat nelayan di Muncar. Bahan untuk membuat terasi udang adalah:
1. 0,5 kg udang rebon (ikan)
2. 100 gram garam (bisa di adjust sesuai selera)
3. Pewarna merah food grade (optional sih!)

Untuk proses pembuatan terasi udang termasuk sangat simple kok, yaitu:
  1. Cuci udang hingga benar-benar bersih,  kemudian rebuslah udang bersama dengan 150 gram garam kemudian keringkan dengan cara menjemur dibawah sinar matahari kira-kira satu hari.
  2. Udang atau rebon yang sudah kering kemudian di tumbuk sampai halus, kemudian jemur kembali hingga kering.
  3. Tambahkan sisa garam ( +50 gram), kemudian tumbuk kembali hingga benar-benar halus dan liat.
  4. Cetak adonan terasi dengan bentuk sesuai selera bisa silinder, balok atau bulat (namanya bikin terasi sendiri, bisa suka-suka kan bentuknya?)
  5. Kemudian dibiarkan hasil tumbukan tersebut sampai beberapa hari sampai terjadi proses fermentasi
  6. Setelah menimbulkan bau khas terasi yang menandakan telah selesainya fermentasi, dibungkus, diberi label serta siap untuk digunakan untuk BUMBU masak di rumah anda.
Terasi Udang tanpa bahan pewarna; Bumbu masak Tradisional; Hasil olahan perikanan;

Terasi Udang tanpa bahan pewarna; Terasi Ikan

Apabila pembuatannya concern menerapkan sanitasi dan hygiene: Bahan baku, peralatan, tempat, SDM dan sarana pendukung lainnya, maka bisa menghasilkan terasi udang yang memiliki standar mutu sesuai SNI 01 –2716 -1992 ( Atau SNI terbaru jika sudah diterbitkan versi revisi terhadap SNI yang lama ini);
Organoleptik : Minimal nilainya 8 (penilaian menggunakan score sheet uji Organoleptik)
Kapang : Negatif
E.coli (MPN/gr), maks : 3
Salmonella: Negatif
Vibrio cholerae: Negatif
St, Aureus : 1 X 103 Kadar Air (%): 30 – 50
Protein (% ): 20
Abu tidak larut asam (%, maks) : 1,5
Bagi yang suka berkreasi di dapur, mungkin tertarik untuk membuat Terasi Udang ini di rumah? Kalau saya, baru sebatas konsumen terasi dan itupun masih sebatas untuk tambahan sambel. 

Bagaimana dengan di rumah Anda, Untuk BUMBU apa saja Terasi Udang selama ini?

[Kebutuhan Primer] Kotak Obat Di Rumah

Sedia jas hujan sebelum (musim) hujan tiba, modifikasi peribahasa menyesuaikan dengan kebutuhan, tidak kena pasal pelanggaran hak cipta kan? Karena kalau sedia payung saja tidak bisa digunakan pada banyak medan.  Bismillahirrahmaanirrahiim, semisal lagi di gunung atau naik sepeda motor, kan ribet kalau pakai payung, bisa-bisa tertiup angin ribut tuh. Kalau kepepet (yang ada hanya payung), ya mau tak mau pakai payung sih. Tak rotan, akar pun jadi. Jika tidak tersedia payung atau jas hujan, daun pisang juga bisa dipakai untuk memayungi kepala dari guyuran air hujan tho? Sekedar mengambil kiasan, kalau Kotak Obat itu kira-kira memiliki fungsi seperti payung atau jas hujan yang perlu dipersiapkan di rumah.

[Perlukah] Kotak Obat Di Rumah? Saya yakin, semua orang tak ingin sakit dan tentu setuju jika menyediakan Kotak Obat di rumah termasuk kebutuhan primer. Tentunya yang saya maksudkan Kotak Obat disini adalah sesuatu tempat/wadah untuk menyimpan obat yang diperuntukkan sebagai Pertolongan Pertama ketika tiba-tiba sakit. (noted: bentuknya tak harus kotak seperti perupaan kotak P3K kan ya?).
Menyediakan Kotak Obat [pastinya diisi obat-obatan], bukan berarti kita ngarep-ngarep sakit lho? Memang sih, sakit atau stamina tubuh menjadi drop bukan kondisi yang diinginkan. Tapi juga bukan hal yang tak mungkin terjadi dan kapan/bagaimana hal tersebut menimpa kita, who knows? 
P3K
Kotak Obat P3K [Tak lengkap]
Preventive always better than curative. Pola makan dan olah raga teratur memang cara preventive, tapi kalau akhirnya sakit, siapa yang bisa menolak kan? Pilihan kita ya ikhtiar untuk berobat/minum obat kemudian tawakal pastinya. At least, sakit-sakit yang ringan seperti sakit perut, panu, kadas, kurap atau akibat peralihan musim: batuk, pilek, meriang, sakit mata (kena debu), pokoknya penyakit-penyakit kategori ringan yang sekiranya tak perlu ke dokter (saat itu juga). At least, kalau sakit kepala, diare, dll yang ada obat generiknya di jual tanpa resep dokter dan selama menggunakan obat tersebut penyakitnya sembuh dalam toleransi hari yang direkomendasikan [seperti tertera dalam kemasan/label obat], ya tak perlu ke dokter kan?

Yang perlu saya perhatikan terkait stokist isi Kotak OBAT adalah:
  1. Saat membeli obat-obatan tersebut saya cermati expired date-nya yang masih relatif lama (selain seal/kemasannya masih utuh). 
  2. Bagaimana cara penyimpanannya, apakah cukup disimpan dalam kotak obat atau perlu disimpan dalam kulkas. 
  3. Ketika AKAN menggunakan salah satu persediaan obat, tetap make sure [lagi] tanggal expired dan kondisi visualnya, baik dari kemasan luarnya maupun ketika dibuka bungkusnya.
Singkat ceritanya, kotak obat yang kalau versi di rumah kami terisi beberapa jenis obat-obatan yang sekiranya dibutuhkan setiap saat:  beberapa multivitamin, obat sakit kepala, pusing, batuk, pilek, diare dan aneka jenis sakit ringan lainnya. obat yang kita butuhkan as soon as possible. 


Masing-masing orang tentu punya pertimbangan sendiri, mau pakai obat herbal atau memanfaatkan tanaman obat di pekarangan rumah sendiri untuk pengobatan pertama ketika mengalami kondisi tidak sehat. Kalau kami, demi kesigapan and for sure, memang menyediakan beberapa jenis obat pabrikan seperti sakit kepala, diare, batuk, flu, pilek, salep luka bakar,  minyak kayu putih, aroma terapi, antiseptik, obat merah. Selain obat, juga always ready madu dan beberapa jenis multivitamin.  

Eh, pliiss di sensor saja ya karena isi kotak obat di rumah kami ternyata dimaksimalkan untuk menaruh stapler, semir, vitamin untuk rambut dan other things. Kalau Box P3K yang punya baby, anak batita/balita, pasti isinya super komplit bingitss. Hehehehee…*dasar Emak acak kadut neh*

Samsung Galaxy S6 Edge Plus: For More of Your World

Moment lebaran beberapa waktu, selain menikmati indahnya kumpul bareng saudara-saudari yang selama ini jarang ketemu, ada hal lain yang menarik perhatian yaitu merk henpon yang kami gunakan. Harap maklum, Bismillahirrahmaanirrahiim karena kami keluarga besar sehingga jumlah total alat komunikasi modern tersebut setidaknya ada 25 buah Handphone. Coba tebak merk apa yang paling banyak digunakan oleh sanak-kadhang saya?  Yaks, SAMSUNG! 

