WHAT'S NEW?
Loading...

Pameran Potensi Daerah Sleman

Setiap daerah punya gawe besar untuk menandai  Hari Jadi-nya. Waktu masih di Banyuwangi, saya suka heboh dan setting PeDe pol-pollan manakala Desember menjelang karena HarJaBa= Hari Jadi Banyuwangi jatuh pada tanggal 18 Desember, sehingga Bismillahirrahmaanirrahiim boleh dong saya suka bilang jika Ultahnya si Ririe Khayan dirayakan orang se-Banyuwangi. Masih ingat banget, kalau Desember menjelang maka baju seragam kerja pun berganti corak, full batik sampai hari-H. Lantas apa hubungannya kok tiba-tiba saya bernostalgia dengan moment HarJaBa ya? Hubungan secara langsung sih gak ada, tapi dalam rangka mengambil prolog jika saat ini di Sleman juga sedang menggelar moment sakral dalam rangka  memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman tahun 2014 yang yang ke-98, jatuh pada tanggal 15 Mei, dimana salah satu rangkaian kegiatannya adalah Pameran Potensi Daerah dan Ragam Budaya Kabupaten Sleman, yang sudah dibuka pada tanggal 25 April 2014 kemarin. Kebetulan pas moment pembukaan, saya masih berada di luar kota Sleman yaitu di desa Tegaltirto jadi skip deh moment pembukaannya.
Pintu masuk PPD [ 26 April 2014 yang masih finishing]
Sehari sebelum pembukaan, ketika bersama anak-anak melintas di dekat lokasi [yang akan] digunakan untuk pameran dan terdapat papan pengumuman buesar di dekat traffic light pojokan lapangan Denggung,  Pas Aida membaca sederet pengumuman yang tertera di papan tersebut, langsung deh rikues minta berkunjung ke Pameran Potensi Daerah tersebut. Sabtu menjelang sore kemarin, mumpung selow, kami pun menjelajah area pameran. Alhamdulillah, maish awal-awal pameran sehingga pengunjung pun belum begitu ramai, lha gapura untuk pintu masuk pameran saja masih finishing. Pameran ini sendiri dengan mengusung tema ”Memanfaatkan Produk Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraaan Masyarakat” yang akan berlangsung sampai dengan 4 Mei 2014 dengan durasi buka dari jam 09.00 s/d. 21.30 WIB. Tempatnya di Komplek Gedung Serbaguna dan lapangan Denggung, Beran, Tridadi Sleman.

PPD ~ Pameran Potensi Daerah ini diharapkan bisa menjadi salah satu media untuk unjuk gigi bagi produk-produk bagi UKM dan berbagai jenis industri baik dari skala sedang maupun besar. Lha sepanjang kami berkeliling, stand-stand pada berisi bermacam-macam produk, dari yang skala IRT, UMKM dan juga industri yang sudah eksistng. Mulai dari aneka makanan basah semacam jajanan pasar, makanan kering/kemasan, produk garment, aneka kerajinan, tanaman hias dan masih buanyak lagi. Kabarnya, paling tidak tersedia 300an stand yang berjajar di seluruh area pameran. Masing-masing Kecamatan all out dengan potensi yang ada di daerahnya masing-masing, lembaga-lembaga pendidikan [sekolah kejuruan] yang punya komoditas komersil juga tak mau kalah, ikut menyemarakkan dengan hasil kreasi dan rekayasa para anak didiknya. Gelar PPD ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kuantitas produksi dan kualitas produk yang berorientasi pada konsumen.
Beberapa ragam produk industri
Jika anda berminat untuk mengubek-ubek area PPD ini, dijamin gak bakal kelaparan lho? Maksudnya, menu kulinernya lengkap dan menggoda selera. Bagi yang membawa putra-putrinya, don’t worry be happy, juga tersedia arena permainan anak-anak. Kalau saya kemarin sih belum sampai berkuliner ria karena space waktunya gak banyak, kejar tayang karena Aida ada acara Mabid [nginep di sekolah] yang dimulai sabtu sore bakda Ashar, yang penting memenuhi janji dulu untuk mengajak Aida dan Azka ke pameran, anggap saja sebagai survey awal untuk melihat-lihat dulu.

