WHAT'S NEW?
Loading...

[Kenapa] Orang bisa Cerai?

Edisi mudik raya lebaran dan mendapatkan cecaran tanya bagi yang masih single and happy: Kapan menikah, kenapa belum menikah, sudah punya calon apa belum…and bla bla bla. 
Bagi yang sudah menikah semacam saya dan belum beranak-pinak, pertanyaan yang dihaturkan pun naik level: Sudah berapa tahun nikah, kok belum punya anak juga?. Gimana kok belum punya anak? Gak usah ditunda-tunda punya momongannya….then bla….bla…bla...jugak. Sudah biasa kan mendengar pertayaan serupa itu kalau sedang big gathering? Bahkan Bismillahirrahmaanirrahiim mini reuni dengan teman lama, pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan ringan melebihi keringanan berat jenis air disampaikan dan merasa wajar-wajar saja bertanya demikian.  

Secara umum, 
Harapan dan impian ideal kebanyakan orang lain [termasuk saya] adalah bisa sekolah dengan lancar hingga lulus, mendapatkan kerja [di instansi/berwirausaha], menemukan jodoh [menikah], memiliki keturunan, menjalani kehidupan untuk membawa anaknya meraih prestasi terbaik yang bisa diraih anak-anak, dan bisa terus mengayomi keluarganya di posisi terbaik dalam kondisi yang ada tanpa kehilangan jati diri dan eksistensinya. Pada sebagian orang Impian ini terwujud step demi step secara mengalir yang bisa dibilang berjalan lancar. Sekolah–kerja-menikah-memiliki keturunan. Tapi pada sebagian orang, tidak sedikit yang harus jatuh, bangun, jatuh lagi dan harus tertatih dalam meniti setiap tahapan hidupnya. 

Tapi saya tak hendak bermelow ria dengan pertanyaan de-javu di atas. Dihujani pertanyaan “ kenapa belum menikah” sudah biasa. Dan sekarang diakrabi dengan “Kok belum punya momongan”, *tarik nafas*, Alhamdulillah saya berusaha menerimanya dengan positive thinking : karena semua orang care dan sayang padaku. *dilarang protes*.

Seperti komentar Wiwit, keponakan yang saat ini berada pada injury phase “ Iya kalau sampean dulu bisa santai gettu ya menghadapi pertanyaan yang bikin galau. Gimana caranya Lek?
“Yang pasti, seberapa pun kita berkeras harap, berusaha sampai jungkir balik serta berdoa agar cepat menikah atau punya anak, tapi kita tidak bisa memaksakan itu padaNYA kan? Kita hanya punya hak untuk berusaha dan berdoa untuk semua rencana - harapan yang kita punyai, keputusan terbaik tetap Allah SWT yang menentukan. So….final answer is Hidup sudah ada yang Maha Mengatur, jatahku hanya menjalani sebaik yang aku bisa…”
Tuh kan, preambule tulisan ini jadi ngalor – ngidul tak kenal skenario. Padahal awalnya sekedar mau curcol pertanyaannya Azka yang tak biasa beberapa waktu lalu saat duo kakaknya membahas Al, El dan Dul. Biasa kan, dua anak gadis yang beranjak remaja saat berkumpul, begitu melihat sosok-sosok yang kincling-incling di layar TV kemudian spontan jadi hot topic. Saking serunya, sampai ngomongin soal perceraian kedua orang tuanya. 

 Pernikahan sakinah mawadah warohmah
Kalau boleh diibaratkan, 2 orang menikah itu seperti rel KA yang bersisian selamanya,
Hingga ujung tujuan dua rel KA tak pernah jadi satu.
Lha Azka yang asyik nge-game di TABLET kok ya ternyata menyimak dan dengan nada santai bertanya “ Kalau orang cerai getu bisa nikah lagi gak ?”. 
“ Ya bisaaaalah, AzKa? “ jawaban kompak Ifa dan Aida 
Sudah pisahan resmi, ya hak mereka mau nikah lagi atau gak “. Lanjut Ifa dengan gemes.
Maksudnya, menikah lagi sama suami atau istrinya yang sudah diceraiin itu lho?”
“ Ya tergantung, kalau belum sampai talak tiga ya masih bisa nikah lagi, namanya rujuk “
“ Memang kenapa kalau talak tiga gak boleh balikan lagi? “
“ Ya karena aturannya sudah begitu. Ah kamuu itu, tanya yang up to date po’o ?”
“ Soalnya kenapa orang kok cerai? “ seperti biasa, jika belum mendapatkan jawaban yang masuk di akal, Azka akan terus mengejar dengan pertanyaan lanjutan.
Soalnya mereka sudah gak bisa hidup bersama lagi….puass?!”

Saya pun tertawa-tiwi menyimak perdebatan mereka bertiga. Apa yang dipertanyakan Azka memang sudah biasa terjadi, tapi bagi nalar Azka yang masih berusia 10 tahun tentu hal yang sangat tidak biasa: Sudah menikah, kemudian bercerai dan menikah lagi. 

Ayo bund, soalnya kenapa kok orang bisa cerai? Kata guruku kalau cerai itu perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT ”
“ Banyak soal yang membuat orang akhirnya memutuskan bercerai. Jika mempertahankan pernikahan dianggap akan membuat hidup jadi lebih buruk, makanya mereka pilih bercerai. Bisa karena tidak akur lagi, tidak kompakan, beda pendapat….
Beda pendapat kan biasa, itu ada di dalam butir-butir Pancasila kan?”
Kok bisa nyambung ke Pancasila begini ya? Pusing deh kepala Mommy Ririe.

“ Seumpama Azka mau berangkat ke Kasongan naik sepeda dan sedang hujan, berarti harus pakai jas hujan kan?” saya pun masih berusaha menjelaskan dengan kalimat yang lebih sederhana.
“ He-em…” jawab Azka. 
Tapi saat sampai di dekat Jombor, ternyata tidak hujan dan matahari bersinar terang gemilang. Apakah Azka akan tetap mengenakan jas hujan sampai di Kasongan?”
“ Ya enggak, kan lucu pakai jas hujan padahal hari sedang cerah Bund” 
“ Jadi Azka memilih melepas jas hujan karena sudah tidak ada hujan lagi. Kira-kira begitulah gambarannya kenapa orang sudah menikah bisa cerai…
Terus apa hubungannya pakai jas hujan dengan orang cerai tadi Bund?”

Nah lhoh, gimana lagi si Emak apalah-apalah ini ngasih penjelasannya? Kaburlah si emak dengan santun ke dapur untuk bikin es teh.



[Ikut-ikutan] Mengenal Game Clash Of Clans

Keren kan Emak Ririe sampai bisa [Ikut] Mengenal Clash of Clans ? Permainan video game strategi premium yang diterbitkan dan dikembangkan oleh Supercell yang saat ini menjadi salah satu game favorit anak-anak. Tapi  mengenal game clash of clans tak berarti saya familiar Bismillahirrahmaanirrahiim dalam memainkan game online yang dirilis untuk platform Android dan IOS ini.  