Setidaknya terdata (oleh saya) ada 11 buah HP yang bermerk Samsung dalam berbagai tipe dan sisanya merupakan akumulasi dari merk lainnya. Sebuah bukti kalau brand samsung saat ini menjadi primadona bagi alat komunikasi seluler ini. Kualitas yang prima tentu menjadi alasan utama sehingga market Samsung bisa meluas seperti sekarang. 
“ Hasil jepretanmu keren-keren banget ya…” komentar saya saat melihat hasil-hasil jepretan yang ada di Samsung Galaxy S4 miliknya Ika, salah satu keponakan saya.
“ Ini karena pemandangannya yang keren atau HaPemu yang bagus ya?” komentar saya sambil memperhatikan foto Pantai Gili Laba, Flores yang ada di HP Ika.
“ Ih….Meski obyek cihuyyy tapi kalau device-nya gak support, ya hasilnya gak bakal maksimal Lek But “,
“ Gayamu wes koyo potograper wae Nduk ..”
“ Tertarik mau Up grade HP ke Samsung ta Lek…?”
“ Piye nek Samsungmu iki ta pakai, kamu yang beli baru saja?”
“ Ehmmm….ide yang bagus sih, kan sebentar lagi keluar Samsung Galaxy S6 Edge Plus. Tapiiii…gimana kalau keponakan sampean ini dikasih donasi 50% untuk beli Samsung terbaru tersebut?” No comment any more deh saya.
Samsung; Smartphone; Phablet; www.ririekhayan.com; gadget canggih
Samsung Galaxy S6 Edge Plus: For More of Your World

Spesifikasi Samsung; Smartphone; Phablet; www.ririekhayan.com; gadget canggih
Spesifikasi Samsung Galaxy S6 Edge Plus
Dan obrolan tak berujung pangkal itu pun usai dengan ending khayalan: Andai-andai-andai tetiba saja ada yang ngasih voucher untuk beli Samsung Galaxy S6 Edge Plus *ngayal di siang bolong*

Ngomongin soal Samsung, sebagai  salah satu Vendor yang aktif memanjakan konsumennya dengan inovasi-inovasi baru, tak lama lagi generasi  penerus Samsung Galaxy S6 Edge akan launching di Indonesia. Sudah pada penasaran ya? Siap-siap saja pantengin  LAZADA yang akan opening PreOrder Samsung Galaxy S6 Edge Plus ini pada tanggal 27 Agustus 2015 mulai jam 14.00 wib. 

Aiihh, begaya ngiklan neh? Iya sih, mendadak advertorial lagi menjelang launching smartphone yang mengusung tagline Big Screen, Big Entertainment and More Screen for More of Your World. Membaca tagline-nya saja sudah bikin saya mupeng, apalagi setelah ngintip-ngintip spesifikasi Samsung Galaxy S6 Edge Plus ini. Smartphone yang yang disebut sebagai Phablet ini dilengkapi dengan:
  1. Daya koneksi yang sudah mendukung Koneksi 4G dengan kecepatan sampai dengan 150/50 Mbps dengan Prosesor 64-bit octa-core Exynos 7420 (4 inti 2,1 GHz dan 4 inti 1,5 GHz), RAM 4GB, kapasitas media penyimpanan 32GB atau 64GB atau 128 GB, 
  2. Resolusi layar Quad-HD (2560x1440), serta kamera 16 megapixel dengan OIS dan kamera depan 5MP. 
  3. Layarnya menggunakan curved display dengan pinggiran melengkung seperti pada smartphone Galaxy S6 Edge, tipis , 
  4. kekuatan koneksi yang pastinya sudah mendukung Koneksi 4G dengan kecepatan maksimal sampai dengan 150/50 Mbps.
  5. Layarnya 5.7 Inch dengan jenis layar Sper AMOLED yang mampu menampilkan sampai dgan 16Juta warna. Kebayang kan, bagaimana kualitas resolusi dan kepadatan layar Galaxy S6 Edge Plus ini sangat maksimal? 
  6. Camera belakang sebesar 16 Mp dan camera 5 MP, sungguh kombinasi camera yang mumpuni terutama bagi yang hobi jeprat-jepret atau selfi atau wefi…bakalan makin rajin moto-moto neh.
  7. Baterai Samsung Galaxy S6 Edge plus berkekuatan 3000 mAh. Dengan kualitas daya baterai sebesar ini pastinya akan selalu membuat smarphone ini dalam keadaan siaga dan mampu bertahan lama ketika digunakan.
Pantai Gili Saba, Flores; Pantai Eksotis; Pantai Menawan
Pantai Gili Laba, Flores (Pict. by Ika with Samsung Galaxy S4)
*Kalau di foto menggunakan 
Samsung Galaxy S6 Edge Plus, Tentunya makin Amazing tuh*
Anda berencana upgrade gadget? Bisa neh dipertimbangkan untuk memilih Smartphone teranyar besutan dari Samsung ini. Smartphone yang membidik konsumen kalangan menengah ke atas ini pastinya akan membuat anda tampil lebih up to date dan confidence. 

Bagi yang sudah madhep mantep untuk nenteng gadget keren teranyar besutan Samsung tapi belum ada fresh money, ada juga pilihan mencicil jika pre-order via Lazada ini. So, don’t missed it ya?


[Behind The Scene] Jus Strawberry, Apel dan Tomat

Saya yakin semua orang tahu kalau makan buah dan sayur itu bagus untuk esehatan tubuh kita. Tapi pada prakteknya, tidak semua orang dengan suka rela mau mengonsumsi buah dan sayur, terutama pada anak-anak. Kalau orang dewasa seperti saya sih, sayur dan buah apa saja hayuuuk sikat habis. Secara saya kan Bismillahirrahmaanirrahiim termasuk manusia pemakan segala jenis buah dan sayur. Eh, enggak juga sih. Saya paling tidak mau kalau disuruh makan buah simalakama meskipun dibayar berapapun. Ehmm, saya juga belum bisa kalau makan buah pake ~aka: Mengkudu. Dulu waktu masih kecil dan level nggragasnya tingkat dewa, saya juga tidak mau ikut-ikutan teman yang dengan yummy-nya makan buah pace/mengkudu tersebut. *Ahh…kok out of the topic lagi sih Rie?*

Back to the topic, Jus Strawberry, Apel dan Tomat  merupakan salah satu cara (terutama) untuk mensiasati Azka yang masih selektif banget makan buah/sayur. Jadi, tiap bikin jus (buah/sayur) yang jadi orientasi utama ya gimana agar Azka suka jus tersebut. Kalau untuk saya – suami dan kedua kakak Azka (Aida dan Ifa), kami mah buah apalah-apalah oke saja. Sesekali pilih jus sebatas sebagai variasi saja. Yang jelas kita semua sepakat kan kalau buah dan sayur sangat banyak, tak terkecuali ketika disajikan dalam bentuk jus, at least manfaat yang bisa kita serap antara lain: Sumber antioksidan dan pencegah kanker, membantu proses detoksifikasi tubuh, memperkuat  daya tahan tubuh, membantu proses pencernaan, mencegah penumpukan kolesterol dalam darah, membantu proses regeerasi sel kulit.
Jus Strawberry, Apel dan Tomat (Pengennya sekaligus praktek FoodPhotograph)
Nah, ide asal-asalan untuk membuat MINUMAN jus campuran Strawberry, Apel dan Tomat   ketika di kantor ada penjual dadakan yang keliling ke tiap-tiap ruangan. Saat menghampiri ke meja saya, si embak tersebut menawarkan dua pack strawberry. Mengingat buah strawberry kan termasuk buah yang bersifat lebih cepat rusak, sehingga saya beli 1 pack dan satu packnya dibeli teman.

