WHAT'S NEW?
Loading...

[Biar] Berlalu Bersama Musimnya

“Ada yang mencarimu tadi, Kay…”,
Aku menghentikan kegiatan mengetikku, sesaat.“ Mahasiswa mau konsultasi ya?”
Mas Arya menggeleng, “ bukan…tapi dia ngasih ID card. “ kuterima selembar kartu nama dan kubaca sebaris nama AYU ANGGIA yang menyentakkan rasa kagetku.
What’s up, seperti melihat hantu ekspresimu…”
“ Dia ke sini dengan siapa Mas?”
“ Sendiri saja, dia berharap bisa bertemu denganmu sebelum kembali ke Jakarta lusa”.
Sebelum Mas Arya menginterogasi, aku memintanya meninggalkanku dengan alasan ada materi kuliah yang harus kupersiapkan.
Kulayangkan tatapanku melintasi kaca jendela, menatap ritmis hujan yang masih menyisakan rintik-rintik gerimis. Memercik dengan romansa mistis di setiap helai daun bougenvile yang tumbuh di depan kamarku. Fragmen-fragmen otakku mendadak berantakan dan power point yang terpampang di monitor mangkrak dengan sukses. Sebuah episode empat musim lalu yang sudah bisa kukikiskan dari keping hatiku, kini terurai kembali seperti layar film. *****
Sunset on sky
“ Jadi gimana ?”
“ Entahlah…aku bingung, Fa. Mau ngapain dia ingin ketemu denganku? “
“ Kamu saja bingung, apalagi aku? ucap Fahira sambil tertawa-tawa.
Tidak ada hubungan apa-apa di antara kami, bahkan aku juga tidak kenal dia. Hanya pernah dengar namanya sekali dari Mas Ferry. Tapi kini dia ingin bertemu denganku?
“ Daripada mati penasaran, lebih baik kamu temui dia..” saran Fahira “minimal menghargainya sebagai tamu...
Sepanjang perjalanan menuju tempat yang telah kupilih untuk menemui Ayu, perasaanku benar-benar teraduk. Yah, lebih cepat ketemu dengan gadis itu lebih baik daripada hati dan pikiran diliputi tanda tanya dan mengganggu konsentrasiku mengajar.
Sejenak kutata debaran jantungku agar iramanya teratur sebelum kulangkahkan kaki memasuki  café tempat biasanya aku temu kangen dengan teman-teman kuliah. Langsung menuju sudut ruangan, menghampiri seseorang yang sudah menungguku.
Maaf agak terlambat, Mbak Ayu Anggia kan ?” sapaku seramah mungkin dan dalam hitungan satu menit aku sudah bisa menyimpulkan betapa Ayu sangat anggun. Postur tubuhnya semampai, berkulit cerah, make up minimalis dan rambutnya yang terurai semakin memperkuat keanggunanya. Dalam hati aku mengakui pasti tidak sulit bagi laki-laki untuk jatuh hati padanya dan salah satunya Mas Ferry tentu saja. Berpikir demikian membuat dadaku terasa sesak dan kurasakan sebersit perih hinggap sesaat.
“ Terima kasih ... Ehmm Kayla ya?” sebaris senyum menawan merekah dari bibir mungil Ayu.
“ Benar saya Kayla, kalau boleh saya tahu kenapa Mbak Ayu ingin bertemu saya?”
“ Mas Ferry benar, Kayla orangnya lugas dan tegas…”
Maaf, sebaiknya tidak perlu membawa Mas Ferry ya?”
“ Justru alasan saya bertemu dengan Kayla adalah Mas Ferry..” kalimat yang diucapkan dengan intonasi datar itu kudengar berbalut luka. Ada lapisan bening yang mengambang di kelopak Ayu.
“ Hubungan Saya dan Mas Ferry tidak lebih dari teman sejak dia memutuskan saya satu tahun lalu “ aku berusaha menetralkan suasana yang mendadak serba canggung.
“ Saya tahu itu, hubungan kami tidak berhasil memang tidak ada hubungannya dengan Kayla.” Sejurus dia terdiam, menatapku dengan dalam seakan hendak membaca isi hatiku.
“ Lantas..?”
Tolong kembali dengan Mas Ferry..?
Mbak Ayu salah bicara apa telinga saya bermasalah ?”
“ Dia mencintaimu dengan sangat, Kay”
Aku menggeleng “ Mbak Ayu masih mencintainya kan? Kenapa meminta saya kembali sama Mas Ferry?”
Mungkin aneh sikapku ini, tapi inilah caraku mencintainya..”
“ Aku tidak tahu, Mas Ferry  atau Mbak Ayu yang aneh…” ujarku dengan nada gusar.
Andai masih ada rasa cinta pun aku tak hendak menerima Mas Ferry lagi, apalagi karena permintaan dari gadis yang pernah jadi alasan untuk meninggalkanku?
“ Maaf Mbak, sejam lagi saya harus ngajar…”
Dirimu tetap bergeming ya Kay?”
Aku menggeleng Tak ada lagi yang harus dilanjutkan selain berteman .
Dengan langkah mantap aku berlalu meninggalkan Ayu  dan yang lalu biar berlalu bersama musimnya masing-masing.




