WHAT'S NEW?
Loading...

Andai (kau tahu ) ini Ramadhan Terakhir


Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

Tentu siangnya engkau sibuk berdzikir

Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu

Mendayu….merayu…kepadaNYA Tuhan yang Satu



Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

Tentu sholatmu Kau kerjakan di awal waktu

Sholat yang dikerjakan..sungguh khusyu’ dan tawadhlu

Tubuh an qalbu…bersatu memperhamba diri

Menghadap Rabbul Jalil…menangisi kecurangan janji



( Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku…

Kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan  seru sekalian alam)



Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

Tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu

Setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja



Di setiap kesempatan juga masa yang terluang

Alunan Al-Qur’an bakal kau dendang..bakal kau syairkan



Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

Tentu malammu kau sibukkan dengan bertarawih….

Berqiyamullail..bertahajud…

Mengadu…merintih…meminta belsa kasih

“Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurgaMU

Tapi aku juga tidak sanggup untuk ke nerakaMU”



Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

Tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang

Mari kita meriahkan Ramadhan

Kita buru..kita cari..suatu malam idaman

Yang lebih baik dari seribu bulan



Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

TEntu engkau bakal menyediakan batin dan zahir

Mempersiapkan diri…rohani dan jasmani

Menanti-nanti jemputan Izrail

Di kiri dan kanan….lorong-lorong ridho Ar- Rahman



Duhai Illahi..

Andai ini Ramadhan terakhir buat kami

JAdikanlah ia Ramadhan paling berarti…paling berseri..

