Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Siapakah Pelukisku?


Siapakah pelukis briliant Smile Monalisa? Saya yakin Bismillahirrahmaanirrahiim semua akan serempak kompak sepakat gak pakai debat menyebutkan satu nama pelukis yang sama. Tapi jika saya tanya siapakah pelukisnya close up wajah Ririe yang sedang tertawa lepas di Bawah ini?
Ini bukan MONALISA
Pengennya sey ngasih tahu, tapi kalau straight to the point sebut namanya.....hemm, kok gak ada keseruanya ya? Jadi saya kasih clue-nya saja, barangkali ada yang berminat untuk mendaftar dan rikues untuk dilukis juga. Lukisan limited edition nan istimewa ini diberikan pada saya saat momen KBN di Joglo Abang. Kata sang pelukisnya, “rencananya lukisan ini ta kasihkan sebagai kado saat pernikahanmu mbak. Tapi ya maap malah baru sekarang deh karena saat itu lukisan belum jadi...hehehehe” kurang lebih itu kalimat pengantarnya. 

Masih pengen tahu siapakah pelukisnya? Inilah berapa nama yang bisa ditodong pertanyaan: 
  1. Si Cantjiq Una, karena foto yang dijadikan MODEL diperoleh dari beliau. Foto dengan pose tertawa lepas saat KOPDAR kali pertama di PS sama Mbak AL, Mas Monyet dan tentu saja Una. 
  2. Mbak manis yang berciri khas gingsulnya, Niar Ningrum...lha iya pas dikasihkan pas ada Niar juga. Sampai bikin Niar ngiri karena lukisan rikuesnya belum dikelarin tuh. 
  3. Fariza, si pemilik Cerita Anak Kost...kalo informan yang ini, belakangan ini masih “libur” ngeblog. 
  4. Yang ke-empat, Si tampan kempor yang saat ini berstatus expatriat pulak di Yogyakarta. 
  5. Yang terakhir, suami saya. Dia tahu juga lho siapa yang membuatkan lukisan untuk istrinya yang paling cantjiq ini #PeDe OVER Dosis pollllll
About Me; kidung kinanthi
After typografi dari Mas RudyAra, and now..lukisan nan keren gak kalah dengan sweet smile of Monalisa ini. How beautiful of great Friendship. Hemmm...kira-kira siapakah pelukisku untuk berikutnya ya?


The Shining Aqua Marine

Desember yang Bismillahirrahmaanirrahiim bernuansa penuh kesegaran, hujan merata semoga membawa berkah dan kebaikan bagi semua kehidupan dan alam semesta. Jika membaca apdetan status teman-teman di FB, sepertinya cerita hujan sedang menjadi trending topic yang menarik, bahkan lebih menarik dari nilai USD yang hampir menembus angka 13 Ribu Rupiah tapi lumayan sih masih menempati peringkat ketiga [setelah poundsterling dan Uero], #Abaikan, Sejak kapan coba saya jadi pengamat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing?.


Kembali pada kesegaran di Bulan Desember, The Shining Aquamarine yang dirilis oleh Om Nh di awal Desember ini. Sungguh sebuah apresiasi yang membahagiakan dan memotivasi karena tulisan FROM BANYUWANGI TO SLEMAN  yang saya buat dalam rangka curcol dipilih untuk masuk dalam kategori The nine of Shining Aqua Marine.   Dalam prolog yang dibuat Om Nh, memang tidak mendefinisikan kenapa dan apa Shining Aquamarine, jadi ya secara mudahnya saya maknai sebagai The Shining Aquamarine #Plakk. Dan karena menurut Om Nh kepindahan saya ke Sleman bertepatan dengan milad beliau, maka better late than never #caripembenaran, dengan segenap rasa bahagia saya turut menyampaikan doa dan harapan semoga kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan senantiasa melengkapi hari-hari Om Nh dan keluarga. Tersertakan Sajak Desember karya Sapardi Djoko Damono [buku punyae Una yang dikadokan pada Rivai, tapi untuk saat ini masih saya sandera]:
Sajak Desember
Kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
Ketika daun penanggalan gugur:
Lewat tengah malam. Kemudian kuhitung
Hutang-hutangku padaMU

Mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
Di luar hujan pun masih kudengar
Dari celah-celah jendela. Ada yang terbaring
Di kursi, letih sekali

Masih patutkah kuhitung segala milikku
Selembar celana dan selembar baju
Ketika kusebut berulang nama-MU: taram-
Temaram bayang bianglala itu.