Stand yang tidak menarik dari lainnya
Dalam durasi sejam, keliling PPD tentu berasa kontes jalan-jalan sehat. Karena pengennya semua stand saya lihat-lihat plus teuteup ber-selfie ria toh? Meski berasa jalan-jalan sehat, ada kok stand yang relatif lama kami singgahi, yaitu stand yang menjual obral buku murah. Begitu Aida menunjukkan antusiasmenya manakala melihat ada stand buku, ya pucuk di cinta ulam pun tiba. Saya pribadi memang selow but sure berusaha agar anak-anak bisa tertarik untuk suka membaca buku. Salah satu caranya, ya men-skenario untuk ’bertemu’ dengan toko buku, seperti saat di PPD kemarin itu. Dari hitungan Azka [yang sudah pengen cepat-cepet balik], katanya 20an menit kami meluangkan waktu di stand buku dan hasilnya saya yang beli 2 majalah  karena sebenarnya gak ada judul buku yang pengen saya beli. Aida yang lagi penasaran dengan kuliner, akhirnya membeli majalah yang ada tulisan tentang ide kuliner bagi anak-anak.
Asyik obrak abrik tumpukan buku
Selain stand buku, ada satu stand lagi yang menghipnotis Aida dan Azka yaitu stand yang memajang aneka tanaman. Aida tertarik dan katanya pengen punya tanaman yang diramut sendiri, dan ini merupakan hal positif menurut saya. Jadi langsung saja kami ACC dengan syarat dan ketentuan ” jika punya tanaman, berarti harus dirawat lho ya? Disirami dan dijemur secara rutin”, maklum tanaman yang dipilih Aida berjenis Kaktus. ”Yang mudah perawatannya dulu Bund” demikian alasannya kenapa milih kaktus. Sekalian saya bilangi untuk tanya pada bapak penjualnya tata cara merawat kaktus, biar Aida lebih mantabs.  
Aida dan tanaman pilihannya
Ringkas cerita, sekarang part berbagi info detail tentang PPD Kabupaten Sleamn tahun 2014, dimana acara ini juga akan jadi ajang festival Budaya Sleman dan festival karya seni siswa. Pada festival gelar budaya Sleman akan menampilkan, kesenian kolosal dari 17 kecamatan yang akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam 19.00 hingga jam 21.30, dimana grup kesenian yang tampil akan dinilai untuk menetukan juara 1 hingga juara 5 yang akan mendapatkan hadiah pembinaan persembahan dari Bank Sleman. Untuk festival karya seni siswa akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam 15.30 hingga jam 19.00.

Kabar gembiranya bagi para pengunjung PPD ini disediakan hadiah menarik yang diundi setiap harinya, dan Grand Doorprize 1 unit Sepeda Motor yang diundi pada saat penutupan acara. Hayyooo, ngiras-ngirus Bagi yang berdomain dan atau kebetulan berada di Yogyakarta dan sekitarnya, monggo disempatkan untuk mengeksplorasi gelar Pameran Potensi Daerah Kabupaten Sleman, jika waktunya KLIK bisa sekalian kopdaran sama saya, secara jaraknya dekat kok dengan tempat tinggal saya saat ini. #promosikopdar
Ice Cream for Break time, sambil jalan pulang dulu yaaa...
Note: Bagi yang tertarik untuk mengetahui Jadwal Gelar Badaya dalam rangka HaJaSle, klik DISiNI ya.....