Wah suka main Clash of Clans jugak tho?” suatu hari saat istirahat, saya melihat seorang teman kantor sedang asyik main COC di HANDPHONE-nya yang smartphone.  
Wiihh, Mbak Ririe kenal game COC juga ya?” jawabnya sambil tetap fokus dengan permainan COCnya.
Hanya kenal sekilas saja karena tiap hari kan Azka main COC itu Mas. Kadang sampai bikin gemes, Azka kalau sudah main COC seolah dunia ini hanya ada dirinya sendiri “.
Hehehehe…bisa jadi, habis COCnya seru bingit bertubi-tubi sih Mbak ?”
“ Percayaaaaa……….orang dewasa seperti njenengan saja mabuk kepayang dengan COC. Apalagi anak-anak yang pada dasarnya masih demen mainucap saya, dalam hati sih. Hehehee.
“ Jika dicermati, game COC ini memiliki nilai-nilai positif kok Mbak. Untuk sementara ini, yang bisa kusimpulkan melalui Clash of Clans ini bisa melatih kesabaran dan ketelitian

Nah, berawal dari percakapan singkat tersebutlah yang membuat saya ingin Ikut mengenal Clash of Clans ini. Maka si Emak ketjeh ini pun mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai game yang multiplayer ini sama Azka plus browsing juga donk. 
 Game Online Clash Of Clans
Game Clash of Clans
Clash of Clans ini  Game pertempuran antar clan Bund. Tiap-tiap pemain itu tergabung dalam suatu clan kemudian secara berkelompok berperang melawan clan lain “.
“ Sesama anggota clan apa ada yang saling kenal secara langsung?  atau hanya kebetulan kenal karena bergabung di clan yang sama?”
“ Gak tahu Bund. Tapi kalau aku gabung di clan yang sama dengan teman-teman sekolahku. Ini lihat, dengan COC ini aku bisa ngomong-ngomongan juga sama temanku. Bisa tanya PR, tanya tugas sekolah, jadi gak perlu pakai telpon kan?” jelas Azka bersemangat empat lima sambil menunjukkan nama-nama teman sekolahnya. 
“ Iya memang gak pakai pulsa telpon, tapi pakai paket data tho?”
“ Sipp kan Bund, main game sambil ngobrol sama teman-teman sekolah. Hehehehee…. “

Intinya dalam game Clash of Clans ini adalah bagaimana membangun komunitas dan melatih dan meningkatkan serta jumlah pasukan, kemudian menyerang clan/pemain lain untuk mendapatkan emas, elixir dan dark elixir. Selain melakukan penyerangan, main COC ini juga membuat bangunan sebagai benteng pertahanan untuk melindungi diri dari serbuan clan atau pemain lain.
  1. Pemimpin (leader) dan wakil pemimpin clan (Coleader) bisa memulai perang terhadap clan lain. Setiap clan memiliki 1 hari untuk membuat persiapan dan 1 hari untuk battle atau perang. 
  2. Ketika pemain (anggota clan) melakukan penyerangan terhadap anggota clan lawan, lain, maka pemain yang menyerang tersebut mendapatkan bintang bintang sebanyak jumlah kerusakan yang dialami clan yang diserang (lawan). 
  3. Setiap player hanya memiliki kesempatan dua serangan per perang dan pemenangnya adalah clan yang paling banyak mendapatkan bintang diakhir hari peperangan.  
  4. Pemain bisa menerima bonus rampasan perang apabila menggunakan “hak” menyerang mereka dalam peperangan tersebut dan minimal memenangkan satu kali perang.
  5. “Harta” yang diperoleh dari hasil dari perang  (gold dan elixir) akan di simpan di castle-nya clan. 
Sampai disitu, DO I understand very well about this game? Oh ofcourse NOT at all
Iyalah, susyehh buat Mak-Emak macam saya untuk paham game begituan. Pada dasarnya, saya memang tak begitu interest dengan game-game di gadget. Dulu sih suka main solitaire di PC. Kalau yang baru-baru ini, sesekali main POU buat intermezo duang. 
Saat Batle tiba: Dimanapun bisa Asyik dan serius fokus main COC
So far, saya merasa perlu (Ikut) Mengenal Clash of Clans ini demi menambah kekinian akan game yang digemari oleh Azka. Jika dilihat dari sisi baiknya, seperti pada umumnya jenis game, permainan atau dolanan anak lainnya, ada beberapa efek positif yang terdapat dari permainan Clash of Clans ini, yaitu:
  • Menambah kosa kata Bahasa Inggris karena game COC ini menggunakan bahasa Inggris sehingga mau tidak mau Azka perlu tahu arti dari setiap command yang mencungul dalam setiap batle yang dilakukan.
  • Belajar Strategi dan Menumbuhkan semangat berKompetisi. Biasanya Azka akan heboh jika login ke COC dan mendapati levelnya disalip oleh pemain lain. Ada euforia “Wannabe better” dari pemain lain yang secara automatically akan memicu “sense” untuk Belajar strategi agar bisa meningkatkan levelnya lagi.
  • Melatih Kesabaran dan ketelitian. Yang namanya ‘berperang’ tentu harus melibatkan unsur kesabaran agar tidak salah serang yang bisa berakibat fatal. 
  • Memotivasi gemar Menabung dan belajar management keuangan/belanja yang bisa ditimbulkan dari segmen perolehan bonus rampasan perang yang harus disimpan di castle. 
  • Latihan untuk menjaga kebersihan. Ada variable yang namanya Gems yang dapat di peroleh dengan cara membersihkan sampah - sampah (stone, tree, bush, dan trunk ) yang bermunculan begitu saja ke area village-nya
  • Media pembelajaran bagaimana berorganisasi karena permaianan ini berupa clan (kelompok) dimana ada pemimpin, wakil pemimpin dan anggota clan, secara sistemik tentu berlaku pula bagaimana seharusnya bersikap dalam sebuah kelompok/clan (organisasi).
  • Belajar memilih teman/clan yang baik. Dari cerita-cerita yang pernah disampaikan Azka bahwa dia perlu mempertimbangkan untuk menerima invite dari suatu clan. Artinya ada sesion practise kapan dan bagaimana sebaiknya menerima ajakan pertemanan.
Secara umum, point-point positif dari COC tersebut juga terdapat pada berbagai jenis permainan off line maupun On line, baik mainan tradisional atau pun yang modern
Karena apapun jenis permainannya, tetap perlu pola management yang proporsional. Untuk itu, kami perlu ikut mengenali jenis permainan yang di sukai oleh anak-anak agar bisa membuat rambu-rambu seperlunya. Semua kembali pada orang dewasa  yang ada di sekitar anak-anak, bagaimana mereka (kami) membuat management waktu dan explore kebaikan dari suatu jenis permainan. 

Bermain adalah hak setiap anak,dan tugas orang tua adalah bagaimana hak bermain tersebut bisa menjadi “media” edukasi (tak hanya just for fun time). 