Seperti fajar, senja dan malam yang bergulir melingkar dan berulang kembali, yang akan melayarkan detik berdetak menuju titik penyelesaian untuk menuju babak baru kehidupan dalam dimensi yang berikutnya... Maka, ALANGKAH indahnya manakala semakin bertambah ilmu dan pengalaman manusia, semoga semakin mencahayakan hati yang mampu memantulkan kesejatian hidup. ALANGKAH damainya jika semakin bertambah jumlah manusia, semakin tercipta harmonisasi antar kepentingan diri. ALANGKAH menakjubkannya saat semakin bertambah umur dunia, semakin solid berharmoni dengan semesta.
Jadi ALANGKAH sangat ingin yang demikian itu menjelma nyata seiring perjalanan usia saya juga yang di Bulan Desember ini berkurang satu tahun dalam menapaki garis takdir... Semoga setiap pertambahan bilangan usia akan menjelmakan sosok-sosok diri yang bijaksana dalam bertindak dan semakin arif dalam bersikap karena Everyone has chance to shine in every time




Ibuku BUKAN Malaikat

Sampai sekarang pun saya masih belum bisa menjawab secara precisely jika ada yang bertanya atau minta pendefinisian sosok Ibu itu bagaimana. 26 huruf dan 10 angka Bismillahirrahmaanirrahiim bisa dirangkai menjdai berjilid-jilid cerita, karya ilmiah, skenario drama, prosa, pantun dan aneka ragam karya literasi. Tapi untuk medeskripsikan apa, siapa dan bagaimana sosok ibu, sepertinya kombinasi 26 huruf dan 9 angka tersebut masih akan jadi laksa cerita dan definisi berkesinambungan tiada akhir.
Bapak dan ibuk, tentu punya peran penting yang proporsional dalam kapasitas dan posisinya masing-masing. Kehadiran dan posisi mereka senyatanya adalah peran yang saling melengkapi dalam rangka mendampingi anak-anaknya memasuki gerbang kehidupan, menjadi individu yang sebaik mungkin menatapi proses demi proses meunuju bahagia dengan tidak menjadi sosok yang individualis serta eling marang ingkang Maha Dumadi. Bapak dan Ibu adalah sepasang manusia yang berkolaborasi intens dengan landasan tak mengharap kembali ~ ikhlas.

"Kalau kau sudah selesai belajar, berkerja dan berkeluarga... Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan mengunjungi dan menyapa ibupun cukuplah". Kalimat yang tak pernah terucap, tapi sangat mungkin terbersit dihati setiap ibu. Harapan yang sederhana dan tidak neko-neko.
Selesai sekolah, bekerja dan berkeluarga...berserta ragam aktifitas terkaitnya, memunculkan satu alasan prestisius “SIBUK” sehingga tak ada waktu untuk mudik meski hanya sehari untuk menyapa ibu di kampung halaman. Kondisi inilah yang saya takuti sejak saya beranjak remaja. Karena itu, saya berjanji pada diri sendiri manakala sudah berada diluar rumah, bahwa akan berusaha untuk pulang menengok ortu sebisa mungkin. Semenjak kuliah dan kemudian bekerja di Banyuwangi, saya usahakan untuk bisa mudik sebulan sekali. Alhamdulillah, bahkan kadang sebulan bisa lebih dari sekali menikamti aroma udara di rumah yang bagi saya memiliki daya magic tersendiri yang mengembalikan lagi segala pixel-pixel peristiwa semenjak saya kecil hingga beranjak remaja dan memulai hidup di rantau [Surabaya maksudnya].