Menerangi kegelapan hati kami

Menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMU ya Illahi

Semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti



Namun teman…

Tak akan ada manusia yang bakal mengetahui

Apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya

Yang mampu bagi seorang hamba hanyalah

 Berusaha…bersedia…meminta belasNYA
Berharap Ramadhan bisa membawa diri raih La'allakum Tattakun 




~~~ Oase,’10~~~

Rolade Fillet Ikan

Jenis olahan rolade ikan atau biasa disebut ikan gulung merupakan salah satu diversifikasi pengolahan hasil perikanan yang menggunakan kembang tahu sebagai pembungkus sekaligus memberikan cita rasa yang khas.Bahan dan cara pembatannya juga relatif mudah serta peralatan yang dibutuhkan juga (saya yakin) setiap IRT memilikinya, bagi yang tertarik mencobanya silahkan di coba-coba ya...

Bahan- bahan yang dibutuhkan adalah:
-Jenis daging ikan apa saja (daging lumat)
500 gr
Bumbu2 :
-Bawang putih halus
-Jahe halus        
-Garam
-Pala halus
-Lada halus
-Gula pasir
-Telur
-Roti tawar
-Tepung roti/panir
-Minyak goreng
-Kembang tahu/kulit telur*)
-Wortel
-Daun bawang diiris-2

10 siung
½ ruas
2 sd teh
secukupnya
2 sd teh
2 sd teh
2 butir
3 lbr
½ kg
Secukupnya
Secukupnya

½ kg
3 sd mkn


Adapun cara pembuatannya sebagai berikut:
1.    ikan disiangi dan dicuci bersih

2.    ikan dikerok dagingnya kemudian dilumatkan kedalam food processor

3.    tambahkan garam dan diaduk terus menerus sampai berbentuk adonan yang lengket.

4.   tambahkan bumbu2, yang sudah dihaluskan dan irisan daun bawang terus diaduk hingga homogen dan merata

5.  tambahkan roti tawar yang sudah dipotong-potong dan aduk hingga merata.  Adonan diangkat dan dengan suthil

6.    adonan dibentuk bulat seperti lontong dengan wortel utuh dibagian tengahnya kemudian di bungkus dengan kembang tahu/kulit telur dan dikukus + 30 menit atau ditusuk dengan lidi terasa kalis/tidak lengket

7.     angkat dan dinginkan, beri buttermix**) dan tepung roti/ panir sebelum di goreng
8.     goreng  hingga matang dan dipotong-potong sesuai selera


*) Untuk kembang tahu yang praktis ready to use bisa di beli supermarket, tapi kalau mau membuatnya sendiri, berikut ini bahan yang dibutuhkan:
tepung terigu
telur ayam
mentega yang  cair
garam
lada
500 gr
5  butir
2 sdk mkn
Secukupnya
secukupnya


Cara membuatnya adalah:
- Kocok telur sampai sedikit mengembang, kemudian tambahkan terigu sedikit demi sedikit sambil terus   mengocok, tambhakan mentega, garam dan lada halus.  Adonan siap dicetak 

- Cetak adonan menggunakan wajan anti lengket (Teflon), ukuran disesuaikan dengan  selera. Oleskan wajan dengan sedikit mentega dan seterusnya masukan adonan sesuai ukuran dan goyang wajan perlahan-lahan agar adonan merata. Selanjunya kulit rolade dapat digunakan.

Kulit ini dapat digunakan juga untuk, lumpia, risoles, spring roll atau sejenisnya.  



buttermix**) Untuk menempelkan tepung roti/panir pada produk nugget, otak-otak, rolade dll atau produk-produk yang biasanya menggunakan kocokan telur, untuk lebih khas sekaligus memberikan aroma dan rasa pada produk yang kita buat dapat diganti dengan butter mix. Adapun formula dasar butter mix tersebut adalah sbb:
terigu
tepung maizena
air es 
telur
garam
merica bubuk
soda kue

4 sdk mkn
3 sdk mkn
1 gelas
1 butir
¼ sdk teh
½ sdk  teh
secukupnya


Cara membuat butter mix'nya adalah:

Aduk semua bahan dengan mixer  hingga merata dengan kekentalan tertentu dan selanjutnya digunakan untuk pencelupan produk, namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya sebelum digunakan butter mix tersebut disimpan terlebih dahulu dalam kulkas hingga dingin dan mengental.


Bagi yang mau berkreasi dan suka memasak, semoga rolade Ikan ini bisa jadi salah satu pilihan. Selamat mencoba:)

Sepucuk Surat dari sahabat (II)

A Friend Is………………One of the Best Things in Life

BismillahirrahmaanirrahiimSebenarnya ini bukan cerber, tapi kalau ada yang tertarik membaca tulisanku sebelumnya bisa di baca/klik: PART  ONE

Dan tidak ketinggalan, tarian pena dalam surat tersebut juga bertutur tentang the special one in her life , kala itu…”….tadi pukul 21.00 WIB ‘dia’ telpon aku, ngucapin ultah walau dengan preambule sudah coba call dua hari berturut-turut tapi nggak bisa masuk (dan hatiku berujar: pasti bohong itu, wong selama itu telpon di rumah nggak ada trouble kok di bilang gak on air). Tapi aku tetap sempat kaget  karena kukira dia lupa, ternyata ‘masih’ ingat juga. Sedih tapi juga gembira. Sedih karena dia bukan punyaku lagi, bukan orang yang selalu mengingatkan dan memperhatikan aku lagi. Gembira karena dia masih ingat diriku (saat ini dan entah sampai kapan tentu kan memudar) sebagai teman, sahabat atau apa punlah namanya itu…Tapi mau di apain lagi. Ingat atau nggak ingat tentang hariku itu bukan sesuatu yang seharusnya lagi buat dia….Duh Ya Allah, walau secara fisik aku bisa mampu berlari dan menjauhinya tapi secara psikis ‘sampai’ detik ini aku belum mampu menutupnya 100%. HHaduhh, ngomong yang lain saja ya, makin gak karuan nanti kalau cerita yang ada ‘berbau’ dia……”