#Postingan *opini subyektif saya* sebagai kontemplasi diri dalam rangka belajar jadi orang tua 

Sayur Asem Kangkung KW

Sayur asem tentu bukan jenis masakan baru lagi kan? Apa BUMBU dan bagaimana cara membuatnya, saya yakin hampir semua ibu-ibu, bapak, kakak-adik, Om-Tante, yang biasa berkreasi campur-campur bebumbuan ( yang hobi atau sekedar trial-eror memasak)  tidak akan menemukan kesulitan yang serius untuk menyajikan sayur asem. Tapi, adakah yang sudah pernah uji coba membuat sayur Asem Kangkung KW? Bismillahirrahmaanirrahiim, sepertinya yang bikin perasaaan wal penasaran bukan sayur asemnya tapi kangkung KW kan? 

Kalau barang (baju, sepatu, tas, gadget, lan liyi-liyane) disebut KW karena merupakan tiruan/tembakan/protitipe (atau apalah istilahnya) dari suatu jenis barang/produk yang sudah beredar laris manis dan biasanya memiliki tingkat harga yang relatif lebih “high price”. Tapi kalau sayuran yang saya namai Kangkung KW ini dijamin aseli, bukan tiruan dan juga bukan karena kualitas sayurannya yang mengalami down grade

Kangkung KW ini dijamin fresh dan bebas pestisida dan sejenisnya, lha yang saya maksudkan Kangkung KW adalah daun ketela rambat yang ada di pekarangan rumah. Salah satu tanaman yang hampir sepanjang tahun tumbuh menghijau dan merambat diantara pohon-pohon pisang dan pepohonan lainnya yang ditanam Bapak di sekitar rumah. Tanaman ketela rambat memang merupakan jenis tanaman primer yang sudah ada sejak saya masih kecil dan bisa jadi sejak kedua orang tua saya menempati rumah kami ini, atau bahkan sejak beliau masih kecil unyu-unyu juga kayak saya?
Kangkung KW adalah Daun Ketela Rambat *pisss*
Nah, saat di puncak mudik lebaran lalu mengalami ‘stag’ menyajikan menu makanan di rumah. Lha menunya muter-muter: telur, mie, bakso, sayur bersantan-santan (daging sapi/ayam). Ujug-ujug ada yang nylethuk: kalau bikin oseng-oseng dari daun ketela gimana? Buat saya dan segenap kakak-adik : That’s great idea. Itu kan sayuran primadona saat kami masih dirumah dulu. 

Nah, saat di puncak mudik lebaran lalu mengalami ‘stag’ menyajikan menu makanan di rumah. Lha menunya muter-muter: telur, mie, bakso, sayur bersantan-santan (daging sapi/ayam). Ujug-ujug ada yang nylethuk: kalau bikin oseng-oseng dari daun ketela gimana? Buat saya dan segenap kakak-adik : That’s great idea. Itu kan sayuran primadona saat kami masih dirumah dulu. 

Singkat cerita, sebenarnya penyebutan kangkung KW ini spontan saja. Bagi Ifa, Aida, keponakan dan segenerasinya yang lebih junior, kan ternyata belum familiar dengan olahan daun sayur menggunakan daun ketela rambat atau yang lebih ngetrend di desa saya dengan sebutan DAUN BOLET ini.

“ Ini sayur apa, tumis atau oseng-oseng Kangkung ya Bund?”
“ He-eh, ini oseng-oseng kangkung KW lho?”  
Herlyn, Ifa, Aida dan gank keponakan sepertinya menganggap tambahan nama KW hanya sekedar nyebut duang dan dipikirnya sayuran yang di oseng-oseng yo pancen kangkung. 
Kangkung kok begini rasanya ? Iiihh, tante… kangkung apaan inih?” Akhirnya keponakan, si Herlyn ikutan protes. 
Gak suka ya?” 
“ Ya mau sih, tapi kan kangkung gak kayak begini tante…” 
“ Lhah kan tadi tante bilang Kangkung KW, karena memang bukan kangkung, melainkan daun ketela rambat. Itu tuh daun yang di ambil oleh Mas Andri tadi pagi dari samping rumah …” 

Houwouwouwooo…akhirnya mereka pun berkenalan dengan cita rasa sayur kangkung KW alias daun ketela rambat hasil budidaya sang kakek. 

Untuk sesi bikin sayur Asem [versi warisan nenek moyang saya] saya buat karena beberapa hari lalu sudah maksimal membuat olahan daun ketela versi oseng-oseng, tumis dan lalapan direbus. Makanya, mumpung masih di rumah dan saudara-saudara sudah pada ambil jalur arus balik lebaran, saya bisa all out membuat sayur asem kangkung KW ini ala selera saya dengan racikan bumbu-bumbu berikut ini:
1. Bawang putih =7 siung
2. Bawang merah = 4 siung
3. Lengkuas 1 ruas jari 
4. Asam sesuai selera ( biasanya tak hanya buah asam yang dipakai untuk memunculkan rasa “asem”. Bisa juga digunakan jenis buah-buah yang berasa asam seperti belimbing wuluh, kedondong, mangga muda, daun belimbing, dll)
5. garam secukupnya
6. Kencur ½ ruas jari *)
7. kunir½ ruas *)
8. gula pasir 1/2 sdt *)
9. kemiri 1/2 butir *)
10. cabe rawit =5 buah (karena saya suka pedes)
11.  atau cabe merah = 2 butir *) dihaluskan
12. Air =  1 liter (secukupnya)

Ke-10  jenis bumbu tersebut bisa dihaluskan semuanya atau serba digeprek saja. Tapi juga bisa sebagian dihaluskan dan sebagian dipakai hanya dengan di geprek. Kalau saya lebih sering menggunakan opsi yang ketiga yaitu Sebagian bumbu dihaluskan dan sebagiannya di geprek. 

Sayur Asem Kangkung KW
Adapun bumbu yang dihaluskan adalah :bawang merah, bawang putih, kencur, kunir, kemiri. Yang digeprek: Laos atau lengkuas, cabe rawit (karena saya dhemen sayur asem rasa pedas dari cabe) cukup dimasukkan utuh, untuk sumber rasa asem (buah asem atau jenis asem lainnya)  dan sisa bumbu lainnya dimasukkan langsungan. 

Cara Membuat sayur asem kangkung KW ini juga simple kok, didihkan air kemudian masukkan semua bumbu dan tunggu hingga mendidih lagi, bau deh sayuran dimasukkan. Tunggu hingga mendidih lagi dan tunggu hingga sayuran mendekati empuk (setengah mateng juga bisa), baru deh matikan kompornya. 

Gampang kan, tak sampai 1 jam sayur asem yang suweger siap dihidangkan bersama ikan asin, tahu/tempe goreng….hemmmm super yummyy. 

Some how
daun ketela rambat di desa saya ini biasanya diolah sebagai sayur asem, oseng-oseng puedes, tumis atau direbus saja kemudian disantap dengan sambal korek (semacam untuk lalapan). Kalau di warung makan, daun ketela ini merupakan salah satu sayuran untuk nasi pecel.