Setiba di rumah dan lihat-lihat persediaan buah yang ada tinggal buah apel malang, pisang ambon dan tomat (selain untuk bumbu masak, tomat juga sering saya gunakan untuk campuran jus kok). Ya sudahlah, saya prefer untuk membuat jus dengan kombinasi buah Starwberry, Apel dan Tomat saja. Untuk jumlah masing-masing buah yang saya gunakan adalah:
a. 20 Butir Strawberry (buang kelopaknya dan dibelah)b. 1 buah apel (buang bijinya dan dipotong dadu untuk memudahkan pemblenderan)c. 1 buah tomat (Dipotong jadi 6 juga untuk memudahkan pemblenderan )d. Air mineral 200 ml dingin ( +5 potong es batu --> Optional)    *) Saya lebih suka menggunakan air es. 
Adapun tata cara untuk membuat Jus, masih sama seperti pada umumnya orang-orang lain membuat jus yaitu: Masukkan Strawberry, Apel , Tomat dan air mineral ke dalam blender dan putar hingga homogen. Tuangkan dalam gelas saji, aduk sebentar dan habiskan secepatnya ya selagi dingin. Kenapa selagi dingin? Karena oh karena selain demi rasa segar yang maknyus, juga untuk menjaga kualitas Vitamin yang terdapat dalam jus tersebut.

Mengenai campuran jenis buah apa saja yang bisa di mixed and match, yang penting yakin saja untuk mengombinasikan buah-buahan yang punya rasa kontras. Seperti durian dimixed dengan sirsak atau jeruk, rasa manis dan legit dari buah durian semakin menggigit dengan sentuhan rasa asam dari jeruk/sirsak. Memang sing sebaiknya kita tidak mengkombinasikan jus buah yang sama-sama memiliki aroma tajam seperti durian dan jambu biji, nangka dan durian. 

Tapiii....kalau mau bikin jus dengan cita rasa yang anti mainstream, ya gak apa-apa sih dicoba bikin jus yang terdiri dari buah-buahan yang memiliki aroma kuat/tajam, semisal jus durian+jambu merah+nangka (gak bisa bayangin rasanya karena belum pernah nyoba bikin)


Tips- Tips seputar pengeJUSan yang merupakan ilmu baru dalam proses mengejus adalah 
  1. sebaiknya memblender buah tanpa es batu, kemudian di dinginkan dalam kulkas sehingga menghasilkan jus dengan rasa dan aroma yang lebih fresh dan nikmatos lezatos. Selain itu, bisa juga menggunakan cara lain yaitu: buah dibekukan dulu, baru kemudian di blender. Contohnya starwberry, tomat dibekukan baru kemudian di blender. 
  2. Sedangkan untuk menghilangkan aroma/rasa kurang enak pada buah-buah tertentu seperti brokoli, seledri, alpukat, pepaya, kweni, bit, bisa ditambahkan beberapa sendok makan air jeruk lemon pada saat memblender atau ketika akan disajikan. Trik ini suitable untuk semua jenis jus buah kok, sekaligus bisa memunculkan sensasi rasa asam segar.  
  3. Salah satu cara untuk menghentikan proses pembusukan strawberry adalah dengan membuang kelopak daunnya sesegera mungkin setelah kita mencucinya.
At least, manfaat masing buah yang saya buat jus kali ini kan spektakuler tak kalah dengan keluarbiasaan kandungan buah pada umumnya. Apalagi jika rutin meng-include-kan dalam pembuatan mixed jus untuk keluarga, tentu serapan manfaatnya lebih optimal untuk kesehatan bersama.

“An Apple a day, keep the doctor away” Quote yang sangat terkenal bin fenomenal dan relevan dengan kandungan flavonoid kuersetin dan antioksidan tinggi yang dikandung dalam buah Apel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi apel lima kali seminggu dan tomat 3x seminggu akan bisa memiliki paru-paru yang lebih sehat daripada orang yang tidak mengonsumsinya. Juga bisa menurunkan resiko kanker, hasil riset di Finlandia menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi apel memiliki resiko lebih rendah untuk terkena penyakit kanker. Serta mengandung serta pektin yaitu serat yang bisa melarutkan lemak dalam pencernaan.

Strawberry banyak mengandung Asam elagis yang bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan tumor dalam paru-paru, esofagus, payudara, serviks dan lidah. Selain kaya akan vitamin C dan Asam elagis, buah strawberry juga banyak mengandung senyawa fitokimia seperti: Antosianin, Katekin , quercetin, kaempferol dan  sumber flavonoid yang baik. Satu cangkir sari buah strawberry  (144 g) mengandung sekitar 45 kalori atau setara dengan 188 kJ.

Tomat merupakan jenis buah yang memiliki kandungan vit. C tinggi. Selain itu juga mengandung Vit. A, pigmen alami likopen dan Betakaroten, Kandungan likopen, Vitamin C dan A bermanfaat untuk menghambat perkembangan kanker karena ketiganya bekerja secara sinergis mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas terutama pada paru-paru dan prostat.

Demikian saja, short story behind the scene of Jus Strawberry, Apel dan Tomat. 
Anda suka bikin MINUMAN jus juga kan? Hayoooo….Apa jus favorit anda dan keluarga neh?






Note: Literatur tambahan diambil dari buku: Terapi Jus untuk Kesehatan tanpa Efek Samping (by Nurchasanah)






Ketika Permainan Tradisional Happening ?

Hampir semua orang belum lupa  masa anak-anak yang telah dilaluinya, bahkan Bismillahirrahmaanirrahiim ketika mengalami demensia pun, masa kanak-kanak merupakan fragmen masa lalu yang lengket bak gulali: sangat manis untuk di kenang dan terlalu indah untuk bisa dilupakan.  Bagi generasi yang lahir dan besar di Jaman Purba media elektronik (Televisi CS masih menjadi barang tersier dan mewah), maka aneka permainan anak-anak seperti: Cublak-cublak suweng, petak umpet, kasti, gobak sodor, benteng-bentengan, lompat tali, bekel, balapan karung, kelereng, lempar karet, Pathil Lele, Pasaran, Egrang, Ketapel, Gasing, Gapyak, Tarik tambang, layang-layang, main bola, bulu tangkis, engklek, dan beberapa permainan lainnya (yang saya lupa namanya) merupakan aktifitas PERMAINAN ANAK-ANAK yang jamak dilakukan oleh anak-anak di masa itu. 

Permainan-permainan yang berjaya di era kekanak-kanakan saya dan generasi sebelumnya, masih berkibar kejayaannya di moment-moment tertentu seperti acara-acara bertemakan budaya, festival-festival yang bertemakan anak-anak atau event ceremonial lainnya. 
Moment yang (masih) rutin mengangkat permainan tradisonal adalah untuk memeriahkan acara peringatan Kemerdekaan. Gempita perayaan hari Kemerdekaan yang merata hampir di penjuru Nusantara ini sudah bergema begitu kalender menanggalkan bulan Juli dan menapaki Agustus. Berbagai permaianan tradisional menjadi happening, gegap gempita dan menarik minat perhatian dari anak-anak hingga lansia. Mulai dari sekolah-sekolah,  tingkat TK, RT/RW, desa, kecamatan, pemda dan berbagai kelompok masyarakat lainnya semarak dengan bermacam-macam lomba tradisional. Ragam perlombaan yang mengusung permainan anak-anak tempo pra digital: panjat pinang, makan krupuk, kelereng, gasing, kepruk kendhil, tarik tambang, memecahkan balon berisi air, memasukkan paku dalam botol, dll. 

