WHAT'S NEW?
Loading...

Pada Cinta tanpa Penjelasan

Sedari awal ketemu postingan yang diikutsertakan GA yang diselenggarakan oleh Pak Marsudiyanto. Tidak hanya daya magis GA yang selalu menarik becak, truck untuk diikuti, apalagi GA ini ada yang lebih menarik lagi yaitu format html yang beliau sediakan sebagai back ground sehingga menghasilkan tampilan entry yang lebih punya taste...jadi ingat iklan rokok deh. Setelah beberapa hari bertapa di kawah ijen, kemudian pindah ke Semeru karena kawah Ijennya berubah jadi status siaga, untuk mencari-cari ide, maka Bismilllahirrahmaanirrahiim inilah hasilnya:

Pada Cinta tanpa penjelasan

Bara Cinta yang berasap rindu mengudara
menggelombang pada semesta kasih sayangmu
pada tarian asa dalam ruang nurani,
impianmu mengalun bagai tetes hujan

Untuk nama dihati yang tak akan pudar
Dengan kenangan-kenangan merantai rasa
Inginku tetap dalam dekap ajaib yang bergelora dan mengampuni
Yang tak kenal sesal untuk semua yang terberikan

Pada udara yang setia mengalirkan partikel-partikelnya
Ketika langit menghampirkan bintang gemintang
Kuhamburkan untaian doa pada himne malam yang sacral
Untuk cinta tanpa penjelasan dari nadi ayah bunda



Demikianlah entry puisi sederhana dengan judul " pada cinta tanpa penjelasan" sengaja saya buat untuk mengikuti GA dari Pak Marsudiyanto " Ungkapan rasa Anti Biasa, Ungkapan HTML"


Jadi dengan segala kerendahan hati, mohon maaf kalau puisi ini taste'nya masih jauh dari karya para pujangga baru maupun lama ataupun modern.

Dancing Under The Rain

Prolog dulu ya…: Kembali menjejak akhir pekan dimana diriku adalah bagian dan atau salah satu dari sebuah populasi yang TIDAK membiasakan untuk mensakralkan akhir pekan dengan harus ada acara atau something else similar with hanging around. Jika tidak mudik, maka just follow the flow…kalau butuh keluar untuk sesuatu keperluan ya keluar deh. Dan kebetulan sabtu ini kantor menjadwalkan kaji ulang manajemen dan evaluasi kinerja, mengingat kalau dilakukan pada hari kerja akan mengganggu aktifitas pekerjaan. Acara yang dimulai sejak pagi tersebut akhirnya selesai menjelang jam dua dan mumpung masih lumayan siang maka segeralah teringat untuk membawa motor dekil saya karena saking jarangnya dimandikan menuju bengkel. Setelah saya baca service card, wouuuww…ternyata sudah hampir enam bulan lalu motor keren dan ajaib tersebut saya bawa ke bengkel # Payah. 


Prolog yang gak penting ya ? Tapi sedikit ada hubungannya kok #pembelaan diri, karena sewaktu menunggu di bengkel itulah jadi ingat kalau sudah berkomitment untuk event give away yang di adakan oleh putri cahaya. Dalam interval waktu menunggu tersebut, di antara keasyikan mengamati tangan-tangan cekatan sang montir yang mengobrak-abrik beberapa motor yang menjadi pasiennya, sang hujan (yang sudah mengirimkan signalnya sejak kumandang Adzan dhuhur) turun sukses dengan indahnya.

Dan Bismilllahirrahmaanirrahiim, sejak awal hendak ikutan GA putri cahaya, sudah memilih dengan tekad bulat dan tak goyah meski badai menerjang #lebay judul postingan apakah ini rasa kehilangan. Kenapa saya demikian mantapnya memilih entry tersebut, just simple reason: uraian di dalamnya memberikan cermin alternative untuk ‘melihat’ wajah yang lebih indah dari sebuah rasa kehilangan. Sapaan ‘rasa’ yang awalnya belum bernama ‘kehilangan’ yang menyeruak dan demikian susah ditemukan benang merahnya (kata sang putri cahaya lho?), yang bahkan lebih sulit dari Matematika teknik persamaan differensial parsial satu dimensi ~ nah apalagi saya yang waktu kuliah gak dapat mata kuliah Matematika tentang ini ~ dimana pada alur pencarian ‘rasa’ tersebut pertemukannya dengan Cinderella yang mengatakan jika ekspresi wajahnya hampir mirip ketika dia kehilangan sepatu kaca? Putri tidur, ekspresi tersebut mungkin karena kehilangan masa/waktu? 

Pendapat Putri salju berbeda lagi: apa mungkin ~seperti dirinya~ kehilangan nyawa? Kemudian bertemu Anastasia yang memberikan presumptive bilamana rasa yang dialaminya serupa apa yang dirasakannya ketika kehilangan ingatan? Long journey tersebut membawanya pada sebuah cermin yang memantulkan sesosok wajah putri cahaya yang akhirnya bisa mengurai benang kusut akan ‘rasa’ belum bernama (meski benang merahnya gak ketemu tuh kayaknya karena sudah dipakai untuk layangan), dan inilah pantulan cermin dari sang putri cahaya tersebut:


Rindu..
Aku benar-benar mengerti perasaan rindu datang tanpa diundang.
Bahkan ketika akal hilang, rindu tetap bisa menyapa.
Sekelebat wajah-wajah bermunculan di benakku.

Aku tersenyum manis,
Ya Allah terima kasih telah menghadirkan rasa ini untukku.
Teruntuk orang-orang yang selalu mencemaskan diri yang bodoh dan serampangan ini.
Tenang, orang bodoh itu baik-baik saja.