Adakah yang juga suka-suka memasangkan status KW pada jenis sayuran, buah atau jenis-jenis makanan lainnya? Apa kriteria/variable yang menjadi dasar untuk memberikan status KW tersebut? 




NOTED: 
Untuk Bumbu Yang bertanda *) tiap-tiap orang beda-beda, ada yang menggunakannya ada juga yang tidak. Resep yang saya tuliskan di atas adalah versi sayur asem hasil obrak-abrik resep ala dapur koboi dengan chef acak-kadut. 



Flash Disk [rusak] Kena Virus

Pernah mengalami USB FLASHDISK tidak terbaca saat dihubungkan ke komputer, laptop atau notebook? Tentu bukan peristiwa langka benda mungil tersebut menjadi eror atau rusak. Tragisnya jika ada data/file yang tersimpan di dalamnya adalah the only one alias belum sempat bikin back up file. Seperti saat beberapa waktu lalu saya mendatangi kantor sebelah untuk meminta copy soft file rencana kegiatan yang sudah dilakukan revisi. Singkat cerita, Bismillahirrahmaanirrahiim ternyata file yang akan saya copy tersebut disimpan dalam Flashdisk dan tragisnya file tersebut belum disimpan dalam komputer ataupun device penyimpanan lainnya.  

Kalau file yang lama ada di PC, tapi file yang sudah direvisi di simpan dalam Flashdisk itu Mbak. Makanya pusing tujuh keliling mencari solusi untuk memperbaiki flashdisk tersebut”.

Seperti apa pusing dan puyengnya, saya sangat tahu karena pernah mengalami kehilangan laptop (dua kali). Bisa jadi pressure-nya lebih kompleks karena file yang tersimpan adalah hasil pekerjaan yang terkait dengan banyak instansi laiinya. Sedangkan dampak peristiwa akibat laptop saya yang hilang kan personal. Lagipula Alhamdulillah, saat itu sebagian file ada duplicate di komputer kantor. Memang ada  file yang belum saya duplicate yang bikin nyesek, pengen marah, emosis dan galau balau, tapi endingnya ya sumeleh. Wong seserius apapun saya meratapinya, yang ada kan saya sendiri yang akan mengalami kerugian berlipat: Laptop sudah hilang bersama file dan labilitas psikis kan? *No Way* 

Peristiwa Flashdisk rusak sebenarnya juga saya alami, ya rada-rada ada bikin gemes, lha 5 dari 6 flashdisk “koma” dengan sukses bersamaan. Tapi thank GOD tidak tragis akut karena semenjak mengalami kehilangan laptop saya berusaha membuat back up file. Fungsi flashdisk bagi saya adalah:
  1. Media transfer file, baik saat memindahkan hasil kerjaan (workbook) ke PC kantor atau perlu di print out. Juga ketika datang di suatu acara yang ada presentasi materi, gak afdhol kan jika tak membawa oleh-oleh soft copy materinya?.
  2. Deposit file Temporer, daripada kemana-mana nenteng lapetope kan lebih praktis bawa Flashdisk yang kecil seuprit cukup masuk saku baju/kantong tas tho?

“ Pakai flashdisk saja mindahin file-nya Lek But. Punya FD yang besar kan ?“, kata Andri yang jauh sebelum mudik menerima rikues file foto-foto pernikahan dari tante cantiknya *tunjukdirisendiri*
“ Keponakanku yang baik hati dan tidak sombong, Flashdiskku rusak kabeh. “ sambil saya pamerkan segenggam berlian FD yang tidak bisa digunakan untuk memindahkan file yang saya minta dari laptop Andri. 

Lha kok iso FD rusak kompakan gettu? Jangan-jangan KW ya belinya…
Ngece opo ngenyek. Sopo sing tuku flashdisk KW. Wong iki FD gratisan kabeh kok “. Beberapa kali ikut training dan mendapatkan ATK berupa Flashdisk. “ Ada sih satu flashdisk yang bisa dipakai tapi terinfeksi virus. Piye, wani opo ora nggawe Flashdisk iki?” sembari saya berikan flashdisk warna pink yang saya dapatkan dari lomba blog yang diadakan warung blogger tahun lalu.

Flashdisknya Sudah di coba dengan komputer lain apa belum? Sapa tahu bukan flashdisknya yang bermasalah tapi dari notebooknya Lek But “.
“ Sudah kucoba ke beberapa komputer dan hasilnya sama dhek bro”, walaupun saya termasuk orang gagap IT tapi sedikit tahu untuk mengenali Flash disk yang bermasalah dikarenakan kena virus, corrupt ataukah semata OS PC yang bermasalah sehingga tidak bisa mendetect USB Flash disk.
Jika di scan gak mempan, pilihan berikutnya flashdisk  di format ulang saja.

Sebenarnya beberapa langkah memerangi virus sudah saya lakukan, antara lain:
  1. Up grade antivirus (gratisan) dan melakukan Scan notebook secara berkala, tapi masih juga tidak mujarab menghalau virus. 
  2. Scan Flashdisk  sampai dengan memformat ulang. Hasil scan tidak efektif karena virus tetap bercokol dengan manisnya. Hal ini mungkin disebabkan penggunaan Flashdisk saya yang bergonta-ganti komputer di kantor maupun ketika transfer file di instansi lain. Sedangkan format ulang flashdisk juga gagal.
Virus Bandel: Sekian kali banyaknya Saya Scan dan delete, tapi virus tersebut terdetect lagi saat saya scanning Notebook/Flashdisk
Kenapa flashdisknya tidak bisa diformat? Kalau notice yang muncul write protected, coba cari software yang bisa mengatasi kasus tersebut. Tapi notebook harus di install ulang karena sudah di scan secara over hole kan  virusnya tetap bercokol. Useless bertubi-tubi jika Flash disk di clean up tapi di notebook masih jadi ladang peternakan virus. Jika semua cara sudah di coba tapi tetap tidak bisa, pilihan paling manjur tinggal satu…”
Harus di Lem-BiRu alias lempar flashdisknya dan beli baru kan?” sudah paham maksudnya Andri apaan. “ Piye nek kamu belikan hardisk external, 500 GB saja aku terima dengan ikhlas kok. Itung-itung sebagai parcel lebaran deh”
“ Walah, aku sendiri belum beli hardisk external kok”
“ Ngasih hardisk external kan tidak mempermasalahkan kamu belum atau sudah punya hardisk external?”

Eniwei baidewai, 
Saya masih belum akan menyerah untuk berusaha membuat flashdisk-flashdisk saya siuman dari ‘koma’nya karena dua diantaranya bahkan masih anyar kinyis-kinyis dan baru dipakai sekali untuk back up file ketika laptop saya re-install (di Banyuwangi dulu). Begitu selesai install ulang notebook, flashdisk dikembalikan dalam kondisi write protected.  

