Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Sinergi Menuju Eksportir KOPI Terbesar di Dunia

Trend pertumbuhan konsumsi kopi secara global menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Dimana Bismillahirrahmaanirrahiim moment minum kopi sudah menjadi salah satu dari perkembangan life style dalam interaktif sosial. Minum kopi di era sekarang ini sudah berkembang dalam pola: Coffee for all at any moment, yaitu tidak lagi menjadi dominasi bagi para orang tua dan atau kaum hanya para lelaki. Baik dalam acara resmi maupun santai, kopi sudah menjadi paket yang wajib ada dalam melengkapi menu konsumsi. Kecenderungan ini bisa jadi karena beberapa alasan berikut ini:
  1. Kopi merupakan minuman halal, dimana kecenderungan masyarakat global yang mulai lebih suka memilih produk makan dan minumannya berlabel halal karena identitas ini memberikan jaminan kualitas mulai dari awal proses produksi hingga siap konsumsi.
  2. Efek kesehatan yang terdapat dalam kopi, antara lain: Peminum kopi beresikodepresi 25% lebih rendah daripada yang tidak meminum kopi.
  3. Minum kopi memiliki timing dan tempat yang fleksible, dan cenderung meningkat di musim dingin.
  4. Harga minuman kopi yang relatif terjangkau semua kalangan sosial
  5. Minum kopi efektif  membantu kita untuk fresh seharian di tengah segala aktivitas. 
  6. Ternyata ampas kopi pun bisa digunakan untuk pupuk karena bubuk kopi memiliki pH netral dan mengandung nitrogen sehingga sangat cocok untuk pupuk tanaman di rumah. Tanah dan tanaman juga dapat langsung menyerap nutrisi yang ada di bubuk kopi. 
Bisa jadi dan sangat mungkin bila beberapa alasan diatas menjadi dasar pemikiran masyarakat dunia untuk berkecenderungan minum kopi. Maka merupakan kondisi yang kondusi jika konsumen kopi di berbagai belahan dunia mengalami peningkatan yang significant, antara lain: 
  1. Rata-rata tiap orang di Uni Eropa mengkonsumsi 5 Kg per tahun, artinya masyarakat  Eropa merupakan konsumen terbesar kopi di dunia
  2. Orang Amerika dan Kanada mengkonsumsi sekitar 4,5 Kg kopi tiap tahun, dan bagi mereka yang biasa mengkonsumsi teh - orang Irlandia dan Inggris - masih mengkonsumsi sekitar 1,5 dan 2,5 kilo per orang tiap tahun [Amerika Utara menduduki peringkat ke lima sebagai konsumen kopi]
  3. Jepang memegang rekor tertinggi sebagai konsumen kopi untuk kawasan asia.
Dengan semua fakta tersebut, Bilakah Indonesia dan Vietnam mampu merebut pangsa pasar kopi di dunia, tidak  hanya bersaing tetapi bisa juga menjadi partner bersama untuk Bersinergi Menuju Eksportir KOPI terbesar di Dunia?
Jika Secara internasional, Brazil merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia, yang diikuti oleh Vietnam kemudian Indonesia sebagai negara produsen kopi ke-3 di dunia. Maka setelah Brazil, Vietnam dan Indonesia sebagai sesama anggota ASEAN memiliki peluang untuk memainkan peranan yang cukup penting dalam perdagangan Kopi di pasar global dengan bersinergi Menuju Ekpsortir Kopi Terbesar Di Dunia. Langkah Sinergis jelas sangat diperlukan dengan pertimbangan perbedaan dan keunikan varian kopi hasil produksi Perkebunan di Indonesia dan Vietnam.

Sekilas Tentang Kopi Indonesia dan Kopi Vietnam.
1. Kopi Indonesia dengan Diversifikasinya.
Indonesia memiliki cukup banyak varian biji kopi dari jenis Arabika & Robusta, setidaknya tercatat 60an jenis kopi yang berasal dari seantero nusantara. Beberapa sentra penghasil kopi yang cukup besar antara lain: provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa, Bali, Sulawesi, Flores, termasuk Kopi Arabika Spesilty Indonesia yang sudah mendunia seperti Gayo Mountain, Mandheling, Mangkuraja, Java, Toraja, Kalosi, Bali & Flores, dimana masing-masing jenis kopi tersebut memiliki kekhasan sendiri-sendiri.
Untuk cara penyajian kopi, selain metode kopi tubruk yaitu kopi yang diseduh dengan air mendidih, atau kopi jos yang penyajiannya dicelup dengan arang, Komunitas penikmat kopi di Indonesia juga sangat welcome untuk menguji coba berbagai cara penyajian kopi secara modern yang diadopsi dari manca negara, seperti: Espresso, Machiato, Caffe Latte,Cappuccino, Marachino.

2. Vietnam dengan Keunikan Kopinya.
Produksi di vietnam berkembang sangat pesat sejak permulaan abad dua puluh, dan sekarang komoditas kopi merupakan pilar  kekuatan ekonomi utama di negara bagi Vietnamyang  menempati posisi kedua untuk produk ekspor pertanian di Vietnam setelah beras. Jenis KoPi yang dikembangkan di Vietnam adalah Kopi Arabika, Liberika dan Catimor.  Kekhasan kopi Vietnam terletak pada cara penyajiannya yang dicirikan oleh tingkat pemanggangan sedang dan tidak mengandung chicory. Trung Nguyen dan produsen-produsen lain di negeri ini me-mixing kopi arabika, robusta, chari dan catimor.

Sinergi Menuju Eksportir Terbesar di Dunia
Dengan ragam jenis biji kopi dan keunikannya, ini bisa jadi modal yang kuat bagi  Indonesia dan Vietnam untuk mengambil langkah sinergi menuju  posisi sebagai Eksportir Terbesar. Semakin hari tantangan ekspor kopi semakin kompleks karena tuntutan konsumen terhadap quality assurance dan food safety yang kian meningkat. Jepang sebagai konsumen kopi terbesar di Asia telah memberlakukan Maximum Residu Level [MRL] untuk pestisida CARBARYL sebesar  0,01 ppb. Pemberlakuan  “Ambang Batas Residu” pada komoditas kopi ini bisa jadi hambatan ekspor karena suatu negara importir sudah concern  terhadap suatu jenis issue kemanan pangan, maka bisa jadi pemicu issue global yang berakibat fatal yaitu embargo untuk rentang waktu yang lama.

Dengan mengambil langkah sinergi, Indonesia dan Vietnam akan memiliki bargain position yang kuat dalam menghadapi berbagai issue global terhadap ekspor kopi. Selain kompak untuk mengambil policy trekait berbagai issue global tentang keamanan pangan, pada dasarnya, industri pangan baik minuman dan makanan sangat perlu untuk menerapkan program “Hazard Analysis Critical Control Point [HACCP]” yaitu Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis mulai dari awal hingga akhir rantai produksi makanan/minuman. Disamping itu, Codex Alimentarius Commission (CAC) telah mengadopsi HACCP dan merekomendasikanuntuk diterapkan ke seluruh dunia dalam rangka harmonisasi sistem perdagangan, ekuivalensi (kesamaan/kesetaraan) sistem pemeriksaan, dan pengurangan hambatan teknis. HACCP sebagai Alat Manajemen yang digunakan untuk memproteksi bahan pangan / makanan dari bahaya (hazard) yang bersifat biologis, kimiawi maupun fisik, secara pokok meliputi 7 prinsip yaitu:

  1. Analisis bahaya [Hazard] dan identifikasi tindakan pencegahan.
  2. Identifikasi titik-titik pengendalian kritis [critical control point/CCP].
  3. Penetapan batas kritis [Critical limit].
  4. Penetapan prosedur pemantauan terhadap setiap CCP.
  5. Penetapan tindakan koreksi [corrective action] yang harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan terhadap batas kritis.
  6. Penetapan sistem pencatatan [record keeping]
  7. Penetapan prosedur verifikasi

Penerapan dan Pengembangan 7 Prinsip HACCP tersebut sebenarnya merupakan pendekatan secara: Preventive Measure, In process Inspection, Laboratory Analysis, Traceability [From Farm to Table]. Dengan penerapan Program Manajemen Mutu HACCP yang diterapkan pada seluruh tahapan penanganan dan pengolahan produk makanan yang berbasis pada “On Going System” akan selalu mengalami perubahan seiring berkembangnya tuntutan konsumen, sehingga akan menciptakan suatu sistem mutu yang harmonis dengan sistem terbaru yang berlaku secara internasional.



Reference: http://gaeki.or.id/

Myanmar dan Visa-nya

Duluuuu....buangets, saya pikir untuk main-main ke Luar negeri, cukup dengan punya paspor saja. Sempat bingung juga, kalau sudah punya paspor kenapa masih harus apply visa jika hendak mengunjungi suatu negara? Bismillahirrahmaanirrahiim, kemudian saya dapat pencerahan saat ada teman kuliah yang suka nonton Formula ke Luar Negeri. Dia menjelaskan bahwa paspor itu similar dengan KTP, jadi merupakan Identity Card yang berskala internasional. Nah kalau Visa sebagai dokumen ijin yang dikeluarkan oleh negara yang akan kita kunjungi dan berbatas waktu tertentu, sehingga perlu ada perpanjangan waktu jika masa tinggal kita melebihi kuota maksimal yang telah ditetapkan oleh negara tersebut. Berarti kalau paspor cukup satu saja, sedangkan visa harus menyesuaikan dengan masing-masing negara yang kita kunjungi. Jadi kalau hobi traveler, bisa punya koleksi visa yang banyak tuh. Teman saya kala itu juga menjelaskan bahwa masing-masing negara memiliki persyaratkan apply visa yang berbeda dan dari cerita teman tersebut, menurut saya paling berat adalah jika suatu negara mempersyaratkan saldo minimal di rekening tabungan sampai sekian ratus juta! Lha kalau saya bermodalkan backpacker, kapan saya bisa dapat Visa ke negara tersebut ya? 

