WHAT'S NEW?
Loading...

Bingungan and OR Lupaan?

Sebenarnya Bismillahirrahmaanirrahiim, berada di daerah baru memberikan PR buesar bagi saya, yang pertama untuk menghafal arah/lokasi suatu tempat. Yang kedua, tidak cukup hanya tempo sebulan untuk bisa ingat nama orang-orang yang ada di lingkungan tempat tinggal dan kerja baru.

Pengakuan jujur, lha semua teman-teman saya sudah pada kehabisan nalar untuk melogika kok ya bisa temannya yang cerdas #abaikan ini sulit mengingat arah/rute jalan dan mengingat nama orang [yang baru kenal]. Ya mau gimana lagi, ini sudah menjadi trade mark ‘keunikan’ saya sejak jaman dahulu kala.  Saya masih ingat banget, bagaimana Pak Khayan dengan nada gemes memberikan solusi jalan pintas manakala putri cantiqnya ini bilang gak tahu rumah/jalan menuju rumah seorang kerabat yang tinggalnya di desa sebelah, padahal sudah beberapa kali diajak silaturahim. Dan solusi yang diberikan Pak Khayan itu sampai sekarang masih saya amalkan dengan istiqomah dengan sangat baik sekali, yaitu [ini kalimat Bapak saya andai beliau melek gadget] kamu itu kan sudah dikasih GPS paling canggih sepanjang masa tho Nduk. Gunakan suara dari mulutmu dan bertanyalah, takon uwong nek ora weruh dalan yo?”
Normal Brain
Sewaktu masa masih sekolah di rumah, ‘keunikan’ tersebut tudak menjadi masalah bagi saya. Meski masih jadi siswa baru, kan kalau berangkat dan pulang sekolah sedari awal teman-temannya yang sehaluan sekolahnya banyak. Selain itu, rute tempuhnya kan ya jalan utama antar desa jadi tidak begitu membingungkan saya. Kecuali sewaktu di awal SMA, saat numpang sholat di tempat kost teman. 
Kok Ribut sholat menghadap ke utara ya?”. komentar seorang teman yang melintas di dekat saya waktu sholat dapat 1 rokaat. Sssttt, jangan bilang-bilang ya? Bahkan sampai sekarang, saya masih saja “merasa” jika SMA saya itu menghadap ke arah barat.

Nah pas kuliah, kebingungan arah ini makin kentara. Untuk rute Tambaksari – Sukolilo, pada akhirnya memang bisa saya ingat tapppii dengan jalur yang sama dengan Lyn O. Kalau ada penutupan jalan, dijamin saya harus menggunakan GPS canggih saya tuh. Lha mau gimana lagi, bahkan jalur ke Tunjungan Plaza saja rasanya selalu ada yang berubah meski entah sudah berapa ratus kali saya menempuh rute ke arah TP tersebut. Wong saya pernah nyasar sampai ke Jembatan Merah, padahal dari Blauran hendak balik ke Sukolilo. Ceritanya kala itu, dengan sepeda motor pinjaman saya menuju ke Blauran dengan Lilik [ teman kost ]. Usai shopping buku second di Baluran, biar hemat waktu dan BBM, Lilik berinisiatif naik angkot ke JMP untuk pulkamp ke Gresik. Nah saya sendirian balik ke kost. Sok PeDe saya bilang “ Oke, don’t worry”. Eh, lha kok nyasar sampai JMP? Lak yo podo wae nganterin Lilik saja kalau kayak gitu kan? Sudah terlanjur nyasar, saya gak boleh panik ria tho? Lha iyalah, dari JMP kan bisa mbuntuti Lyn O dijamin sampai Sukolilo dengan aman sentausa tanpa nyasar lagiiii. 

Itu sebagian kuecill kisah dramatis bingungan dan atau arah yang jadi keunikan saya. Kalau lupaan mengingat orang yang baru dikenal, dulu-dulu sih gak begitu kentara. Kan penghuni kampus buanyak, gak bakal ketahuan jika suatu moment pernah ketemu kemudian ketemu lagi ternyata saya lupaaa. Untuk memberikan identitas pada seseorang yang saya lupa namanya, biasanya saya sebutkan salah satu ciri fisiknya sebagai penamaan. Case over deh, Hehehee...