Teruntuk malaikat salju yang tidak henti-hentinya menyelimuti agar aku tidak mencair.
Tenang, serpihan salju itu tidak akan terhempas rata di gundukan salju.

Teruntuk bidadari-bidadari yang selalu membelai mimpiku tiap harinya.
Tenang, bidadari mungil itu tetap kuat menghadapi dera masa yang semakin menua.
InsyaAllah.


Sebuah cermin akan rasa ’kehilangan’ yang memantulkan wajah yang lebih indah bukan? Bahwasanya apa yang kita sebut hilang, adalah mengalami perubahan bentuk dan atau kepemilikan saja bukan? Jadi cobalah menganggap peristiwa kehilangan dalam frame yang equal dengan hukum kekekalan massa. Dan senada dengan entry apakah ini rasa kehilangan, ada satu lagi postingan yang kemudian muncul dalam ingatan dan membuat saya tertarik untuk menambahkan dalam ulasan ini. Bukan hanya karena suasana hujan yang menemani saat menulis, namun kejamakan persepsi yang mengidentikkan hujan dengan ‘rasa kehilangan’. Entry aku, kamu dan hujan yang diikutsertakan dalam event GA man and the moon yang memenangkan kategori ‘melow’ ini bagi saya sangat puitis plus romantis plus memang melankolis # borongan memujinya…hahahahaa. 
“…..Hujan...
Ketika berbicara dengannya, aku seperti berada di depan cermin. Dia begitu mirip denganku sampai-sampai aku ragu dia adalah manusia, mungkin dia sebuah kloning. Apalagi dia banyak melakukan hal-hal yang kusukai. Aneh? Jangan tanya lagi. Hujan, jumpailah dia di pagi hari. Dia sangat senang melihat bulir-bulir airmu yang jatuh di pagi hari. Sampaikan semangatku padanya, semoga hari-harinya diiringi ceria yang tak akan pernah luntur. Hampir lupa, hujan kirimkan juga rasa terima kasihku padanya. Dia telah mengajakku berkeliling kota dan memperlihatkan hal-hal yang spektakular. Lain kali, giliranku untuk mengajaknya ke duniaku, InsyaAllah. Walau aku tidak tahu kapan aku bisa menepati janji itu……”
Pada kenyataannya saya lebih suka lagu November Rain melihat hujan, mendengar suara hujan, mencium harum aroma tanah kala hujan dan kadang masih suka hujan-hujanan (kalau terpaksa sudah dalam perjalanan).
************************************
“ Kenapa dengan hujan…” tiba-tiba ku dengar ada sapaan merdu menyeruak dalam gerak tarian hujan yang masih mengarsir udara. Saat ku lihat dengan seksama, ternyata putri cahaya yang datang dengan kemilau cahaya emasnya.
“ aku suka menikmati hujan, melihatnya jatuh berirama untuk mengusap wajah buana dengan intimnya” jawabku sambil membiarkan hujan membasahi bebas diriku.
Putri Cahaya tersenyum “ karena itukah jadi lebih suka kehujanan daripada menggunakan payung atau jas hujan?”
“ siapa yang bilang padamu, Putri?”
“ sikapmu, pilihanmu, ekspresi yang demikian hikmat untuk tidak menepi saat sedang kehujanan”
“ karena aku tidak membawa jas hujan…” dalihku.
“ Atau, lebih tepatnya agar kamu punya alasan untuk kehujanan kan?”
“ Apa ada yang terganggu?”
“ Tidak”
“ Lantas kenapa ?”
“ Sebenarnya ada apa degan hujan? Sepertinya kau demikian mencintai hujan sampai bisa mengabaikan dirimu sendiri?”
Aku tertawa mendengar ucapan Putri cahaya “ tak akan ada yang cemburu dengan hujan kok”
“ Suatu saat akan ada yang cemburu dengan kenanganmu bersama hujan “
“ Sepertinya tidak akan seserius itu, aku hanya ingin menjiwai spiritual di balik ayat-ayat hujan…”
“ apa harus dengan setia menari di bawah guyuran hujan?”
“ saat butir-butir hujan sampai di kulitku, meresapkan kesejukan dengan halus di setiap pori-pori. Adalah sama ketika molekul-molekul air itu menyelusup di bawah permukaan bumi, dimana ia sesungguhnya tak pernah benar-benar pergi. HUjan akan kembali menyapa dalam derai lembutnya yang penuh keajaiban setelah melewati prosesi mata rantainya yang mentakjubkan”
“ Dengan kalimat sederhana, hujan adalah lambang kesetiaan…” pintas putri cahaya penuh kemantapan.
*************************************
“…..Hujan...

Debaran hatiku muncul ketika bersentuhan pertama kali dengan kisahnya. Membuatku ingin melukiskan kisah itu dalam deretan kata yang memesona. Sayang aku belum berhasil. Karena itu, sampai sekarang pun aku masih berusaha mengenal dia lebih dekat. Siapa dia? Ng, aku biasa memanggilnya tuan putri. Hujan, sampaikan salamku padanya. Katakan, sesuatu yang tidak membunuhnya membuat dirinya lebih kuat. Dia akan bahagia dan menemukan seseorang yang akan mendampinginya di sepanjang hidupnya, InsyaAllah.”
Dancing Under the rain ini diikutsertakan dalam
Giveaway Kemilau Cahaya Emas by putri cahaya