Hari Konsumen

Melintas dan melihat spanduk yang bertulisankan tentang Hari Konsumen yang jatuh pada tanggal 20 April, ehmm….Bismillahirrahmaanirrahiim saya baru tahu kalau ada penobatan momentum khusus untuk para konsumen. Semoga belum terlalu basi, sebenarnya spanduk ini pun sudah saya poto sedari tanggal 16 April. Jadi dapat ide untuk bikin postingan ya karena abis ada acara bareng sama orang POM, terus si Ibu mbawa brosur setumpuk terkait dengan porogam food safety dimana Judul brosurnya BACA LABEL sebelum MEMBELI. Nah terus tersambung deh sama dapat tulisan spanduk HARI KONSUMEN yang mengambil tema GERAKAN KONSUMEN CERDAS, MANDIRI dan CINTA PRODUK DALAM NEGERI. Di salah satu part sub title-nya bertuliskan Teliti sebelum membeli, Beli sesuai kebutuhan bukan keinginan, Pastikan produk sesuai standar, Perhatikan label dan manual garansi Indoensia, perhatikan waktu kadaluwarsa.
Nah kan, ada nada yang seirama dengan brosur yang saya dapatkan dari POM, yang berisikan tentang hal-hal yang tertera dalam label suatu produk pangan, baik yang berupa makanan atau minuman. Mengacu pada definisi standar mengenai, Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Maka setidaknya informasi standar yang harus dicantumkan dalam suatu label produk olahan pangan adalah:
  1. Nama Pangan Olahan yang terdiri dari nama jenis: pernyataan atau keterangan identitas; dan nama dagang: tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan peredaran pangan.
  2. Berat bersih atau isi bersih merupakan keterangan mengenai jumlah pangan olahan yang terdapat dalam kemasan
  3. Nama dan alamat yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia merupan informasi mengenai alamat produsen olahan pangan, baik yang beralamatkan di Indonesia maupun luar negeri pasti dicantumkan dalam kemasan.
  4. Daftar bahan yang digunakan yaitu komposisi atau daftar bahan yang digunakan dalam proses produksi pangan yang dicantumkan secara lengkap dan berurutan mulai dari jumlah terbanyak.
  5. Nomor pendaftaran pangan merupakan nomer pendaftaran yang dikeluarkan oleh Badan POM RI, yaitu BPOM RI MD [untuk pangan olahan yang diproduksi dalam negeri] dan BPOM RI ML [untuk pangan olahan dari luar negeri]. Nomor pendaftarannya terdiri dari 12 DIGIT angka. Sedangkan Dinas kesehatan Kabupaten/kota mengeluarkan untuk jenis olahan pangan yang low risk dan masih skala kecil-menengah  dengan nomor P-IRT [Pangan Industri Rumah Tangga]
  6. Keterangan Kadaluwarsa adalah keterangan batas akhir suatu produk olahan pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya sesuai petunjuk yang diberikan oleh produsen.
  7. Kode produksi adalah kode yang dapat memberikan penjelasan mengenai riwayat suatu jenis produk olahan pangan yang diproses pada kondisi dan waktu yang sama.
Untuk produk-produk dengan merk yang sudah existing, ketujuh point tersebut sudah pasti tercantumkan. Dan selain 7 Informasi standart tersebut, masih ada informasi lain yang juga perlu untuk diperhatikan antara lain:
  • Keterangan tentang kandungan gizi yaitu keterangan tentang gizi yang dinyatakan sebagai informasi nilai gizi dan/atau klaim gizi dan klaim kesehatan, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan gizinya.
  • Pangan Halal yaitu pencantuman logo HALAL yang hanya dapat dicantumkan pada pangan olahan yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari lembaga yang berwenang dan mendapatkan persetujuan pencantumannya dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan.
  • Keterangan tentang petunjuk penyimpanan, untuk jenis pangan olahan yang tidak mungkin dikonsumsi sekali habis sehingga wajib mencantumkan cara penyimpanan setelah kemasan dibuka.
  • Peringatan, untuk jenis pangan olahan tertentu harus mencantumkan peringatan yang senada dengan jenis makanan yang ada dalam kemasan. Misalnya, produk susukental manis mencantunkan: PERHATIKAN! TIDAK COCOK UNTUK BAYI, untuk makanan yang mengandung bahan dari babi, mencantumkan: MENGANDUNG BABI + emoticon babi
Dari kesemua informasi default yang tercantum di label pangan, logo HALAL umumnya mudah banget untuk dilihat, bahkan kita tak perlu mencari-cari biasanya sudah makcling terlihat deh logo berwarna ijo yang dikeluarkan oleh LPOM MUI tersebut, tentunya logo ini hanya akan ada pada pangan olahan yang sudah mendaftarkan produknya dan sudah diACC karena memang keseluruhan banhan dan proses produksinya memiliki jaminan kehalalan. 
Edisi BACA LABEL PANGAN untuk poin ke-6: EXPIRED DATE, pada market-market yang sifatnya sudah modern, secara umum sudah ada sistem controlling agar stock dan ketersediaan barang yang dijual tidak expired. Jeda sekian hari sebelum H Expired, biasanya barang sudah ditarik dari peredaran. Ini bukan berarti kita bisa 100% azaz percaya dan tidak memperhatikan tanggal kadaluwarsa lho ya? Karena yang namanya eror [sengaja atau tidak] tetap ada peluang dan potensi untuk terjadi tho? Nah, yang riskan dengan produk yang expired adalah di tempat penjualan yang masih manual/sederhana atau tidak terkategori modern. Saya yang biasanya concern merhatiin Expired date sebagai fokus pertama manakala membeli suatu jenis produk olahan pangan, ternyata beberapa waktu lalu juga khilaf karena dengan tenangnya membeli sebuah poduk kopi mix dan baru nyadar kalau itu produk sudah expired pas mau bikin kopinya. Tuh kan, erornya sistem dalam diri saya untuk check and Richeck saat berbelanja.
Poin berikutnya yang high attention atau menarik minat dan bakat untuk dicermati adalah pada poin ke-2 dan 4, sepertinya secara umum konsumen [termasuk sayah], secara automatically sudah mencerna dan mencermatinya sewaktu berbelanja. Apalagi jika lagi menyengaja belanja sekalian refreshing atau jalan-jalan, maka sesi belanja di supermarket untuk keperluan sembako di rumah biasanya akan menyerap waktu yang lama, 2 – 3 jam jadi tuh keliling dari satu rak ke rak yang lainnya. 
Saya sendiri kalau lagi belanja di mall atau toko modern-lah istilahnya, paling suka membaca dan atau membanding NET WEIGHT dan KOMPOSISI untuk sesama produk sejenis. Sudah bisa ditebak kan apa tujuannya? Maksudnya ya UUD, ujung-ujungnya duit alias cari low price yang maxi ingredient-nya. Pengalaman saya sey, untuk produk yang sejenis, biasanya main di komposisi dan net weight [salah satu atau keduanya] untuk bisa membandrol harga jual yang low price. KECUALI jika suatu produk baru launching dan masih masa promo, dijamin hargaya miring abis, bahkan beli satu dapat dua atau tiga…ya namanya juga masih masa pengenalan produk, gimana caranya agar semakin banyak konsumen yang tertarik untuk membeli, mencoba dan diharapkan jatuh hati kemudian bisa jadi loyal consumer deh.
Well, dari ke-11 yang tertera pada label pangan olahan, apakah Anda mencermati kesemuanya setiap kali berbelanja? Atau punya pengalaman lucu bin ajaib karena suka serius membaca label pada barang yang hendak di beli manakala berbelanja?  