 ♠♠♠♠♠ “ Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun
dari blog celoteh .:tt:.♠♠♠♠♠


Note: Ahamdulillah posting ini masuk dalam pemenang di GA celoteh .:tt:.

Gajah Oling: Batik Lokal Citra Nasional

Dahulu setiap mendengar dan melihat kain batik, yang langsung masuk dalam benak saya adalah pakaian untuk para orang tua, old fashion gitu deh. Apalagi untuk wanita-wanita di daerah pedesaan seperti tempat tinggal saya, mengenakan jarik adalah pakaian sehari-hari di rumah. Dan bagi bapak-bapak biasanya mengenakan kemeja yang dianggap baju formal kalau mau kondangan dan acara-acara sejenisnya. Pikiran dan dogma tersebut masih melekat di benak saya hingga di bangku kuliah. 

Dan Bismilllahirrahmaanirrahiim saya baru mulai membuka hati dan selanjutnya merasa enjoy untuk berbaju batik saat memasuki dunia kerja. Jadi bukan semata-mata karena maklumat dari pemerintah untuk berbaju kerja motif batik pada hari-hari tertentu dalam rangka cintai produk dalam negeri karena saya sudah mulai membiasakan mengenakan baju batik setiap hari Jumat beberapa waktu sebelum maklumat penting tersebut diproklamasikan oleh pemerintah sebagai reaksi atas pendaftaran dan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual oleh Malaysia terhadap kain batik .



Salah satu motif  Batik Banyuwangi
Dari catatan sejarah menunjukkan bahwa kerajinan Batik Indonesia setidaknya telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang secara berkelanjutan hingga sekarang. Secara umum, kain batik seringkali diidentikkan dengan Kota Solo, Pekalongan dan Yogyakarta. Padahal kenyataannya setiap daerah memiliki produk batik dengan kekhasannya masing-masing yang tak kalah menarik. Beberapa motif batik yang sudah di kenal masyarakat secara luas antara lain : Sida Mukti, Sida Luhur, Kawung Picis, Babon Angrem, Pringgondani, Irian, Sri Kuncoro, Bantulan, Pisang Mas, Polkadot, Mega Mendung dan masih banyak lagi lainnya.

Banyuwangi juga memiliki beragam corak batik namun belum banyak dikenal masyarakat luas. Corak-corak batik tersebut antara lain : Gajah oling, Kangkung Setingkes, Alas Kobong, Paras Gempal, Kopi Pecah, Gèdèkan, Ukel, Moto Pitik, Sembruk Cacing, Blarak Semplah, Gringsing, Sekar Jagad. Dan salah satu motif andalan batik Banyuwangi yang sudah cukup naik daun dan sangat berpotensi untuk bisa disejajarkan dalam katalog batik nasional adalah batik Gajah Oling. Ciri utamanya adalah adanya gambar Gajah Oling sebagai bentuk dasar dan motif utama dalam mendesain corak kain batik yaitu berbentuk seperti tanda tanya terbalik. 

Makna secara filosofis merupakan bentuk belalai gajah dan sekaligus bentuk Oling. Ada juga yang mengatakan Gajah Oling adalah senjata khas kota Banyuwangi. Terlepas dari itu semua, motif Gajah Oling menunjukkan kecintaan masyarakat Banyuwangi pada adat budayanya yaitu senjata khas dan hewan asli Banyuwangi yang harus dilindungi.
Motif Batik Gajah Oling
Melihat minat dan cita rasa masyarakat dalam berbusana yang berkembang sekarang  memberikan indikasi yang sangat kondusif bagi motif Gajah Oling meraih peluang pasar yang lebih luas bahkan go public secara nasional maupun internasional. Dimana motif utama tersebut bisa digabungkan dengan berbagai corak, desain, warna dan bahkan sangat mungkin untuk di kombinasikan dengan motif dari daerah lain sehingga akan melahirkan corak batik  yang me’nasional dengan motif yang khas dan eksklusive dalam jajaran koleksi batik Indonesia 


Dan dalam perkembangannya, berdasarkan cara pembuatannya maka dikenal tiga jenis batik Gajah Oling yaitu batik tulis, semi tulis dan cap. Selain dari cara pembuatannya, faktor lain yang berpengaruh terhadap harga jualnya adalah jenis bahan kain yang digunakan untuk membuat batik. Harga termahal batik gajah Oling adalah yang berbahan sutra dan dibuat dengan ditulis. Batik gajah oling memiliki peluang pasar yang sangat mungkin bergerak kondusif melalui sentuhan kreatifitas dan daya artitistik karena selain ikon gajah oling motif lainnya bisa di desain secara variable terbuka. Jadi kita bisa membuat rancangan motif sendiri kalau menginginkan batik gajah oling yang spesifik sesuai sense personal kita. Maka tidak berlebihan jika saya mengatakan motif gajah oling sebagai batik lokal Banyuwangi akan bisa memperkaya koleksi batik Nasional sebagai warisan budaya.