Bersambung dengan  kondisi serba baru yang sedang saya jalani sekarang. Bingungan dan atau lupaan, dua penyakit yang belum ada obatnya bagi saya. Apalagi dilengkapi  dengan variable sebagai new comer di Sleman dengan lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan baru yang otomatis memaketkan road map daerah yang asing bagi saya dan formasi orang-orang yang baru pulak. Hampir sebulan pun, saya belum apal semua personil yang jadi teman kerja saya. Alhamdulillah yang seruangan sudah bisa saya ingat kok. Sampai minggu kedua, saya masih kesulitan untuk mengingatnya, terutama yang bapak-bapak. Habisnya bentuk face mereka tipically chubby dengan rata-rata postur tubuh dan warna kulit yang similar pula. Boleh dunx saya bilang wajar jika beberapa kali salah sebut nama rekan seruangan saya? Peace full...

Untuk kendala bingungan arah, sedari awal saya pun menyampaikan ke atasan langsung minta dimaklumi agar saya di pending temporer jika harus tugas ke lapangan sebagai single fighter. Nunggu suami stand by dulu sekira bulan depan, kan bisa tuh mengandalkan status suami siaga untuk nganterin jika memang saya harus tinjau ke lokasi seorangan duang.
Gini saja Mbak, besok-besok kan ada sesi pengenalan ke lapangan dulu. Nah bawa cat saja untuk menandai rutenya” canda seorang teman senior di kantor.
Gunakan aplikasi GPS wae mbak” saran seorang teman. Sarannya logis banget tapi tidak bisa saya gunakan karena saya pahamnya arah kiri-kanan thok ting. Kalau GPS kan pakai mata angin tho?
Naruh Kunci: Rekor kelupaan
Another story tentang bingungan bin lupaan yang belakangan ini kok ya mulai ikutan menambah deret hitung keunikan saya: 
- lupa bawa pulpen [bisa minjem], 
- lupa naruh sandal [cari lagi dipintu lainnya]
- lupa meletakkan HP [bisa di missed call]
- lupa bawa dompet [balik ke rumah lagi]
- lupa naruh Helm [cari keluar masuk lagi ke kantor – parkir]
- lupa kalau ada kembalian saat belanja [gak banyak sey]
- dan lupa naruh kunci motor, ini yang memgang rekor paling sering. 
Seperti kejadian dua hari lalu, teman yang biasa di front office mendatangi saya, “Mbak, ini kunci motor njenengan kan?”
Saya amati sepersekian detik dan “Iyae Mbak. Ini tadi dimana ya?”
Pak Dhim yang ngambilin dari motornya njenengan di parkiran kok” Olalalala...berarti pas saya buka jok sepeda motor lagi-lagi LUPA ngambil deh.

Kok ya makin meningkat bingungan and OR lupaan saya sey? Semoga ini just temporary case karena masa transisi berhabitat baru dengan aneka variable yang harus saya adopsi dalam memory otak saya.  Masak iya isi otak saya sampai overload ? Dan tebak apa komentar yang bikin saya shock kuadrat kali 99999....9
“ Ati-ati, jangan-jangan itu  gejala awal Alzheimer lho ”

Brain With Alzheimer's disease
Kalau Aljabar, Algoritma, Al Azhar, Al sehat Wal Afiat....sih okelah, tapi jelas-jelas saya dengar Alzheimer????? Pertama kali pernah dengar nama Alzheimer dari Mr. Ronald Reagen dulu banget, ehmm maksudnya saya pernah baca/dengar tentang jenis penyakit yang dialami oleh beliau [sebenarnya cukup banyak tokoh terkenal yang menderita ALzheimer ini]. Makanya begitu ada yang nylethuk tentang Mas Alzheimer dan menyambungkan dengan “keunikan” saya, yaaa....wajib shock dunk. Apalagi setelah saya nanyak Mbah Gugel mengenai Alzheimer, sehingga lebih tahu betapa WOUW-nya penyakit ini. Alzheimer memang bukan penyakit menular, tapi sejenis sindrom kepikunan [demensia] dengan ditandai terjadinya penurunan ingatan dan kemampuan kognitif secara cepat. Bedanya dengan kepikunan yang terjadi pada lansia adalah Alzheimer perkembangan penyakitnya sangat cepat dan kebanyakan orang-orang kurang aware akan hal tersebut sehingga seringkali penyakit ini dianggap sebagai kepikunan bawaan usia tua.