Pertimbangan Untuk Memilih Notebook Terbaik dan Favorit

Mengenal dan aktif nge-blog, secara linear membawa saya pada kebutuhan baru, yaitu alat untuk menulis alias Laptop. Kenapa saya sebutkan Laptop karena Bismillahirrahmaanirrahiim awal saya kenal dunia blogging di kisaran tahun 2009 dan semkain aktif di nge-blog di tahun 2010. Sehingga akan aneh bin ajaib jika saya tetap mengandalkan nebeng ngetik di komputer kantor kan? Dengan alasan mobilitas, kala itu saya masih tinggal di Banyuwangi dan at least sering mudik di akhir pekan serta cukup sering lng trip dalam rangka kerjaan, jadi saya lebih MEMBUTUHKAN sarana tulis menulis yang sifatnya portable yaitu Laptop alias Notebook.

Saya mengacu pada dua hukum pengadaan barang: Kebutuhan dan kemampuan. Setidaknya sampai saat ini, default alasan saya untuk membeli sesuatu, termasuk Notebook dan gadget lainnya adalah karena Membutuhkan dan Memang mampu membeli. Dua alasan ini Alhamdulillah terpenuhi kala saya berada pada status membutuhkan Notebook ditahun 2010 itu. Maka saya perlu selektif memilih merk notebook yang sesuai dengan daya beli saya kan? 

Saya juga pengen dunk punya notebook yang high specificition dengan harga terjangkau pastinya? Oleh karena gaptek soal produk IT, saya pun mendaulat seorang free consultant khusus untuk menemukan jenis laptop yang high class and low price. Bertanyalah saya pada sang keponakan tercinta yang kemudian mengajak saya hunting notebook, dimana saat itu nyaris semua counter yang ada di mall IT terbesar di Surabaya itu kami masuki demi mendapatkan perbandingan harga dan spesifikasi notebook yang eligible. Hasilnya, setumpuk brosur dari berbagai produsen laptop, notebook dan netbook yang malah bikin saya galau bin pusing. Blank total untuk memahami rincian yang tercantum di brosur, mulai dari Processor, Motherboard, RAM, HDD, Operating System, CPU, Wireless, display, USB, Camera, dan lain-lain dan sebagainya. Walaupun si Andri sudah ngasih penjelasan fungsinya dan masing-masing kelebihan dari komponen tersebut, toh saya masih mlongo dengan sukses.

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Singkat cerita, akhirnya Andri yang saya minta mengerucutkan pilihan “ dari sekian banyak merk notebok dan Laptop ini, menurutmu mana yang lebih preferabble untuk kupilih?”. Saat itu Andri menyebutkan 3 jenis merk papan atas [versi analisis keponakan saya tentunya] dan salah satunya adalah produk merk Asus. 

Karena Lek But [nama panggilan saya dari para keponakan] pengennya high spec tapi budgetnya gak mau lebih dari 3 juta, saranku ya pilih Notebook Asus “.
“ Ini pertimbangan obyektif apa karena subyektifitas agar aku ikut-ikutan beli merk Asus kayak laptopmu itu?” Maklum, Andri termasuk user loyal-nya Asus tapi yang ukuran 14 inch [Asus tipe U38N] karena dia membutuhkan notebook sebagai sarana kerjanya di mining  untuk aplikasi grafis, juga untuk penyaluran hobinya sebagai gamer “ kan kerjaanku lebih banyak di hutan belantara, jadi refreshingnya yang nge-game tho?” 
After all, resume penjelasan dari Andri yang saya pedomi sebagai alasan primer dalam memilih notebook hingga akhirnya menjadikan ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku adalah:
  1. Yang pertama dan utama, tentu saja dari segi harga. Dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari brand lain, harga Notebook Asus lebih akrab dengan ukuran daya beli saya.
  2. Tawaran garansi yang diberikan asus paling oke, yakni 2 tahun lho? Dengan durasi garansi yang lama ini, tentu membuat saya nyaman dan confident kalau assemblingnya Asus Eligible for long term. 
  3. Dari pengalaman Andri, Asus lebih awet dan tahan uji sehingga tidak perlu HECTIC untuk berganti laptop dalam durasi waktu yang cukup lama, selama statusnya masih oke ya gak perlu ganti laptop baru lagi kan? [karena sebelum menggunakan Asus, dia sudah pakai sebuah merk lain, jadi sudah ada bahan pembanding merk laptopnya].
  4. Kehandalan Motherboard yang dimiliki ASUS menjadikan notebook Asus memiliki performa yang prima dalam jangka waktu lama. Buktinya NOtebook Asus warna putih yang saya beli di tahun 2010, tetap full support untuk perkuliahannya Ika dan hingga saat ini masih prima mendukung penyusunan skripsinya Ika.
  5. Testimoni para pengguna Asus yang saya kenal, secara seragam menyatakan jika daya tahan baterainya sangat bisa dihandalkan, jika ngutip penjelasan Andri sih karena Asus menggunakan Super Hybrid Engine Nvidia Optimus Technology sehingga daya tahan bateri notebook ASUS lebih lama.
  6. ASUS Merupakan merk yang pro pada go green [maklum sebagai orang yang berbasis Lingkungan jadi faktor go green pun termasuk dalam pengamatan Andri],  yang dibuktikan dengan jadi pelopor di dunia meraih sertifikat EU Flower Eco untuk PC dan EuP certificate untuk jenis notebook
Sebenarnya masih banyak penjelasan lainnya terkait kelebihan spare part notebook Asus dan bagi saya point-point diatas merupakan alasan yang representatif Mengapa memilih merk ASUS ketimbang merk lain.