Sebaiknya dan seharusnya
Saya meminimalkan mencolokkan flashdisk ke sana-sini. Tapi ya gimana lagi, gak mungkin setiap kali transfer file bisa menggunakan media email. Apalagi jika mau mencopy file dari narasumber, masih jarang banget yang menyediakan alternatif oft materi by email ke semua peserta training/workshop kan ya?.

Atau,
biar gak wis-was soal virus….gak usah pakai program anti virus. Dijamin gak bakal ada virusnya. Gimana bisa tahu ada virus atau gak, lha kan detector virusnya gak ada. Abaikan epilog postingan ini. Yang pasti, saya punya Pe-eR untuk browsing software yang sakti mandra guna mengusir virus-virus bandel tersebut sehingga at least flashdisk bisa digunakan lagi. Hehehehe… 

[Seseruan] Packing untuk Mudik Lebaran

TRAVEL BAG menjadi salah satu barang yang penting saat acara mudik yang bedurasi long trip dengan bawaan yang bejibun.  Iya sih, bagi yang suka traveling pada umumnya juga banyak yang memilih tas berbentuk koper ini sebagai mini “almari” kala bepergian. Bismillahirrahmaanirrahiim, barang bawaan mudik dengan orang yang menempuh perjalanan mudik lebih dari satu orang, terutama untuk baju luar dan dalam, tentu jumlah akumulatifnya cukup banyak kan?  Lha apalagi untuk mudik lebaran yang lamanya bisa hampir seminggu, ehemmm….at least seperti keluarga kecil kami yang mudik ke arah timurnya Yogyakarta: Bojonegoro – Lamongan. Saya, suami dan 3 anak, boleh dunk jika dibilang sebagai keluarga kecil? *Mekso* Maka, [Seseruan] Packing untuk Mudik Lebaran selain oleh-oleh dalam rangka momentum lebaran, keseruan lainnya bagi kami adalah sesi packing baju

Yups, sesi packing baju merupakan adegan yang bikin ketawa-ketiwi. Masing-masing dari kami keukeuh bawa tas baju sendiri-sendiri. Aida dan Ifa bahkan bawa dua tas ransel.
Daripada nanti butuh baju/alsesoris A atau B tapi ternyata gak kebawa kan Bund? Ya sudah, dibawa semua yang sekiranya mau dipakai nanti” demikian excusing dari Ifa dan Aida. Alasan lainnya mereka gak mau ribut dan kebingungan untuk menemukan baju dan segala pernak-perniknya jika dipacking dalam satu tas.  Sedangkan azka memilih travel bag sebagai almari mobile-nya. Memang gak penuh sey, sisanya dipakai oleh Ifa, Al hasil Ifa mempacking bajunya dalam 1 tas ransel + sparing Travel Bag dengan Azka. Saya sendiri senada dengan alasan Ifa dan Aida, daripada mumet membongkar-bongkar tumpukan baju, mending bawa travel bag yang kecil. Etapi masih nambah satu tas ransel juga sey untuk laptop dan aneka kabel charger (laptop, HP, Kamera digital, Tab). Itupun handuk kami semua ditaruh diluar, disamppirkan pada sandaran kursi mobil gettu deh. Yang paling praktis dan simpel adalah baju-bajunya misua, cukup masuk dalam 1 tas ransel. 

Inilah [Seseruan] Packing untuk Mudik Lebaran (Tidak Praktis)
Mungkin juga karena kami menempuh perjalanan mudik dengan angkutan pribadi sehingga asal masih muat di mobil ya dibawa apa saja yang kira-kira nanti mau dipakai saat bermudik lebaran. Sejujurnya cara kemas yang kami lakukan jauh dari kriteria praktis dan pragmatis. Kalau menempuh perjalanan naik kereta api/bis/pesawat/kapal/angkutan umum lainnya, pastilah kami akan menggunakan asas packing baju yang secukupnya, seperlunya dan seminimal mungkin serta jenis baju yang aling praktis. Bahkan kalau bisa, bawa baju yang bisa all sesion seperti celana/rok hitam itu kan bisa dipakai berulang kali tho? 
Bawaan untuk oleh-oleh lebaran (yang tak kalah banyak dgn jumlah Tas pakaian)
Eniwei, silahkan diabaikan Seseruan Mudik [Lebaran] model packing ala kami. Tetaplah menggunakan metode packing baju seperti yang dilakukan oleh kakak saya dan oleh semua orang yang biasa traveling/long trip yakni packing yang efesien, efektif dan praktis:
Yang pertama: pisahkan baju yang akan digunakan selama dalam perjalanan mudik. Point ini perlu dipertimbangkan jika dalam perjalanan ada anak-anak dan lama perjalanan lebih dari 5 jam.
Yang kedua pilah-pilih baju yang akan dikenakan (sebagai ganti) saat berada selama mudik (tujuan). Selain baju inti untuk berkebaran (atau jenis traveling lainnya), idealnya memang prioritaskan jenis baju yang:
  • Tahan kusut  (tak mudah lungset)  dan bisa diringkas lipatannya sehingga space dalam tas seminimal mungkin. 
  • Cepat dan mudah saat dikeluarkan dari dalam tas yaitu tidak menimbulkan huru-hara berantakan pada lipatan baju lainnya. 
  • Jika mau lebih praktis lagi, bawa jenis baju yang warna/modelnya bisa customize untuk padu padan jenis lainnya sehingga kita tak peru repot-repot bawa baju sebanyak jumlah lamanya hari saat kita mudik/traveling deh. Manfaatnya adalah, selain bisa menghemat bebaju yang akan dibawa, kan bisa tempat untuk menaruh oleh-oleh kalau nanti kita balik dari kampung halaman tuh *modus*. Makin sedikit baju yang akan kita bawa, maka akan berdampak pada makin banyaknya oleh-oleh yang bisa kita angkut kan ya? 
  • Cara melipat baju (atasan, bawahan dan atau under wear), bisa dengan dilipat ==> digulung ==>diikat ==>disusun secara padat merapat. 
  • Aturlah peletakan baju sedemikian rupa dimana untuk jenis baju yang berat semacam bahan jeans berada pada tumpukan paling bawah. Namun demikian, tetap perlu dibookmark bahwa baju yang akan digunakan berada pada posisi yang bisa diambil lebih dulu (berada ditumpukan teratas). Oleh sebab itu, sebaiknya kita sudah punya forecasting *hedeuh istilahe koyo bursa saham/valas* hari apa akan baju yang mana. Jadi silahkan dikesampingkan cara FiFo ~ First In, First Out karena dijamin tatanan baju anda bakal berantakan dengan sukses.
  • Untuk amannya, bisa tuh gulungan baju diikat pakai gelang karet agar tidak mengganggu kerapihan tatanan dalam tas saat akan ada baju yang diambil (mau dikenakan). 
Yang tidak bisa dianggap sepele meskipun terlihat prethelan adalah  perlengkapan gadget dan mandi. Mereka ini perlu diletakkan di bagian paling atas. Lha kan namanya long trip, sangat mungkin batery gadget kita running out kan? Juga bilamana perlu cuci muka karena wajah berasa sudah bertumpuk lapisan minyak atau gosok gigi bagi yang concern untuk membersihkan gigi-mulut sehari minimal 2 kali. 