Dan Alhamdulillah, setelah saya menikah pun masih bisa ajeg untuk mudik. Ritual mudik yang tak hanya hari raya ini memang sudah menjadi salah satu permintaan yang [akan] saya ajukan pada [calon] suami, selama kedua orang tua masih hidup saya mengajukan permintaan agar bisa mengunjungi ortu. Ini karena berdasarkan keyakinan saya bahwa ketika sudah menikah saya adalah tanggung jawab suami. Jadi, saya perlu mendeclare-kan sejak masa ta’aruf agar sama-sama enjoy kan? Calon suami yang baik tentu tak akan keberatan selama segala keadaan normally jika [calon] istrinya berkeinginan untuk rajin bersilaturahim ke orang tuanya tho?

Setiap detik IBU mencurahkan segenap cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak serta keluarganya. Dan 22 Desember, seluruh dunia mentahbiskan sebagai hari ibu. Rasanya memang tidak equivalent dengan segala kiprah seorang Ibu dan hanya one day kita bersikap istimewa serta mengistimewakan Ibu. Dan saya pun yakin, bahwa tidak ada satu orang ibu pun yang menginginkan anak-anaknya tak beranjak dari sisinya. Kecil dibesarkan, di sekolahkan, dibekali dengan pendidikan akhlak, pegetahuan umum dan etika yang cukup, harapan Ibu agar anak-anaknya bisa berperan aktif dengan mengaktualisasikan segenap kemampuan diri di lingkungan masyarakatnya. Ibu membesarkan anak-anaknya BUKAN untuk kepentingan dirinya sendiri. Inilah salah satu esensi kenapa ada hari Ibu, agar jadi reminder bagi setiap anak yang sudah aktif dengan kesibukannya untuk meluangkan waktu khusus untuk sang Ibu.

Hemm, speechless mau nulis apa lagi. Mestinya tulisan dengan tema ttg IBU ini publish pas tanggal 22 Desember, serentak dengan anggota KEB lainnya. Lha dasar saya yang labilisasi nulis jadi gini deh molor baru nge-post H+2 deh.

Here I am, nulis tentang Ibu setelah berada kembali di LA dan langsung lanjut pada epilog saja, Ibuku lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa dan  Ibuku juga bukan malaikat karena malaikat hanya punya satu jenis tugas, sedangkan seorang IBU memiliki multiperan yang terdispersikan secara automatically [tanpa diminta] dalam bentuk sikap, perkataan, doa dan segala kiprahnya.






Kopdar Blogger Nusantara

“ Yang sudah berlalu memang tak akan bisa direngkuh kembali,
bukan ia-nya pupus tanpa jejak.
Walau sketa baru tlah menjelma dalam genggam, sekemilau apapun kebaruan tersebut,
sesekali bayang lama akan menghiaskan dioramanya
karena arus rasa tak ada yang bisa mencegah alirannya.
Dan segala yang bersenyawa dalam kesilaman pun akan tetap memiliki ruang tersendiri
pada bingkai kenangan...”