Si Copet VS Mr. Ojek

Sebenarnya sih gak ada hubungannya antara si Copet dan Mr. Ojek. Ini adalah kisah dan pengalaman yang saya alami saat mudik long week end beberapa waktu lalu. Saya pernah mengalami kecopetan HP dua kali, kemudian yang lebih shock adalah ‘berpindahnya’ dompet lengkap dengan isinya yang bikin lumayan ribet urusan birokrasinya waktu renew*‘isi’ dompet tersebut. Karena itulah setiap kali long trip saya prepare sebaik mungkin agar tidak mengalami lagi yang namanya ‘dikerjain’ si misterius pencopet. Maklum ide ‘kreatif’ sang pencopet sekarang adalah membaur sebagai penumpang juga. Jadi saya atur dompet, HP, dll di taruh di posisi yang ter’aman, hanya ngeluarin uang secukupnya untuk ongkos sampai tujuan. Jadi bisa di tebak selama dalam perjalanan dan itu nyaris saya maka HP akan jauh dari pantauan sehingga incoming call/sms di jamin terabaikan dengan sukses.

gambar dari sini
Nah, yang saya alami dalam perjalanan mudik kali ini Nyaris kecopetan (lagi). Karena long trip dan  malam hari, maka beberapa saat setelah bis melaju, saya pun tidur. Ketika saya terjaga, ternyata di sebelah kanan saya ada seorang penumpang. Saya lihat-lihat, masih banyak kursi yang kosong tapi kenapa tuh orang ambil posisi di sebelah saya ya? Itulah pikiran ‘aneh’ yang spontan di otak saya. Biasanya kalau saya tahu ada penumpang menempati posisi kursi di sebelah saya sedangkan masih ada kursi kosong lainnya maka saya akan pilih pindah tempat. Tapi yang kemarin itu karena rasa kantuk dan malas pindahin bawaan, maka saya no action dengan berbaik sangka dia juga penumpang bis seperti yang lainnya.
Dan saat saya terjaga berikutnya, saya dengar koin jatuh sampai dua kali yang membuat saya aware that something already happened. Saya langsung check tas kecil yang saya pegang, wouuw…ternyata sudah ada jejak siletan di tiga tempat berbeda: 2 siletan di bagian bawah dan 1 siletan di samping. Saya agak panic juga karena kebetulan HP yang biasanya saya ‘aman’kan, kemarin itu saya taruh dalam tas cangklong tersebut buat mendengarkan winamp. Dalam tas kecil itu biasanya saya isi mukena, 1buku tipis #sok rajin baca buku, 1botol air minum, permen, koin, tisyu, 1botol hand body kecil dan antiseptic (jaga-jaga jika ‘terpaksa’ mampir di toilet umum). Dan Alhamdulillah, HP berada jauh dari posisi tas yang robek.  Selain koin yang hilang karena jatuh akibat siletan di tas, barang lainnya masih ditakdirkan untuk menjadi rejeki saya. Apakah saya panic? Takut? Sempat panic pastinya, tapi takut…rasanya saya sudah tak boleh punya rasa takut untuk menghadapi segala resiko dalam long trip. 
Jejak bekas silet di tas
Kalau dalam rute Banyuwangi – Surabaya saya nyaris kecopetan, maka dalam rute Surabaya – Rumah terjadi peristiwa yang bikin ketawa sekaligus bersimpatik terhadap salah satu pak ojek. Sampai di Bungurasih, saya langsung menuju bis jurusan Semarang. Penumpang lumayan ramai karena long week end. Begitu turun di Babat, seperti biasa saya langsung berkata “ojek” ketika para jasa angkutan (becak dan ojek) yang mangkal di sekitar Jembatan Baru mencari penumpang yang baru turun dari bis. Maka sang koordiantor ojek pun memanggil seorang Bapak yang gilirannya untuk membawa penumpang. Setahu saya, di tempat pangkalan angkutan umum memang ada peraturan tidak tertulis untuk bergantian mengangkut penumpang. Jadi tidak ada ketimpangan social..eh pendapatan. Mereka guyub dan punya solidaritas yang cukup solid. Dan begitulah suasana di tempat ojek di tempat halte bis tempat saya turun.

Singkat cerita, si Bapak ojek pun bersiap untuk melaju dan saya sudah akan naik tapi teryata dari arah Surabaya terlihat bis hendak menepi menurunkan penumpang. Maka saya buru-buru membatalkan diri naik boncengan motor pak Ojek. Saya minggir dan demikian juga saya kira pak ojek tersebut mengambil posisi menepi agak di depan. Tapi ternyata di luar dugaan saya, Pak ojek tersebut langsung tancap gas. Saya hendak mengejar tapi di larang oleh para tukang ojek lainnya. Kalau di film ada judul “pacar ketinggalan kereta,  Maka jadilah saya “penumpang ditinggal ojek. Orang-orang yang ada di tempat itu pun jadi tertawa, kok bisa-bisanya si Bapak tadi langsung tancap gas padahal penumpangnya belum naik? Dan ternyata kelakuan ‘ganjil’ si Bapak tersebut sudah pernah dia lakukan juga sebelumnya.

Sepanjang perjalanan ke rumah, saya coba mengamati dan berharap si Bapak tadi segera menyadari jika dia tidak membawa penumpang. KAsihan banget kalau dia sampai keterusan di desa saya, menempuh jarak hampir 10 KM dengan menerjang dinginnya udara sehabis hujan di tengah malam. Tapi sampai saya tiba di rumah, saya tak melihat bersimpangan dengan Bapak tadi. Dan saya tanya si Pak Ojek yang mengantar saya, dia pun tidak melihat berpapasan dengan bapak ojek yang tancap gas tadi. Dalam hati saya berharap semoga saja pandangan kami yang terbatas oleh gelapnya malamlah yang tidak melihat jika Bapak ojek tadi sudah berbalik arah lagi.
Tak ayal, beberapa saudara yang kebetulan juga mudik pada ketawa waktu dengar cerita saya ditinggalin Pak Ojek. “ Wah, bisa-bisa saat Pak ojek nyadar penumpangnya gak ada  jadi ngirain kamu hantu loh? “ heheheee…

Anywhere and anytime, always prepare for safety, Be careful and prays… all after I do believe ALLAH SWT selalu punya scenario terbaikNYA  dan teuteup masih lebih baik ketinggalan tukang ojek daripada ketinggalan pesawat deh…hehehe….


