WHAT'S NEW?
Loading...

Apa Sih Lontong Orari Itu?

Traveling tanpa berwisata kuliner, rasanya kurang maksimal karena sudah jauh-jauh bepergian berbiaya, alokasi waktu dan meninggalkan PR di rumah tapi tanpa membawa oleh-oleh kesan dan kenangan mencicipi menu khas daerah yang kita kunjungi. Maka Bismillahirrahmaanirrahiim saya pun sudah pre-order jauh-jauh hari sebelum berangkat ke Banjarmasin untuk disempatkan menikmati menu khas di sekitaran Banjarmasin.
Nyobain Lontong Orari saja ya Lek?” demikian tawar Andri, keponakan saya yang saat masih setia menghuni salah satu bagian belantara Kalimantan.
Kuliner apa sih Lontong Orari itu?” tanya saya penasaran. “ Enakan mana sama lontong balap cobak?
Ya bedalah Lek “, jawab Andri dengan nada meyakinkan “ Dijamin so special pokoknya…”

Fantasi yang spontan melintasi otak saya adalah: sejenis menu lontong yang disajikan ala sambil siaran Orari atau makannya di rumah yang empunya pemilik station Orari? Lha kalau ketupat kan sudah biasa, berbagai daerah familiar dengan makanan berbahan beras ini dengan ciri kedaerahannya yang khas. Sebenarnya lontong serupa dengan ketupat, hanya beda pada pembungkusnya. Ketupat menggunakan janur [daun kelapa], sedangkan lontong memakai daun pisang untuk pembungkusnya. Di desa saya juga punya tradisi bikin ketupat tiap lebaran ketupat dan di Yogya ini saya dipertemukan tahoe teloepat: ketupat yang disajikan dengan sambel bumbu kacang, taoge dan kubis.

Dan ketika berkesempatan menjejak di Banjarmasin, bisa mencicipi sisi lain wisata kuliner menu lontong yang lebih dikenal dengan nama Lontong Orari. Lokasi RM Orari yang saya kunjungi sebenarnya berada, tepatnya di kampung Melayu yang terletak di seberang Mesjid [dekat Pasar Lama Banjarmasin]. Walaupun terletak di gang yang cukup kecil tapppiii….begitu tiba kami tiba RM Lontong Orari tersebut, WOW…parkiran penuh oleh pengunjung baik yang bersepeda motor maupun bermobil. Alhamdulillah, pas kami datang pas ada satu meja yang kosong jadi tak perlu masuk waiting list untuk menikmati kayak Apa Sih Lontong Orari itu?

Lauk pelengkap Lontong Orari lumayan variatif, mulai aneka olahan ayam, telur dan ikan. Dan saya antusias memilih ikan haruan karena namanya masih asing. Kan salah satu kode etik saat berwisata kuliner, pilihlah jenis makanan yang sekiranya belum pernah atau jarang ditemui sebelumnya.
Ikan haruan itu apa sih?” tanya saya lagi ke Andri.
Ikan yang sejenis ikan gabus atau kalau di Tlanak yang biasa disebut iwak Dheleg itu lho Lek But” …”
Model pembungkusan lontong Orari
Untunglah pelayanannya cukup cepat [bisa bikin BeTe pelanggan yang cukup banyak kalau pelayanannya lemot kan ya?]. Penasaran pengen tahu seperti Apa sih Lontong Orari itu? Tak lama berselang setelah memesan, datanglah paket menu yang kami pesan, dimana cara penyajiannya adalah lontong dibiarkan utuh dalam piring yang diracik bersama sayur nangka bersantan kental, yang ditaburi bawang goreng, untuk sambel dan lauknya disajikan secara terpisah.

Umumnya lontong dimasak dengan bungkusan daun pisang dengan bentuk lonjong/memanjang, maka lontong Orari ini dimasak dalam bungkusan daun berbentuk segitiga pipih dengan tekstur yang cukup padat.

Untuk kuah sayur nangkanya kental, ada rasa sedikit pedas dan manis serta ada aroma harum rempahnya yang khas. Menurut ukuran orang Banjar, rasa pedas kuah sayur nangka sudah cukup dianggap pedas. Tapi faktanya Orang Banjar umunya penyuka masakan manis. Jadi sepedas apapun sambal yang disajikan, masih ada taste manis yang muncul.. Nah berhubung saya penggemar pedas, maka saya masih perlu menambahkan sambel berwarna merah merona sebanyak 2 – 3 sendok lagi deh.
Cara Penyajian Lontong sayur secara terpisah
Sedangkan ikan haruan yang jadi menu andalan tersebut dimasak habang yang sekilas saya pehatikan kok ada miripnya dengan bumbu bali atau balado yaitu dimasak merah dengan sejumlah bumbu antara lain cabe merah, gula, garam, bawang merah, serai, kemiri, bawang putih dan lain-lain.  Tekstur Ikan haruannya sendiri sangat lembut dengan bau khas ikan asap.
Ketika kombinasi kuah nangka yang kental dengan aroma khas bercampur dengan bawang goreng, bercampur dengan tambahan sambel kemudian disantap bersama potongan lontong dan daging ikan haruan, ehmmmm yummyyy……….satu porsi lontong orari pun segera kandas dari piring yang diakhiri dengan segelas jeruk hangat.
1 Porsi Lontong Orari siap disantap