Bangga Pakai Baju Batik
Yukkk...”batik”kan hari-hari kita. Cheerrsssss.........
Trend setter fashion yang sangat welcome untuk padu padan kain batik sehingga bisa dikenakan dalam berbagai acara dan kesempatan baik formal maupun non formal menjadikan batik sebagai pakaian lintas sosial ekonomi, gender dan usia. Mulai dari TK sudah dikenalkan dan dibiasakan untuk mengenakan seragam batik, maka secara naturally rasa comfort dan bangga menggunakan batik akan terpola sejak dini. Dan saya yang dulunya ogah-ogahan jika di suruh menggunakan batik, sekarang justru sebaliknya. Seiring Perkembangan corak dan motif kain batik yang berpadu padan dengan warna-warna cerah, maka perlahan membuat saya mulai jatuh hati dengan batik. 
Love is process...tak terkecuali terhadap kain batik, ternyata perlu pengenalan juga.



 
Postingan ini Disertakan pada lomba Blog Entry bertema 
Batik Indonesia, kerja sama Blogfam & www.BatikIndonesia.com



Nostalgia SMA


A
walnya hanya mau storage foto-foto hasil little adventure sok mbolang saat long week end kemarin. Bismilllahirrahmaanirrahiim  waktu lihat folder album SMA yang berisi foto-foto hasil scan...hemmm serasa semua bentang masa SMA berkilasan dengan rapi dalam bingkai ingatan. Ah...rasanya belum lama kami menikmati romansa dan elegi masa-masa SMA. Tertawa, bercanda, berdebat, berisik saat Laboratroium, berlarian saat bel sekolah berdentang, kejar tayang jika ada PR gak dikerjain di rumah, panik kala ada ujian mendadak, cengar-cengir jika kena hukuman karena atribut tidak lengkap, kompak mana kala ada class meeting, juga saling curhat jika menaruh perhatian pada teman seangkatan atau pun kakak kelas namun tidak berani menunjukkan rasa suka tersebut. 
Kuartet QASH
Kebersamaan yang telah sama-sama kami lalui dengan aneka warnanya yang demikian penuh tilasan kesan ketika mengenangnya kini.
Formasi ELFIZA (minus 7 orang)
Dan saat waktu mempertemukan kami pada kata perpisahan, kebersamaan pun perlahan menuju formasinya yang baru, karena akan ada saat bertemu tentu fase berikutnya akan ada kata perpisahan untuk bertemu hal-hal baru berikutnya. Maka akhir dari sesuatu sejatinya adalah AWAL untuk hal baru berikutnya yang semoga lebih baik dan setiap jalinan kebersaam pun akan mengembang dalam metamorfosanya yang unik ketika diri masing-masing sibuk dengan kehidupan dan aktifitas baru yang kita jalani. Pada akhirnya kita akan menjalani rute hidup ini secara terpisah namun ikatan persahabatan yang sudah terbina semoga akan terbentang selalu selamanya meski intensitas dan frekuensi tak mungkin lagi sama dengan saat kebersamaan masih bersekutu dalam ruang dan waktu yang sama…  
Twelve Angels of Elfiza (satu "in Memorian")
we’ll be a part, teman/sahabat (bahkan saudara sekandung) pada akhirnya kala kita menapak pada masa kedewasaan kita akan membangun lagi bentuk komunitas baru……kebersamaan pada akhirnya akan mengalami redesign dari waktu ke waktu, kanvasnya adalah ruang dan waktu…tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan
11 dari 25 cowok ELFIZA with lovely teachers
Setiap bentuk hubungan punya frame yang spesifik, seperti hubungan keluarga yang mempunyai karakteristik ikatan batin/emosi yang tentu tak akan sama dengan hubungan  teman. Maka demikian juga tali persahabatan tentu (seharusnya) punya poin lebih dari sekedar hubungan ekonomis ( baca: azaz manfaat) meski ada ruang dan jarak yang pada akhirnya membentang dalam jalinan kebersamaan,  secara sederhana bisa di katakan  teman itu bukan tukang tambal ban yang hanya kita ingat dan di cari kala ban bocor/kempes. Untuk melengkapi  secuil kerinduan dalam postingan nostalgia SMA ini, satu paragraf puisi yang saya tulis saat kelas 3 SMA.