Dan ketika saya bisa punya paspor sendiri - yang masih blank sampai sekarang karena belum pernah dibawa kemana-mana sehingga masih suci dari stempel – saya baca pada halaman terakhir, sudah jelas dicantumkan: Agar meminta Visa dan keterangan terlebih dahulu dari perwakilan negara asing yang akan dikunjungi. Jadi, pada dasarnya Visa tak hanya demi kepentingan sepihak bagi negara yang dikunjungi. Tapi juga merupakan Assurance bagi  para turis yang hendak berkelana di negara lain. Kata Istilah Jawa” Mowo Deso, Mowo Coro”, atau dimana bumi dipijak ya disitu aturannya harus diikuti. Lha bertamu ke rumah tetangga di sebelah rumah saja ada etika dan sopan santunnya, kita tidak bisa nylonong asal masuk, apalagi jika pagar rumahnya tinggi terus ada anjing penjaganya pula. Jika ingin disambut dengan ramah, tidak digonggongi anjing yang ada di depan rumah, sebagai tamu ya kita perlu menempuh prosedur sopan-santun dan bersikap baik. Kira-kira seperti itu konteks pemahaman sederhana saya tentang kenapa Visa perlu ada bagi para wistawan/warga negara asing. Jadi perlu tidaknya Visa, ya manut pada aturan yang ditetapkan pada negara yang akan dikunjungi. Sebagai tamu yang baik dan berharap mendaptkan perlakuan yang baik, tentu harus bersikap cooperative dengan aturan yang diberlakukan di negara tersebut.
Paspor Saia yang masih "Suci"
Jadi kalau pengurusan visa itu perlu lebih banyak dokumen dibandingkan persyaratan buat paspor ya sangat wajar, lha untuk keamanan dan kenyaman saat berada di negeri orang lain. Rata-rata negara memberlakukan kunjungan turis menggunakan sistem Visa ON arrival. Tapi, kecenderungan umumnya banyak negera yang berusaha memberikan fasilitas dan kemudahan dalam mengurus visa dan atau bahkan memberlakukan bebas visa. Setidaknya, Negara-Negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam Asean sudah berkomitmen bebas Visa untuk kawasan regional ASEAN dengan batasan waktu tertentu pastinya. Pembebasan visa ini dalam rangka meningkatkan animo kunjungan wisata, khususnya. Traffic wisatawan yang tinggi, tentunya akan memberikan dampak progesif bagi pertumbuhan ekonomi karena meningkatnya transaksi perdagangan dan aneka jasa yang terkait dengan kepariwasataan. Pemberlakuan bebas visa ini tentu merupakan angin segar bagi wisatawan regional ASEAN, otomatis biaya juga lebih bisa ditekan dan waktu juga bisa lebih cepat untuk pemberangkatan karena cukup dengan paspor sudah bisa melenggang ke berbagai negara sesama tetangga ASEAN.

Tapi, apakah semua negara ASEAN sudah kompak dengan gaya Free Visa ini? Meskipun Bebas Visa ini sudah diklarasikan dalam KTT ASEAN bebrapa waktu lalu, merupakan point plus yang menarik minat wisatawan, tapi bagi Myanmar masih menganggap penting untuk menerapkan Visa On Arrival. Keputusan Myanmar ini tentu sangat beralasan, mengingat selama ini dan sampai sekarang situasi keamanan dan stabilitas politik di sana masih rawan terjadi konflik. Sekilas pandang tentang negara yang memiliki luas sekira 680 ribu km² ini sebenarnya telah bergabung dalam ASEAN sejak 23 Juli 1997. Tapi karena diperintah oleh junta militer sejak aksi kudeta berdarah tahun 1988, policy pemerintahan lebih banyak menerapkan asas ala tirai bambu.  

Sebenarnya pada pemilu 1990 partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi menang telak dengan perolehan suara yang mnecapai 82%, akan tetapi hasil ini ditolak oleh rezim militer disana. Bisa dilihat, gelombang konflik berkelanjutan secara berkepanjangan dengan akar permasalahan perbedaan Etnis walaupun jumlah etnis di sana hanya 8 etnis saja. Etnis Birma yang berasal dari Tibet sebagai mayoritas di Myanmar tapi merupakan yang datang belakangan dibandingkan etnis Shan. Etnis Shan menempati wilayah di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar. Namun sebelum etnis Birma dan etnis Shan, sudah ada etnis Mon, yang menghuni wilayah dekat perbatasan dengan Thailand. Diantara ketiga etnis inilah sering trejadi konflik perebutan kekuasaan, silih berganti mereka menjadi penguasa di Myanmar yang dulu bernama Burma. Dan belum lama ini aksi pembantaian Etnis Rohingya pun masih mewarnai ketidakstabilan di Myanmar, maka sangat wajar jika Visa On Arrival masih menjadi prosedur standart bagi kunjungan wisatawan di negara tersebut.

Pinjam dari SINI
Pemberlakuan Visa On Arrival sepertinya TIDAK menjadikan Myanmar  kurang diminati untuk dikunjungi. Memang sedikit ribet di depan karena harus melengkapi dengan Visa jika ke Myanmar [daripada negara ASEAN lainnya], tapi tetap ada hal yang menarik minat untuk berwisata ke sana karena di Myanmar. Selain destinasi wisata yang menarik dan keramahan warganya, yang tak kalah menarik pula adalah tidak ada "harga turis" seperti yang jamak kita jumpai pada berbagai obyek wisata di Indonesia dan negara lainnya. Mulai tarif kendaraan umum, bill hotel, makanan, aneka souvenir, mayowitas ditawarkan dengan harga yang sama rata dengan turis domestik. Jadi saya pun tetap tertarik untuk berback packer ke Myanmar jika diijinkan oleh suami, yaa...itung-itung biar paspor saya ada stempelnya. Dan mau tahu destinasi yang paling ingin saya kunjungi di Myanmar? Itu tuh yang di atas.....so cool kayaknya kalau bisa sampai di sana. #celingukan cari sponsor.





Indonesia, The Shiny Country of Universe

Membranding sebuah produk [barang atau jasa] memang mutlak diperlukan sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari strategi pemasaran. Dengan pemilihan brand ini, perusahaan bersaing untuk mendapatkan profit dari produk-produk yang dihasilkannya Dan Bismillahirrahmaanirrahiim demikian pula untuk sebuah negara, brand pun merupakan salah salah satu bagian terpenting bagi eksistensinya di dunia global. Semua negara  kini bersaing gencar-gencaran untuk mempromosikan sektot pariwisata, menarik minat para investor dan membuat para pembeli dari seluruh belahan dunia tertarik untuk membeli produk-produk yang dihasilkan oleh perindustrian di negara tersebut.  Berkembangnya persaingan dagang di semua sektor perindustrian yang kian ketat, menuntut masing-masing negara untuk mendesain image negaranya agar mampu menarik minat pembeli untuk "target market" mereka. 

Demikian pula dengan Indonesia yang beragam budaya, geografis berbentuk kepulauan dengan pesona keindahan alam yang sangat elok dan berbagai potensi kekayaan alam yang berlimpah serta SDM yang sangat kondusif untuk mendukung pergerakan perekonomian,  maka Nation branding yang cocok [menurut saya] yang friendly/mudah diingat dan  memiliki makna yang secara spontan bisa memberikan deskripsi tentang Indonesia secara holistic di kancah Internasional adalah Indonesia, The Shiny Country of Universe
Credit Here
Sekilas balik tentang definisi Brand, yaitu  sebuah nama, istilah, identitas, atau simbol, yang didesain secara khusus yang dimaksudkan agar bisa mengidentifikasikan suatu produk atau jasa, yang membedakan produk/jasa tersebut dari produk lain [terutama produk saingannya]. Mengacu dari definisi dasar mengenai Branding tersebut, maka Nation Branding memiliki fungsi yang sangat strategis [menentukan] dalam marketing positioning suatu negara dalam menghadapi persaingan perdagangan yang bergerak menuju global market. Pemilihan Nation Branding bagi Indonesia harus bisa berimplikasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan perkonomian yang kreatif sehingga mampu mengangkat image Indonesia sebagai bangsa yang memiliki peran aktif dan bisa terdepan dalam persaingan ekonomi global.  Dengan demikian Nation Branding memiliki fungsi untuk membangun, mengembangkan, dan mempertahankan pencitraan [image] yang baik untuk Negara tersebut, karena kesuksesan [perekonimian] suatu negara dalam kompetisi pasar global sangat dipengaruhi oleh brand image dari negara tersebut. Bahwa kekuatan Branding Nation dari suatu Negara, yang dilengkapi dengan akselerasai yang equal antara image yang ditargetkan tersebut terhadap produk-produk yang dihasilkannya adalah sama pentingnya dengan kualitas produk yang dihasilkan oleh negara itu sendiri.