Saking pengennya Ririe Khayan berpartisipasi GA yang digawangi  oleh Jeng Soes-Jeng Dewi - Jeng Nia disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios 108  Semoga postingan ini bisa masuk  kategori CERITA LUCU dalam event Saweran Kecebong 3 warna”

The Versatile & Seven Shadow Award


L
ong w’end, bagi saya bedanya saat ini ya sebagai libur lebih lama daripada week end biasanya. Rencananya sih pengen main ke jogya tapi gagal total, kali terakhir ke jogya Oktober 2010 jadi berasa sudah lama nian gak jalan-jalan ke jogya. Entahlah, sejak doeloe saya sudah interesting dengan jogya, bahkan ketika UMPTN saya manut saja ketika kakak saya memberikan ide agar saya ikutan rayon B yang artinya saya ikut UMPTN di jogya yang notabene tak ada keluarga dan kenalan di sana. Di usia yang belum genap 17 tahun kala itu saya ‘cukup’ berani riwa-riwi Jogya-Lamongan sendirian. Bahkan saya yang sampai sekarang tipikal orang yang missed oriented pada rute jalan alias ‘susah’ untuk mengingat jalan dan segala rutenya, tapi punya nyali mengikuti UMPTN di jogya dengan mengandalkan bertanya melulu jika hendak kemana-mana. Pokoknya tampang PeDe biar gak dilirik sama orang ‘usil’  atau copet cs tapi pasang tampang unyu untuk session bertanya-tanya alamat (untung waktu itu belum ada lagunya Ayu Ting-Ting).

Batal liburan ke Jogya jadi ubah haluan mudik seperti biasa ke LA tercinta. Stay turn di depan TV (hal yang tidak biasa saya lakukan kalau di Banyuwangi karena memang sengaja gak punya miara Televisi, hehehe…kayak kambing saja di piara ya).  Dan It’s time untuk memajang Award yang sudah lumayan lama tersimpan. Dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim, ada dua Award baru yang saya dapatkan dari dua teman blogger, dan inilah Award-award yang selalu bikin semangat untuk keep happy blogging.

Award ini diberikan oleh MBak Alaika ~ My Virtual corner, dengan penuh apresiasinya pada saya sampai bikin saya terharu dan tersanjung banget, inilah special statementnya Mbak AL:
Ririe Khayan, yang dalam tulisan-tulisannya tersemat untaian kalimat indah penuh makna. Salut dengan hasil book review yang ditulisnya, cermat dan mampu menarik pembaca untuk ikut tertarik membaca buku yang telah direviewnya. Pemilik rumah maya kidung kinanthi ini juga rajin berpartisipasi dalam kontes yang diadakan para bloggers dan kerap tampil sebagai pemenangnya. Walau belum mengenalnya in person, persahabatan through the virtual world yang hangat dan akrab telah terjalin diantara kami. Indah dan menyenangkan. Oh ya, sahabatku ini juga baru saja mereview sebuah cerbung karyaku yang ada disini lho.

Jujur pernyataan Mbak AL membuat saya terharu dan tersanjung serta semoga semakin membuat saya bersemangat dalam menulis serta selanjutnya bisa mengikuti semangat Mbak AL yang selalu ready buat postingan #Plak. Semoga molornya postingan Award ini gak bikin Mbak AL berkurang antusiasnya untuk mentraktir saya menikmati kopi terbalik, pesta durian dan ngajakin keliling Aceh IF one day saya berkesempatan ‘nyasar’ sampai ke Aceh #Ngayal dulu ah… Dan inilah Award The Versatile Blogger yang ternyata juga dipaketin oleh Kang Asep saepurohman – Ignorance: kejadian adalah tulisan.

Dan tiga (3) ‘mantra’ yang melekat pada Award ini adalah dengan menjawab beberapa pertanyaannya sebagai berikut:

Thank the person who nomitated you and give their blog a shout out on your blog with a link to their blog:
Buat Mbak Alaika dan kang Asep, terima kasih banget lho sudah membingkiskan award ini buat saya. Maaf jika postingannya super duper telaaattt… #push up 100X. Sungguh penghargaan tersendiri  buat saya karena Blog yang masih amburadul ini di daulat untuk menjadi salah satu yang layak menerima Award The Versatile blogger….#jadi pengen maluuuu.