Setidaknya, metode packing baju yang saya tulisakan diatas memang dipraktekkan oleh saudara saya yang mudik dari Jekardah ke Lamongan. Dengan 1 travel bag besar untuk memuat baju 5 orang: ortu + 3 anak (diletakkan di atas mobil bersama dengan oleh-oleh lebaran). Karena selain keluarga inti, masih ada 3 penumpang extra yang menempuh perjalanan mudik bareng sehingga semua barang bawaan diletakkan di atas mobil. Sedangkan keperluan baju ganti si kecil (Narendra, 4 tahun) sengaja ditaruh dalam 1 tas kecil bersama sembakonya.
Finishing penataan: Jok belakang separuh full dan Bagasi bejubel
(Mirip koyo arep pindahan)
Apakah anda juga memiliki Seseruan Mudik [Lebaran] dalam urusan packing bebajuan seperti saya? 
Bagaimana anda menyiasatinya? 
Apakah barang bawaan dikirim dulu via expedisi? Seperti yang dulu biasa saya lakukan saat masih di Banyuwangi: semua barang bawaan, baik oleh-oleh maupun baju saya kirimkan via ekspedisi. Pada hari H mudik, saya cukup mencangklong 1 tas ransel saja. 

Atau, anda punya teknik packing yang lebih smart dan tockcer sedemikian rupa  sehingga perjalanan mudik atau traveling bisa enteng semriwing iwing-iwing meski barang bawaan sekampiun?

[Ketemu] Sandal Awet

Pernahkah memperhatikan berapa lama usia SANDAL yang setia jadi alas kaki kita? Berapa lama bisa bertahan dipakainya? Dalam hal ini Bismillahirrahmaanirrahiim, saya sebut Sandal Awet bilamana sandal tersebut tiap hari dipakai dan bertahan minimal satu tahun.

Ya semacam sandal jepit yang kebanyakan kita….ehhm saya pakai untuk sehari-hari ketika keluar rumah, ke pasar, ke warung, ke mesjid….pokoknya sering digunakan kala keluar rumah. Tentunya, sandal yang dipakai tidak semuanya menggunakan sandal jepit berbahan karet yang sudah tenar sejak jaman masih unyu-unyu. Yang masih lekat saya ingat, dulu saya hanya akan menggunakan sandal jelang berangkat ke surau untuk mengaji. Selain itu, saat SD s/d SMA saya terbiasa memakai sandal hanya ketika akan sholat yakni ketika berwudhlu dan selesai sholat ya back to the nature: nyeker alias bertelanjang kaki. Mau ke warung, ke sawah, ke lapangan angon wedhus (sambil main layang-layang), sepeda-an, asal tidak dalam konteks bepergian, memakai sandal jepit merupakan hukumnya Mubah karena sandal jepitnya diharapkan berusia panjang (awet) sehingga seperlunya saja dipakai alas kaki. Jika jepitannya putus ya dikasih paku di bagian bawah pada batang yang buat jepitan jari kaki dan dipaku lagi hingga batang sandal jepit itu sudah super pendek sehingga tak bisa dipaku lagi.

Sandal Jepit dan Klompen/Bakiak
Sandal jepit yang sudah terbukti kehandalannya dan mendunia, bukti otentiknya tahun lalu si Sandal Jepit Swallow yang biasanya beredar di kisaran harga 10-an ribu mendadak melejit hingga 200an ribu Rupiah gegara sandal berbahan karet ini dikenakan oleh Sehun, salah satu personel boyband EXO asal Korea ketika berkunjung ke Indonesia. Sebenarnya saya tidak begitu mengikuti trending topik Sendal Jepit tersebut, hanya kebetulan Ifa pas pulang (kala itu) berkomentar ketika melihat sandalnya Azka rusak. “ Ya udah kamu pakai sandal swallow itu saja, keren lho Ka, Sehun yang anggotanya band EXO saja pakai sandal itu kemana-mana kok”
Maklum, si Ifa memang penggemar K-Drama sekaligus sukak dengan boy band Korea juga. Kalau saya mah hanya paham K-Drama Full House dan Winter Sonata itu. Eh…termasuk K-Drama bukan ya? *EmakKudet*

Jika sandal jepit meraih popularitas hingga internasional, ada lagi sandal awet yang melejit lagi keberadaannya ketika si sandal tersebut menjadi bagian alur cerita salam Film Kiamat Sudah Dekat.  nasional masih cukup sering kita lihat saat ke Mesjid: Sandal Klompen atau gapyak atau bakiak. Bahkan sandal klompen ini menjadi trending story dalam film KIAMAT SUDAH DEKAT kan? Di scene si Fandy yang kehilangan sepatu lars saat membersihkan diri di sebuah Musholla akibat tertimpuk es krim, akhirnya bertemu dan jatuh cinta dengan Sarah, seorang gadis cantik berjilbab anaknya Haji Romli (seorang tokoh agama di kampung tersebut). Dan Sarah memberikan sandal klompen pada Fandy. Terbukti kan kalau Klompen pun memiliki popularitas tak kalah dengan sandal jepit swallow kan?. Tak hanya terkenal awet tapi juga bisa buat sendiri, ada kayu potongan dibentuk memanjang seukuran telapak kaki, diovalkan kedua ujungnya kemudian ditempelkan irisan ban sisa secukupnya untuk selop kaki, jadi deh klompen ori kreatifitas sendiri.


Sebenarnya sandal awet banyak jenisnya, tak hanya sandal jepit dan klompen. Seperti sandal yang tersimpan dalam koleksi foto yang saya ambil sekitar tahun 2013. Sebuah foto sandal hasil jepretan ketika singgah di Masjid (lupa nama dan lokasi persisnya) yang terletak antara Rogojampi – Banyuwangi. Sandal yang terbilang awet dan sudah sangat lama tidak saya lihat penampakannya, berbahan plastik yang dulu menjadi sandal kehormatan bagi Pak Khayan (Pak’e saya). Sandal Lily yang terparkir anteng di depan pintu masjid untuk jama’ah pria, sukses menarik perhatian saya dan mengingatkan betapa sandal tersebut (dulu) merupakan sandal istimewa karena bisa membeli sandal tersebut artinya memiliki gengsi tersendiri karen strata sandal lily lebih tinggi daripada sandal jepit karet. 
Sandal Awet Lily
Dan seingat saya, sandal Lily tersebut juga tersedia untuk ibu-ibu. Kalau Pak’e suka pilih warna coklat, maka sandal Lily Mbok’e adalah warna hijau. Sebagaimana asas manfaat semaksimal mungkin, sandal Lily tersebut hanya akan pensiun abadi saat selopnya putus. Biasanya, sandal tersebut baru akan habis masa ekonomisnya ketika bagian alas kakinya sudah tipis maksimal, artinya sandal lily tersebut bisa berumur hingga 4-5 tahun, bahkan bisa lebih lama jika pemakaiannya hanya momentum tertentu (tidak setiap hari).  Dan amazingnya lagi, ternyata sandal Lily masih eksis di kancah percaturan sandal hingga saat ini. Lha bahkan dijual online pula kok. 