Dan salah satu lomba Agustusan yang pernah saya ikuti dan penuh kehebohan adalah lomba memindahkan belut. Gimana saya jejingkrakan, antara takut, negri tapi harus berani memgang belut-belut licin tersebut secara estafet hingga sampai di bak lainnya yang berjarak 5 meteran. 
Somehow, Permainan tradisional yang kental mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai: Kebersamaan,Saling percaya, Saling membantu, Belajar berdemokrasi, Bersaing secara sportif, Tidak mendendam (legowo menerima kekalahan), Belajar memimpin atau dipimpin dan norma-norma luhur lainnya, yang dianggap mentakjubkan oleh-oleh anak-anak saat ini karena dianggap sesuatu yang langka (semacam dinosaurus kali ya?).  
video


video

Perkembangan peradaban dan teknologi, secara perlahan dan pasti telah menjadikan aneka permainan anak-anak tersebut terbingkai dalam pigura “langka”.  Beberapa Dolanan semasa saya dan masa sebelum era digital menjadi magnet yang super magis, saat ini memang masih dilakukan seperti sepak bola dan bulu tangkis.  

Setidaknya beberapa jenis permainan non digital saat ini masih bisa saya lihat dimainkan oleh anak-anak di sekitar termpat tinggal saya. At least, Azka bersama teman-teman sebayanya masih sesekali main pasir, main kejar-kejaran, main lempar karet, main kelereng, Yoyo, ngejar layang-layang, dan beberapa permainan lainnya yang dilakukan secara beramai-ramai. Juga tentunya main sepak bola, sepeda dan bulu tangkis. 
Sebagai mantan anak-anak yang akrab dengan permainan non digital dan sebagai orang tua yang mendampingi anak-anak tumbuh kembang di era digital dengan beragam game berdaya magis di gadget, tetap ingin berharap semoga aneka permainan anak-anak tempo doeloe bisa lestari, TIDAK menjadi bagian historis dalam dokumentasi buku bacaan atau video simulasi di gadget.
Lomba Membawa Kelereng &
 Memasukkan paku dalam botol
Over all, 
ketika permainan tradisional happening untuk Agustusan atau event lainnya di tempat tinggal anda, permainan apakah yang paling banyak peminatnya? Atau permainan apa yang paling disukai untuk penyemarak acara?


Sensasi Kuliner Jamur di Jejamuran

Makan jamur? Ehmm, sudah kenal sih sejak kecil: Jamur barat, demikian saya dulu menyebutnya. Varietas jamur yang bentuknya menyerupai payung dan biasanya tumbuh saat peralihan musim hujan ke kemarau.  Olahannya juga simple: jamur di suwir-suwir, dikasih irisan cabe, bawang putih dan garam secukupnya, nikmatnya tak kalah dengan daging ayam. Hingga  Bismillahirrahmaanirrahiim, suatu saat mengetahui keberadaan Jejamuran saat singgah di Yogya (setelah mbolang ke Dieng bareng Una, Mbak Alaika dan Idah Cheris). Takjub, terpana dan terkagum-kagum begitu membaca daftar menu yang semuanya berbahan utama jamur! 

Jamur yang dulu saya kenal hanya dimasak oseng-oseng, ternyata ketika diolah dengan beragam diversifikasi bumbu, hasilnya fantastis Buk-Ibuk dan Pak-Bapak!.  Mulai reka rasa model masakan yang basah, berkuah sampai yang keringan: bakso, rendang, gulai, kare, sup, sate, tumis, tongseng, karedok, jamur goreng tepung, lumpia jamur dan bejibun jenis menu masakan jamur lainnya, tersedia semua di Jejamuran. Varietas jamur yang dolah juga bermacam-macam, ada jamur tiram, jamur shitake, jamur kuping, jamur merang, dan lain-lainnya.  

Akan halnya  dengan rasa, semua aneka masakan jamur di Jejamuran rasanya copy paste deh dengan rasa masakan aslinya. Rasa jamur tetap terasa dan tidak mengaburkan taste bumbu masakannya. Dibumbu sate ya nyata rasa satenya, gulai ya tetap pure rasa gule yang meresap di setiap serat jamurnya, dan demikian juga pada aneka menu jamur lainnya.

Menu serba Jamur: Sop , Sate, Lumpia dan Rendang
Es Geronimo dan Teh Panas
Berdasarkan pengalaman berwisata kuliner Jamur di jejamuran tersebut, saya mengajak Devi, sepupu yang datang dari Lamongan untuk menikmati sensasi kuliner jamur di Jejamuran. Selain pertimbangan menunya yang khas/unik juga nikmat, lokasinya dueket dari rumah, by naik motor sampai deh di Jejamuran dengan selamat sentausa. Lewat Jalan Parasamya lurus ke arah Jalan Magelang, kemudian ambil ke utara (setelah lampu merah) karena Lokasi Jejamuran ini berada di Jl. Magelang KM. 11 RT. 01 RW. 20, Pandowoharjo, Tridadi, Sleman. Kalau dari rumah, gak sampai 15 menit sudah landed di parkir Jejamuran Resto. 

Eh..iya, sekarang parkirannya lebih luas lho? Kalau soal pelayanan, jangan tanya lagi: begitu kita menjejak bagian depan Jejamuran sudah disambut dengan istimewa, service-nya sampai ke sendok-garpu dibungkus rapat dengan plastik yang menjaga ke-hygiene-nya. Tempatnya sangat nyaman, bisa pilih di ruangan ber-AC atau terbuka. Tapi saya prefer di ruangan yang terbuka, lebih leluasa menikmati pemandangan. 

Edisi perdana berkunjung ke Jejamuran sudah mencicip rasanya Sop jamur, untuk kedatangan kedua kali ini saya pilih menu rendang jamur. Untuk saya yang biasa dengan menu olahan Jawa Timuran, maka rasa pedasnya Rendang Jamur pas banget. Sedangkan Devi pesan Tongseng jamur deh kayaknya, yang jelas sama-sama pedasnya menyengat lidah. Secara umum masakan Yogya kan identik dengan rasa manis atau tidak pedas. Tapi di Jejamuran bisa menemukan  Taste pedas pada menu makanan yang kami pesan itu kan nikmat sekaliii.


Ada yang belum pernah ke Jejamuran? Atau barangkali yang dari luar Sleman ketularan penasaran untuk ke Jejamuran? Atau ada yang confusing arah semacam saya?