Maksud dan makna Nation Branding: Indonesia The Shiny Country of Universe, secara gramatical-nya saya pilih berdasarkan pada acuan awal bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di garis khatulistiwa dan memiliki iklim tropis. Untuk definisi secara luas, saya pilih Nation Branding tersebut berdasarkan adalah aspek-aspek: 
  1. Geografis Indonesia yang berbentuk kepualaun dengan potensi keindahan alam yang mendukung untuk berkembangnya industri Pariwasata.
  2. Letak Indonesia yang strategis dalam lalu lintas perdagangan internasioanl sehingga bisa menguntungkan bagi produk-produk industri yang dihasilkan, baik produk barang industri modern maupun skala tradisional yang secara intensif akan mengaktivasi pengembangan ekonomi kreatif
  3. Luas wilayah maritim yang dominan dengan sumber kekayaan alam sektor perikanan mau non fisheris yang berpeluang untuk menjadi pemain ekspor terbesar di dunia untuk produk pengolahan hasil perikanan/maritim.
  4. Sumber alam migas dan non migas yang sangat vital baik keragamananya maupun kuantitasnya yang tentunya akan bisa mendukung perkembangan  kouta ekspor yang mampu mendongkrak penghasilan devisa negara.
  5. Keragaman kebudayaan dan kesenian tradisonal yang menawarkan keunikan sehingga bisa memperkuat image bersinarnya Indonesia di dunia internasional.
  6. Sifat penduduk asli Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, yang ramah dan pekerja keras [warisan spirit leluhur sebagai pelaut yang mampu mejelajah dunia sejak dahulu kala], merupakan aset yang vital bagi tumbuh kembangnya perekonomian bangsa Indonesia.
Nation Branding memang tidak mungkin terbentuk dan melekat untuk indentify bangsa dalam kurun waktu yang cepat, karena tetap butuh usaha yang komprehensif, program yang terintegrasi dan waktu yang tidak sebentar untuk membangun Nation Branding tersebut berserta  nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi spirit seluruh elemen Bangsa Indonesia. Nation Branding  merupakan serangkaian usaha yang dilakukan untuk membangun dan menjaga image bangsa dan negara secara holistic, baik internal dan eksternal dengan basis nilai-nilai dan persepsi konstruktif yang kita miliki sehingga bisa mendapatkan posisi dalam percaturan internasional. Dalam memelihara Nation Branding dibutuhkan Proses/perjuangan yang berkesinambungan [dalam waktu yang terus– menerus serta tetap mengkorelasikan dengan dengan perubahan demografi dan geografis bangsa ini.

Beberapa alasan yang saya ambil sebagai acuan dalam memilih Nation Branding Indonesia, The Shiny Country of Universe. Harapan dan tujuannya adalah semoga jadi salah satu trigger bangsa  Indonesia sebagai bangsa yang kreatif  sehingga akan membangkitkan rasa bangga [cinta Indonesia], membangun sikap positif dan memunculkan keungggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia di permukaan yang akan menarik dunia terhadap Indonseia di semua sektor.

Branding nation memang ditujukan untuk melahirkan  image yang mampu go public secara internasional sehingga akan memberikan pengaruh terhadap stereotip berbagai produk negara yang bersangkutan untuk kemudian dipersepsikan pada pasar. Jelas bukan hal yang mudah, tapi juga bukan tidak bisa untuk diwujudkan. Meskipun kondisi carut- marut yang masih sering menjadi head line news di berbagai media: korupsi, kriminalitas, tawuran anak sekolah, dll yang berpeluang memforward sikap skeptis, tapi dengan Komunitas Blogger Asean ini semoga bisa menjadi salah satu mercusuar yang mengkomunikasikan ke masyarakat luas [internasional] untuk mulai belajar melihat dan menilai segala bentuk perkembangan dan permasalahan secara proporsional dan obyektif dan TIDAK menggeneralisirnya secara over dosis.

Sangat banyak yang bisa diexplore untuk membangun Branding Nation Indonesia, The Shiny Country of Universe.   keindahan alam beserta sumber daya, ragam budaya, peta SDM yang semkain banyak meraih prestasi  dalam kompetisi internasional, daripada menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk hal-hal yang justru akan mendwonload energi negatif bagi Bangsa Indonesia.

Pada akhirnya, keberadaan Branding nation telah terbukti berkontribusi membentuk image suatu negara dengan produk yang berasal dari negara sehingga mendongkrak omzet penjualan produk tersebut secara significant. Sebagai contoh tentang Brand Nation ini, jika kita tanya pada anak kecil tentang Jepang, jangan heran jika jawaban yang diberikan adalah Doraemon, Sinchan atau Ninja hitam. Atau Image yang melekat untuk Belanda: Kincir angin, Tulip. Kalau skala Internal kita saja, jika ada yang menyebut Yogyakarta maka yang spontas terlintas: gudeg, Borobudur, Malioboro. Lamongan dengan Soto Lamongan dan  Perselanya. Banyuwanggi dengan Kawah Ijen, Batik Gajah OLing, Suku Osing-nya. Jadi mari kita mulai dari diri sendiri untuk mengkampanyekan hal-hal yang positif yang ada di sekitar kita, yang semoga bisa menjadi gelombang positif bagi Indonesia, The Shiny Country of Universe.

Dan yang sangat relevan dengan Indonesia, The Shiny Country of Universe adalah lagu ciptaan Bapak R. Suharjo berikut ini:
Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia




References: 
1. Kotler.P  (1987)
2. http://magdalenawenas.com/


[Balada] Negara-Negara Serumpun Indonesia

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang salah satunya membawa dampak pada gelombang Penyebaran Informasi bergerak cepat dan global karena adanya support teknologi informasi digital. Dan Bismillahirrahmaanirrahiim jika kita melihat peninggalan sejarah serta adanya kemiripan-kemiripan antar bagian regional/daerah/negara pada  segmen-segmen adat dan kebudayaan yang berkembang dari dulu dan hingga sekarang masih terpelihara, maka bisa kita lihat bahwanya penyebaran informasi dan teknologi sudah sudah terjadi sejak awal jaman pra-sejarah. Adanya faktor perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain merupakan salah faktor adanya kemiripan antara suatu poupulasi penduduk dengan penduduk dari daerah tertentu lainnya. Dari pelajaran IPS dan sejarah, wacana tentang negara serumpun dengan Indonesia lebih sering memberikan identifikasi bahwa Malaysia yang trending topic sebagai negara serumpun dengan Indonesia. 

Benarkah negara Serumpun bagi Indonesia adalah [hanya] Malaysia? Padahal menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja, sedangkan kenyataannya Borobudur sudah dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada.  Di era teknologi yang kala itu masih belum canggih, terdapat dua peninggalan sejarah yang bernilai historical tinggi di wilayah yang berbeda lokasi dan masa pembangunan tapi memiliki banyak kemiripan, tentunya ini BUKAN sebuah kebetulan belaka. 
  • Candi Borobudur dibangun sekira tahun 800-an Masehi oleh Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra dijaman keemasan kerajaan Sriwijaya, dimana pembangunannya baru selesai dimasa pemerintahan Ratu Pramudawardhani [hampir 50 tahun berikutnya]. Wangsa Sailendra merupakan penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat, sehingga tak heran jika Candi Borobudur peruntukkannya sebagai tempat ibadah bagi pemeluk agama Budha. ini berlokasi sekitar 40 KM dari Jogyakarta ke arah barat laut ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar dengan 2.672 relief pada dindingnya. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
  • Sementara Angkor Wat dibangun sekitar tahun 1.100an M oleh raja Suryavarman II, dengan konsep arsitektur berupa dewa-raja, yang bisa terlihat dari struktur candi yang berbentuk mengerucut ke atas seperti kuncup bunga lotus. Pada dinding bagian luar terpahat relief batu yang menceritakan kisah-kisah klasik India, seperti Ramayana, pemutaran lautan susu untuk mendapatkan tirta amerta dan relief pertempuran balatentara Khmer saat menghadapi serangan balatentara Champa. Selain itu juga terpahat 3000an apsara, yang berarti dewi.

Credit Here
Kemiripan antara relief Candi Borobudur dan Angkor Wat yang dibangun pada masa yang berbeda yaitu selisih 300an tahun, dikarenakan kesamaan agama yang dianut yaitu Agama Budha [mengingat fungsi candi  sebagai tempat peribadatan pemeluk agama Budha], dan adanya hubungan bilateral dua kerajaan Khmer serta diduga menggunakan rancangan arsitek yang sama yaitu Gunadharma. Seperti diketahui selain Agama Hindu, juga ada Agama yang berkembang pesat kala itu.  Pengaruh agama Budha ini dimulai pada abad pertama Masehi, dimana perdagangan di Jalur Sutra yang melalui jalur darat terkendala oleh kekaisaran Parthia di Timur Tengah, yang berkonflik dengan Kekaisaran Romawi yang belum hancur. Sedangkan saat itu orang-orang Roma sedang berada dimasa kejayaan ekonomi sehingga kebutuhan untuk berdagang dengan kawasan Asia pun meningkat. Al hasil, situasi ini menjadi alasan untuk menghidupkan lagi jalur perdagangan via laut di antara Laut Tengah dan Tiongkok, dimana India sebagai negara perantara. Semenjak saat itu, melalui hubungan perdagangan dan koloni-koloni dagang serta intervensi politik, pengaruh India mulai di kawasan Asia Tenggara. Rute dagang laut ini menghubungkan India dengan selatan Burma, pusat dan selatan Siam, Kamboja dan selatan Vietnam. Sehingga tak ayal, Agama Budha yang nota bene lahir di India pun berkembang pesat di Jalur-jalur perdagangan tersebut yang memberikan pengaruh pada banyak aspek kehidupan masyarakat.