Gendhing kehidupan mengalunkan irama syahdu
Meretaskan nada-nada harapan dalam titian masa
Melangkah jelajah cakrawala
Bersama pijar-pijar laskar impian
Untuk sesuatu yang punya makna
Mencoba raih masa depan gemilang
Penunggu pohon jambu
Mengingat masa SMA, sekaligus mengiangkan kembali sebuah moment kala saat saya masih kelas 1 SMA saat acara pondok Ramadhan, seorang kakak kelas yang memberi materi mengatakan kalimat yang sampai sekarang masih saya ingat dengan baik:
“ Kalau kalian mau nakal, rusak, jahat dan apapun itu silahkan...tapi jangan lupa sholat (fardhlu) dengan baik dan benar dulu .
Saat itu respon saya adalah “ Kok aneh banget sih, mempersilahkan orang jadi bobrok tapi sholatnya harus baik dan benar?” 
“ Karena jika kalian sholat dengan baik dan benar, maka implikasinya adalah kalian akan amar ma’ruf nahi munkar. Baca, resapi dan pahami salah satu ayat saja (dulu) Al Fatihah : “ Tunjukilah kami jalan yang lurus (ayat 6) demikian penjelasan kakak kelas saya tersebut dan saya pun setuju tanpa komplain lagi.



Every chapter of life always has lesson to learn

Koin Penyok

Akhirnya final option Netbook harus Re-install karena office'nya tidak bisa unistall dan langsung ditindas kayak jaman penjajahan saja pakai istilah di tindas ya? dengan office versi 2010 juga tidak bisa di running. Karena si Mas ITnya datang udah agak sore, jadi sekali lagi netbook mau di bawa jika mau langsung Re-install dan sekali lagi saya menolak karena alasan mati gaya lagi kalau di rumah gak bisa on line. Beside, saya cukup punya kesabaran untuk menunggu hari berikutnya buat proses Re-install sehingga saya tak perlu berpisah dengan netbook kan?  Meskipun resikonya saya mungkin saja kehilangan Simbada jika dia tidak bisa running'in lagi soft file'nya tapi saya memang tidak punya pilihan yang lebih baik. Kalau memang orangnya  tidak bisa masang simbadanya lagi, ya harus cari waktu agar bisa janjian untuk ketemu sama yang ngasih program tersebut. Lumayan sih, bisa mini reuni karena kebetulan orang tersebut adalah salah satu kakak tingkat waktu kuliah (beda jurusan). #asas manfaat teuteup ada. Btw, setelah saya tanya karena saking penasarannya kenapa kok bisa aplikasi office saya dropped...nah penjelasan singkatnya katanya karena SQL, windows dan office bentrok. Gak begitu paham penjelasan versi detailnya....apa saja deh yang penting 'mesin ketik' saya bisa digunakan untuk kerja lagi.
Gambar dari sini
Setidaknya Bismilllahirrahmaanirrahiim saya masih bisa created untuk mendongeng di blog ini #maanfaat lain saat mesin ketiknya tidak berfungsi normal. Al kisah tentang cerita sebuah koin penyok yang ditemukan oleh seorang lelaki tua. Pak Tua yang keluar dari rumah tak tentu arah dan dengan rasa putus asa karena kondisi finansial keluarganya yang morat-marit yang bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari saja belum bisa terpenuhi dengan lancar, ditengah perjalanan dia menemukan koin penyok. 
" Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," demikian gerutunya kecewa namun ia tetap mengambilnya dan membawa ke bank dan oleh tellernya di sarankan untuk membawanya ke kolektor uang kuno. Teryata koin-koin tersebut dibeli seharga $30. Begitu senangnya si bapak tua dan mulai merancang apa saja yang akan dia beli dengan uang tersebut. Dan saat melewati toko perkakas, dia melihat beberapa kayu yang diobral sehingga langsung terlintas keinginan untuk membuat perkakas dengan kayu tersebut. Maka di belilah kayu tersebut dengan uang $30. 
Gambar dari sini
Dan ditengah perjalanan selanjutnya dia melewati tempat membuat mebel dan kebetulan pemiliknya sedang butuh kayu untuk membuat pesanan meubel, sehingga di belilah kayu tersebut dengan harga $100 namun karena ragu-ragu akhirnya si pemilik toko mebel menawarkan untuk mengambil mebel yang sudah jadi. Singkat cerita Pak Tua lebih memilih sebuah lemari yang menurutnya pasti di sukai sang istri.  Dalam perjalanan selanjutnya saat melintasi perumahan baru, Pak tua bertemu seorang ibu yang sedang mendekorasi rumah dan tertarik dengan lemari yang menurutnya antik. Maka di belilah dengan harga $250.
Sesampai di dekat desanya, Pak tua mengeluarkan uangnya karena ingin memastikan uang yang diterima dan pada saat yang bersamaan muncul perampok dan sukseslah uang tersebut berpindah tangan.
" Honey, apa yang terjadi? Engkau tidak apa-apa kan ?" sapa sang istri yang ternyata sempat melihat sisa kejadian suaminya di rampok " apa saja yg di ambil  tadi?"
Pak tua itupun tersenyum dengan tenang. " Oh bukan apa-apa kok, my sweety " jawabnya dengan menenangkan istrinya " Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi"


" Jika kita sadar tak pernah memiliki apapun, 
kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan 
manakala apa yang sebelumnya kita sebut "milik" diambil lagi?"