JIKA dihitung dari awal saya memilih Notebook ASUS di tahun 2010 hingga sekarang, berarti tahun ini memasuki tahun ke-5 [lima] saya menggunakan Notebook Asus untuk mendukung aktifitas pekerjaan dan aktulitas nge-blog serta ber-sosmed ria. Notebook Asus pertama saya adalah seri EeePc warna putih di tahun 2010, saat itu kebetulan sedang ada pameran Laptop dan Notebook di DBL [depannya Graha Pena- Surabaya] dan saya pilih warna putih, dapat bonus soft case dan screen guard. Notebook tersebut kemudian saya hibahkan pada Ika sekisaran akhir tahun 2011. “My Asus still very fine, Aunty” demikian jawab si Ika saat saya minta untuk motoin penampakan Notebook Asus yang dipegangnya tersebut. 
Notebook Asus Pertamaku:  Seri EeePC Putih
Notebook Asus Pertamaku:  Seri EeePC Putih
[masih kinclong jika screen guard dilepas]
Walaupun di kantor sudah tersedia PC tersendiri di meja kerja saya, plus beberapa PC di ruangan Laboratorium, tapi saya merasa ada yang kurang tanpa notebook pribadi. Awal 2012, saya pun memutuskan untuk membeli notebook lagi dan pilihan saya tetap pada merk Asus dengan seri masih EeePc tapi kali ini saya jatuh cinta dengan warna ungu dengan permukaan yang bergelombang [anti gores] sehingga tak perlu lagi screen guard untuk permukaan luarnya dan saya menamainya My Lovely Purple Asus.
My Lovely Purple Asus
My Lovely Purple Asus
Seperti Asus sebelumnya, Asus ungu inipun jadi barang favorit yang saya bawa kemanapun pergi, tiap hari saya bawa ke kantor, kalau mudik menyertai saya menyapa kampung halaman nan indah permai di Lamongan sana dan kemanapun saya bepergian yang sifatnya menginap, notebook tersebut merupakan barang yang WAJIB saya bawa selain dompet dan Handphone. Hingga kemudian peristiwa tragis terjadi, notebook ungu tercinta saya hilang saat perjalanan dari Yogyakarta menuju Banyuwangi yang saya tuangkan dalam postingan Kecopetan [My lovely] netbook.