Oia, Penggunaan nama Orari ternyata diambil dari fungsi tempat yang dipakai untuk berjualan makanan ini merupakan tempat berkumpulnya para aktivis radio amatir yang tergabung dalam Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia [ORARI]. At least, tebakan saya masih ada nyrempetnya kan ya? Cuma sayangnya, saya belum sempat mencari tahu apakah kegiatan ORARI di dekat-dekat RM Lontong Orari apa masih eksis sampai saat ini?
Yukkk...makan Lontong Orari

Cerita kuliner Apa Sih Lontong Orari Itu? dalam rangka berpartisipasi dalam "EAT and Travel With B Blog" Competition. Mau ikutan juga di event lomba blog berikutnya?  Ayo buruan daftar menjadi member BBlog Member www.bblog.web.id. BBlog merupakan layanan terbatas untuk anggota, yaitu hanya bloger yang sudah terdaftar menjadi member yang bisa ikutan berbagi kisah dan cerita  dalam event-event kompetiblog yang diadakan oleh BBlog.

<img src="http://tag.ripre.com/campaign?guid=on&k=81yht9nFScAAf2jMJKQoE9Tm0e898I93&c=c47cccab377f857138b4adcee72c507f" width="1" height="1" />


Untuk kompetisi blog kali ini disponsori oleh:
1.    Kumickey LittleCloset
2.    Elbelle Shop
3.    My Rasl
4.    Poupee Shop


Apa Sih Lontong Orari ini dalam rangka



♠ Facebook | Twitter | Instagram | Linkedin 

35 comments: Leave Your Comments

  1. lontongnya berbentuk unik banget ya..
    makannya dengan ikan ...kombinasi yang jarang ya Ri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klau di rumah ortu, makan lontong dengan sayur lodeh kacang panjang atau tahu tempe

      Delete
  2. Baru tahu lontong berbentuk segitiga seperti itu. Sepertinya cocok untuk menu lebaran nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketupat saja deh, lebih tahan lama tuh

      Delete
  3. lontong dengan bentuk kerucut ini banyak ditemukan ketika lebaran. Saya lebih menyukai lontong jenis ini karena lebih lembut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa suasana lebaran jika mbahas lontong ya pak ies?

      Delete
  4. ada ada saja nih nama makanan saya kira bentuknya kaya speker radio atau microfon hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti perkiraan awal kita sama dunk pak

      Delete
  5. Nama kulinernya unik2. Ikan haruan pula. . . :D
    Moga menang ya, Mba. . .

    ReplyDelete
  6. hahai, saya belum lama ini ke banjar juga makan malam di situ Mbak. hehe. es tehnya enak juga koq. beda sama di sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sayang ya kita berbarengan pas ke RM lontong orari, klo barengan kan saya bisa di traktir deh oleh pak Zach.

      Delete
  7. lontong dengan kuah bersemikan santan mah kesukaan saya banget tuh.
    tapi kenapa jadi Organisasi Radio Amatir namanya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyae, kenapa jadi kayak nama radionya ORARI ya? #tepokjidat

      Delete
  8. Wahh...asik buat lebaran juga kayaknya yaa...sayang belum PD bikinnya :)
    Btw, saya mengucapkan Selamat menikmati Hari Raya Ya,
    Taqabalallahu minna wa minkum, Taqabbal Ya kariim...Shiyamana wa shiyaamakum
    Semoga kita diberi kesempatan lagi ber-ramadhan di masa datang...Salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, sama-sama ya mbak, saya juga mengucapkan selamat merayakakan Idhul Fitri dan mohon maaf lahir bathin:)

      Delete
  9. ternyata lontong orari hanya namanya saja yang beda,,karena lontong sejenis ini banyak dijumpai di penjual sate di makassar...selamat berlomba..semoga menjadi yang terbaik,,,
    selamat lebaran..mohon maaf lahir batin,
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang, isinya lontong sama hny beda kemasannya saja.

      Delete
  10. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete
  11. Pantas Saja RM nya Di Namai Lontong ORARI, Karena selain Rumah Makan, Juga tempat berkumpulnya para Amatir Radio, Ehm Kalau Pemilik blog ini seorang Amatir radio Bukan ? Kalau Iya Salam Kenal yah! YD9RSG

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia Mas, sampai sekarang saya belum pernh uji coba dengan yg namanya ORARI.

      Delete
  12. Wahaha kalau sudah melihat Lontong begini langsung aja ingat sama lontong dan ketupat lebaran saat lebaran 1435 Hijriah kemarin. Walaupun kami sekeluarga tidak banyak buat Lontong, namun cukup untuk dinikmati bersama seluruh keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, saya juga menikmati menu lontong buatan kakak.

      Delete
  13. Jadi lontong orari itu begitu ya mba hehe
    saya baru tau nih, jangankan liat lontong nya, namanya aja baru denger deh kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. secara konten utama, ya masih sama dgn lontong pada umumnya PAk

      Delete
  14. datang berkunjung sambil menyimak, o iya minal aidin walfaidin ya, ditunggu kunbalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, semoga kita bs meraih berkahNYA

      Delete
  15. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, saya juga mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin,..

      Delete
  16. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    ReplyDelete
  17. Baru tahu aku mbak ttg lontong orari, itu fotonya bikin mupeng deh :)

    Met Lebaran ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Met lebaran juga Mbak. Kebetulan, sy suka makan lontong dan bubur..

      Delete
  18. Hi kak, salam kenal, bulan september kemarin akhirnya coba makanan legendaris asal banjarmasin ini. Catatan perjalanannya saya rangkum disini.

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.