Note: adopted from: The healing stories (GW Burns)

Re-Install?

Sejak kemarin malam..suddenly aplikasi microsoft office di netbook dropped alias tidak berfungsi. Padahal siang hari di kantor just very fine. Akhirnya aktifitas (malam) di rumah hanya bisa "jalan-jalan" blogwalking tanpa bisa ketak-ketik, maklum data-data reference tersimpan di file aplikasi MS Office semua. Kemudian ketiduran karena para kru chatconference dah terlelap dan giliran saya yg ketiduran eh..pada say hello. . Mencoba recovery sendiri gak berhasil dan finally pakai jurus andalan : Call the expert ! Hahahaa...berharapnya bisa segera dipulihkan, karena ada beberapa tulisan yang harus diselesaikan. Alhasil, Alhamdulillah ternyata masih juga gak bisa di benerin meskipun sudah dilakukan uninstall program sebelumnya. Idenya mau di instal ulang totally tapi saya menolak karena ada program yang ribet urusannya untuk running drivernya. 
Second option pun di tawarkan " Netboknya saya bawa ya Mbak? Besok baru kembali?"
" Hah? Oh no way...bisa mati gaya kalau di rumah gak ada netbook.."
" Hahahaa...kalau begitu besok deh, coba opsi ketiga : MS 2010 .."
" Deal !" jawab saya antusias.
" Tapi kalau tetep gak bisa, last chance: RE-INSTALL..."
" Hah...no way, please..?"
" Ya gimana lagi Mbak? "
" Let's see besok Mas, semoga bisa replace 2007 dan ganti 2010 yaaa...?" 
Asli ngarep.co.id deh saya. Mengingat susahnya jalur untuk aplikasi file/program simbada. Sebelumnya pernah ganti netbook dan ternyata memang sukses dia juga gak bisa running'in si Simbadanya. Sehingga saya harus nunggu kesempatan bisa bertemu lagi si empunya aplikasi program tersebut.

Demikianlah, akhirnya malam ini pun netbook masih tidak bisa digunakan untuk urusan ketak-ketik. Dan sambil chat conference dengan si cantik Una dan si makhluk gunung Mr. stumon (sayangnya Mbak Al absen) dan si Tabah juga off lebih dulu, saya pun ketak-ketik postingan langsung di compose untuk curcol ini...So I really wish, Netbook saya gak sampai harus Re-install.



" Orang yang bersikap optimis akan mempunyai daya perlawanan 
terhadap segala tantangan dan hambatan yang meghadangnya"


Merajut Keping-Keping Kerinduan

Setelah lumayan lama tidak membuat puisi, rasanya ada kerinduan untuk mencoba berpuisi ria lagi. Setelah beberapa hari bertapa dan semedi #lebay baru deh terjawab kerinduan untuk bisa merangkaikan beberapa kalimat menjadi serangkai puisi sederhana dan mungkin juga manifestasi dari curcol #pinjam istilahnya anak muda sekarang. Bismilllahirrahmaanirrahiim, karena inspirasinya kangen untuk membuat puisi maka jadilah tema puisinya juga mengenai kerinduan. So here is the poem, semoga saja bisa dinikmati bagi yang berkenan membacanya.


Serenade tasbih semesta mengalun

Berlatar angin malam bersyair syahdu
Meniupkan repetika rindu bergelombang menerpa terpa
Mensyaratkan sebuah esensi perasaan menyeruak
Ketika dinamika kendali hati menjadi tidak statis dalam sintesis temporal

Gelora  rindu yang membawaku pada himne gandrung
Akan sayap-sayap dekapan abstrak dalam rangkaian kenangan,
Saat  udara yang berkelibat ringan mengusap kening ingatanku
Merajut keping-keping rasa yang selalu memberi  makna tersendiri
diantara jedanya yang berarus rindu menderu kala mengingatnya kini

Renyai hujan membasah rerumputan,  gemericiknya melahirkan danau-danau kecil
Dan menyemaikan prasasti  lingkaran kasihmu
Pada  hati yang merindu akan hantaran senyum dan peluk
Ini pelipur yang terpisah, terderai dan tersingkapkan
Bila  pengertian cukup untuk bertahan dan mengikhlaskan dalam keberterimaan