Share 7 random facts about yourself.
Setiap kali bertemu dengan pertanyaan seperti ini selalu ingat peribahasa “ Kuman di seberang lautan terlihat tapi gajah di pelupuk mata sendiri tidak kelihatan”. Tapi tetap gak bisa menghindar neh, harus share 7 Facts of me
  1. Suka petualangan di alam tapi gak kesampaian #Mimpi kali
  2. Tidak bisa menggambar/melukis
  3. Tidak pernah pingsan
  4. Kadang suka usil plus jahil (kalau ada kesempatan buat usil dan jahil saja kok)
  5. Tidak suka di bohongi #ya iyalah, mana ada orang suka di bohongi !
  6. Tidak suka diet
  7. Gak berani lihat film horror.
Send the award to 15 bloggers whose blog you appreciate and then let them know that they have won the award
Sampailah pada mantra ketiga yaitu ‘membungkus’ award ini pada 15 Bloggers, siapa ya? Seperti biasa, tidak ada maksud diskriminasi dan senada dengan Mbak Alaika bahwa pengenya untuk memberikan Award ini ke seluruh teman blogger tapi apa daya tangan saya tentu tak bisa mengetik satu per satu friendlist kan? Semoga dengan adanya Award ini bisa menyambung silaturahim dalam happy blogging. Maka daftar penerima  Award The Versatile Blogger sebagai berikut:
  1. Erick ~ namarappuccino (http://namarappuccino.blogspot.com/)
  2. Herry ~  [BIntang kecil] (http://hiakuherry.blogspot.com/)
  3. Ninda Rahadi ~ Listen ninda (http://www.listeninda.com/)
  4. kaakin ~ try 2 Be coo ‘n smart (http://try2bcoolnsmart.wordpress.com/)
  5. Agus Setya ~ Blognya Agus Setya Fakhruddin (http://agussetya.blogspot.com/)
  6. Naya Elbetawi ~ uneg-uneg si belo (http://unegunegsibelo.blogspot.com/)
  7. Neng hepi ~ Catata neng hepi (http://nenghepi.blogspot.com/)
  8. Ayu Welirang ~ memora ayu (http://namakuayuu.blogspot.com/)
  9. zasachi ~ .:. Za’s StoRies TodAy .:. (http://zasachi.blogspot.com/)
  10. Hariyanto Wijoyo ~ Blogs of Hariyanto (http://hariyantowijoyo.blogspot.com/)
  11. Gandi rizal ~ gandirizal (http://gandirizal.wordpress.com/)
  12. Faizal ~ My name faizal (http://mynamefaizal.blogspot.com/)
  13. Indra ~ Indra’s notes (http://ir2brothers.blogspot.com/)
  14. Friski ~  farizky234 (http://farizky234.blogspot.com/)
  15.  Anyone who like this award…have please to pick award up to your blog for great and happy blogging
The Seven Shadow
And the next award come (again) from Kang Asep saepurohman – Ignorance: kejadian adalah tulisan, double haru neh karena langsung dapat bingkisan dua award. Dan inilah pernyataan kang Asep yang hemmm….
Ririe  : mbak Ririe pelanggan setia blog saya, dari blog saya masih aneh acakadut sampai akhirnya tampak seperti ini, blognya mbak Ririe sekarang sudah banyak perubahan, yang saya masih inget itu blognya mbak Ririe yang dulu itu Fotonya di pasang di header blog :D

Blognya kang Asep yang dulu (katanya) acakadut hingga sekarang sudah bermetamorfosa jadi Ignorance: kejadian adalah tulisan sedangkan tampilan blog saya masih berkutat ganti-ganti background doang….#tutup muka pakai serbet

Untuk Award ini ‘mantra’nya adalah untuk forward 7 teman bloggers yang selalu/sering memberikan support. Award ini di desain agar di forward pada 7 teman blogger, maka yang bisa saya sebutkan antara lain adalah:
  1. Alaika Abdullah ~ My Virtual corner. Dengan sengaja Saya masukkan Mbak AL meskipun saya sudah tahu jika kang Asep juga telah menganugerahkan Award ini buat Mbak AL. Saya suka memanggilnya Mbak AL agar lebih akrab dan sebenarnya buat saya memang berasa sudah kenal closer meski belum pernah ketemu secara menjejak bumi. Sebenarnya Blog Mbak AL banyak namun yang (baru) sering saya singgahi adalah My Virtual corner dan sea of life. Mbak Al yang selalu up date dalam kondisi sesibuk apapun dalam membuat postingan, sharing banyak hal mulai dari tips how to design great blog, life story yang sarat makna, daily activity yang amazing #two thumbs up for Mbak AL. Oh iya, I’ll always love her comments that feel likely sisterhood. Jadi saya belum buat postingan sebelum Mbak AL ngasih comment deh hehehe….#alasan orang ‘malas’ bikin postingan! Dan sea of lifenya benar-benar meaningfull tuh Mbak AL, ditungguin ending cerbungnya lho ?
  2. Erick ~ namarappuccino. Since the first time I knew his blog, saya jadi suka mengikuti/membaca postingan demi postingannya. Kesan romantic dan penuh penghayatan hampir selalu ‘tampak’ dalam rangkaian kalimat-kalimatnya. Dia bilang menuliskan apa yang di sukai dan menyukai apa yang dituliskan. Membuat saya ingat pada quote “ do what your written and write what you done ”. And mostly, yang membaca uraian blog namarappuccino seringkali jadi berasumsi bahwa sang tokoh adalah Erick. Diksi dan structure nya sungguh membuat ‘hidup’ setiap postinganya sehingga likely true story dan selalu membawa pesan tersirat yang menghiasi tulisannya. Ditunggu project 30 surat cintanya dalam 30 hari
  3. Dhana ~ Dhana Arsega (http://dhanaarsega.blogspot.com/). Mbak Dhana yang sudah cukup lama menjelajahi dunia blogging juga menjelajah dunia ini, dan ‘terdampar’ di blognya seolah-olah memasuki ‘perpustakaan’ yang menyajikan bermacam literature. So fantastic J
  4. Tarry ~ tarry kitty’s blog (http://tarryholic.blogspot.com/). Berkenalan dengan (blog) Mbak Tarry bagi saya seperti menemukan cermin buat diri saya. Kisah hidup dan latar belakangnya sebagai TKI namun tetap bisa memaksimalkan waktu luangnya dan mengambil setiap kesulitan hidup sebagai tantangan untuk meraih kesempatan menjadi pribadi yang lebih fight.
  5. Ely Meyer ~ dunia ely (http://duniaely.wordpress.com/). Postingannya yang membumi tentang berbagai hal yang dilengkapi dengan foto-foto yang super keren. Dan selalu suka memberikan pertanyaan yang menggelitik bagi yang singgah di sana. Oh iya, dalam kesempatan tertentu Mbak Ely juga so fluently menyajikan postingan berbahasa jawa yang membuat saya jadi mengobrak-abrik kosa kata jawa saya yang meskipun wong jowo asli tapi skill berbahasa jawa saya sudah acakadut….
  6. Fanny ~ Sang cerpenis bercerita (http://just-fatamorgana.blogspot.com/). Beragam story disajikan oleh Mbak Fanny dengan apik dan menarik. Mbak Fanny juga sudah menerbitkan buku, juga suka meresensi buku/novel secara comprehensive, membuat review untuk blog yang terpilih.
  7. Ratnawati Utami ~ Blue Sky (http://ratnawatiutami.blogspot.com/). Bagai langit yang biru, mungkin itulah tema yang hendak di sampaikan melalui berbagai topic yang di paparkan oleh Mbak Amy, memberi inspirasi yang meneduhkan bagi siapa saja. I liket her BLog meski saya bisa di bilang belum rutin singgah di sana.
Demikian postingan ‘ngrapel’ Award ini, semoga para sahabat blogger yang dengan sengaja IDnya tersebutkan di atas berkenan untuk mengambil Awardnya beserta ‘mantra’nya. Saya mohon maaf jika ada penulisan yang kurang tepat. Dan untuk semua teman blogger saya selalu excited terhadap setiap kunjungan, comment dan yang pengisi buku tamu serta bahkan anonym dari semua teman blogger yang sudah berkenan singgah di blog saya merupakan sebuah apresiasi yang memberikan support buat saya.
            