Dengan Aplikasi OpenSnap, dijamin bisa dengan mudah menemukan lokasi Jejamuran. Bila menginginkan wisata kuliner lainnya di area Sleman, bisa langsung search referensi kuliner Sleman http://www.opensnap.com/id/yogyakarta/Sleman/restaurants atau yang ingin hunting kuliner di seputaran Malioboro http://www.opensnap.com/id/yogyakarta/restaurants/malioboro/malioboro-mall .
Lantas, ada apa dengan OpenSnap ini?
OpenSnap adalah aplikasi kuliner mudah digunakan dan bisa di download secara gratis dari Playstore atau Appstore. Melalui aplikasi ini, kita bisa mendapatkan referensi yang akuran mengenai jenis, tempat, menu, harga juga testimoninya. So, kita tak perlu kecele atau terjebak ketiwasan karena bisa survey banyak tempat makan yang cool tanpa perlu capek survey langsung atau kesana-kemari mencari alamat tempat makan tuh. Kok bisa demikian? Karena Aplikasi OpnSnap saat ini sudah dilengkapi dengan fiture-fiture baru yaitu:
  1. Personalized Your Food App by Bookmark : Dengan fitur ini kita bisa mem-bookmark restoran, jenis masakan atau makanan favorit. Jika belum ada gambaran akan berkuliner apa atau dimana, kita bisa memfilter Restoran berdasarkan Bookmark yang populer oleh para kuliners. Asumsinya kalau suatu restoran / menu makanan makin kerap dibookmark, artinya yang semakin banyak digemari.
  2. Fiture Social Visited memungkinkan kita dapat melihat teman-teman yang kita kenal/follow di aplikasi OpenSnap ini pernah jelajah kuliner mana saja. Setidaknya kalau sekian banyak teman-teman kita pernah visit ke suatu tempat kuliner merupakan testimoni yang bisa dipercaya kan? Secara resto/tempat kuliner tersebut paling banyak digemari atau dikunjungi oleh friendlist kita kok.
  3. Map View merupakan fiture favorit saya yang gak hanya buta arah tapi juga suka blank kalau ditanya “ kita mau makan dimana ini?” Dengan bisa melihat sederet daftar Restoran yang terdekat dengan keberadaan saya kan otomatis bisa lebih cepat memutuskan arah menuju tempat makan yang recommended plus representative. Hemat waktu, tenaga dan BBM serta meminimalkan labil emosi gegara pusing-pusing cari lokasi makan.
  4. Dengan Personalize your favorite location kita dapat menset up lokasi yang sering dikunjungi untuk menjadi laman terdepan sehingga lebih mudah untuk mencari
  5. Everyone Tab adalah fitur yang membuat kita bisa ngiler lho? Betapa tidak, kita akan mendapatkan update dan terkoneksi dengan semua foodies yang berada di kota mereka masing-masing.
Horeeee....ada poto saya di OpenSnap *dasarnarsis*
So far, 
Semua fitur OpneSnap saling melengkapi dan pas banget buat saya (sebagai orang yang gagap peta dan tidak kreatif memilih menu kuliner). Apalagi jika sedang mobile mudik atau long trip ke luar daerah. Wes gak bisa jadi stuntman nge-driver, setidaknya jika ditanya soal referensi makan saya tidak LoLa(= loading lambat) untuk menjawab ancer-ancer lokasi makan. 

Fitur yang tak kalah menarik yang yang ditawarkan OpenSnap adalah user bisa meng-upload foto dengan informasi singkat seperti nama makanan, nama restoran, deskripsi dan membagikannya ke sesama pengguna OpenSnap maupun ke akun sosmed lainnya. Kita juga bisa create album foto makanan pribadi, lumayan banget kan buat stock jika sewaktu-waktu butuh cari ide untuk postingan kuliner di blog. 


Jadi, Adakah yang ketularan penasaran sperti apa 

Industri Pakaian dan AEC

Obrolan sepintas lewat, maksudnya ketika saya melintasi showroom sepulang dari kantor sebelah, ada tiga teman kantor yang lagi asyik melihat-lihat katalog produk berbahan plastik yang banyak digemari untuk digunakan sebagai tempat makanan dan minuman. Tahu kan, itu tuh si Tuppy (inisial saja ya?). Saya pun tergoda untuk berhenti dan ikutan melihat-lihat isi katalog tersebut. Bismillahirrahmaanirrahiim, tak ada niat membeli dan Alhamdulillah tidak tergoda untuk ikut order, karena yang sudah ada dirumah saja masih jarang digunakan. Entah bagaimana start up-nya, obrolan kami kemudian nyasar ke MEA atau AEC (Asean Economic Community)
Pintu gerbang MEA belum dibuka saja, kita sudah diserbu produk-produk dari luar ya? Gimana kalau MEA sudah going on?”
“ Iya ya Mbak, bisa jadi saat ini di port entry Indonesia sudah ngantri conainer-container yang siap membanjiri pasar Indonesia dengan produk luaran ya?”
 
Sebagian masyarakat dilanda kuatir, mungkinkah produk lokal mampu bersaing? Kan begitu ‘gate’ MEA resmi dibuka per 1 Januari 2016 ini, sistem perdagangan pun sah mengikuti pola free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi, modal, dan tanpatarif bagi perdagangan antar negara anggota ASEAN.  Adanya friksi kekuatiran sangat bisa dimaklumi mengingat jumlah unit UKM yang cukup besar yaitu sekitar 3,5 juta dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai kisaran 10 juta orang. Tapi di sisi lain, beberapa kali saya ikut “survey” lokasi UKM dan rata-rata memiliki permasalahan klasik yang sepertinya masih menjadi fenomena umum UKM, antara lain:
  1. Pemilik merangkap jadi manager, pekerja, pemasaran, all session akibatnya kemungkinan besar mengalami over load sehingga tidak melihat suatu masalah sebagai hal yang harus di follow up dengan plan and action
  2. dan masih berkutat pada bagaimana produksi bisa stabil dan terjual (dengan margin yang mepet BEP sudah dianggap usaha lancar)
  3. Terbatasnya modal sehingga  tempat produksi masih belum terpisah (bercampur dengan tempat tinggal) dan diperparah dengan sistem pengelolaan keuangan yang masih bercampur dengan keuangan keluarga
  4. Mind set: seperti ini saja sudah baik-baik saja sehingga belum ada implementasi untuk inovasi desain dan sentuhan teknologi
  5. Belum menerapkan standardisasi produk seperti sertifikasi halal dan P-IRT (untuk produk pangan olahan), SNI, ISO, dll.
  6. Dan permasalahan lainnya yang tak bisa saya tuliskan semuanya di sini. 

Itu hanya satu sisi yang mengungkit kekuatiran yang (seharusnya) ditindaklanjuti dengan how to over come. Tapi daripada larut dalam drama melow kuatir dan kuatir ini-itu, toh masih banyak sisi lain, potensi UKM yang bisa menjadi daya ungkit sekaligus “modal” untuk memperbaiki friksi kekuatiran di atas. 

Setidaknya, saat saya melihat sebagian besar produk yang mengisi show room dimana kami sedang ngobrol tadi. Iyah, bermacam produk PAKAIAN terpajang rapi dan menarik mulai dari out fit untuk kaki (kaso kaki) sampai kepala (topi dan jilbab). Sepertinya kita sangat bisa optimis jika bisnis pakaian memiliki variable daya saing dan bisa existing dalam laga kompetisi di ajang MEA karena:
  1. Semua barang-barang yang diproduksi dari industri pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer umat manusia.
  2. Trend fashion semakin semarak dan berwarna yang membangkitkan daya kreatifitas pada semua ragam bisnis fashion.
  3. Akan semakin banyak orang yang tertarik menekuni bisnis pakaian ini karena marketnya jelas [ada] dan luas. At least ada sekitar 250 juta penduduk Indonesia yang membutuhkan PAKAIAN.
  4. Bagi yang belum memiliki modal besar tapi punya semangat wirausaha, memulai bisnis pakaian ini terbilang murah/terjangkau. Bahkan hanya bermodalkan jarum jahit, benang dan kain perca sudah bisa memulai bisnis (aksesoris) pakaian. Dan kemudian bisa dikelola dengan sistem yang terorganisir. Kan banya peluang untuk mengembangkan usaha, misalnya melalui akses dana-dana CSR, bantuan dana bergulir, dsb.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa trend global juga memberikan tantangan yang significant, maka tantangan yang harus dihadapi oleh industri pakaian pun akan semakin kompleks yang perlu disikapi serta disiasati dengan cerdas. Tidak hanya masalah ketersediaan bahan baku dalam jumlah yang cukup dan berkualitas, tapi cara berproduksi yang baik dan benar sehingga menghasilkan produk pakaian yang bermutu dengan desain yang dinamis. 