Kusadari sekian waktu berlalu tanpa melihatmu
Pada rotasi bumi yang masih sama dan  musim yang  berbondong silih berganti
Ketika laju waktu menyilamkan segala yang telah menepi
Ijinkan aku menganyam partikel-partikel doa pada tiap urai nafas
Aku anakmu, manusia berlimpah sinergi cinta Bapak dan Ibu
Yang TUHAN ciptakan tidak untuk kesia-siaan 


Dan bersama postingan ini, sekaligus my beautiful thankful and impression for Dear Mbak Alaika yang menyematkan dua award sekaligus. That’s really meaning…hope we can keep this friendship by the time even we’ll never meet each other yet…I believe one fine day we’ll  make great gathering moment. So, here are the awards from Mbak Alaika
Deeply sorry, bukannya tidak ingin memforward tapi saya lebih memilih dan persilahkan bagi teman-teman blogger yang tertarik untuk mengambilnya…

Terima kasih atas special mention’nya ya Mbak Al and once again wish we’ll happy and better blogging by the time..


~~~ Perkataan itu dapat menembus apa yang
tidak dapat ditembus oleh jarum ~~~

[My] Review Books

BismillahirrahmaanirrahiimSalah satu resolusi ‘tambahan’ 2012 saya adalah menuliskan review buku yang sudah saya baca dalam postingan di blog dengan alasan yang sangat alamiah yaitu untuk traceability buku-buku yang sudah terbaca sehingga manakala sekian tahun berikutnya jika kapasitas otak saya mengalami ‘penguapan’ alias kemunduran mutu daya ingat, maka kumpulan review buku ini bisa menjadi tool untuk mengingat kembali, tinggal klik timeline “ Book Review ” di blog. Dan satu lagi alasan confidential untuk me’list’kan buku yang saya baca dalam menu entry di blog adalah biar saya lebih disiplin lagi untuk membaca. Dari hasil audit internal dan instropeksi diri ternyata beberapa tahun belakangan volume kegiatan baca-membaca buku drop drastis alias terjun bebas tanpa parasut. Bahkan beberapa buku masih ada yang wrapping dengan cantiknya #Pengen Maluu.

Karena stressing dan point of view saya pada fungsi reminder for long term khususnya buat saya pribadi, dan Alhamdulillah jika ada yang berkenan membacanya setelah sekian rentang waktu berikutnya. Jadi saya berusaha menulis review secara lebih menyeluruh, semacam bentuk rangkuman seperti saat masih sekolah dulu, jadi mohon maaf jika entry tulisan review buku yang saya buat akan berformat dalam kategori berkepanjangan dan mem’boring’kan untuk membacanya #pengennya semoga tetap enjoy . Dan silahkan di klik di sini jika berkenan untuk menengok hasil review sederhana saya, syukur-syukur kalau jadi ada keinginan untuk membeli bukunya. Kalau pun tidak, sapa tahu muncul ide alternatif untuk bookmark judul lainnya saat membuat agenda belanja buku...

So,  Menulis dan membaca adalah kegiatan satu paket yang terintegrasi (saling melengkapi). Tidak hanya membaca text/buku tapi membaca dinamika sosial, pikiran/pendapat orang lain, perkembangan teknologi dan membaca nurani kita sendiri. Dengan tulisan yang kita buat semoga bisa berkomunikasi dan menyampaikan inspirasi kita pada orang lain secara lintas gender, kultur, usia, ruang dan waktu (long lasting). Dan yang paling membahagiakan adalah jika tulisan kita bisa membawa pencerahan dan memberikan motivasi (positive effects) buat orang yang membacanya sehingga menulis bisa bagian dari syiar dan ibadah. I hope so..AminJ


[Kenapa & Bagaimana] Ular Masuk Rumah

B
agi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan atau lokasinya masih berdampingan alam bebas (bukan area full hunian), maka peristiwa ada ular masuk masuk rumah bukanlah hal langka. Dan itupun yang saya alami, kalau tidak salah sudah lima kali ada ular ‘salah alamat’ sehingga masuk ke tempat tinggal saya. Bismilllahirrahmaanirrahiim meski sudah berpengalaman plus sudah nekad untuk over come phobia pada ular yaitu dengan memegang ular hidup langsung, namun ternyata saya masih belum sukses mengatasi phobia terhadap ular. Sehingga enam kali kedatangan “tamu tak diundang” tersebut, maka lima kali pula saya mencari bala bantuan untuk mengusirnya. #Payahh. Tak ada maksud untuk pamer, tapi hanya ingin sharing cerita diakhir pekan gak penting banget kok?  Efek akhir pecan gak ada acara jadi nulis kisah ‘horor’ begini deh…