Setelah tragedi kehilangan Notebook Asus Ungu tersebut, selang dua bulan kemudian saya bertekad bulat dan menyisingkan lengan baju untuk bisa membeli Notebook lagi, karena harapan untuk menemukan kembali si Asus Ungu sudah melewati batas toleransi. Then, this is my next Notebook  Asus VivoBook X201E yang saya beli saat ada tugas ke Jakarta, dan tetap dengan standart budget dibawah 3 juta, yaitu seharga Rp. 2.950.000,- dengan mendapatkan bonus screen keyboard, mini fan dan mouse. Sebenarnya saya bersikukuh pengen beli yang sama persis dengan Asus Ungu sebelumnya, tapi saat itu stock lagi kosong, kemudian ditawari tipe VivaBook X201E ini dengan level specification yang lebih tinggi. Nah, jadilah saya mantap memilih Asus tipe VivaBook X201E yang sampai saat ini tetap dalam kondisi prima.
Asus X201E
Saya dan Asus X201E [yang sekarang]
Kelebihan-kelebihan notebook Asus yang saya rasakan selama menggunakannya, sehingga saya yakin dan setia memilih Asus, bisa saya ringkas sebagai berikut:
  1. Mulai dari desain monitor, keyboard, touch pad, varian warnanya, yang kesemuanya memenuhi aspek Ergonomi sehingga membuat saya nyaman meskipun menggunakannya dalam durasi lama sekalgus confident saat membawanya kemana-mana. 
  2. Tingkat usability yang tinggi yang berdampak kalau dirumah jadi ‘rebutan’ anak-anak yang prefer untuk memakai My Lovely Notebook Asus X201E ini walaupun sebenarnya ada satu laptop merk non ASUS yang anteng dirumah. 
  3. Daya simpan baterai Asus termasuk super hemat, hal ini sangat membantu mengingat notebook Asus saya ini juga ikut beredar kemanapun saya bepergian.  Kondisi perjalanan yang lama atau ketika secara tak terduga mengalami delay berjam-jam di bandara, dengan membawa notebook Asus tetap bisa aktif on line tanpa perlu ribut cari power suply buat ngisi baterai Notebook. Atau juga saat listrik padam saat jam kerja sedangkan pekerjaan tetap harus diselesaikan sesuai jadwal, maka kemampuan baterai untuk on line lebih lama ini sangat-sangat membantu. “ Wah, enak ya Mbak baterai notebooknya Mbak Ririe tahan lama getu?” demikian komentar seorang teman kerja yang puyeng saat menddadk listrik padam dan tidak ada genset, sedangkan baterai notebook-nya ngedrop padahal baru dipakai sejam [notebooknya juga baru berusia setahun] 
  4. Selama saya memakai Notebook Asus, kartu garansinya tetap kosong karena sampai masa garansi habis, notebook saya tidak mengalami kerusakan yang serius. UNtuk NOtebook seri EeePC yang saya beli tahun 2010 dan saat ini digunakan keponakan saya [Ika],  hanya sekali di re-install, itupun karena terkena virus yang berasal dari human eror yaitu USB stick yang connect ke notebook ganti-gantian dengan punya temannya.
Kelebihan lainnya adalah, secara tidak langsung dan tidak kentara sejak saya menggunakan Notebook Asus berasa jadi brand ambasador Asus lho? Lha sewaktu masih di LPPMHP Banyuwangi dulu, beberapa teman kantor mengacu pada alasan-alasan saya memilih notebook merk Asus. Setidaknya ada tiga orang yang  finally memutuskan untuk membeli notebook Asus, dua orang memilih tipe persis seperti punya saya [EeePc dan X201E] dan  teman yang satunya beli Asus untuk anaknya yang baru masuk kuliah, dia pilih Asus dengan tipe yang berbeda dari punya saya [yang saya ingat pilih Asus warna pink dengan layar 12 inch]. 
Kehadiran Laptop ASUS di beberapa kesempatan [yang sempat terdokumentasi]
Dan karena pengalaman saya yang baik-baik saja selama menggunakan notebook merk Asus, maka selaku pembuat rencana pengadaan barang, saya pun memasukkan spesifikasi yang mengarah ke Notebook Asus manakala membuat usulan untuk pengadaan laptop baru di kantor. Karena tidak boleh mneyebutkan merk dalam proses usulan pengadaan, maka saya secara sok bijak memasukkan spesifikasi Laptop bermonitor 14 inch, prosesor Intel Core i5-2430M, Ukuran Hard Drive: 750 GB,  memory 4GB DDR3, dengan mencantukan estimasi harga pada kisaran harga merk Asus. Dengan demikian, saat proses pengadaan barang maka pihak penyedia jasa tentu akan mengkonfirmasi lagi,  “Laptop dengan spesifikasi seperti itu dengan alokasi budget sekian, enaknya dibelikan merk apa ya Bu?”. Tidak ada tendensi untuk mengambil keuntungan apa-apa, selain harapan agar pengadaan Laptop di kantor punya Usability yang tinggi dan tahan lama sehingga bisa menghemat anggaran kan? Beberapa fakta lain yang relevan dengan judul yang saya sematkan dalam postingan “ ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku” adalah:
  1. Di tempat kerja saya yang sekarang, tepatnya di kalangan teman kerja yang sebidang, dari lima orang yang biasa mencangklong notebook pribadinya ke kantor, tiga orang merupakan pengguna Asus dan rata-rata mereka sudah menggunakan Notebooknya tersebut lebih dari dua tahun. Gambar asusku dan mas Agung 
  2. Di kalangan mahasiswa pun, notebook merk Asus menjadi favorite, salah satu mahasiswa yang belakangan ini riwa-riwi ke kantor untuk mengerjakan skripsi-nya, dia juga menggunakan notebook Asus seri EeePc warna pink yang dibelinya tahun 2010 ketika mengawali lembaran jadi mahasiswa di UGM. “ Lha Asus harganya terjangkau oleh mahasiswa, spec-nya compatible dengan kebutuhan untuk menggambar teknik dan baterainya tahan lama serta gak mudah hang, Mbak” demikian jawabnya ketika saya tanya alasannya memilih notebook merk Asus. Menurut Puji ini pula, teman-temanya juga banyak yang menggunakan Asus. 
  3. Di kalangan pelaku usaha IKM/UMKM, notebook merk Asus cukup populer. Minggu lalu saat ada kegiatan partnership dengan pihak Telkom dalam rangka meningkatkan dan memperlebar pemasaran produk IKM/UMKM, Telkom melaunching aplikasi market place yang dikhususkan untuk pelaku usaha berskala kecil – menengah tersebut. Sepengamatan saya, dari 50an peserta yang hadir, sekitar 10% peserta menggunakan notebook Asus, termasuk juga narasumber dari pihak Telkom yang memakai Laptop Asus untuk menyampaikan paparan materinya. 
Kiri: mahsiswa UGM sedang konsultasi  terkait data perindustrian;
Kanan: 3 Asus di tempat kerja sekarang/Yogyakarta
Jadiiiiii……….
secara general bisa saya sebutkan bahwa variabel Low price for high quality, masa garansi 2 tahun, baterai yang tahan lama, motherboard yang bandel/gak gampang rusak,  menjadi alasan yang seragam dari sekian user Laptop/notebook yang saya temui menjatuhkan pilihannya pada merk ASUS. Maka bisa dunk jika saya berkesimpulan ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku, juga Notebook Terbaik dan Favorit berbagai kalangan masyarakat pengguna produk IT Notebook dan Laptop.