Menculik salah satu moment dari bingkai kenangan sekaligus menjawab pertanyaan Mbak Cii Yuniaty “apakah saya datang di acara yang bertaraf Nasional nan heboh KOPDAR BLOGGER NUSANTARA?” jawabnya Bismillahirrahmaanirrahiim sedari awal dikabari si Una via WA jika akan ada KBN di Jogya, saya langsung nyahut “ InsyaAllah ikutan Na”.
Dari jadwalnya sudah right time di akhir pekan terus di Jogya, aneh bin ajaib dan bakalan super neyesel tho kalau saya gak ikutan.
Awalnya saya berniat datang sama Aida, maksudnya sekalian memperkenalkan riil nge-Blog kayak gemana dengan harapan agar tumbuh passion Aida untuk menulis. But, karena senin sudah mulai TKM, maka keikutsertaan Aida pun cancel dan planning saya untuk berangkat Jumat sore pun delay jadi hari Sabtu. Dengan minta anter suami Saya pun semangat datang langsung menuju Joglo Abang sesuai impormasi dari panitia. Ya maklum saya kan masih blank road map di Jogya. Jadi selain destinasi yang terkait dengan keseharian: kantor, pasar, POM bensin, sekolah dan tempat-tempat umum radius 1 KM dari rumah ya otomatis destinasi lainnya rata-rata dijamin saya bakal muter-muter kayak kena magic puter giling tuh. Terus ajaibnya, lha ternyata suami saya pun kok ya tidak familiar dengan Joglo Abang? “ Lokasinya kok ndhelik banget sey Nda?” Lha wong ternyata Joglo Abang itu masih berada di wilayah Kecamatan Mlati yang pastinya gak jauh banget deh dari tempat tinggal kami. Ini suami saya yang gak apdet apa memang lokasi Joglo Abang yang memang ndhelik ya? Sepertinya kemungkinan pertama tuh yang mendekati fakta. #semoga suami gak mbaca kamlimat yang ini
Singkat cerita, setiba di Joglo Abang acaranya sudah mulai dan ruameeee poll. Saya pun merasa jadi alien diantara ratusan blogger yang kebanyakan belum saya kenal. Saya pun bergegas celingukan cari-cari si kempor yang sedari berangkat sudah mencemaskan Sisternya yang cantiq ini kesasar. Ya begitulah, blogger yang sudah friendly yang saya temui begitu menjejak area Joglo abang adalah: Mbak Alaika dan Mimi Radial. Kemudian ketemu deh sama Rivai, MF Abdullah, dan berlanjut ngrumpi sama Niar dan Fariza. Jika dibandingkan dengan jumlah blogger yang hadir, tentu yang saya temui hanya sedikit. Tapi jika saya sebutkan siapa saja yang saya temui, ya sebenarnya cukup banyak tapi tak banyak yang terpotret, HIKS:(. 
Iya sih dan sayangnya, dari sekian blogger yang sudah sering berinteraksi di dumay memang ada yang gak sempat/gak PeDe untuk ngajakin poto narsis sama saya. Yang Sempat ngobrol gayeng cukup lama tapi terlewatkan sesi untuk berpose ria antara lain:  Pakdhe Cholik, Mas Loz Akbar, Mbak Prit plus suami, Mbak Ery Bibi Teliti, si Idah Ceris dan Deby. Terpesona ngliahtin On NH yang laris manis poto-poto sama blogger dan deretan para emaks Blogger KEB.
Saya memang gak berlanjut sampai di Desa Wisata Tembi, jelang jam 19.00 saya sheck out dari area Joglo Abang barengan sama Rivai dan Deby. Kemudian hari Minggu OTW nengok Ibu Mertua yang menjalani perawatan di salah satu RS di Solo. Jika ada yang tanya kesan dan impresi tentang KBN 2013: seru dan sering Pangling pas ketemu live dengan teman-teman yang sudah akrab bersapa ria di blogsphere.  
Dan komentar yang paling honestly sekaligus bikin saya terpesona adalah dari Deby “ Mbak Rie, ternyata dirimu malah lebih cantik pas ketemu langsung gini” ciyee-ciyeee....dilarang protes lhoh? Komentar lain tentang KBN...hemmm....ada dehh #TOP SECRET





kenapa Takut Belanja Online

Trust dari konsumen merupakan start point yang membuat seseorang serta merta dan sukarela menjadi PELANGGAN yang loyal dan hal ini merupakan kunci utama yang bisa mendongkrak penjualan dan memback up posisi sebuah toko online berada pada grafik perkembangannya di posisi maksimal serta stabil dalam jangka waktu yang lama. Namun Bismillahirrahmaanirrahiim faktanya masih banyak orang yang under estimate untuk berbelanja secara Online. Bahwa shop online pun selalu berbenah secara menyeluruh pada sistemnya, baik yang sifatnya soft ware maupun hard ware agar bisa memberikan penawaran yang menjamin keamanan, kenyamanan dan kemudahan yang extra, namun nyatanya masih banyak yang merasa ragu untuk berbelanja online.