Kali pertama ada ular masuk kerumah ini adalah saat minggu pertama saya pindah, sewatu bangun hendak shubuh tuh ular sudah melingkar manisnya di depan kamar. Saat itu untungnya ada teman kantor yang baik hati menemani saya karena masih awal-awal tinggal sendiri  jadi adaptasinya minta bantuan teman kantor deh. Jadi saya santai saja, teman saya yang mengusirnya (tidak dibunuh). Yang kedua lumayan bikin shock, seperti biasa lampu dalam kondisi padam (kalau saya tidurnya bukan karena ketiduran jadi sempat matiin lampu) dan jam tigaan saya bangun langsung melangkah keluar kamar ambil minum dulu kemudian balik ke kamar menyalakan lampu. Tararara…ternyata tak jauh dari tempat tidur saya sudah ada ular ! Ya sudah karena masih jam 3 dini hari dan sekitar rumah saya belum berpenghuni, jadi ya saya tinggal sholat dan menunggu ada orang lewat karena saya hafal jam segitu ada tetangga yang rumahnya agak jauh biasanya jalan-jalan pagi dan melintas di depan rumah. Al hasil  30an menit kemudian tuh si bapak Alhamdulillah lewat dan buru-buru saya keluar rumah untuk minta tolong. Karena dia gak bawa apa-apa, jadi balik pulang dulu ambil senjata. Saat si bapak tadi muncul lagi, sebenarnya saya hampir ketawa karena beliau sampai pakai sepatu boot? Hehehe…

Nah untuk peristiwa ketiga lupa kronologisnya, yang jelas agak bolot tuh ularnya karena sewaktu saya sok berani mengusirnya malah dia sembuyi di celahnya pintu kamar mandi (model stainless itu lho). Beberapa hari kemudian baru mau keluar sendiri sewaktu saya sedang keluar nemanin tetangga depan rumah (yang sekaligus teman kerja tapi sudah hijrah ke Jakarta sekarang untuk mengikuti suaminya) dan ketika balik ke rumah tuh ular ada di depan kamar mandi sambil tersenyum manis. Dan langsung deh saya balik arah keluar rumah minta tolong tetangga samping rumah (kebetulan sudah ada tetangga sebelahan ) dan terbunuh deh si ularnya, kasihan sebenarnya. Apalagi kalau ularnya lutju unyu imoet seperti gambar di bawah ini: 
Sumber Gambar DISINI


Untuk kejadian yang keempat saya tahunya saat mau merebus air untuk bikin susu sebelum berangkat kerja. Saya gak ngangkat teko dari atas kompor listrik, hanya nuang air saja secukupnya biar cepat mendidih. Nah baru saja saya nyalakan kompornya saya dengar bunyi gemirik mirip air mau mendidih. Saya pun heran, wong kompor baru dinyalakan gak mungkin air langsung panas. Tanpa pikiran aa-apa, saya angkat deh teko airnya dan ternyata ada ularnya. Saya kaget dan langsung balik arah ke depan dan ularnya pun ikutan kaget lari keluar rumah (pintu belakang). Karena sudah keluar ya saya nerusin aktifitas dan berangkat kerja. Ternyata kisah masih berlanjut waktu saya pulang kerja dan bersihin belakang rumah tuh ularnya ada di dekat tanaman bunga. Jadi deh, saya bergegas ke tetangga minta bantuan lagi dan Alhamdulillah orangnya sudah ada di rumah.


Kalau kejadian yang kelima, sebenarnya saya sendiri yang tanpa sengaja membawa ular masuk ke rumah.  Ceritanya pagi itu saya lihat ada pisang yang masak, kalau nunggu sore kan keburu disikat habis oleh para burung jadi saya potong dan saya biarin di luar. Saat sorenya baru saya masukin tuh tandan pisang. Jelang maghrib, saat saya keluar dari kamar mandi kok ndilalah nengok kearah tandan pisang dan wouuuww, ada ularnya ! Maka jurus sakti pun di keluarkan, minta bantuan tetangga lagi…Sedangkan kejadian yang fresh beberapa hari lalu, sekitar jam 03.30an saya bangun dan kebiasaan bangun pagi adalah minum air putih. Waktu hendak menyalakan lampu di ruang depan, pandangan saya melihat ada benda hitam di lantai yang berwarna putih…alarm di otak saya langsung berbunyi jangan-jangan ular tuh? Ternyata bener, begitu lampu nyala tampak deh sesosok ular dengan wajah berseri-serinya. Ya sudah karena, karena sudah mepet mau adzan shubuh saya biarin saja dan lanjut untuk sholat. Eh, selesai sholat saya noleh ke arah pintu. Saya pun memberanikan diri mengambil sapu untuk mengusirnya. Lha kok malah masuk kamar tidur saya, ya sudah saya biarin lagi dan lanjutkan sholat untuk sholat shubuh saja. Masih pagi, sungkan membangunkan tetangga. Jelang 5.30, saya pun ke lagi-lagi minta tolong tetangga dan kali ini cukup fantastis karena tuh ular di ambil pakai tangan. Maklum yanglyan nolong kali sepertinya lebih berani orangnya. Meski begitu saya tetap gak berani mendekat untuk melihatnya ! 