The Purpose Of a friendship
Is Not To Have Some one
Who Might Complete You,

But

To Have every one With Whom you Can Share and reach Completeness.!!

Selingan Semusim (Terlarang)


M

enanggapi special order dari Mbak Alaika untuk mereview cerbungnya, ada rasa haru dan bangga mengingat kemampuan saya masih ala kadarnya dan mungkin tulisan ini masih lebih mirip resume (daripada review) seperti jaman sekolah tempoe doeloe. Makanya dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim dan  dengan tidak tahu malu-malu, saya ya teuteup memberanikan diri menerima dengan senang hati untuk mereviewnya. Saya anggap sebagai  tantangan dan bukankah tantangan adalah wajah lain dari peluang/kesempatan untuk mengasah kemampuan? Seperti halnya latar dan alasan Mbak AL menyusun naskah cerbung tersebut yang berawal dari tatangan rekan-rekan kerjanya. 
Setelah saya obrak-abrik sea of life (hehehe…sadis kayak penggusuran saja), terdapat XVI chapter yang (ternyata) sudah di posting sejak Juli 2009 dan cerita ini sebenarnya sudah di tulis jauh sebelum peristiwa tsunami Aceh,yaitu sejak 2004. Dan dari awal Mbak AL sudah memberikan clue bahwa temanya romance (adult) story (dah keliatan dari judulnya kan) jadi minta ijin dulu sama Simbok dan Pak’e di kampung dulu deh untuk membaca ceritanya….#Lebay. Maka saya yang sudah dewasa tapi belum dewasa (hayyah mbulet bin membingungkan), ketika menyimak ceritanya dan sampai pada part of private life in marriage or kamasutra section berkali-kali bertanya sendiri “apa iya kayak gitu? Masak sih seperti itu…and so on” #lugu.co.id. Jadi yang masih pada unyu dan lutju-lutju minta ijin atau di dampingi dulu sama orang tuanya ya?

Secara tatanan kalimat, cerita, dan deskripsi, keselurahan cerita ini tersaji dengan halus dan hidup karena latar, personal dan peristiwa/konflik dipaparkan dengan ritme yang mengalir mengikuti alur ‘soul’nya sebuah frame affair. Cerita bermula dari sebuah moment training yang diikuti oleh sang tokoh Novita yang pintar, cantik, menarik, sexy, friendly dan open mind bertemu dengan Fajar: trainer muda, kharismatik, simpatik, charming dan smart. Dari situ terjalinlah hubungan persahabatan yang akrab dan semakin dekat seiring intensitas komunikasi via sms/chatting. Chemistry yang muncul di sajikan dalam rangkaian peristiwa yang mengalir natural dengan munculnya rasa simpatik, kagum kemudian teranyamnya zona comfort each other sehingga hadir “getar-getar” indah serta perasaan rindu yang terlarang pada keping hati dua insan tersebut. Konflik batin pun dimunculkan dengan seimbang, pertentangan antara akal sehat dan bisikan nafsu yang silih berganti. Betapa mereka menyadari bahwa kediriannya adalah istri/suami dari seseorang juga pemahaman jika selingkuh tidak pernah ada pembenarannya oleh sebab musabab apapun
Mbak AL menuliskan rangkaian demi rangkaian peristiwa yang mengalir secara slowly but sure dalam main stream terjadinya affairs selingan semusim di antara mereka dengan softly. Bagaimana affairs terjadi karena adanya kesempatan dan kemauan kedua pihak, dengan pertemuan-pertemuan romantic berduaan, performance (baca:penampilan) diri masing-masing yang memunculkan daya ‘aksi~reaksi’ hingga kemudian muncul tuntutan yang  dalam bahasa ekonomi “demand and order

Kemudian puncak konflik (terjadinya the real affair) hingga alur menuju penyelesaian konflik yang tidak ujug-ujug serta tak ada kesan di paksakan ketika Novita mengalami kecelakaan sebagai start moment menuju ending ‘selingan semusim’ nya bersama Fajar. Peristiwa kecelakaan diterima Novita sebagai bentuk teguran yang penuh kasih sayang dariNYA akan salah langkah yang telah di lakukan, sehingga Novita bertekad bulat untuk end up and left Fajar completely to achieve as good wife and great Mom . Semua kronologis peristiwa dimunculkan oleh sang penulisnya (menurut saya) sudah seperti seorang penulis yang biasa melahirkan banyak novel. #Hati-hati ada yang GeEr. Termasuk ketika 7 tahun kemudian Fajar dan Novita dipertemukan dalam (seolah-olah) scenario yang unpredictable dimana Novita yang berusaha healing atas musibah tsunami yang telah merenggut suami dan anaknya ketika berkunnjung ke Banda Aceh, dengan aktif di sebuah NGO. Di suatu kesempatan bertemu kembali dengan Fajar yang ternyata salah satu skill expert dalam salah satu organisasi PPB yang menghandle pasca tsunami di Aceh.