Tidak perlu jauh-jauh mengambil contoh, saya sendiri merupakan sampel nyata yang pernah memiliki beberapa paranoid kalau berbelanja secara online. Inilah beberapa bentuk paranoid yang pernah menghinggapi diri saya kala itu:
  1. Belanja Online harganya lebih mahal dibandingkan jika belanja langsung secara cash and carry karena ada biaya ongkir dan  pajak.
  2. Merasa tidak aman saat bertransaksi: uang sudah dibayarkan dan barang tidak dikirimkan
  3. Lamanya waktu pengiriman, apalagi jika kantor perwakilan ekspedisi hanya tersedia di kota kabupaten
  4. Barang tidak bisa dikembalikan Jika barang cacat saat datang tidak bisa dikembalikan
  5. Tidak bisa mengetahui detail dan spesifikasi barang secara lebih akurat.
  6. Perform Barang yang dikirim tidak sesuai dengan image saat kita lihat previewnya di web online shop.
Kalau saya lanjutkan meng-absen aneka kekhawatiran dan ketakutan berbelanja Online, tentu akan bejibun jumlahnya serta mengundang gelak tawa. Lha masak, melek internet kok memelihara ketakutan-ketakutan yang GeJe kayak gettu tho?.
http://www.lamido.co.id/

Nyatanya shopping online kan menawarkan banyak kemudahan, kenyamanan, dan tingkat keamanan yang berlapis dalam setiap transaksinya. Kita tidak perlu bercapek ria menerobos kemacetan di jalan raya [bagi warga perkotaan] karena hanya dengan duduk manis sambil blogging atau menemani anak belajar kita sudah dapat berbelanja dari rumah. Bagi yang berdomisili jauh dari pusat perbelanjaan, maka kehadiran shop online jelas merupakan solusi praktis, efekti dan efisien dari segi waktu, tenaga dan biaya bila mana kita memerlukan barang-barang kebutuhan yang tidak ada di toko-toko tradisional di sekitar kita. Untuk cara pembayaran pun sudah tersedia dalam berbagai pilihan: bayar ditempat saat barang tiba, via transfer di ATM juga bisa dengan credit card.Untuk metode pengiriman, sudah semakin banyak situs toko online yang menawarkan program  gratis ongkir. Layanan jasa pengiriman jaman sekarang juga makin kompetitif sehingga rata-rata pihak ekspedisi pun berusaha menjaga kepercayaan pelanggan, walaupun jauh jaraknya dari kantor perwakilan ya tetap komitment di antar sesuai janji yang telah disepakati. Misal dari Kota Lamongan ke Desa saya yang jaraknya sekira 70 KM ya diantar deh dengan semangat yang tak mengendor. So, no problemo meski jika shop online lintas benua dijamin dapat mengirimkan barang belanjaan ke alamat sang pembeli, jika tidak sesuai bisa deh komplain dengan gratis. Kalau soal GAP harga, shop Online mengantarkan kita untuk jelajah pasar global yang memberikan akses lebih luas untuk mendapatkan beragam produk, diskon, dan promo dari dalam hingga luar negeri.

Nah lanjut tentang Belanja Online, ini dia kesinambungan dengan prolog super panjang di atas,  Lamido Indonesia yang hadir membuka lapak untuk jual beli online  yang menawarkan beragam produk dari beragam vendor terpercaya yang membuka toko online mereka di Lamido. Produk yang ditawarkan mencakup kategori yang sangat luas seperti Handphone & Tablet, Komputer & Laptop, Fashion, Elektronik, Perhiasan, Jam Tangan Pria dan Wanita, Produk Kesehatan, Produk Kecantikan, Mobil, Peralatan Rumah Tangga, Buku dan lain-lain.
http://www.lamido.co.id/komputer/laptop/
Silahkan CEKIDOT ke LAMIDO
Point pembeda dan spesifik dari Lamido adalah situs ini merupakan marketplace untuk semua orang yang menjual produknya di Internet. Saat kita membeli, menawar, atau menjual di Lamido,  kita melakukan transaksi dengan orang-orang dari kota kita dan dari seluruh Indonesia. Kita dapat membeli atau menjual barang-barang dari berbagai segmen dengan cara yang simpel, yaitu:
  1. Penjual mendaftarkan barangnya di Lamido, dapat berupa apa saja mulai dari smartphone, aksesoris laptop, buku, koin langka power bank, dan kumpulan buku. Penjual memilih untuk menerima hanya penawaran untuk barangnya (pendaftaran tipe lelang) atau memberikan opsi “Harga Tetap”, sehingga pembeli dapat langsung membeli barangnya dalam harga tetap yang telah ditentukan.
  2. Dalam lelang online, penawaran dimulai pada harga yang penjual tentukan dan tetap berada di Lamido untuk beberapa hari. Pembeli kemudian memberikan penawaran (bidding) pada barangnya. Setelah waktu lelang berakhir, pembeli dengan penawaran paling tinggi yang menang.
  3. Dalam pendaftaran “Harga Tetap”, pembeli pertama yang mau membayar harga yang sudah ditetapkan dari penjual adalah pembeli yang mendapatkan barangnya.
Ada yang berencana lelang atau jual barang yang sudah mangkrak di gudang rumah, tentunya masih layak jual ya? Lamido.co.id merupakan salah satu alternatif yang bisa untuk dipertimbangkan lho....