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku 
diikutkan dalam ASUS Blog Contest

Sekilas Review Sinetron Versi Anak SD

Secara lengkapnya, tulisan ini merupakan bahan pidato Aida yang sepekan ini Bismillahirrahmaanirrahiim menghadapi ujian praktek untuk masing-masing mapel di sekolahnya. Ujian praktek untuk pelajaran Bahasa Indonesia adalah pidato dengan tema bebas. Saat Aida minta saran tema apa yang akan dijadikan bahan pidato, saya balik bertanya: “ Apa dari sekolah gak ngasih pilihan tema tho?”
“ Gak ada Bund, teman-temanku ada yang pilih tema pendidikan, globalisasi, baca puisi….”
“ Terus Aida pengennya praktek apa untuk B. Indo lho?”
“ Gak tahu Bund…?”
“ Gimana kalau ambil tema tentang tayangan TV
?” saya mencoba memberi clue yang sekiranya bisa membuat Aida terpancing dapat ide.
Acara Televisi ya Bund? Tentang apanya dong?”
“ Banyak kan yang bisa dijadikan bahan? Tetapkan saja, Aida mau pidato atau baca puisi?”
“ Kalau pidato, tapi ambil tema tentang tayangan TV…..yang mau ta sampaikan soal apa ya Bund enaknya
?”
Singkat cerita, saya mengarahkan Aida untuk mencermati tayangan sinetron yang banyak mengambil latar cerita tentang anak sekolah dan bersegmen dunia remaja dengan memberikan clue berupa pertanyaan-pertanyaan semisal: Kalau sekolah dengan model pakaian seperti itu, gimana? Cara bersikap pada teman yang mengejek/menjelekkan itu dampaknya apa bagi anak-anak sekolah? Bagaimana dengan sedikitnya kegiatan sekolah dibandingkan cerita tentang rebutan cowok/cewek, adegan-adegan yang identik dengan penamaan ‘pacaran’,?  Penggunaan aksesoris yang berlebihan, cara bersikap dan bertutur kata anak pada ortu atau orang yang lebih dewasa….bla..bla..bla..
Dan hasilnya tertuang dalam draft pidato tentang tayangan yang mendominasi acara-acara di televisi, terutama sinetron yang pada kenyataannya cenderung mengabaikan banyak hal yang seharusnya menjadi tontonan yang memiliki nilai-nilai tuntunan khususnya bagi pemirsa yang berusia remaja atau anak sekolahan. Inilah beberapa hal yang jadi resume untuk inti praktek B. Indo-nya Aida:
  1. Banyaknya adegan bullying. Adegan bullying adalah adegan yang mempertontonkan tindakan untuk mengejek dan olok-olokan dengan nada melecehkan atau menghina, misalnya: sisi kekurangan teman dijadikan bahan sindiran untuk menjatuhkan mental sehingga sindiran itu dapat mengakibatkan teman tersebut kehilangan rasa percaya diri.
  2. Cara berpakaian yang minim. Minim dalam artian pas-pasan, sehingga ada bagian tubuh yang seharusya tertutup pakaian tapi dibiarkan terbuka. Misalnya: banyak artis wanita yang berperan sebagai siswa memakai rok 10 cm diatas lutut bahkan bisa lebih tinggi dari itu. Fenomena yang demikian bisa menjadi pembenaran anak-anak sekolah untuk berpakaian yang serba minim tak hanya saat ke sekolah tapi juga dalam kesehariannya tanpa perduli lagi nilai-nilai kesopanan dan orma berbusana yang syar’i.
  3. Adegan mesra-mesraan atau yang lebih dikenal dengan istilah pacaran. Adegan tersebut lebih mendominasi jalan cerita sinetron daripada kegiatan belajar mengajar dan ekskul. Akibat dari adegan tersebut  muncul anggapan di kalangan naak-anak sekolah kalau pacaran sebagai hal yang nge-trend dan mengesampingkan urusan sekolah yang sebenarnya menjadi tugas utama sebagai pelajar. Akibat lainnya, dengar-dengar anak SD pun sudah ada yang berani pacaran padahal dri segi usia kan masih anak-anak banget.
  4. Penggunaan make up dan aksesoris yang berlebihan saat bersekolah Akibatnya banyak anak sekolah terutama anak perempuan yang meniru dan memakai make up dan aksesoris secara berlebihan saat bersekolah walaupun beresiko melanggar peraturan dan disiplin sekolah hanya karena ingin di anggap  gaul dan trendi.