India memberikan pengaruh yangs angat luar dalam kurun waktu yang sangat lama, yaitu lebih dari seribu tahun. Hal ini merupakan faktor utama yang membawa persatuan budaya: bahasa dan ada istiadat pada banyak negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Bahasa Pali, Bahasa Sanskerta dan aksara India yang  bersama dengan Theravada, Mahayana, Brahmanisme dan agama Hindu pun disebarkan langsung melalui teks-teks kesusastraan India. Pengaruh utama Buddha berasal dari anak benua India, sehingga negara-negara di sini menganut aliran Mahayana. Sri Wijaya di selatan dan kerajaan Khmer di utara saling berusaha menjadi yang paling berkuasa dan kesenian mereka mencermikan pantheon Bodhisattva Mahayana yang sangat kaya.
 Wilayah Kerajaan Sriwijaya [pict from Here]
Dari abad ke-5 s/d abad ke-13, di kawasan Asia Tenggara terdapat kerajaan-kerajaan yang kuat dan berkuasa serta aktif dalam pengembangan arsitektur dan seni Buddha.  Sebut saja salah satunya yang sangat fenomenal kerajaan Sriwijaya [masa pembangunan Candi Borobudur] dan Majapahit yang memiliki wilayah kekuasaan lebih dari separuh kawasan Asia Tenggara. Tidak mengherankan jika karya sastra seperti kisah Ramayana dan Mahabharata sudah demikian familiar di Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia tenggara dari jaman dahulu, yang bisa dilihat dari berbagai peninggalan sejarah dan prasasti serta karya sastra para Mpu di masa kejayaan era kerajaan.

Faktor kesamaan Agama Budha yang berkembang di masa kejayaan Kerajaan, sehingga memberikan pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pembuatan candi sebagai tempat peribadatannya. Maka kemungkinan negara-negara yang tergabung di ASEAN adalah negara serumpun adalah sangat benar sekali. Selain kesamaan agama yang dianut, proses negara serumpun di kawasan Asia Tenggara pun bisa jadi sebenarnya sudah bermula dari jaman Pra sejarah. Seperti kita ketahui, definisi sederhana serumpun adalah populasi etnis yang sama yang bisa dikatakan adanya “hubungan genetis” [saudara] baik dalam hal penggunaan bahasa maupun kesamaan ciri-ciri fisik lainnya. Berdasarkan definisi ini dan melihat berbagai kesamaan yang terdapat antara Indonesia dengan mayoritas negara-negara anggota ASEAN, sangat bisa jika dikategorikan sebagai negara-negara yang serumpun. Hubungan serumpun ini sepertinya sudah dimulai dari jaman pra-sejarah. 

Dari penelitian dan penemuan berbagai benda bersejarah, terdapat bukti jika Sekitar abad ke-5 SM, penduduk dari daerah Dongson[sekarang termasuk wilayah Vietnam], telah menguasai keterampilan dasar pengolahan logam, yang merupakan hasil penemuan kebudayaan logam tertua di Asia Tenggara. Sedangkan masyarakat terawal yang diketahui di Thailand - yaitu sekitar tahun 3,000 SM - berlokasi di daerah Ban Chiang. Pada sekitar tahun 2,500 SM, bangsa Melayu mulai menyebar di wilayah semenanjung [Asia tenggara] dan memperkenalkan teknologi primitif pengerjaan logam yang telah mereka kuasai di wilayah ini. sekitar tahun 1,500 SM, bangsa Mon mulai memasuki kawasan Burma dan kemudian bangsa Tai datang dari daerah selatan Tiongkok ke daratan Asia Tenggara kemudian menetap pada sekitar abad pertama Masehi. Dari penyebaran penduduk inilah, maka bisa dilihat sampai sekarang adanya kesamaan pola bercocok tanam padi, model sawah terassiring, juga ide intensifikasi pertanian [yang munucl akibat kebutuhan akan pangan yang meningkat akibat pertumbuhan penduduk] di sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

Tipically yang menunjukkan bukti ke-serumpun-an lainnya adalah dari  Indonesia adalah dengan Filipina yang sama-sama berbentuk negara kepulauan di asia tenggara. Secara penampakan fisik, orang orang Filipina sangat mirip dengan Orang Indonesia tapi beda bahasanya. Meski diklaim memiliki Bahasa yang berbeda, tai ada beberapa kata yang mirip  misalnya: Aku~Ako; Asu(Bahasa Jawa)~Aso; anak~anako; Irung(Bahasa Jawa)~Irong; Tolong~Tulong; Durian~Duryan, dll. Terdapatnya ke-serumpun-an Bahasa Filiphina – Indonesia, bisa juga akibat nasib yang sama yaitu sebagai negara jajahan Spanyol sehingga terjadi akulturasi bahasa.

Kemudian, ada juga negara serumpun lainnya yaitu Brunei Darussalam yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Kerajaan Brunei pernah ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya [yang berpusat di Sumatra] pada awal abad ke-9 Masehi, yang selanjutnya menguasai Borneo utara dan gugusan kepulauan Filipina. Kerajaan ini juga pernah menjadi taklukan Kerajaan Majapahit. Nama Brunei juga tercantum dalam Negarakertagama sebagai daerah bawahan Majapahit. Kekuasaan Majapahit di Brunei hanya sebentar karena setelah Hayam Wuruk meninggal, Brunei berhasil membebaskan diri dan kembali sebagai sebuah negeri yang merdeka dan pusat perdagangan penting. negara yang satu ini yang bisa dikatakan paling mirip dengan Indonesia. walaupun masih ada perbedaan bahasa sedikit dengan Indonesia. 
Dan yang paling terkenal disebut sebagai negara serumpun-nya Indonesia adalah Malaysia karena mayoritas penduduk Malaysia berasal dari kepulauan Nusantara. Selain itu di Malaysia juga terdapat dua etnis besar asia yaitu etnis cina dan india, hal yang serupa juga terdapat di Indonesia. Pada dasarnya Malaysia merujuk kepada seluruh rumpun melayu di asia tenggara. Jadi Malaysia bisa dikatakan sebagai alam melayu sehingga di dalamnya juga orang yang berasal dari terhadap Filipina dan Indonesia. Dan masih ada wilayah-wilayah lain yang bisa dikatakan serumpun dengan Indonesia antara lain Taiwan, Selandia baru dan kepulauan Pasifik hingga Hawai, tapi jejak-jejak  ras melayu di sana bisa dibilang sudah hilang akibat eksodus penduduk yang besar-besaran ke wilayah tersebut.

Kesimpulannya, memang negara-negara di kawasan asia tenggara pada umumnya serumpun karena faktor-faktor antara lain: 
1. Migrasi penduduk [ras Austronesia dan Mongolia], 
2. Penyebaran Agama [Khususnya Budha], 
3. Perkembangan Politik [perluasan wilayah kekuasaan jaman kerajaan dan era kolonialisme]. 
4. Lalu Lintas Perdagangan [antar negara]

Berbagai faktor yang membuat adanya kemiripan ~ serumpun, tak hanya berimplikasi pada fisik, budaya, adat istiadat, bahasa. Ada yang lebih potensial yaitu: Kedekatan emosional, kepentingan dan spirit. Hal ini merupakan modal yang potensial untuk membangun kebersamaan secara integralistik sebagai sesama negara di Kawasan Tenggara untuk menciptakan kawasan yang kuat secara ekonomi dan politik dalam peta percaturan dunia global. 

Dan Kalau ditelusuri lebih detail lagi dan kilas balik lebih jauh lagi, jangan-jangan bisa diketemukan jika saya ini keturunan orang India juga kan? Atau keturunan Raja Thailand? Atau masih bersaudara dengan Andi Lau atau Pretti Shinta atau Kajol atau Jang Dong Gun? Walah, kalau hipotesa terakhir tersebut jelas ngawurisasi dan sakau kayaknya jadi abaikan saja. Yang Jelas saya termasuk serumpun dengan Orang-orang Asia tenggara juga kan? 




Reference: Wikipedia

Salon Certified VS Non Certified

Untuk menjawab permasalahan “Bagaimana kalau di sekitar perumahan kamu banyak berdiri salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional apakah akan menggeser salon lokal ?”, menurut saya TIDAK BISA hanya di jawab dengan sepatah kata: Iya atau Tidak. Pada sebagian kelompok masyarakat yang masih bergelut pada basic need, keberadaan salon BUKAN merupakan center kebutuhan. Lha wong, potong rambut saja kok bayar kalau bisa gratisan? Ngapain juga bayar mahal untuk cuci muka, lha mandi di sungai sudah beres kok? 