[Masih] LABIL ngeBLOG

Semua tentu mau banget jika bisa achieved the glorius moment without any fighting....ada gak yahhh? Bismillahirrahmaanirrahiim Idealnya dalam segala bidang dan aspek kehidupan secara alami berlaku hukum ekonomi, seminimal mungkin tingkat pengorbanan dengan pencapaian hasil yang maksimal, dan syukur-syukur jika tidak perlu mengeluarkan pengorbanan tapi meraih hasil luar biasa. Lha bahkan meski tinggal menyantap sepiring nasi yang terhidang di depan kita saja tetap perlu usaha kan? Tidak ada pencapaian [sesuatu] without any effort at all....jadi cukup membuat saya berLABIL NgeBLOG saat memulai babak baru dengan status pindah kewargadesaan saya jadi penduduk Sleman, maka inilah beberapa hal pokok yang perlu adjustment pada diri sayah:
  1. Adaptasi tempat tinggal baru [yang notabene saya kan model orang yang susyah poll kalau menghafal rute jalan, jadi harap maklum kalau sampai hari ini pun lokasi yang sudah saya hapal adalah: rute ke kantor, POM bensin, SD Muhamadiyah Sleman, Pasar, Tempat Les anak-anak]
  2. Baru stay 18 hari kemudian ditinggal suami long distance for about 42 days [langsung praktek jadi single parent plus berasimilasi dengan anak-anak yang sedari awal menikah frekuensi bersua di wiken duang],
  3. Situasi kerja baru dengan domain jobdes completely berbeda [ Start from Zero and Or menyesuiakan pada beberapa hal],
  4. Pola hidup dari yang enjoy as myself menjadi bersuami dan spontan jadi berlagak Ibu padahal tingkahnya masih jauh dari profil keibuan tuh.
  5. Dan no more dulu ahh, biar ada deposit buat cerita lagi kapan-kapan, hehehehee.
Al hasil, saya pun perlu space waktu untuk mengadaptasikan diri, termasuk pola nge-Blog yang terlanjur saya sukaiiiiii. Yaaa...jadilah saya ambil status Hiatus, sehingga:
  1. NgeDROP BeWe: buat semuanya, MAAFKAN saya yaaa....plisss?
  2. Kadang bikin Postingan dengan closed comment: Bukannya gak ingin dikomentari lhoh?
  3. Banyak postingan yang Comment tanpa ada reply dari saia: Aselinya ya TETAP pengen rajin ngasih comment balasan kok.
  4. Sebulan full [Nopember] gak posting: masih memberanikan ikut Challenge dari KEB tapi hanya mampu sekali posting. Padahal berharap banget, kontes tersebut bisa jadi pemantik untuk regular bikin postingan.
Nah, mengawali Desember ini...Alhamdulillah ada tawaran bikin ripiu, at least ada penyemangat buat ngisi blog biar gak hampa berkepanjangan.. Jadi berasa terharu dan bangga, manakala saya yang sekian waktu hanya sesekali mengintip blog ternyata masih dinyatakan layak untuk menerima Award dari Mas Nakusan Bali yang dengan suka cita sudah saya pajang di ruang istimewa nan khusus yaitu http://www.ririekhayan.com/2012/04/award-sahabat.html dan inilah daftar penerima Award lainnya. Bagi yang namanya ada dalam deret nama di bawah ini, buruan menuju ke Bali...eh ke Mas Nakusan Bali dink.