Perubahan trend fashion berlangsung sangat cepat  merupakan permasalahan yang sangat perlu untuk dipahami oleh para pelaku bisnis pakaian karena ketika suatu jenis/model pakaian terlambat masuk ke pasaran ketika trendnya sudah memudar dikalangan masyarakat bisa menjadi penyebab kerugian yang sangat besar dan sangat mngkin bisa berakibat fatal yakni terjadi kebangkrutan [bagi yang modalnya kecil]. 

Prospek, peluang dan potensi bisnis pakaian yang cukup menjanjikan, senyatanya bukan tanpa kendala.  Dengan mengenali dan mengiventarisir kendala, bukankah itu sebuah langkah awal untuk menuai keberhasilan?

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut produk dalam negeri mampu berdaya saing yang tinggi dengan produk-produk dari luar. Bagi para pelaku bisnis pakaian lokal untuk mampu bersaing diera global saat ini dan selanjutnya, selain harus concern pada Kualitas dan mampu mengikuti irama perkembangan trend fashion, juga perlu mewaspadai serbuan barang dari luar negeri yang tak bisa dinisbikan ketika pintu global market sudah dibuka saat peresmian MEA nanti. 
Tidak ada pilihan lain, selain harus menghadapi pasar regional (AEC) tersebut dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan daya saing  untuk  menghasilkan produk yang berkualitas dengan desain yang up to date. 
Trust konsumen sejatinya berbasis pada kualitas, jadi ketika suatu produk mampu membuktikan kualitasnya, tentu pada akhirnya akan menarik perhatian semua lapisan konsumen [pembeli] dari berbagai level. Apalagi dalam industri garmen dimana daya dukung kultur, kekayaan alam, budaya dan keanekaragaman negeri yang berada pada garis khatulistiwa ini merupakan modal alamiah yang sangat potensial untuk dijadikan grand design dengan pola KREATIFITAS
Bukankah Industri yang mengacu pada ide-ide KREATIFITAS memiliki kesempatan untuk fight dan survive yang lebih besar?
Berani, Bangga, Bela dan Beli Produk Indonesia
(Njepret dari katalog UKM)
Apalagi jika pelaku bisnis pakaian mampu mengelola usahanya dalam metode ONE STOP BUSINESS, yaitu membuat produk sendiri, merk sendiri dan memiliki toko sendiri. Toh, sekarang era digital sudah menjadi bagian life style hampir semua lapisan masyarakat dari seluruh penjuru dunia? Selain memasarkan secara Off Line, meng-ON LINE kan bisnis sudah merupakan bagian penting dalam pemasaran di era global.

Bagi para konsumen, termasuk saya, sangat perlu brain washing secara berkala dan kontinu untuk Bangga dengan produk dalam negeri. 
Kalau dulu para pejuang mengejawantahkan rasa cinta tanah air dengan berjuang memerangi penjajah, maka di era kemerdekaan yang berarus global ini, cinta tanah air bisa diekspresikan (salah satunya) dengan semangat BERANI BANGGA, BELA dan BELI (gunakan) Produk nasional. 
So, bisa memenangkan konsumen dalam negeri, sebenarnya sudah bisa dibilang memenangkan pasar MEA karena jumlah konsumen terbesar di kawasan ASEAN adalah Indonesia. Bagaimana menurut Anda?



[Ayo] Masak Gule Ayam Kampung

Setelah ngobras soal Jadah Tempe makanan tradisional khas Yogya, sekarang jumping ke #latepost oleh-oleh lebaran, Bismillahirrahmaanirrahiim, taraaaa….. [Ayo] Masak Gule Ayam Kampung. Asli. Awalnya Our Mommy (Mbok'e) cerita kalau salah satu ayamnya ada yang sok jagoan, sering ngajak berantem ayam lainnya. Akibat ulah jagoan seekor ayam tersebut terjadi keresahan dan jatuh korban…ehm maksudnya ada ayam yang terluka, ada yang depresi kalau saat sore menjelang dan ogah-ogahan masuk kandang. 

Tercetuslah ide dan disepakati secara aklamasi “berkurban” ayam kampung jantan untuk dimasak Gule. Alhamdulillah, saya bisa sekip [lagi dan lagi] untuk sesi membedah tubuh ayam setelah disembelih. Pengakuan: sampai hari ini, saya masih belum pernah mengedel-edel ayam dan jenis hewan potong lainnya (kecuali ikan lho). 

Dalam edisi masak gotong – royong Gule Ayam Kampung yang kami praktekkan saat mudik lebaran beberapa waktu lalu sebenarnya tidak ruwet dan cukup simple. Apalagi, kan ada Mbak (kakak) dan mbak Ipar plus istri keponakan. Kesempatan emas lagi untuk menjadi pengamat sejati kan ya? *ajimumpung*. 
Gule Ayam Kampung Asli Ndeso
Secara pengamatan saya, racikan dan komposisi/jenis BUMBU BAHAN DASAR yang digunakan sudah biasa ada di dapur rumah, yaitu: 
1. Bawang putih =18 siung (1 bungkul)
2. Bawang merah = 17 siung
3. Cabe rawit = 9 buah
4. Cabe merah besar = 7 buah
5. Lengkuas= 2 ruas jari (+3cm *)
6. Kunir = 3 ruas jari atau 4 cm
7. Ketumbar = 2 sdt
8. Kemiri = 10 butir
9. Jahe = 2 ruas Jari
10. Serai = 2 batang *)
11. Kelapa = 1butir (diambil santanya)
12. Daun jeruk purut = 5 lembar
13. Daun Salam = 5 lembar
14. Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)
15. Garam dan Gula pasir = secukupnya
Noted: Asumsi kuantitas bumbu di atas berdasarkan berat ayam yang mencapai sekitar 2 kilogram (berat netto setelah dibersihkan lho?).

Adapun cara memasak gule ayam kampung, yang bisa saya narasikan kira-kira seperti berikut ini:
  1. Yang pertama dilakukan, pastinya merebus daging ayam yang sudah dipotong-potong hingga dagingnya empuk. Berhubung usia ayam jantan yang dikurbankan sudah “berumur”, salah satu bukti adalah adanya JALU atau taji di kakinya. Oleh karena itu perlu treatment agar dagingnya bisa empuk tidak pakai lama yaitu menggunakan bahan tambahan yang terdapat di pekarangan rumah yaitu buah pepaya yang masih muda (daripada repot-repot ke pasar cari buah nanas) yang disertakan dalam perebusan.
  2. Sambil menunggu daging ayam empuk, bisa dipersiapkan bumbunya. Menghaluskan Item bumbu 1 s/d 10 serta garam. Sebagian lengkuas dan serai dihaluskan, sisanya dimemarkan saja (opsi ini customize dan kami prefer sebagian dihaluskan dan sebagian dimemarkan).
  3. Tumis bumbu yang sudah halus bersamaan dengan lengkuas+serai yang dimemarkan, daun salam, daun jeruk hingga tercium aroma harum mewangi bumbu.
  4. Tuang kaldu ayam pada hasil tumisan bumbu dan tambahkan gula sesuai selera.
  5. Masukkan daging ayam dan santan, nyala api dijaga sedang-sedang saja dan sesekali diaduk agar snatan tidak menggumpal/pecah. Tunggu hingga mendidih, angkat dan Gule Ayam kampung asli siap disantap bersama.
Racikan Bumbu Gule Ayam
(diulek manual di Layah/Cobek)
Oleh karena, pagi sudah menjelang siang dan belum pada sarapan, yaa….tanpa perlu di plating dan gak pakai garnis-garnisan, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kandaslah sepanci gule ayam kampung untuk menu sarapan sekaligus makan siang #irit.