TAPI Bismillahirrahmaanirrahiim, jika dikorelasikan dengan Perkembangan sosial budaya yang disebabkan oleh perubahan global dalam IPTEK, informasi dan komunikasi, menimbulkan nilai-nilai dan kebutuhan baru bagi masyarakat. Memasuki global market, maka semua jenis perdagangan, baik barang berwujud maupun yang berupa jasa pastinya akan bersaing secara ketat. Kondisi ini tentu mempersyaratkan peningkatan building capability dan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) sehingga mampu memberikan output yang prima. 

Sejalan dengan perkembangan IPTEK dan Era Digital tersebut, secara significant tentu berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk life style dan trend fashion/penampilan. bisa diprediksi jika kehadiran salon-salon kecantikan akan menjadi sektor industri jasa yang berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk tampil fashionable. Saat saya kecil, kakak-kakak saya sudah cukup puas memotong rambutnya dengan asas asal rapi saja sehingga cukup minta tolong saudara atau tetangga. Beberapa periode berikutnya, mulai muncul para tukang cukur rambut yang memiliki kemampuan memotong rambut dan berbayar. Dan sekarang, untuk sekedar potong rambut, sudah berkembang dengan tuntutan model rambut yang stylish plus perawatan. Demikian pula dengan kebutuhan perawatan badan dan penampilan diri, secara linear, semakin besar animo masyarakat untuk menjadi konsumen salon kecantikan. Karena arus informasi digital pula, berpenampilan yang fashionable mulai mendapat perhatian besar, karena basically semua orang ingin tampil di depan umum dengan impresif. Dan masyarakat [konsumen] pun semakin cerdas dalam menetapkan kriteria dan kualitas terhadap penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan, termasuk urusan perawatan diri dan kecantikan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat secara otomatis akan cenderung mencari salon yang bersertifikat. Keberadaan salon bersertifikat ini merupakan langkah konstruktif dalam rangka memenangkan kompetensi dalam industri kecantikan karena jika sebuah salon sudah memilik sertifikat Intersional tentu secara kompetensi telah mengakomodasi : Pertimbangan-Pertimbangan Konsumen dan Strengthen Positioning [bagi salon]

Pertimbangan-Pertimbangan Konsumen terhadap Kualitas Produk yang berupa Jasa [salon] adalah upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Kualitas jasa dapat diperoleh dengan cara membandingkan antara harapan konsumen dengan penilaian / persepsi mereka terhadap kinerja yang sebenarnya. Konsumen setelah menerima pelayanan, akan membandingkan antara pelayanan yang diharapkan dan pelayanan yang mereka terima. Jika pelayanan yang diterima di bawah pelayanan yang diharapkan, konsumen akan tidak puas dan kehilangan kepercayaan terhadap penyedia jasa tersebut. Sebaliknya jika pelayanan yang diharapkan sesuai atau diatasnya, konsumen akan puas. Jadi kuncinya adalah menyesuaikan atau melebihi harapan konsumen. Secara singkat, faktor-faktor utama yang membentuk harapan konsumen:
  1. Komunikasi dari mulut ke mulut [Testimoni]. Informasi yang didengar dari konsumen lain merupakan determinan harapan   yang potensial. Semakin banyak salon yang ada, semakin sulit untuk mengetahui salon mana yang qualified. Contohnya Saya sendiri, pertama kali menggunakan jasa salon berdasarkan cerita dari teman dan dia merekomendasikan tentang kualitas pelayanannya mulai dari peralatan sampai personilnya. Lha daripada saya pergi ke suatu salon [biasanya sih untuk facial] dan setelah facial tersebut wajah saya jadi ladang jerawat karena equipment yang digunakan tidak terjaga sanitasinya.  Bagi saya, selain kelengkapan equipment, maka sanitasi adalah kriteria yang paling penting ketika memilih salon.
  2. Kebutuhan pribadi [personal needs]: Dihargai dan nyaman. Harapan seseorang juga dipengaruhi oleh karakteristik dan keadaan perseorangan, atau dipengaruhi oleh kebutuhan pribadinya. Salon yang memiliki suasana yang tepat, nyaman dan ramah, dan membuat konsumennya nyaman dan tenang akan menjadi pilihan pertama bagi kebanyakan orang. Tingkat layanan pelanggan yang ditawarkan oleh salon juga memainkan peran penting dalam pemilihan salon rambut yang baik. Bahkan, kriteria ini sering lebih penting untuk orang daripada penata rambut besar yang benar-benar impersonal dalam pendekatan mereka. Ini jauh lebih baik untuk memiliki stylist yang berbicara kepada klien, menjelaskan apa yang akan terjadi dan yang lebih penting mengapa pilihan tertentu sedang dibuat.
  3. Pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi tingkat harapan konsumen untuk kembali. Contohnya ketika saya mencoba cream bath, yang melakukan cream bath tidak banyak bicara [kurang ramah] dan cara treatmentnya tidak  enak. Al hasil ini akan jadi pengalaman yang membuat saya [konsumen] enggan untuk kembali lagi. Makanya kriteria pengalaman dan pengetahuan staf yang menyediakan tata kecantikan rambut dan perawatan memegang peran yang penting. Sebuah salon dengan staf tidak efisien dan kurang terlatih akan membuat konsumen tidak nyaman. 

Jadi merupakan hal yang tidak bisa dihindari jika tuntutan konsumen terhadap pelayanan salon pun berkembang secara universal, yaitu perlu adanya jaminan mutu [quality assurance] sebagai point of view pertimbangan dalam memilih sebuah salon yang hendak di datangi. Orang-orang tentu bersemangat mencari salon [hair stylish dan atau perawatan kecantikan] yang memberikan perawatan terbaik, apalagi bagi kelompok masyarakat ekonomi atas dimana faktor harga merupakan urutan yang kesekian puluh karena pertimbangan utama tentu pada hasil pelayanan [jasa] salon yang prima.  Tidak heran, bagi kalangan ekonomi atas akan langsung straight ke salon yang bersertifikat intersional yang mampu memberikan kualitas pelayanan secara comprehensive dan sanggup memberikan garansi jika terjadi komplain pelanggan.

Strengthen Positioning bagi salon yang memiliki sertifikat Internasional karena proses untuk mendapatkan legal aspect [bersertifikat] telah melalui serangkaian proses pemenuhan kelengkapan sarana prasarana fisik dan SDM yang qualified di bidang per-salon-an. Salon bersertifikasi tentunya sudah capable dalam rangka memberikan pelayanan yang prima dengan memperhatikan Faktor-fator yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Secara definitif, bisa disebutkan jika Kepuasan pelanggan merupakan Tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil  perbandingan atas kinerja produk/jasa yang diterima dan  yang diharapkan. Kepuasan konsumen adalah fungsi dari perbedaan kinerja yang dirasakan (perceive performance) dengan harapan (expectation). Apabila kinerja di bawah harapan, konsumen akan kecewa (customer dissatisfaction). Bila sama dengan atau lebih tinggi dari harapan, maka konsumen akan puas (customer satisfaction)
Oleh karena, Sebuah Salon yang bersertifikat internasional  tentu sudah mengetahui tingkat kepuasan pelanggannya dan bagaimana cara memenuhinya, dimana setiap divisi atau unit kerja dapat memberikan performance kerja yang optimal. OUT CAME-nya adalah akan terbentuk Image yang excellence yaitu kepercayaan, dan impressi seseorang terhadap salon tersebut. Image Salon menjadi salah satu pegangan bagi konsumen dalam mengambil keputusan penting untuk kembali lagi menggunakan jasanya. Image yang baik ini akan berdampak positif, sedangkan image yang buruk melahirkan dampak negatif dan melemahkan kemampuan salon dalam persaingan. Dari terbentuknya Image akan memberikan Impact loyalitas dimana konsumen secara senang hati berkomitmen untuk terus kembali menggunakan jasa/layanan di salon tersebut. Dan manakala semakin banyak konsumen merasa puas dengan kinerja salon merupakan daya dukung yang membuat salon [bersertifikat] bisa berada pada puncak grafik perkembangan yang maksimal untuk rentang waktu yang lama diantara para kompetitornya. 

Dengan demikian, Analisa saya [semoga obyektif] untuk Salon Certified VS Non Certified atau salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional adalah SANGAT BERPELUANG untuk menggeser salon lokal. 

Alasannya: Salon yang certified tentu sudah kompeten dalam mempertahankan loyalitas konsumennya karena didukung dengan quality management yang compatible dalam memberikan pelayanan yang prima, meliputi: Tangibles yaitu penampilan fasilitas fisik, termasuk peralatan, personal dan sarana komunikasi yang bagus dan terjaga. Reliability, yaitu kemampuan unit kerja dalam menepati dan memenuhi janji-janji yang diberikan kepada konsumen secara meyakinkan. Responsiveness, cepat tanggap dalam membaca dan melayani keinginan atau kebutuhan konsumen. Assurance, yaitu pengetahuan, kehandalan dan sopan santun SDM serta dapat dipercaya dan percaya diri. Empathy, yaitu kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh personal atau SDM salon kepada konsumennya.




Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak

Bagi saya Kopi merupakan minuman yang memiliki aroma eksotis dan mengundang daya imajinatif. Bismillahirrahmaanirrahiim minum kopi sudah jadi bagian keseharian saya semenjak kuliah. Awalnya sempat diledekin teman-teman kost “kamu kayak bapak-bapak, masak minum kopi?”. Saya ketawa saja, tetap enjoy menikmati segelas kopi yang saya buat setiap sehabis Maghrib. Konsep awal minum kopi untuk doping ngerjain tugas kuliah. Karena alasan mengusir kantuk pula, mulailah ada teman kost yang mencicipi kopi bikinan saya. By the time, minum kopi jadi moment yang mengakrabkan pergaulan dengan teman-teman kost karena diminum secara rame-rame. 


Kini minum kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak jadi salah satu pilihan yahud untuk menikmati sensasi coffee time. Buat saya, minum kopi bisa pagi atau siang atau sore atau malam. Baik saat dirumah sendiri atau pun saat berada di rumah mertua, coffee time still go on. Tak ada schedule khusus untuk berduaan dengan segelas kopi. Lha kan ada Good day yang mendukung acara minum kopi jadi lebih funtastic. Suami saya yang dulunya antipati untuk minum kopi dengan alasan perutnya jadi kembung,  mulai deh terinfeksi ikutan minum kopi juga. Awal nyobainnya sambil ragu-ragu, tapi setelah minum kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak berasa nyaman diperutnya. Komentar kakak Ipar “Kamu sekarang suka minum kopi tho?”. Wajar kalau suami saya langsung akrab dengan Good Day karena ingredientnya friendly dengan lambungnya. 


Acara minum kopi juga merupakan teman dalam berbagai aktifitas saat di kantor maupun ketika di rumah. Apalagi jika sedang duduk manis di depan laptop atau membaca buku, seperti yang sering saya lakukan manakala minum kopi. Segelas kopi panas dengan aroma yang menggugah semangat, terasa semakin sensasional saat saya menyeruputnya dengan sendok. Iyahhh...style saya minum kopi dari dulu menggunakan sendok. Satu sendok demi sendok, senyawa  kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak meresap senyawanya dilidah dan mengalir ke tenggorokan dengan nikmatnya. Hal lain yang membuat saya KLIK dengan Kopi Instan dan Cappucino Good Day adalah tak ada efek sampingan saat proses pembuangan limbah alias urusan ke kamar mandi yakni tidak menyisakan bau kopi. Pernah nyoba suatu jenis kopi instant, ceritanya sih penasaran oleh iklannya. Lha kok pas pipis dan BAB terciumlah bau kopi bercampur bau lainnya menimbulkan “pencemaran” udara deh. Itu pun berkelanjutan masih berbau kafein saat pipis-pipis berikutnyanya sampai seharian. Dijamin Ilfil jadinya kalau setelah minum kopi mendapat “bonus” yang menggangu seperti itu. Ups, sorry-sorry..... kok saya jadi melebar gini cerita tentang minum kopinya yaa?. #nyruput kopi dulu ahh.
Kembali lagi membahas minum kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak bisa menghadirkan banyak cerita karena variasi yang ditawarkan Good Day bercita rasa yang bisa membuat moment minum kopi jadi makin gaul kok. Ada Good Day Vanilla latte, Chococinno, Mocacinno, Carrebian Nut, Cappuccino, Coffee Freeze Mocafrio dan The Original Coolin’ Coffee. Pokoknya semua varian yang dihadirkan oleh Good Day bikin pergaulan kita jadi makin gaul yang funtastic deh. Penyajiannya juga so simply banget karena cukup dengan air bersuhu sekira 85 derajad Celcius. Bagi yang gak sempat memanaskan air atau persediaan air panasnya habis, atau pas panas terik tapi tetap pengen menikmati eksotisnya minum kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak....langsung seduh saja Good Day Coffee Freeze Mocafrio dengan air es, dijamin maknyezzzz segernya. 
Semua varian Good Day memang funtastic dan yang jadi favorite saya adalah  Good Day Cappuccino. Apalagi setelah tahu jika minum kopi beresiko depresi 25% lebih rendah daripada yang tidak meminum kopi. Sedangkan coklat, mengandung anandamide yang menenangkan kerja otak. Jadi makin siiipplah mem-favorite-kan Good Day Cappuccino. Foamnya yang lembut, coklat granulanya yang so tasty dan dinikmati saat semerbak aromanya menyelinap dalam molekul udara yang terhirup hidung....Hemmm, setiap mililiter yang memenuhi sendok yang saya sruput  menjadikan acara minum kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak kian adorable sensasinya. Hayyoo....siapa saja yang suka minum kopi neh?





Bagi-Bagi Kaca Mata Firmoo

Bisa berbagi itu Indah, mau saling berbagi hal baik itu luar biasa, selalu bisa  dan mau berbagi kebaikan tentu teramat sangat luar biasa rasanya. Dan  Bismillahirrahmaanirrahiim walaupun prosesi berbaginya hanya sebagai perantara, bagi saya tetap memberikan sensasi kebahagiaan tersendiri. Untuk acara Bagi-Bagi Kaca Firmoo ini Saya sebut sebagai PERANTARA berbagi karena yang akan memberikan special gift sepasang kaca keren untuk dua orang  adalah oleh pihak Firmoo.com. Sebenarnya di Bulan Juli lalu saya sudah mendapatkan email dari Mr. Antonio contact person-nya Firmoo untuk mengadakan event Giveaway serupa ini. Tapi karena sikon dan stamina lagi nge-drop yang berdampak pula pada aktifitas blogging, sehingga saya me-reply ke Mr. Antonio jika dengan berat hati belum bisa merilis postingan untuk Giveaway Firmoo. Dan ternyata kesempatan berbagi tersebut masih terbuka untuk saya, dengan imel respon yang baru saja yang terima. 

Nah, sudah nyambung dunx hendak dibawa kemana cerita bagi-bagi Kaca Mata Firmoo ini? Saya yakin kalau aneka kaca mata firmoo sudah tidak asing lagi para blogger. Bahkan ada yang sudah kebagian Kaca Mata Firmoo juga, termasuk saya yang telah menerima sepasang kaca mata gaul nan ghaya dari firmoo pada event bagi-bagi kaca mata gratis yang diadakan oleh http://firmoo.com tahun 2012. Banyak model kaca mata yang ditawarkan oleh firmoo, berikut ini beberapa contohnya.
Cekidot DI SINI

Atau yang model INI:
Tipe Kaca Firmoo lainnya yang INI juga Oke:

Untuk melihat koleksi Kaca Mata Firmoo lebih lengkap lagi, silahkan lanjut berkunjung ke http://firmoo.com atau halaman Facebooknya : https://www.facebook.com/FirmooGlasses. BUkti otentiknya kalau Kaca Mata firmoo keren ini neh:
Narsis dengan Kaca Mata Firmoo
Terus, untuk yang mau banget punya kaca Firmoo tanpa bayar alias GRATIS, hayooo Sapa yang MAU Kaca mata Firmoo secara GRATIS? Buruan disimak dan diikuti SOP-nya berikut ini:  
  1. Silahkan kunjungin halaman  Firmoo First Pair Free Program atau bisa juga di http://www.firmoo.com/classic-series.html dan Pilih salah satu kacamata yang sesuai dengan keinginan anda.
  2. Silahkan tingglkan jejak KOMENTAR di bawah postingan ini yang dilengkapi dengan URL anda.
  3. Bagi yang non blogger, bisa disertakan Link akun socmed atau emailnya kok.
  4. Jangan lupa, Komentarnya HARUS dikasih link kacamata yang dipilih beserta spesifikasinya: kacamata normal, minus ataupun plus maksimal 1,5
  5. HADIAH: Sepasang kacamata sesuai yang dicantumkan pada komentator yang beruntung untuk dua orang yang beruntung

Kalau versi aselinya, ketentuan yang berhak mendapatkan HADIAH dari Bagi-Bagi Kaca mata Firmoo ini adalah [jaga-jaga kalau salah salah nerjemahin kalimatnya Mr. Antonio]:

The prizes for the winners.
Two pairs of glasses will be offered to your winners. (Two winners in total). The winners can choose their glasses at http://www.firmoo.com/classic-series.html Eyeglasses include frame plus 1.50 single vision lenses. Sunglasses include frame plus zero-powered lenses. The shipping is exceptionalMoreover, if there are more than 50 valid entrants in your giveaway campaign, an extra pair of free glasses/sunglasses plus free shipping will be offered to one of your luckiest winners.

Untuk sistem penjurianya saya sendiri dan pastinya dibantu oleh pihak Firmoo.com. Pengennya event GA ini saya tutup setelah ada 100 peserta [ dihitung per ID ], tapi kalau kelamaan nunggu 100 orang berkomentar, sangat bisa deh dipertimbangkan kalau sudah mencapai 50 orang yang partisipan MILIH Jenis Kaca Mata Firmoo baru deh bisa ditutup deh. hehehe....

Ayoo, nunggu apalagi ? Langsung tancap gass poll pilih kaca mata dan tinggalkan LINK pilihan kaca mata Firmoo anda pada form komentar yaaa......