Sekian dulu edisi mendadak curhat, rasanya sudah berabad-abad saya tidak menuliskan kalimat-kalimat yang mengalir dalam alur yang membingungkan dimana dalam pengalaman sehari-hari kita benar-benar menyadari waktu “sekarang” sebagai kegiatan puncak yang membagi masa lalu [yang sudah diketahui kondisinya] dan masa depan [yang masih diliputi rahasia]. Kita menyadari tentang kediaman sementara: tentang hal-hal yang terjadi, yang meledak dan muncul menjadi kenyataan, untuk kemudian memudar menjadi kenangan yang menambah deret kisah dalam bingkai masa lalu. Kita membayangkan waktu mengalir me-lewat-i kita, diri kita bergerak menembus waktu, masa depan mendekat dan masa lalu menjauh, serta pemikiran kita memegang konsep-konsep yang penuh pertentangan dan beberapa asa yang sejauh ini gagal disesuaikan. Kita hanya bertanya, pada kecepatan berapa “sekarang” bergerak menembus waktu, dan bagaimana pengertian sementara dapat disesuaikan dengan keabadian.

Jika doktrin Parmenides menyatakan bahwa kenyataan adalah tidak berubah dan pengalaman kita adalah ilusi, mana yang benar---gagasan atau pengalaman?---merupakan masalah yang membuka perdebatan tanpa akhir, mungkin setipe dengan perdebatan lebih dulu mana telur atau ayam? Tuh kan, bener saya lagi bernostalgia lagi nulis model tulisan yang sablenk gettu?



Trend Belanja Online

Trend Belanja Online sudah menjadi hal yang jamak dan semakin membumi, apalagi dengan perkembangan internet dan maraknya jejaring social. Oia Bismillahirrahmaanirrahiim bagi penghuni perkotaan, gaya belanja On line juga dipilih untuk mengeliminasi kemacetan dan menghemat waktu. Lha daripada BeTe terjebak kemacetan, kan lebih baik waktu yang mestinya digunakan untuk hunting barang-barang kebutuhan dialihkanfungsikan untuk gathering sama keluarga tho? Saya pribadi memang belum sering belanja secara On line, kalai dihitung pakai jari ya belum genap sampai sepuluh jari. Kalau kebutuhan harian masih seputar kebutuhan konsumtif habis pakai: sembako kan gak perlu saya lakukan belanja secara On Line tho?

Nahhh, bilamana saya akan action belanja On line maka dasar hukum TIDAK SEMBRONO asal pilih on line shop HARUS saya utamakan sebagai soft ware yang ditanam dalam pikiran. Lha wong di dunia nyata modus penipuan berkeliaran dimana-mana, tentunya belanja secara On Line pun punya potensi terjebak dalam sistem penipuan. Saya sebut sistem karena cara dan gaya penipuan on line tentunya di desain sedemikian rupa sehingga semirip dengan situs on line beneran. Boleh dunk jika saya menerapkan HACCP untuk menentukan situs belanja on line. Saya kan mau belanja, bukan pengen kena tipu. Kalau kena tipu, barang gak dapat yang ada uang melayang dengan sukses tuh. Rata-rata situs belanja On line yang sudah existing memang sudah melengkapi performance lapaknya dengan FAQ, media komunikasi yang mudah di akses, cara pembayaran yang variatif, jasa pengiriman yang mampu menjangkau seantero wilayah dunia nyata, profil track record dan ketersediaan status order.