Membaca kisah ini, memberikan wacana bahwa perselingkuhan tidak hanya ‘mengancam’ bagi pasangan yang bermasalah. Bahkan pasangan yang memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis pun bisa terjebak dalam drama selingan semusim. Novita yang sudah memiliki suami sangat baik seperti Arief dengan putri tercintanya Niken, yang karena jalinan persahabatan dengan Fajar yang nota bene juga memiliki keluarga yang solid: lovely wife Shenny dan sepasang permata hati Sheila dan Adli. Bisa jadi kisah ini ada di sekitar kita, karena akrabnya persahabatn di antara dua orang makhluk dewasa berbeda jenis sehingga menimbulkan anggapan wajar dan bergesernya patokan permisif untuk mendiskusikan berbagai hal tak terkecuali tentang personal life hubungan suami istri. Dan ketika terjadi friksi yang sepele saja dengan pasangan maka dengan mudahnya menjadi katalisator untuk merasa ‘dekat’ dan tanpa di sadari hadirnya pihak ‘ketiga’ yang mengambil peran sebagai provokator  terjadinya selingan semusim

Bagi yang penasaran bagaimana seorang Mbak Alaika Abdullah menyajikan cerita ini dengan berbagai konfliknya, silahkan ramai-ramai pesan tiket untuk menyimak postingannya di sea of life yang berlabel “ Selingan semusim”. Dan silahkan tinggalkan saran Anda, mau ending seperti apa hubungan Novita-Fajar? Ataukah akan muncul tokoh baru yang tak terduga lagi? Fachry? Atau sosok Mr. Bule yang masih misterius? Or the Miracle that Arief still alive?...Let’s see..
Satu hal yang membuat saya bertanya: Chapter I s/d XII cara bercerita menggunakan orang pertama “aku” (Novita). Tapi menginjak Chapter XIII, cara bercerita berubah menjadi orang ketiga “dia”. Sengaja di buat demikiankah?


Ada yang bilang selingkuh ~ selingan indah keluarga utuh? Is it true?
Tottally I’m personally disagree and Completely, I don’t think so.



NOtes:
  1. Specially dedicated for Mbak Alaika, I do apologize if my writing still have so many lacks and out of your expectation.
  2. I created This review based on writing, background, linked between moments (conflict) and personal character.  And I’ve no idea to make any comment about the scenes of kamasutra in this story. 


(Masih) 11an

Langsung pada 11 pertanyaan yang di hantarkan oleh Rakyan widhowati Tanjung ~ seribu lambaian puisi, waktu ngambil pertanyaannya langsung deggg…beberapa pertanyaannya ‘berat’ juga atau karena saya yang mulai DDR kali ya?. Nah inilah 11 pertanyaan plus jawabanya saya yang jelas tidak memuaskan *semoga gak kena SP, Amiin.
Bismilllahirrahmaanirrahiim
  1. Negeri dalam film fiksi apa yang paling kamu sukai? Alasannya? Kalau Trilogi Lord of the ring itu termasuk fiksi kan? Negerinya para hobits tuh kayaknya seru banget, pokoknya yang suasana alamnya masih original kayak gitu pasti suka deh..
  2. Kalau kamu diberi kesempatan mengunjungi negeri itu, apa yang kamu lakukan disana? Mau main layang-layang, kelereng, petak umpet, bekel, …wkwkwkk…
  3. Soundtrack film apa yang paling ngena dalam perasaanmu? Karena suka dengan film LOTR, OStnya tentunya yang saya pilih #gak kreatif
  4. Oya, di mana perpustakaan yang paling nyaman yang pernanh kamu kunjungi? Sampai saat ini, dari beberapa perpustakaan yang pernah saya kunjungi maka Absolutely saya masih menominasikan perpustakaan tempat saya kuliah dulu…perpust ITS, I miss you hehehee …#Fanatik
  5. Menurutmu peradilan di Indonesia gimana? Alasannya? Peradilan yang …….#no comment
  6. Menurumu pula, kenapa sih banyak kesenjangan di peradilan antara pihak elite (koruptor) dengan warga miskin ? Gimana perasaanmu? Karena koruptor punya uang banyak untuk membayar pengacara, sedangkan warga miskin modal pasrah apa kata hukum. Perasaan saya? Sedih, prihatin, miris, jengkel, kesal, kecewa…campur jadi satu  #Alhamdulillah gak di tanyain apa yang akan kamu lakukan?
  7. Apa yang kamu lakukan kalau di beri  kesempatan main film bareng seleb idola? Mau nggak? Menghafalkan script, belajar acting, nyiapin camera, minta tanda tangan. Sepertinya justru selebnya tuh yang duluan gak NOLAK main sama saya lho?
  8. Apa kesalahan terbesarmu tahun 2011 lalu? Keteteran sholat fardhlu adalah kesalahan terbesar
  9. Kenangan apa yang sulit kamu lupakan seumur-umur hidupmu? Waktu tenggelam di kolam (buatan) di belakang rumah, sebelum umur 5 taon kayaknya.
  10. Gimana perasaanmu saat teringat kenangan itu? Heran kok waktu tenggelam, sewaktu dalam air (dulu), ingat saya gak ngrasa panic sama sekali. #Masih kecil soale
  11. Dan yang terakhir, apa pendapatmu tentang hujan? Hehe.. Asyik seru, indah, mengagumkan….amazing moment. Hayuukkk..hujan-hujan ya?