Etape Mudik Lebaran [Saya]

Kurun waktu sebulan Ramadhan yang demikian cepatnya meninggalkan kita dan Bismillahirrahmaanirrahiim selalu berharap deru semangat ibadah serta keutamaanya mewarnai setiap jejak langkah dan helaan nafas kita di serata bulan-bulan selanjutnya. Semoga kita masih diberikan umur dan kesehatan sehingga berkesempatan bertemu Bulan Ramadhan-Ramadhan berikutnya dengan Iman-taqwa yang lebih baik. Aneka antusiasme aksi mudik pun sudah mulai surut, kembali pada aktifitas normal. Demikian pula rute mudik saya untuk tahun ini yang paling berbeda dari sebelum-sebelumnya dan InsyaAllah juga tak akan sama dengan tahun-tahun berikutnya. Karena tipe hubungan di awal pernikahan yang masih LDR, rute mudik saya pun jadi terbagi dalam beberapa etape. Keren kan, gak kalah sama event balapan sepeda atau lari marathon lho. 

Jatah cuti bersama yang lebih banyak di hari sebelum H-nya Idhul Fitri, yang kontras dengan suami yang masih efektif bekerja sampai H-2, automatically rute mudik saya ya Jawa Timur  Yogyakarta  Jawa Timur lagi.  Jika dibuat etape, setidaknya ada 4 etape:
  1. Etape I: Banyuwangi – Yogyakarta, 2 Agustus 2013. Start jam 14.30 BBWI dan tiba di nJanti [Yogya] sekira jam 7 pagi. Secara akumulatif, kisaran waktu tempuh masih relatif sama lamanya dengan mudik reguler sebelumnya = hampir 17 jam. Sepanjang rute perjalanan tak ada kemacetan, HANYA sesekali ketemu arus LaLin yang padat saja kok. Hehehehee..
  2. Etape II: Yogyakarta – Bojonegoro, 06 Agustus 2013. Start dari Sleman jam 16.10 WIB dan check in di rumah Mertua jam setengah dua dinihari. Untuk kecepatan normal, mestinya 7 jam bisa sampai di Bojonegoro. Lha karena pakai azaz “ngapain buru-buru, santai saja wong Hari Rayanya kan masih Kamis”. Jadi ya menikmati perjalanan mudik, break Buka Puasa plus tarawih di Sragen, serta mampir sebentar di Padangan [dekat perbatasan Ngawi – Bojonegoro], sehingga 7 Agustus sampai di rumah mertua ya jelang santap sahur deh.
  3. Etape III: Bojonegoro – Lamongan, 07 Agustus 2013. Sekira jam 3 Sore, lanjut mudik ke LA deh. Dan  tanggal 8 Agustus, Hari H lebaran di Lamongan dan sekira jam 9 malam balik lagi  untuk berlebaran di rumah mertua. 
  4. Etape IV: Tanggal 11 Agustus 2013 Saya balik ke Banyuwangi dan Suami ke Yogyakarta hari Senin-nya. 
Rute Yogya - Solo yang makin padat LaLin 
Kalau dituliskan dan dibaca....kok ya mirip banget kayak adegan setrikaan ya? Apalagi pas momentum lebaran: 7 – 10 Agustus yang bolak-balik Bojonegoro – LA. Karena jarak rumah ortu dan mertua memang relatif dekat, sekitar 1 jam sajah, jadi yang paling capek tentunya sang driver-nya alias suami karena dia jadi one men show pegang kemudi. Lha kan saya baru bisa nyetir jalur lurus-lurus wae = maju duang tuh. 

Mudik tetap sesuatu banget, jadi meski capek pun gak bakal mengurangi antusiasme untuk menikmati acara berhilir mudik ria. Dan saya termasuk yang memiliki rute mudik yang simple karena kampung halaman saya dan suami cukup berdekatan, sehingga gak sampai bergiliran mudik seperti kakak saya yang beristrikan orang Palembang. Atau kakak saya yang lainnya lagi, yang istrinya berprofesi paramedis yang baru bisa mudik lebaran 4 tahun sekali karena ada sistem piket di RS pas lebaran. Atau, saudara-saudara kita yang berada di Luar negeri yang bertahun-tahun merayakan lebaran jauh dari sanak saudara. Alhamdulillah masih diberikan kemampuan dan kesempatan untuk bisa berkumpul keluarga saat lebaran, moment yang special bagi orang-orang yang menyandang status perantau. 
One Men Show nge-driver
Dan bagi yang belum bisa mudik karena berbagai sebab dan alasan yang memang belum memungkinkan untuk bisa mudik, semoga tetap bisa merasakan indahnya kebersamaan dan jalinan silaturahim dengan keluarga. Sejatinya tak ada Jarak [jauh], karena hanyalah bilangan angka yang dituliskan. Selain mediator berbagai layanan produk IT yang mampu meretas jarak, namun tetap yang terutama adalah ada hati nurani, ada ikatan batin dan ada rasa kasih sayang yang menghubungkan dengan semua orang-orang yang dikasihi, TANPA kenal batasan waktu, cuaca, jarak, materi dan lain lain. 

Euforia lebaran memang sudah mulai reda, dan kue-kue pun sudah mulai habis. Tapi cerita tentang acara mudik tentu masih terekam dengan baik. Sekilas cerita Etape Mudik Lebaran [Saya] ini sebagai postingan perdana setelah nge-drop seusai lebaran  dan sekaligus luapan kerinduan untuk ber-blogging ria di sela-sela prosesi dan masa transisi pindah kerja sekaligus domisili ke Yogyakarta: persiapan personal life untuk check out dari Banyuwangi dan set up kerjaan + SDm penggnati yang akan saya tinggalkan. InsyaAllah Bulan September ini saya akan memulai jilid baru dengan tinggal di Yogya: truely hope semoga bisa lebih baik dalam segala hal. Termasuk Pengen dan berharap bisa aktif nge-blog lagi...Really hope every chapter of life will always give me best lessons to be better person, Aamiin:)


[Edisi] Belajar Memasak Ala Chef Arnold

Sebagai orang yang pandai memasak dengan jurus Acak kadut alias semau-mau guweh dan Alhamdulillah biasanya sih ludes habis. Maklum menyajikannya kan menggunakan ajian “jika gak dihabisin, dijamin no more action to cook!#ajaran sesat TIDAK boleh ditiikuti!. Meski demikian masih ada kok hasrat hati untuk bisa menyajikan menu makanan yang lebih ada unsur menggugah selera makan. Maka Bismillahirrahmaanirrahiim saat nyasar login FB dan nyasar mbaca event-nya Fiesta Seafood dan menyimak tata cara ikutannya, muncul Sok PeDe-nya Saia untuk ikutan. Sepintas membaca point-point yang ditentukan untuk bisa ikutan, secara garis besarnya adalah:
  1. Peserta diharuskan mencoba membuat salah satu resep dari minggu 1-3 dan membuat resep kreasinya sendiri pada minggu ke 4
  2. Masing-masing resep yang dicoba harus dipilih dari minggu yang berbeda.
  3. Contoh: Minggu 1 – 3: Tiap 1 Minggu submit 1 resep yang disediakan oleh Chef Arnold
  4. Minggu ke 4 : Submit resep kreasi anda
  5. Setelah mencoba resep, upload testimoni mengenai resep tersebut dan foto makanan jadi hasil resep yang dicoba/ dikreasikan dan juga foto packaging Fiesta Seafood yang digunakan dalam satu foto di www.kisahseafoodramadhan.com
Dan setelah melihat galeri foto-foto para peserta yang sudah sukses aplut hasil kreasinya, maka kian PeDE-lah  Over Dosis si Master Chef acak kadut ini. Sisi optimis saya pun memprovokasi: Lha bikinnya kan hanya meniru sajian resep Chef Arnold untuk 3 pilihan resepnya. Terus masakan yang ke-4 kan berkreasi, artinya saya bebas dunk menggunakan ilmu acak kadut ~ ngawur MODE ON ~ yang sudah saya kuasai sebelumnya.

Saat tahu event Fiesta Seafood tanggal 26 Juli dan lomba Closed 4 Agustus 2013, artinya sisa waktunya tinggal +1 minggu, tappiii.....saya tetap mantabs surantabs untuk unjuk kemampuan MENIRU olah karya masakannya Chef Arnold. Keesokannya [hari Sabtu]yang harus day off, lha kok ujug-ujug ada pengumuman kalau harus masuk kerja karena ada kunjungan Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Jakarta. Ya sutralah, harus bersabar dulu nungguin kunjungan Pak KaBan, sehingga jelang siang baru bisa start hunting produk Fiesta Seafood.

Bukannya sok lebay jika saya sebut hunting, karena memang dan ternyata tidak semua supermaket di Banyuwangi menjual produknya seafood. Last Option, menuju supermarket yang ke arah pelabuhan Ketapang. Setelah sekian waktu mengobrak-abrik produk beku yang memenuhi box show case, tak juga menemukan apa yang saya buuhkan. Saya pun nanyak pada seorang karyawan dan dibantuin mencari. Alhamdulillah ada varian Fiesta Seafood tapi memang tak banyak. Saat itu, saya hanya dapat dua item yang berbahan seafood yaitu Eby Fry dan Stick. Alhasil saya harus pilah-pilih dari resep 1-3 yang telah dipublish oleh Chef Arnold yang menggunakan  Eby Fry dan Stick. Demikian pula untuk publish resep yang ke-4, saya harus ikhlas berkreasi dengan dua jenis Fiesta Seafood tersebut deh.