Berpedoman pada fenomena penipuan tersebut, maka saya akan menerapkan asas Hazard Analysis Critical Control Point [HACCP] dalam memilih ON Line Shop demi bisa menemukan web belanja online yang memiliki kredibilitas terjamin, sistem penjualan yang friendly, dengan kontak [alamat] selleryang akurat dan metode transaksi yang secure. Inilah beberapa langkah mengacu pada konsep HACCP yang perlu saya lakukan bilamana hendak berbelanja on line:
  1. Tanya teman/orang yang saya kenal yang sudah experienced di ranah belanja on line. Atau Gugling situs on line yang menyediakan barang yang hendak saya beli,  review reputasi tempat belanja tersebut dengan membaca testimoni yang tersedia di laman-nya.  Cross Check juga orisinalitasnya melalui akun twitter, facebook atau socmed lainnya. 
  2. Check & Richeck kejelasan seller dari kontak yang tertera, bila abu-abu dan meragukan saya pun tidak perlu ragu untuk men-delete dari daftar situs yang di bukmark. Misalnya si situs menyediakan barang branded dijual dengan discount 95%, ini sudah merupakan indikasi ketidaksehatan situs belanja online kan?
  3. Jika sudah menemukan situs yang credible, saya perlu membandingkan harganya. Dimanapun dan lewat belanja apapun, prinsip utama bagi konsumen teuteup jadi skala prioritas. Untuk jenis barang yang sama, tentu tetap dipilih yang memberikan penawaran harga lebih rendah. Meski demikian saya tidak boleh tergiur dengan penawaran harga murah atau discount yang tak masuk akal saat belanja. Pola Hitung menghitung harga barang + ongkir sangat perlu untuk dilakukan dengan membandingkan pada toko online  lainnya.
  4. Metode pengiriman dan cara pembayaran juga menjadi point yang sangat urgent. Karena bisa jadi metode pengiriman akan membengkak pada harga jual. Tentu lebih prefer dan apreciated jika situs belanja online memiliki sistem pengiriman dengan standar pengiriman seminimal mungkin, misalnya untuk pengiriman minimal sekian ribu Rupiah bisa free ongkir. Sedangkan untuk cara pembayaran, saya lebih suka yang bisa menggunakan Debit atau Cash On delivery. Yang paling aman yang metode COD, jika barang yang order cacat, pihak konsumen yaitu saya tidak perlu repot-repot claim dan sejenisnya.
  5. Jika point-point di atas sudah terpenuhi, tentu security sistem perangkat PC yang kita gunakan untuk beraktifitas belanja online tidak boleh diabaikan, Komputer saya harus didukung dengan antivirus yang handal dan up to date kemudian shut down PC/gadget yang saya gunakan dalam berbelanja on line. Serta yang sudah menjadi kebiasaan, keep all record baik yang berupa SMS, email atau struk bukti pembayaran untuk preventive alias jaga-jaga jika ada trouble dengan transaski yang saya lakukan tho.


Bagi yang sudah sering berinteraksi dengan dumay, event just memanfaatkan socmed, tentu sudah familiar dengan deretan toko on line yang berseliweran di front page berbagai situs sosial. Dan nama  Lazada melengkapi deret situs belanja on line yang sudah memiliki reputasi, ragam stock barang, dan kelengkapan fitur yang menjamin keamanan dan kenyamanan para pembelanja on line. Yang sangat menggiurkan adalah: Best Price Guarantee dari Lazada yang memastikan pembeli mendapatkan harga terbaik di produk-produk pilihan Lazada untuk segala kebutuhan termasuk bagi yang hendak ganti gadget atau tablet. Intinya program ini adalah sebagai berikut:

Setelah konsumen melakukan transaksi pembelian, bila konsumen menemukan harga yang lebih murah di toko online lainnya maupun offline ritel modern, Lazada akan mencocokkan harga dan mengembalikan selisih harga pembeliannya kepada konsumen. Silahkan Informasikan pada Lazada kode pemesanan maksimal 5 hari setelah pembelian dan beritahukan pada Lazada kompetitor yang menawarkan harga lebih murah. Lazada akan melakukan verifikasi harga dan memastikan barangnya ada di stok dan tersedia untuk penjualan dan pengiriman segera. Bila harga Lazada dikurangi, informasikan pada Lazada kode pemesanan dalam waktu 5 hari setelah pembelian dan Lazada akan mengembalikan kelebihan harga pembeliannya

Tuh kan, belanja on line di Lazada pun tidak kalah menariknya dengan situs on line lainnya. Wajar dunk jika Lazada bisa di rekomendasikan sebagai On Line Shop yang representatif dan credible? Gak boleh complain dengan penutup bernada promosinya lho yaaa...heheheee.