Risiko mengalami Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia, maka tak heran jika Alzheimer di iedentikkan dengan penyakit yang sinonim untuk orang tua. Biasanya pada orang usia 65 tahun memiliki resiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Namun sejarah membuktikan penderita  pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini adalah wanita dalam usia awal 50-an. Beberapa Faktor yang meningkatkan resiko terkena Alzheimer ini, antara lain:
1. pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas
2. Pengidap kencing manis
3. Kurang berolahraga
4. Tingkat kolesterol yang tinggi
5. Faktor keturunan - mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an.

Nah lho? #tariknapaslega dari 5 faktor tersebut sepertinya yang ngena di saya adalah point ketiga: kurang berolah raga! Dalam My book the record, kali terkahir saya olah raga adalah sebelum Bulan Ramadhan tuh??!! Tapi 2 minggu lalu saya ngikut jalan sehat dengan jarak tempuh 3-4 KM kok #menghiburdiri. Gejala awal Alzheimer adalah mudah lupa pada hal-hal yang sering dilakukan dan hal-hal baru. Penderita juga mengalami disorientasi waktu dan mengalami kesulitan fungsi kognitif yang kompleks seperti matematika atau aktivitas organisasi. Namun no matter what-what, tetap saya harus waspada dengan level siaga saat menyimak paparan selanjutnya dari Mbah Gugel tentang Gejala-gejala Demensia Alzheimer yang meliputi gejala ringan, antara lain:
  1. Gangguan memori yang memengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air
  2. Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti: tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
  3. Kesulitan bicara dan berbahasa
  4. Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti: keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
  5. Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
  6. Kesulitan berpikir abstrak, seperti: orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
  7. Salah meletakkan barang
  8. Perubahan mood dan perilaku, seperti: menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya
  9. Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat /orang lain ke mana saja walaupun ke WC.
  10. Hilangnya minat dan inisiatif 
Untuk Alzheimer berat ditandai dengan kehilangan daya ingat yang progresif sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, disorientasi tempat, orang dan waktu, serta mengalami masalah dalam perawatan diri , seperti lupa mengganti pakaian. Penderita penyakit itu biasanya juga mengalami perubahan tingkah laku seperti depresi, paranoia, atau agresif. Orang yang mempunyai riwayat keluarga Alzheimer mempunyai risiko mengalaminya, apalagi jika kedua orang tua mengidap Alzheimer maka resiko carier Alzheimer semakin dominan [meningkat]. 

Orang yang sakit Alzheimer juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam. Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.

Dari Gejala-gejala Demensia Alzheimer di atas, sebagian kondisi bingungan and OR lupaan yang saya alami kan tercantum tuh di atas? #gakbolehpanic. Walaupun ada segores kekuatiran karena beberapa kemiripan dengan Mas Alzheimer, saya harus mensugesti diri dan fokus ambil sikap preventive action, seperti: Mengonsumsi minyak ikan, berolahraga rutin [kapan kira-kira bisa merutinkan diri OR ya?], mengisi teka teki silang atau game puzzle lainnya yang merupakan aktivitas- aktifitas yang bermanfaat bagi otak.

Bukan Iklan lho?
Walaupun menurut kajian terbaru, tidak ada bukti significant jika hal tersebut bisa mencegah Alzheimer. Sebuah panel yang terdiri dari para ahli menyimpulkan, suplemen, obat atau interaksi sosial juga belum terbukti dapat mencegah penyakit ini. Walaupun demikian tak ada ruginya kan tetap ditekuni, dan melengkapi tindakan pencegahan degenerasi sel syaraf ini dengan mengkonsumsi Vitamin E yang merupakan antioksidan kuat, yang ternyata cukup efektif untuk mencegah kepikunan, seperti yang dipaparkan dalam pertemuan ilmiah tahunan American Geriatrics Society  yang bisa lihat di SINI.