  5. Cara bersikap dan bertutur kata yang tidak sopan. Bicara sesuka hati, berteriak-teriak saat bicara dengan teman, pada orang tua atau orag lain yang usianya lebih tua. Misal, percakapan anak pada orang tuanya yang mengabaikan tata krama.
  6. Gaya hidup bermewah-mewahan [Hedonis]. Shopping/jalan-jalan di mall, aneka gadget mahal, mobil mewah sebagai sarana transportasi ke sekolah dan pernik-pernik lain yang menyimbolkan gaya hidup mewah telah menjadi barometer banyak remaja untuk menghalalkan berbagai cara demi bisa mendapatkan fasilitas kemewahan.
Untuk versi asli olah kalimat Aida seperti tampak dalam tulisan tangannya. Dan setelah membuat draft ketikan untuk dikumpulkan, Aida menyerahkan tulisannya pada saya untuk dipermak lagi. Khususnya untuk yang ke-6 di atas, sengaja saya tambahkan di postingan karena pas ngasih arah-arahan pembuatan pidato, point tersebut terlewatkan.
Mau posting tentang materi sinetron yang bertemakan anak sekolah ya Mbak?” tanya Mas Agung, teman kantor yang meja kerjanya tak jauh dari tempat saya.
Hehehhee…ini draft ketikan bahan pidato Aida, untuk ujian praktek B. Indo mas…”
Lho, bukan untuk postingan ya? Hemmm….untuk ukuran anak SD, bagus juga isi naskah yang dibuatnya. Sudah paham soal bullying pula ?
Aku arah-arahin Mas, ta kasih kisi-kisi dan penjelasan secara garis besarnya gettu. Aida yang membuat uraiannya. Nah ini aku finishing tata kalimatnya
“ Sipp tuh Mbak, sekalian membimbing anak untuk kritis memilih tayangan TV tanpa menggunakan kalimat larangan ”
“ Semoga saja, kemarin habis bikin ini…Aida nylethuk: brarti gak usah sering lihat sinetron ya Bund, buang banyak waktu, bikin capek mata tapi malah pengaruhnya buruk ya
?”
Al hasil, kebetulan sudah ada hasil ketikan versi soft-nya, ya sudah diposting saja di blog sekalian deh.
At least BUT NOT LAST: Selamat berPESTA DEMOKRASI….mengutip tulisan Emha Ainun Nadjib terkait dengan PEMILU ini:
  • Setiap pengambilan keputusan, termasuk hal Pemilu, ahsan wa afdhal jika dilakukan sendiri secara mandiri, sebagai al’abd al-baligh (hamba Allah yg dewasa) dan al-khalifah al’aqil (khalifah Allah pengguna akal).
  • Akan memilih atau tidak, dianjurkan malam sebelum hari-H melakukan tafakur, shalat istikharoh dan shalat tahajjud, memohon petunjuk Allah dan mewiridkan berulang-ulang “Ya Hadi Ya Mubin” semampunya.
  • Khusus untuk Jamaah Maiyah, ahsan wa afdhal jika malam itu sebelum tidur melaksanakan Doa Tahlukah.
  • Jika pagi hari-H mengambil keputusan untuk tidak memilih (karena keyakinan atau pandangan yg dipercaya sudah matang) dianjurkan untuk shalat Dhuha 7x (14 roka’at), membaca “Qul in dholaltu fainnama adhillu ‘ala nafsi, wa inihtadaitu fabima yuhiya ilayya Robbidiakhiri istighfar sebanyak2nya sesanggupnya.
  • Jika mengambil keputusan untuk memilih, dianjurkan untuk memilih pihak yang paling diharapkan (berdasarkan pengalaman dan sejarah calon pemilih terhadap yg diharapkannya itu), meskipun tidak dimengerti benar karena terbatasnya informasi tentang pihak yg diharapkan itu. Dengan anjuran: sejak dari rumah hingga saat-saat menunggu giliran memilih, maupun ketika akan melaksanakan pilihan di dalam ruangan — mewiridkan (berbisik-bisik atau dengan hati) “wamakaru wamakarallah wallahu khoirul Makirin”.
  • Setiap hamba Allah berhak penuh untuk menerima dan melaksanakan anjuran ini, juga berhak penuh untuk menolak dan mengabaikannya. Bagi teman-teman yang tidak mungkin menggunakan anjuran-anjuran ini karena berbeda idiom dan prosedur keagamaannya, mohon diapresiasi dimensi rohaniahnya.
  • “Man-yahdillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah” [ Barangsiapa Allah memberikan petunjuk, maka dia tidak akan tersesat. Dan barangsiapa yang Allah tidak memberikan petunjuk kepadanya, maka tidak seorang pun yang mampu memberikan petunjuk untuknya]
Tulisan Cak Nun: ANJURAN SIMBAH