Ngomongi soal SANDAL AWET, saya juga punya sandal jepit awet dan kena air juga tetap thokcer. Sandal Jepit yang setia setiap hari menjadi alas kaki tiga tahun belakangan ini, saya beli dengan harga diskon 50% hampir setiap hari saya pakai saat keluar rumah, termasuk juga untuk mudik, juga saya pakai pas ke Jakarta juga awal tahun lalu.
Sandal Awetku
Nah, apakah anda juga memiliki sandal awet seperti saya? And or at least kenal jenis sandal awet lainnya?

Tongsis (Jarang) Dipakai Narsis

TONGSIS, Siapa yang tak kenal dengan aksesoris pendudkung narsis yang satu ini? Tongsis si Tongkat Ajaib yang menjadi ‘kepanjangan tanganuntuk berpotoria sudah menjadi barang komplementer yang penting.  Bismillahirrahmaanirrahiim, tolong jangan pakai bingung dengan frase “komplementer yang penting”. Pokoknya, menurut saya Tongsis itu termasuk aksesoris gadget yang penting untuk dipunyai baik bagi yang suka traveling rame-rame maupun sendiri. Yang gak hobi jalan-jalan tapi suka moto-moto juga tidak sedikit dan mereka merasa perlu untuk memiliki tongsis ini. 

Apalagi sebentar lagi moment lebaran, sepertinya Tongsis bakal masuk dalam checklist bawaan mudik yang mendapatkan skala prioritas deh. At least, dalam check list barang yang akan kami bawa mudik nanti. Karena Saat lebaran kan moment langka untuk bisa berkumpul bareng keluarga besar dalam formasi [mendekati] lengkap. Saat Lebaran juga biasanya ketemu-ketemu dengan teman-teman lama dan reuni ria baik skala kecil maupun reuni terencana. Saat lebaran juga banyak hal-hal yang menarik diabadikan: kue-kue unik unyu semacam jajan ndeso/tradisional yang tidak selalu tersedia di pasaran. Saat lebaran juga keinginan untuk berbagi moment istimewa di media sosial meningkat dramatis, alasannya walau gak bisa bertemu langsung tapi masih bisa terhubung secara up to date kan?

Kenapa sekarang TONGSIS is small thing yang penting untuk masuk check list barang yang akan saya bawa mudik?

Lebaran tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, tiap kali mau foto-foto bareng setelah salim-saliman, sesi berikutnya adalah poto-poto sebelum ada tetamu yang berdatangan. Karena ortu adalah sedulur tuwo, praktis hari pertama berasa seperti open house gettu deh. Seruuuu. Nah untuk sesi poto-poto ini biasanya:
  1. Akan ada yang di’korban’kan jadi mendadak potograper, terutama yang skill jepretnya lebih stabil hasilnya. Biasanya hanya bisa bilang “nasib potograper amatiran, sosoknya jarang kene jepret kamera deh”
  2. Jika tetap ingin berfoto formasi lengkap pun harus menunggu tamu yang unjung-unjung ke rumah. Itu pun masih maju-mundur tidak cantik just say To “Sis/bro….tolong dong fotoin kami ya?”. 
  3. Kendala berikutnya jika minta tolong di potoin adalah bilamana hasilnya ngeblur atau kurang bagus, sungkan untuk minta re-jepret hingga dapat pose dan ekspresi yang so cute.
Sebenarnya setting auto bisa jadi alternatif, tapiiii…..nge-pass-in set up anglenya lumayan juga sehingga ortu bisa-bisa cap cus gak mau lagi untuk berfoto-foto deh. Padahal rikues agar beliau mau diajakin foto itu susah-susah sulit bro!
Al hasil, sebulan ba’da Idhul Fitri tahun lalu, saya pun order tongsis. Pilihan jatuh pada warna paporit: PINK. Yang diprotes Azka “ Gak asyik ah, pilihnya kok warna pink”
Ahh…sejak kapan sih dimulainya “konstruksi” pilah-pilah wewarnaan yang diidentikkan dengan jenis kelamin? *penasaran*
Dan meski Tongsis yang saya beli sudah berumur meh setaon tapi nyatanya baru sekali dipakai buat narsis. Ironi kan ya, maksudnya beli Tongsis agar mendukung gairah narsis berjamaah (sekeluarga) tapi malah Tongsis (jarang) dipakai Narsis. Akibatnya, berkali-kali foto barengan saat lagi dimana atau ngapain, kalau gak saya atau misua atau Ifa yang kebagian peran mendadak jadi Potograper. Awalnya sih karena merasa belum skill up menggunakan Tongsis. Tapi alasan yang paling banyak adalah karena LUPA bawa Tongsis.

Nah, karena itulah jauh-jauh hari sebelum start mudik dipersiapkan Tongsisnya biar bisa dipakai Narsis saat Lebaran. Walaupun gak yakin juga akan mahir gunainya, minimal dipersiapakan agar tidak ketinggalan. Urusan nanti akan kepake atau masih jadi Tongsis (Jarang) dipakai Narsis lagi dan lagi…ya rapopo saja. 

Sudah pada punya Tongsis semua ya?
Jika ada yang belum punya dan mau beli Tongsis jugak, Easy guys….. sekarang ketersediaan Tongsis sudah melimpah. Jika males kepanasan dan takut kehausan, ada alternatif belanja Online. Toh sudah banyak toko onlen yang menjual tongsis dengan beragam spesifikasi, model dan warna yang variatif sesuai selera pembeli. Harga Tongsis sekarang juga sudah bersahabat, tidak semahal saat awal – awal tongkat ajaib ini dilaunching. Setidaknya tongsis yang saya beli harganya tak lebih dari 70 ribu (termasuk ongkir).

Alhamdulillah, Sudah punya Tongsis untuk persiapan narsis berjamaah bersama keluarga saat lebaran nanti. Hehehehe….


Menikmati Pesona Taman Bungkul

Alhamdulillah Akhirnya Bisa Menikmati Pesona Taman Bungkul Karena saya ternyata memang baru [menyempatkan] secara sengaja mengkhususkan ke Taman Bungkul tahun kemarin. 

Bismillahirrahmaanirrahiim, taman wisata yang menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan Kota Pahlawan yang sudah mendunia. Di tingkat Asia tenggara, Kota Surabaya  meraih penghargaan Asean Enviromentally Sustainable City Award sebagai kota dengan penataan lingkungan berkelanjutan terbaik sekawasan ASEAN (tahun 2013). Penghargaan yang sepadan dengan perkembangan kota Surabaya yang memang sangat jauh berubah lebih baik dan Pro evironment.

Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy

Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy

Penghijauan yang tidak sekedar tampak hijau tapi benar-benar menyuplai oksigen ke atmosfer kota Suarabaya sehingga udara tersa sejuk dan relatif lebih bersih, sungai-sungai yang semakin bersih (relatif lebih bersih dibandingkan dengan kota-kota besar lain di kawasan ASEAN). Tiga perubahan nyata ini benar-benar bisa saya rasakan.

Dibandingkan ketika saya masih sekolah di Surabaya doeloe dan selama sewindu setelahnya saat saya masih ajeg menyambangi Surabaya. Lima tahun belakangan ini, pemandangan kota Surabaya sangat jauh bermetamorfosa. Jalur-jalur hijau di sepanjang ruas jalan raya, taman-taman yang bertebaran, sungai-sungai yang nyaman untuk jadi tempat bersantai dan asyik juga buat nulis sambil menikmati semilir udara sejuk di pinggiran sungai lho?. Pokoknya, kesan panas dan gersang seolah sudah kikis dari wajah kota Surabaya.

Itulah kesan yang semakin kuat saya rasakan ketika tahun lalu dengan tekad bulat mengajak Ifa, Aida dan Azka, ditemani sang keonakan si Ika dan Raditya (adiknya Ika) berwisata ke Taman Bungkul. Sebelumnya, saya hanya bisa melihat sepintas setiap kali melintasi Taman Bungkul yang berada di Jalan Raya Darmo itu sambil mbatin “ suatu hari nanti aku akan memuaskan diri menikmati keelokan taman Bungkul”. 
Apalagi jika pas melintas di Jalan Darmo malam hari saat berangkat menuju Bungurasih, amboii semakin ramai cethar membahana dan ketjeh badai dengan adanya pilar-pilar cantik yang disinari aneka lampu warna-warni.
Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy
Parah banget ya? Padahal itu taman kan sudah diresmikan sejak tahun 2007. Juga terdengar aneh, kok saya baru ke Taman Bungkul yang ngeHITS sedunia itu baru tahun lalu? Padahal selama lima tahun saya (bisa dibilang) tinggal di Surabaya dan selama 8 tahun kemudian masih sering intens ke Surabaya, untuk urusan pekerjaan maupun full spending time di Surabaya menikmati peradaban kota setelah sehari-hari berada Bumi Blambangan di Ujung Timur Pulau Jawa. 

Then here we go and my dream come true,
Meski bisa dibilang kebacut (kebangetan), ratusan kali melewati Jalan Raya Darmo dan bertahun tinggal di Surabaya tapi baru ke Taman bungkul justru ketika saya sudah pindah kewarganegaraan jadi penduduk Yogyakarta. Apalagi letak Taman Bungkul ini sangat startegis, mudah dijangkau oleh moda transportasi umum (Lyn, Bis Kota, Taxi, Becak), tapi ya sudahlah,  Better late then never at all *pembenaran klasik*
Inilah satu-satunya taman di Indonesia yang sukses mendapatkan penghargaan dari PBB yaitu Asian Townscape Awards (ATA)” ujar saya sok jadi guide, sambil berjalan beriringan di jalur Jogging Track.
Penghargaan apa itu Bund?” tanya Aida.
Penghargaan sebagai taman terbaik se-ASIA yang diberikan oleh PBB”
Azka yang asyik makan arum manis pun tertarik dan bertanya “ Soalnya kenapa kok bisa jadi taman terbaik di dunia ?”. Tipe susunan kalimat tanya yang biasa dipakai Azka: Soalnya kenapa?
Soalnya kenapa ya karena taman Bungkul ini memiliki kriteria dari sisi sosial, rekreasi, pendidikan dan budaya.
Lhah Bund, kalau dijelasin seperti itu kan susah dicerna oleh Azka tho?” Thank ya Ifa, sudah mengingatkan si Emak acak akdut ini.
 “ Gini deh, penataan taman bungkul ini kan cantik, bersih, bunga-bunganya juga banyak. Terus fasilitas bermain untuk anak juga cukup lengkap, ada jungkat-jungkit, prosotan, bandulan dan lain-lainnya “ kata saya berusaha menggunakan kalimat yang lebih sederhana. 
Fasilitas bagi penyandang cacat juga tersedia sehingga mereka tetap bisa berekreasi di taman ini, ada jalur jalan santai yang menyehatkan karena sekaligus berfungsi untuk pijak refleksi kaki, arena skate board, bangku-bangku taman yang cukup, Hot Spot juga lancar. Dan di taman ini demikian nyaman bagi semua kalangan dari berbagai latar belakang usia: anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, lansia, laki-laki, perempuan, pendidikan, jenis pekerjaan…pokoknya semua asyik-asyik saja main-main ke Taman Bungkul ini. “ panjang lebar saya menjelaskan, ternyta Azka sudah kabur sama Radit mencoba berbagai mainan yang ada di Taman Bungkul. 
Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy

Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy
Tinggal Ifa, Aida, Ika dan Saya yang duduk-duduk santai di sisi panggung teater terbuka yang diameter 33 meter, sambil menikmati setiap detail pesona Taman bungkul dan tentu saja  semaksimal mungkin narsis .
Kalau hari Minggu sering ada acara keren lho untuk anak-anak muda dan remaja yang berkunjung di Taman Bungkul ini ? “ tutur Ika sedikit pamer. “ Anak-anak, remaja, orang tua, lansia, baik pengunjung yang bermobil, naik motor atau bahkan jalan kaki, tumplek bleg di Taman bungkul ini. Meriah pokoknya, sampai Sosial media saja bisa dicuekin kalau sudah membaur di sini “
seperti acara bagi-bagi es krim yang berakhir dengan kerusakan Taman Bungkul tempo waktu itu ya Mbak..”
Kalau itu pengecualian Fa, itu tragedi yang tragis “ 
Saking asyiknya menikmati suasana dan pemandangan di Taman Bungkul, Ngobrol ngalor ngidul dan menikmati MAKANAN RINGAN arum manis yang dibeli Ika. Serius ternyata arum manis memang makanan ringan yang ringat banget tho? Hehehee…

Menjelang Jam 3 sore, perut pun terasa laper. Sebelum beranjak untuk pulang ke Lamongan, pasti dunk menikmati dulu sesi kuliner yang terdapat di sebelah timur. Sajian menu juga sangat lengkap, maklum selera makan kami kan berbeda-beda tapi sama-sama maunya makan di tempat yang sama. Jadi gak perlu bingung karena pusat kulinernya tersedia banyak variasi makanan dan minuman.
Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy

Taman Wisata Bungkul ini sudah menjadi salah satu Icon wisata yang Khas bagi Kota Suarabaya. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk singgah dan menikmati pesona Taman Bungkul saat Anda ke Surabaya dan sekitarnya lho?
Tujuan Wisata di Surabaya; Taman Wisata; Ramah Lingkungan; Parenting; Familiy

Alhamdulillah
sudah Bisa Menikmati Pesona Taman Bungkul