 Alhamdulillah, selesai juga PRnya. Sudah kelamaan PRnya gak di kerjain, semoga yang ngasih PR tetap sabar neh nungguin PR di kumpulin. 

Kemilau Cahaya Emas

Bismilllahirrahmaanirrahiim 
P
ostingan ini (awalnya) saya rencanakan begitu kiriman buku datang, berhubung minggu lalu saya tidak berada di tempat (ujug-ujug harus ke Surabaya) dan kebetulan acaranya sampai hari Jum’at jadi sekalian lanjut OTW pulang kampung. Maka setelah tadi pagi tiba di kantor, saya langsung nanyain paket kiriman yang tertuju atas nama Ririe Khayan. Dan Taraara, sang kemilau emas pun sudah menunggu dengan manisnya.  

Sejak awal saya tahu buku ini akan terbit (kala itu saya mampir ke leutikaprio dan membaca di shoutbox ada notes dari sang putri cahaya tentang finishing penerbitan bukunya) at that moment I decide to buy the book when it release and make a simple review about it. Maka sebelum saya kembali kena jalur mobile berangkat ke Surabaya lagi #belagu sok sibuk, So I’m personally ask apologize if this writing still ‘ala kadar’nya.

Judul Buku       : Kemilau Cahaya Emas
Pengarang         : Nurmayanti Zain
Penerbit            : leutikaprio
Harga               : Rp. 38.500,- (belum ongkir)
Halaman           : 166 page
Cetakan I          : 2011

B.Y.B~ Book your Blog, so this the first book I’ve read with those theme. BUku yang terdiri dar 52 judul (semoga saya tidak salah menghitungnya). Sungguh menarik membaca tiap rangkaian kalimatnya yang di susun dengan narasi yang ringan, ceria, dan suka menyentil ehm, menyindir saya maksudnya…#Suerrrr. After all, selalu ada makna dan pesan yang di selipkan dengan halus tanpa nada hendak berpetuah #nanti kesannya ketuaan kalau kasih petuah. “ …gara-gara tempo lalu aku membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa blog yang tanpa identitas jelas nggak bakal Dihargain orang, jadinya rada-rada ugh, gimana ya? Jantungku gatal!!....” demikian cuplikan yang mak cespleng pada judul pertama: Salam Pertama.

Ada pengalaman saat – saat masih kuliah, praktikum, KKN, KP, de el el “ …image menjadi asisten yang tampak spektakuler seperti berada di atas angin, sulit di sentuh, dan selalu menghilang. ….tapi kelak InsyaAllah ketika saya berada di tengah pusaran angin itu saya ragu akan bisa menggambarkan lagi atau tidak. Karena berada di area yang sama, sesuatu tentang diri sendiri akan sulit terlihat. Namun saya ingin menjaga eksistensi pribadi saya, warna saya, dan aura saya. Sehingga tak ada kepribadian yang hilang. Hanya saling melengkapi satu sama lain…” sebuah janji diri yang butuh integritas diri yang solid bak emas kan? Ngeli ananging ora keli  (baca huruf ‘e’nya seperti dalam kata "Enak" lho ya) ~ mengalir tapi tidak terbawa arus, demikian kalau saya boleh mengatakan dalam kalimat yang berbeda.

Membaca setiap chapternya, kita di bawa jumping ke asa, hangatnya keluarga, impian, imaginasi, opini, ide, persahabatan, cita dan cinta serta kisah/pengalaman sang penulis. Berbagai tema di sajikan dalam frame yang khas seorang putri cahaya, dimana masing-masing tetap memancarkan ‘kemilau cahaya emas’nya yang menarik untuk di simak. 52 judul tulisan tentu tidak asyik kalau saya paparkan di sini, jadi sengaja beberapa kilasan saja biar semakin mengundang rasa ingin tahunya dan segera untuk order bukunya ya…After all, saya pribadi sungguh salut dan kagum pada Puteri Cahaya, di belia usianya bertabur gemerlap pencapaian prestasi akademik, non akademisnya dan lompatan kuantum dalam sisi religiusnya yang tercermin dari ‘isi’ hati dan pikirannya yang dewasa dan mampu memberikan sinar bagi sekitarnya dan dalam spectrum cahaya yang lebih luas lintas ruang, waktu, gender, social dll melalui istananya yang ber ‘kemilau cahaya emas

Setiap peristiwa, kenyataan ataupun pengalaman sejatinya memang adalah guru terbaik bagi ke’diri’an kita menjadi sosok yang lebih fight and the experiences could belong of some else but still the best teacher for anyone who want take the lesson.


Maya Angelou once said “ Lift up your eyes, Upon this day breaking for you.
Give birth again, To the dream

Maya puteri cahaya love quote “ keep on fighting till the end “

And I wanna say “ keep lift up your spirit, you may find your true self  hiding inside then be brave heart to take any challenge with all risk till the last breath”


NB: Ucapan terima kasih atas hadiah dari Mas KAhfi dan Mbak Fanny untuk postingan Jika si Phobia Ngakak yang saya ikutkan dalam GA kolaborasi ‘Ayo Ngakak Sejenak’ yang di nilai menang untuk kategori ‘ketawa ngakak ngeri”