Gimana,  [Ayo] Masak Gule Ayam Kampung sangat praktis kan? 
Apalagi saya yang lebih banyak jadi pengamat, berasa jadi juri lomba memasak banget. Hehehehe…




*Sebenarnya ada foto saat penyembelihan ayam tapi gak dipublish, takutnya nanti menimbulkan efek sadisme

Jadah Tempe: Jajanan Tradisional Khas Yogya

Bagi orang Yogya, jadah tempe ini sudah menjadi salah satu jenis makanan (lebih umum dikenal sebagai jajanan) ikonik Yogya.  Jadah tempe merupakan gabungan dua jenis makanan yaitu JADAH yang merupakan olahan dari ketan dan tempe (tahu) yang biasanya diolah dengan cara dibacem. Kalau versi di desa saya, Jadah adalah GEMBLONG atau Tetel (baca “E” seperti pada kata sEmbuh), yaitu suatu olahan makanan tradisional yang berbahan utama beras ketan + parutan kelapa dengan tambahan garam secukupnya. Campuran beras ketan dan parutan kelapa tersebut dimasak (pakai kukusan) kemudian ditumbuk hingga empuk dan kenyal-kenyal getu deh. Nah hasil tumbukan yang sudah empuk kenyal tersebut dipotong-potong dan digoreng. Gemblong yang digoreng itulah yang dinamakan Jadah.  

Sebagai ekspatriat, saya Bismillahirrahmaanirrahiim pada awal kenal Jadah Tempe sebatas based on story dari teman-teman kerja. Karena baru sebatas cerita lisan, daya fantasi saya pun membuat konstruksi seperti apa dan kayak gimana si jadah tempe ini. Oleh karena sebutannya Jadah Tempe, maka asumsi saya ya bahan baku ketan (untuk bikin jadah) direposisi dengan Tempe. Jadi hasil asumsi rekayasa khayalan saya, Jadah tempe adalah makanan yang cara pembuatannya seperti gemblong hanya beda pada bahan baku utama yang diganti dengan Tempe. 

Ternyata..... imaji free style saya ternyata salah kaprah !!!


Jadah Tempe plus Lombok Ijo
(
Picture is taken by Emmy: Thank for the documentation)
Akhirnya saya berjumpa langsung dengan perwujudan si Jadah Tempe saat diajak berkunjung ke sentra batik Kaliurang (tepatnya ke Bu Menuk). Di sanalah My first eat at the first meet with Jadah tempe ini. 
Pas melihat suguhan sepiring Jadah Tempe-Tahu, saya mbatin :
ini makanan kok aneh begini, masak gemblong dimakan barengan sama tempe bacem sih? Duhh…rasanya apa gak hancur lebur tuh?
Coba saja dulu Mbak, enak banget jadah tempe ini kalau dimakan dengan lombok ijo (cabe rawit hijau)”, Olalala…kirain lombok ijo tadi untuk makan Ote-ote atau tahu isi yang belum dikeluarin? Ternyata lombok ijo juga sepaket dengan jadah tempe yang disuguhkan.

“ Wes tho, dicoba….dijamin bakal ketagihan. Mumpung pas di Kaliurang, sensasinya komplit lho? Karena makanan jadah tempe ini asal-muasalnya dari Kaliurang ini”, provokasi salah satu teman yang melihat ekspresi aneh di wajah saya. 

Saya pun mencobanya, demi menjaga perasaan saya sebagai tamu, masak sudah disuguhi kok sombong nian gak mau mencicipi blas. 
Piye Mbak, enak tho?”
“ Aneh sih, tapi memang enak, hehehee“,

Yang bisa saya deskripsikan rasa Jadah Tempe itu kira-kira rasa gurih jadah bercampur tempe bacem yang rasanya manis-manis gurih, dilengkapi “cubitan” pedasnya lombok ijo….ehmmm sensasinya unik. Sepertinya makin lebih seru berlipat-lipat jika di santap sambil menikmati pemandangan gunung Merapi lho? Hehehee..

Eniwei, konon duluuunya makanan Jadah tempe ini hanya terdapat di Kaliurang dan tempat sekitar kaki Merapi, yang kali pertama diperkenalkan Mbah Carik sekitar tahun 1950-an dan menjadi populer setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX mencicipinya . Jadi bisa juga disebut kalau Jadah Tempe adalah salah satu makanan (jajanan) tradisional khas Sleman - Yogyakarta

Dan setahu saya (yang belum banyak ubek-ubek wilayah Yogya ini), MAKANAN Jadah tempe saat ini sudah lebih mudah untuk ditemui. Di pasar-pasar tradisional, diarea penjualan jajanan, ada yang jual jadah tempe yang pengemasannya menggunakan daun pisang. Setidaknya saya menjumpainya di Pasar Sleman, Pasar Denggung, spot-spot yang berjualan jajanan tradisonal/kue basah. Tapi jangan tanya lagi kalau di Taman Wisata Kaliurang, sangat mudah menemukan penjual Jadah tempe ini, bahkan ada yang keliling menawarkan kepada pengunjung kok.
Salah Satu peserta pasar lebaran yang menjual Jadah Tempe (laris manis)
Bagaimana dengan harganya?
Don’t worry, harganya bisa disesuaikan. Jika sekedar ingin tahu rasanya jadah tempe, mau beli berapa, nanti akan diladeni, normatifnya minimal 5 ribu bisa tuh kayaknya. Tapi kalau harga paket standar penjual umumnya  minimal 10 ribu. 

Satu lagi, Sssttt…jangan bilang-bilang ya?
Ada satu keherannya saya, kenapa disebut jadah tempe ya? Padahal kan selain tempe (bacem), jadah ini juga sering digabungkan dengan tahu bacem. Logikanya dinamakan Jadah Tempe-Tahu kan ya? 




[Belajar] Membuat BATIK TULIS

Siapa yang tidak atau belum kenal kain batik? Saat ini, sepertinya hampir semua orang sudah mengenal dan punya baju bermotif batik, at least 1 potong baju batik kan ya? Dalam hal ini, Bismillahirrahmaanirrahiim, baju atau kain motif batik baik yang menggunakan bahan pewarna alam atau sintetis. Serta jenis batik dalam semua kategori batik: cap, tulis, semi tulis, lukis maupun printing. 

Batik sudah sejak lama mencuat sebagai warisan leluhur yang luhur, setidaknya telah dikenal sejak zaman Majapahit dan secara berkelanjutan hingga sekarang. Apalagi setelah mendapatkan pengakuan UNESCO jika BATIK merupakan warisan budaya, seni kerajinan membatik semakin bersinar di dunia fashion, tidak hanya sebatas kemeja, blus, dress dan atau gamis, tetapi juga berkembang pada ragam out fit dan aksesoris ke kaos, tas, topi, celana, sandal, sepatu, dompet dan segabrek produk kerajinan (skala IKM dan industri besar) yang mengeksplorasi motif batik bermunculan dengan bermacam inspirasi dan ciri khasnya yang unik menarik hati saya dan semua orang di semesta raya ini.