“ Gak ngantor ta Mbak? sapa tetangga yang sedang jalan-jalan dengan cucunya.

“ Kerja Bu, tapi ada ular di dalam..”
“ Pantesan pagi-pagi kok di luar rumah..” rupanya dia hafal kalau pagi hari saya tidak pernah keluar rumah, ya keluar sih tapi di halaman belakang saja.
“ Hehehe..iya, tuh lagi di ambil ularnya sama Pak Antok dan temennya ..”
“ Ooo, paling ularnya itu cowok. Makanya milih masuk rumah Mbak Ririe..”  Saya hanya nyengir dan ganti godain cucunya yang lucu di kereta dorong, daripada obrolan makin gak jelas juntrungannya. Sayangnya saya gak punya keberanian untuk melihat morfologi ular tersebut saat di pegang keluar dalam keadaan hidup-hidup, buat buktiin beneran ularnya cowok apa cewek..hahahaha..


Tapi iya sih, memang di masyarakat kita beredar banyak sugesti dan mitos termasuk terkait dengan ular masuk rumah. Dan saya tidak mau terbawa dengan pada sugesti-sugesti tersebut karena senyatanya lokasi tinggal saya memang dekat area persawahan dan masih banyak lahan kosong (tanah kavling) yang belum di huni. Dan kebetulan beberapa bulan terakhir ini mulai di bangun unit-unit rumah baru sehingga sangat mungkin lahan kosong yang rimbun semak belukar itu adalah rumahnya ular. Dan karena di babat jadi mereka kehilangan tempat tinggal terus pada kebingungan cari tempat perlindungan sehingga salah alamat ada yang masuk ke rumah saya.


Meski saya phobia ular tapi setidaknya saya masih bisa cool calm and confident #edisi memuji diri sendiri  saat tahu ada ular masuk rumah. Karena kalau saya panic yang ada malah akan terjadi kehebohan lagi yaitu saya keluar rumah dengan pakain yang kurang pantas ~ baca: gak lupa kalau belum pakai jilbab dang anti baju panjang. Nah, jadinya panic itu hanya akan menimbulkan masalah baru. Toh, saya yakin ular itu sebenarnya juga takut sama manusia kan? Jadi saran saya kalau ada ular masuk rumah adalah:
  1. Jangan panikDan lekas berdoa karena ada jenis ular yang agresif seperti kobra yang selalu posisi siaga untuk menyerang (manusia). Dan ular yang tidak berbisa umumnya lari/takut dengan kita karena dia tidak mempunyai senjata untuk perlindungan dirinya. Dengan tetap tenang akan memungkinkan kita bisa prepare diri lebih baik.
  2. Beranikan diri untuk identifikasi ular. Dulu bapak saya kalau ada ular di lihat ularnya jenis berbisa apa tidak. Kalau hanya ular biasa ya tinggal di ambil pakai alat bantu secukupnya untuk mengusirnya. Seringnya ular yang masuk rumah bukan ular berbisa. Tapi kalau corak kulit ular itu terang dan bunyi desis yang keras, silahkan ambil perlengkapan diri yang suitable karena itu merupakan merupakan indikator ular berbisa, juga bisa dilihat bagaimana bentuk ekornya, jika ada bentuk lancip yang bisa buat ngenthup ~ istilah EYDnya menyengat kali ya?
  3. Jika ternyata ularnya jenis berbisa maka silahkan untuk Jaim ~ jaga jarak dan lengkapi diri dengan tool yang mendukung keamanan seperti sepatu boot, kaca mata, sarung tangan dan alat bantu yang sakti mandra guna untuk mengusir/ membunuh ular berbisa tersebut.
  4. Langkah terakhir pilihan favorite saya dan terbukti ampuh: minta tolong orang lain deh. Hehehe. Oia, saya lupa untuk mencoba menaburkan garam pada ular tersebut, berarti aslinya saya kena syndrome panic juga. Karena kalau saya gak panic, saya bisa membuktikan apakah benar ular takut dengan garam atau apakah itu termasuk dalam deretan mitos juga?


By the way, have a nice week end
“ Man shabara zhafira ~ siapa yang bersabar akan beruntung “

Diriwayatkan dari Abu Huarairah ra: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ Seandainya salah seorang dari kalian bangun dari tidur dan berwudhlu, ia harus mencuci hidungnya tiga kali.  Karena  Syetan tinggal di bagian lubang hidungnya sepanjang malam”. (HR. Bukhari)



  • Foot note-nya sengaja di sambung-nyambungkan  karena kebanyakan peristiwa di atas terjadi  pagi (dini) hari…hehehehe..