After all, keep positif mind tentunya. Dengan mensugesti diri untuk optimis kan secara simultan akan memendarkan energi positif yang akan bisa menjadi inner power untuk menggerakkan organ tubuh energik kan?  Yang jelas saya gak lupa kok kalau sudah menikah, sudah punya anak, sudah pindah dari Banyuwangi, wong LA tulen, KTP sudah ganti Sleman, Chat di WhatsApp diajak Una ikut Blogger Nusantara tanggal 30 Nopember 2013 nanti, Hari Senin - Jumat adalah hari kerja.....dst. Tuh kan, masih bisa mengingat dengan baik hal-hal baru yang terjadi dalam hidup saya? Berarti MEN SANA IN CORPORE SANO....Dan yang PALING UTAMA ditambah lagi intensitas untuk "mengingat Sang Khaliq#yang jelas Mr. Ronald Reagen gak pernah bikin tulisan dengan alur amburadul kayak begini deh.





Note:
Gambar brain dan Info lebih lengkap  Alzheimer, silahkan cekidot http://id.wikipedia.org/wiki/Alzheimer







42 comments: Leave Your Comments

  1. typo Mbak, paling canggih bukan cangging.

    *nah, baru nerusin baca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebiasan buruk lainnya, salah ketik dimana-mana neh pak

      #ma kasih, sdh di typo segera.

      Delete
    2. Heihiehiehie saya juga sering saya ketik. Biasanya yang sering negru saya salah ketika adalah Bang AGus Setya, dan juga itu tuh "Father of The year" alias Ayah Teladan tahun ini. Bang Zach hierhiehiheiheihehiee

      Delete
    3. Penyakit para blogger Mba, dan lumran kalau masih salah ketik, dan mau di koreksi dan mengoreksi. Sya juga seperti itu. Yang penting biarkan terus mengalir dengan apa yang akan kita tuangkan. Belajar teliti memang lebih sulit dari pada menyalurkan ispirasi dalam sebuah tulisn ya.... he,, he,, he,,, he,,,


      Salam Wisata

      Delete
    4. @ Kang Asep: wii..ada award tho? Mas Agus jd Father Of the year #saluuutt

      @ Pak Ejawantah: Hehehhee, semangat posting jd wes gak sabaran lagi utk check penulisan ya pak

      Delete
    5. lho lho lho..bukan saya yang jadi ayah teladan, tapi mas zach mbak, tuh kan lupa baca kembali, hehehe

      Delete
  2. aq baca ini ga tau harus ketawa apa bersedih.. tapi maaf ya mbak aq pengen ketawa dulu. wkwkwkwk.. | sedih -_-'

    ReplyDelete
  3. kebiasannya niar kalau nama orang sering lupa -_- hihi sama yaa mbak :D

    eeh semoga kelupaan atau kebingungannya ndak keteursan, minum omega 3 bikin makin cling2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. # Cling-cling kayak pedangnya Yoko dan Bibi Lung dunk

      Delete
  4. Hampir sama dengan saya lupa itu memang penyakit yang harus diatasi mengingat banyak aktifitas dan tugas yang harus ingat dan dikerjakan.Tampaknya butuh asupan makanan bergizi dan olah raga teratur untuk membiasakan diri tetap sehat.

    ReplyDelete
  5. kalau saya yang ngalami bahaya banget itu.. yang ada lupa masuk rumah orang bukan rumah sendiri.. :)

    ReplyDelete
  6. Blogger Nusantara di Jogja kok...

    ReplyDelete
  7. lupa dompet atau lupa helm itu sich biasa...tapi2 jangan2 si ketua mk yang ketangkap oleh KPK juga lupa...kalo dia sedang menjabat sebagai ketua MK saat menerima uang sogokan tersebut...atau jangan2 dia juga menderita alzheimer ya :-)

    ReplyDelete
  8. Tetap Fokus ...
    Tetap Fokus ...