Perburuan pernak-pernik bumbu dan garnisnya pun tak kalah membingunkan. Ada beberapa item pendukung yang masih asing polll buat saya. Jadi tetap deh perlu nanyak sana-sini. Meskipun HANYA TINGGAL meniru resep, ternyata it’s not easy at all. Ya iyalah, lha saya kan chef acak kadut dan gak standar blas jika memasak. Kalau hanya urusan menggoreng produk seafood, InsyaAllah sudah familiar dan cukup skilled. Kebangetan tho kalau saya gak bisa menggoreng? 

No matter what happen, show must GO ON. Lha saya sudah terlanjur belanja, kan mubadzir kalau gak dilanjutkan. Yang penting edisi Belajar Memasak Ala Chef gak boleh berhenti. Untuk hasilnya, Enak atau gak enak itu urusan nanti. After all process, pantas saja sajian menu resto mahal harganya. Lha ternyata untuk mbikin makanan yang berhiasan garnis [istilah baru yang saya kenal dari dunia kuliner], tidak semuanya terpakai. Selain itu juga butuh waktu pulak untuk menyiapkannya. Dan pilihan resep yang akhirnya saya pilih dari pilihan yang telah ditetapkan untuk 3 minggu pertama [pada prakteknya saya ya kejar tayang, tidak mungkin lagi ngikutin jadwal per minggu satu resep]:

MINGGU I: Seafood Stix with Avocado salsa

Hasil Aplutnya di SINI
Bahan:
  • Fiesta Seafood Stix
  • 1 Alpukat yang matang
  • 50g Daun ketumbar yang dicincang
  • 1/2 Tomat
  • 1 Bawang Bombay merah
  • 3 sendok makan Tabasko
  • 1/4 Lemon juice
  • Lada dan garam
Cara Membuat Seafood Stix with Avocado salsa :
  • Tumbuk alpukat sampai halus
  • Aduk dengan daun ketumbar, tomat, perasan lemon, bawang merah dan bumbui garam dan lada secukupnya
  • Sajikan dengan Fiesta Seafood stick.
MINGGU II : Spicy Pesto Spaghetti
Hasil Aplutnya di SINI
Bahan:
  • Fiesta Seafood Stix
  • 2 cangkir daun basil
  • 3 siung bawang putih
  • 300ml minyak zaitun
  • 50g kacang pine
  • 100g spaghetti
  • 3 buah tomat cherry
  • 2 buah cabai merah besar
  • 4 lembar daun basil segar
Cara Membuat Spicy Pesto Spaghetti :
  1. Untuk membuat pesto sauce, blender semua bahan sampai halus.
  2. Panas kan panci dengan air sampai mendidih dan masak spaghetti sampai al dente. Setelah itu saring dan lumuri dengan minyak zaitun simpan sampai siap di pakai.
  3. Panaskan wajan dengan minyak zaitun, tumis cabai merah dan tomat cherry, masukan spaghetti dan pesto sauce masak hingga wangi dan pesto sauce merata di spaghetti.
  4. Bumbui dengan lada dan garam.
  5. Sajikan dengan Fiesta Seafood Stix dan daun basil segar
MINGGU III: Dragon roll sushi
Hasil Aplutnya di SINI
Bahan:
  1. Fiesta Seafood : Ebi Fry
  2. 1 cangkir Beras sushi
  3. 3 cangkir Air (dan air untuk bilas)
  4. 1,5 sendok makan Cuka beras Jepang
  5. 1 sendok makan Gula putih halus
Cara Membuat:
  1. Bilas beras dengan air.
  2. Kukus beras sampai pulen.
  3. Bumbui beras dengan gula dan cuka beras Jepang sampai rata dan dinginkan.
Teriyaki sauce:
  1. 1/2 cangkir Kecap asin Jepang
  2. 1/2 cangkir Air
  3. 3 sendok makan Mirin
  4. 2 sendok Gula putih halus
  5. 2 siung Bawang putih cincang
  6. 1,5 Jahe cincang
Cara Masak:
  1. Masukan semua bahan dan rebus sampai teriyaki sauce menjadi setengah dari awal.
  2. Saring dan simpan sampai siap untuk di pakai
Isi sushi:
  1. 20ml Mayonaise Jepang
  2. 10g Rumput laut halus
  3. 1/2 Unagi
  4. 1 Rumput laut kering
  5. 1/4 Mangga
  6. 2pcs Fiesta Ebi fry
  7. 10g Selada endive keriting
Cara membuat sushi:
  1. letakan rumput laut kering di atas telenan dan taruh adonan nasi dengan rata dan ketebalan yang sama, setelah itu balikan sisi rumput laut di atas dan letakan semua condiments dengan rata dan rapih.
  2. Setelah itu roll adonan sushi dan cetak dengan cetakan sushi, potong degan rapih dan sajikan dengan sauce teriyaki dan mayonnaise jepang
Minggu IV: Simply Duet Seafood Eby Fry - Stick With Sour and Sweet Mango Sauce

Untuk edisi terakhir, tantangan adu kreatifitas dan uji kemampuan kuliner. Jadiiii...pliiiiss, jangan diprotes ataupun diketawain jika namanya pilihan yang saya ambil demikian menggoda tapi hasilnya alamakkkkk.....ACAK KADUK gass pollll..Dalam rangka mencoba berkreasi dengan Fiesta Seafood, sekaligus memanfaatkan musim mangga jadilah resep “Simply Duet Eby Fry – Stick with Sour and Sweet Mango Sauce”. Cara membuatnya simple, cepat dan hasilnya dijamin Yang penting menyelesaikan tantangannya dulu dan sudah mau belajar lho saya #muji diri sendiri azzaa 
Hasil Aplutnya DI SINI
Bahan yang dibutuhkan:
1. 180 gram Fiesta Stick
2. 160 gram Fiesta Eby Fry
3. 2 Cabe merah [buang bijinya] dan diiris tipis-tipis
4. 2 siung bawang putih
5. 3 cm jahe, dikupas
6. 100 gram buah mangga mengkal [setengah masak], dipotong dadu
7. 100 ml sauce tomat
8. 1 sdm minyak wijen
9. 1 sdm saus tiram
10. 1 sdt tepung maizena [dilarutkan dengan 1 sdm air]
11. 1 sdm cuka
12. Gula dan Garam secukupnya
13. Minyak Goreng secukupnya [untuk menggoreng Eby fry dan stick]

Cara Membuat Sour and Sweet Mango Sauce:
  1. Ulek halus: cabe, bawang putih  dan jahe, kemudian sangrai dengan minyak wijen
  2. Campurkan saus tomat, saus tiram, cuka, gula, dan garam, kemudian biarkan mendidih dengan api kecil.
  3. Masukkan tepung kanji yang sudah dikasih air ke dalam adonan saus hingga kental [sesuai selera].
  4. Angkat sauce, diamkan sekitar lima menit.
  5. Masukkan mangga yang sudah dipotong-potong berbentuk dadu
Cara Menggoreng Fiesta Eby Fry Dan Stick:
  1. Panaskan minyak goreng secukupnya [sampai Fiesta Seafood terendam saat digoreng] di wajan dengan yang panas sedang.
  2. Tunggu suhu minyak mencapai sekira 70 derajat Celcius untuk mencegah over cooking [gosong/terlalu coklat] saat penggorengan.
  3. Masukkan Fiesta Food satu persatu dengan jeda waktu antara 1 s/d 2 menit agar suhu minyak tidak turun drastis yang bisa mengakibatkan under cooking pada Eby Fry dan stick
  4. Angkat dan tiriskan 
  5. Sajikan Fiesta seafod Eby Fry dan Stick dengan Sour and Sweet Manggo Sauce.
Intinya, Bagi yang tertarik untuk melihat dan ikutan berkreasi ala Chef Arnold dalam menyajikan aneka hidangan Fiesta Seafood, silahkan mampir ke http://www.kisahseafoodramadhan.com/Hasilnya, dengan aneka lika-liku edisi belajar ala chef, setidaknya ada kesamaan antara dunia kuliner dan literasi, salah satunya adalah untuk pilihan nama makanan yang semenarik mungkin [eye ctacthing]. Semiripan dengan alasan pemilihan judul tulisan: bisa membuat orang tertarik dan penasaran untuk mengetahui detail isinya.

Oia, untuk publish resep di minggu ketiga:  Dragon Roll Sushi dengan Fiesta Eby, merupakan kali pertama saya tahu makanan yang di sebut sushi itu seperti apa. Sekaligus jadi tahu juga cara membuatnya sushi roll yang terkenal itu. Alhamdulillah [Edisi] Belajar Memasak Ala Chef Arnold memberikan pengetahuan baru tentang dunia kuliner, dan juga hasil uji coba membuat Sushi roll terpilih untuk jadi salah satu pemenang harian [ tiap hari dipilih 3 peserta yang berhak mendaptkan voucher belanja Rp. 100 ribu ]. Apapun hasilnya, teuteup dunk masih pengen masuk dalam daftar pemenang utama. Kalau gak bisa, ya memang skilled saya masih under score banget dan artinya kudu skill up MODE ON!


Note:
Selamat menyambut Idhul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan bathin. Juga mohon maaf untuk aktifitas BeWE saya yang masih amburadul.