Kalau ngomongin motif batik, hampir semua daerah di Indonesia memiliki ikon/corak/ motif kain batik yang mengangkat kearifan lokal. Bagaimana dengan harga? Variable yang mempengaruhi harga kain batik sangat banyak: mulai dari jenis kainnya, desainnya (jika by rikues), jenis pewarnanya, banyaknya warna pada motif, dll. 
IKON pengrajin Batik Tulis
Pernah kan menawar-nawar harga saat membeli kain batik tulis? Atau….begitu mengetahui harga batik tulis, otomatis terlintas pertanyaan dalam hati, kok (relatif) mahal ya? Apalagi batik tulis sutra yang harganya ngeHITS mahal bingiiiits bertubi-tubi dibandingkan semua jenis kain batik. Yaaaa…..setidaknya ini curahan isi hati saya kala melihat suatu motif kain batik tulis ciamikkk yang membuat iman saya tergoda untuk membeli tapi regone kok membubung sih? Hehehee…

Hingga pada suatu hari…..*Eeng-Ing-eeengg*, 
Alhamdulillah datanglah kesempatan untuk ikut [Belajar] Membuat BATIK TULIS di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Jalan. Kusumanegara no. 7 DIY. 

Iyaah, seharian saya menjalani masa belajar Membatik yang membuat saya tersadar: Yo pantes rek nek regone kain batik (semi tulis, lukis, full tulis) iku larang tenan ! Lha memang proses untuk menghasilkan satu potong kain batik membutuhkan waktu, tenaga, konsentrasi, kesabaran yang multikompleks. Ini saya saking takjubnya sehingga menyimpulkan tak cukup hanya dengan istilah proses yang kompleks. 
Pada dasarnya proses membatik tulis hanya ada tiga tahapan yaitu: PEWARNAAN, PEMBERIAN MALAM (sejenis lilin) dan PELEPASAN MALAM/lilin dari kain. 

Proses/Tahapan membuat Batik Tulis
Tapi saat prakteknya, butuh waktu yang tidak sebentar dan berstep-step, kurang lebih berikut ini proses Belajar Membatik Semi tulis yang saya ikuti: 
  1. Menggambar pola/motif batik. Langkah pertama pastinya ya membuat pola Idealnya membuat gambar/pola batik di atas kertas. Bisa saya asumsikan, tahapan pertama merupakan semacam kegiatan menggambar/melukis. 
  2. Memindahkan gambar/desain batik ke kain dengan cara menJIPLAKkan pada kain putih polos (mori, sutra, dsb) yang akan dibatik. Kertas gambar yang sudah fix akan desain batik dihamparkan pada meja untuk memudahkan proses transformasi desain batik.
  3. Proses Membatik Tulis dengan alat bantu canting dilakukan menggunakan bahan utama lilin atau malam sebagai zat perintang warna. Kalau menurut istilah pelaku batik, pemberian lilin cair [pertama] pada pola batik dinamakan Nglowong yaitu membatik untuk “melekatkan” malam (lilin) menggunakan canting pada kain yang sudag digambari motif atau pola batik. Setelah semua desain digambari [diberi] lilin cair, kemudian dilanjutkan Ngiseni [mengisi] yaitu proses pemberian motif isian pada desain batik yang dipilih sebagai ornamen utama. 
  4. Mopok Nyolet merupakan pelekatan malam yang kedua. Sebelum dicelup ke zat pewarna, bagian yang dikehendaki tetap berwarna putih maka harus dicolet/ditutup dengan malam. Hal ini untuk menghindari perembesan zat pewarna. Sedangkan proses pewarnaan bagian-bagian tertentu dinamakan Nyolet. Proses ini menggunakan kuas agar diperoleh warna seperti yang dikehendaki untuk bagian-bagian tertentu.
  5. Setiap kali tahapan selesai dilakukan, kain batik di rendam dalam larutan TRO selama Min 30 menit kemudian ditiriskan pada penjemuran (tanpa kena sinar matahari). Kalau sudah setengah kering dicelup lagi sambil dibolik balik selama min 15 menit, lalu diangin angin-anginkan 
  6. Dalam keadaan setengah kering dicelupkan lagi dicelupkan pada larutan warna yang sama. Pencelupan ini dilakukan berulang – ulang sesuai kebutuhan warna yang diinginkan. Semakin banyak warna-warni pada suatu desain kain batik tulis, otomatis akan sebanyak itu pula proses nyolet, mopok dan pencelupannya.
  7. Nutup atau nembok yaitu melapisi bagian-bagian berwarna dengan malam. Tujuan nutup disini agar corak/motif/warna yang sudah fixed terlindungi saat dilakukan pencelupan pada tahap-tahap selanjutnya 
  8. Nglorot malam dilakukan setelah mendapatkan warna/motif yang diharapkan yaitu menghilangkan lapisan malam dengan memasukkan kain ke dalam air mendidih. Proses pelorodan ini memerlukan adanya zat pembantu agar malam yang menempel pada kain mudah lepas pada saat direbus.
  9. Fiksasi warna untuk memperkuat warna dan merubah warna zat warna alam sesuai dengan jenis senyawa yang mengikatnya. proses fiksasi dilakukan dengan cara mencelupkan pada larutan fiksasi (Tawas, Kapur, Tunjung).
  10. Langkah terakhir adalah mencuci dan menjemur kain batik. Setelah kering siap di package dan dijual.
Workshop Membatik Tulis dengan bahan pewarna alam yang saya ikuti tersebut lebih tepatnya memang disebut Belajar Membatik Semi Tulis. Just Info: Kalau batik cap menggunakan cap batik yang telah didesain sesuai motif yang diinginkan, tinggal ditempelkan (kurang lebih semacam stempel)
Jika ingin berpraktek Membuat BATIK Tulis minimal membutuhkan waktu sekitar seminggu, sehingga bisa praktek langsung mulai mendesain batik, meracik bahan-bahan, mempersiapkan (treatment awal) kain dan sarana – prasarana lainya hingga bisa menghasilkan satu potong kain batik tulis.
Akan tetapi, dengan durasi yang hanya 1 hari sehingga tidak memungkinkan bagi para peserta yang mayoritas Kuper soal seni membatik bisa melakukan praktek batik tulis secara full. Jadinya,  saat itu kain yang akan dibatik sebagian besar sudah di cap motifnya (lha iya, kalau semua harus saya lakukan by myself, seharian gak bakal kelar njiplak pola batiknya). 

Saya dan peserta lainnya (dibuat per kelompok terdiri 5 orang dengan 1 pembimbing/instruktur) hanya membuat gambar sedikit saja yang nantinya akan digunakan untuk proses membatik tulis (istilahnya). Berhubung saya gaktek plus dudul soal gambar-menggambar, meski tinggal njiplak plek pola yang sudah disediakan dengan cara ngeblat (meletakkan kain di atas hamparan kertas bergambar yang akan dipilih sebagai motif batik), tetap gak apik hasil jiplakan saya.
Saya [Belajar] Membuat BATIK TULIS
dan hasil praktek yang acak aduk
Serangakain tahapan [Belajar] Membatik Tulis yang saya ikuti di atas, sejujurnya belum ada selapis kulit ari dari proses membatik tulis yang baik dan benar. Saya juga masih banyak gak mudengnya dan berharap suatu hari nanti bisa menambah level ketahuan saya mengenai seni membatik tulis ini.

Meskipun baru tahu sedikiiiittt buanget mengenai proses pembuatan batik tulis, setidaknya saya jadi paham kenapa kain batik tulis harganya super duper mahal. Konon, untuk 1 potong kain batik yang pengerjaannya full manual (tulis) bisa membutuhkan waktu hingga satu bulan atau lebih. 
Ada yang tertarik untuk belajar batik tulis? Dan….tertarik untuk terjun aktif dalam industri Batik Tulis kah? 


Noted: 
Tahapan proses membatik tulis di atas saya rangkum dari hasil praktek sehari membatik tulis di atas selembar kain ukuran 20 cm x 100 cm (itupun sebagian motifnya sudah di cap kok). Jadi mohon mohon dimaklumi jika alur prosesnya amburadul ya?