    Lihat alam sekitar ...
    ... jangan lihat gadget saja ...
    hehehe

    salam saya

    ReplyDelete
  9. saya sering mendadak lupa sesuatu dan blank mak, dan pelupa jg hikss..
    dokter pernah kasih solusi spy saya sering ngisi TTS hihiii,
    hemmm serem ya alzheimer inih *_*

    ReplyDelete
  10. Kalau yang di tanyain di pengadilan tipikor itu jawabnya juga sering bilang lupa mbak... semoga berlimpah rejekinya mbak :)

    ReplyDelete
  11. biasa itu mbak.. saya juga punya banyak temen yang kaya mbak Ririe.. Tinggal gimana cara mengakalinya aja biar gak jadi masalah :)

    ReplyDelete
  12. banyak yang penyakitan kayak gini termasuk saya,,

    btw obatnya apa ya,, hikz..

    ReplyDelete
  13. saya sering lupa tapi insya Allah saya tidak pengen mengulanginya lagi mbak. Kalau naruh apa-apa pasti di satu tempat biar ingat. Dan saya seneng menghafal jalan, bagaimanapun caranya sekalian nama jalannya mbak.
    kalau azheimer sudah ngeri banget, seperti pada film korea (judule lupa) ngeri banget pokoknya mbak.

    ReplyDelete
  14. yg jelas sy jg gk lupa, bhwsanya sy ni blom nikah *smile

    ReplyDelete
  15. duh jadi inget ibu2 disekolah yang sering lupa naruh kunci kendaraan :)

    ReplyDelete
  16. hehee inyong juga pelupa mba , ada klinik khusu pelupa ngga ya

    ReplyDelete
  17. Mbak Rie... pelupa juga ada di saya nih. Terutama kalau manggil nama anak. Jadi absen satu deh.

    ReplyDelete
  18. klo ane sering ga fokus....... napa ya....

    ReplyDelete
  19. saya orangnya juga sering bingungan mbak, apalagi kalo di tempat baru, saya sering tak tau mana utara selatan. saya juga sering kesulitan menghapal jalan. saya harus melewatinya sampai puluhan kali baru deh saya bisa hapal...hehehe

    ReplyDelete
  20. Bingung, lupaan or kelalen itu juga termasuk saya mbak,
    saya coba tuk ngurangi sih, tapi mau gimana lagi,..
    apa semua itu nantinya menjadi suatu nama yang disebut pikun ya Mbak..? :)

    ReplyDelete
  21. kalimat sakti dari seorang ayah,berguna sepanjang masa....:)

    malu bertanya ya....jalan-jalan ya mba

    ReplyDelete
  22. Tapi alasannya bukan masalah "U" ..kan mbak...
    Kayak sy...hehe

    ReplyDelete
  23. hadduhh,,iyaa nih sering juga ngerasa lupaan bingungan,,asal jangan lupa sama anak istri aja..
    tapi makasih tipsnya pake omega3 sama vitamin E bantu maningkatkan daya ingat :)

    salam EPICENTRUM

    mampir ya :))

    ReplyDelete
  24. Semoga gak sampe kena penyakit itu. Aku juga biasa lupaan. Lupa kalo aku ini ganteng, dan seterusnya. Maju terus mbak. Hehe
    Rajin olahraga

    ReplyDelete
  25. sy banget ini. Terutama dlm hal lupa :D

    ReplyDelete
  26. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha, bila ada salah kata dan khilaf atas prilaku selama ini, serta bila ada salah baca atau salah dalam berkomentar, atau belum sempat membalas komentar, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon dimaafkan lahir dan batin...salam

    ReplyDelete
  27. Aaaaaahhh samaaaaa, aq juga sering lupa, meski baru sedetik dikasih tau, detik berikutnya sdh ga inget, hadeuuh.....
    Kunjungan siang mba riri ^o^/

    ReplyDelete
  28. nemu lagi teman yg bingung dlm menentukan arah, xiixix. samaaa Mbak, saya juga suka bingung dgn arah mata angin :D

    ReplyDelete
  29. Jeng Ririe selamat menjadi warga Yogya ya, selamat orientasi wilayah....salam

    ReplyDelete
  30. wahh,jadi takut juga nih, soalnya saya juga mudah lupa dengan hal-hal ringan

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.