Orang bilang banyak hubungan pertemanan bermetamorfosa jadi jalinan asmara (meski ada juga seorang temanku yang bilang dia tak akan bisa jatuh cinta pada orang yang sudah dikenalnya dalam konteks hubungan teman dan dia membuktikannya), tapi sedikit sekali hubungan asmara yang kandas bisa set back jadi teman/sahabat. 

Bagiku Cinta bisa datang dari arah manapun, dengan 1001 cara, bisa di mulai dari bentuk hubungan apapun…Dan manakala proses yang berjalan not well done as our hope, Aku berusaha untuk memposisikan sebagai teman ( kalau masih mau berteman denganku ).  Pada awalnya memang bukan hal yang mudah, pada awalnya rasa kecewa dan sakit membuat kita berharap tutup telinga dan mata tentangnya….don’t care at all? But, time will heal…. Cepat atau lambat kita bisa healing, tergantung pilihan kita sendiri mau seberapa lama berdiam diri dalam “Pandora” cinta yang tak bisa kita rengkuh? Mau seberapa lama kita lewatkan usia dan kesempatan (untuk bisa lebih lebih baik/bahagia) berlalu begitu saja karena kita terlalu sibuk “meratapi” kegagalan? Hidup kita yang lebih berharga atau perasaan terluka kita yang lebih ingin kita nikmati?
Best Friend forever
Walau semuanya tak akan exactly the same--- apapun alasan (sebenarnya atau sekedar mengada-ada) yang dibuat excusing untuk meninggalkan kita---berusaha mau menerima bahwa (mungkin) itulah defending terbaiknya pada saat itu, bahwa itulah perisai yang bisa dia ambil untuk ‘membenarkan’ keputusannya pada situasi, posisi dan semua variabel yang ada pada dirinya.

Pada suatu kesempatan ketemu [kala itu sebelum dia memutuskan menikah], temanku curhat tentang love story’nya lagi dan kami sepakat  ketemuan kemudian spending time jalan-jalan tanpa tujuan mau kemana yang penting ngobrol dan ngobrol “Kenapa kau tidak berusaha mencari tahu dulu bagaimana sikap dia, everything can change….kalau kalian sedemikian saling mencintai dan bisa saling sinkronisasi dengan semua karakter diri yang ada, bukankah mestinya (setidaknya menurutku) masih sangat bisa diperjuangkan..?”  Itu yang aku bilang padanya saat dia curhat ‘ada’ yang mengajaknya serius. Toh alasan ‘status quo’ hubungan mereka bukan sesuatu yang sifatnya substansial (semisal alasan mengidap AIDS atau beda keyakinan).

But time goes by, finally dia memutuskan menikah! Honestly I shocked with her decision tapi aku  sadari, bahwa aku tetap variabel yang berada di luar integritas personal seseorang even she’s one of my best friends.

Satu hal yang aku pelajari dari love story of my best friend: Kadang kita lupa untuk mengandaikan diri “ If we were some one else..” sebelum membuat keputusan/pendapat. Kadang (tak jarang) kita yakin “sudah tahu”  tanpa bertanya kemudian mengambil sebuah keputusan A, B, C…(menganggap) sebagai pilihan terbaik padahal bisa jadi faktanya akan berbeda jika mau bertanya dulu.

“….dia telpon akan pulang dari singapura dan sudah membeli sesuatu yang mau di bawa kerumah untuk melamarku …..” ceritanya suatu ketika setelah beberpa hari dia menikah.

I have no words to say anymore, I can imagine how is her feeling at the moment: Pada siang hari dia menerima Ijab dan tak kurang dari 12jam kemudian ‘dia’ seseorang yang demikian dia sayangi mengatakan akan datang melamarnya?

Life is about how to make right choice….Look back now and ask, what is it that makes an experience have lasting meaning? What do we really need to make us feel fulfilled? What life force do we draw on, when we need to push through a challenge? Life's full  of challenges, but these challenges are only given to you because God knows your faith is strong enough to get through them. Finally aku hanya bisa berasumsi jika suratan takdirnya dibuat demikan karena (bisa jadi) she’s strong enough to get through them: to let go her love and restart from BIG zero to love some else (who merry her) yang jauh lebih membutuhkan kehadirannya.

After all, Kegagalan yang sebenarnya adalah jk kita tidak bisa "memaknai" kegagalan untuk introspeksi diri & menjadikannya media untuk menguji keteguhan niat, menumbuhkan semangat kita to make better fight dan dengan kegagalan kita bisa lebih menghargai sekecil apapun pencapaian yang kita raih.

Menghitung kegagalan hanya akan membuat kita kehilangan motivasi dan mendegradasi rasa syukur. Jadi tetap lebih baik untuk  mencoba dulu sehingga tahu hasilnya. Hanya orang yang tidak pernah mencoba yang tidak pernah gagal. Sedih dan kecewa jika hasil gagal menunjukkan bahwa kita memang manusia tapi tidak perlu berkepanjangan just wasting time, when we go down we'll find new spirits to face the reality and make new efforts.

Just believe,

Hati kita tidak terbuat dari kaca yang akan mudah pecah berantakan sehingga tak mungkin di satukan lagi kepingannya. We never know what will happen tomorrow, but we should take prepare for any condition.

Sepucuk Surat dari Sahabat (I)

Tapi setiap bentuk hubungan punya frame yang spesifik, seperti hubungan keluarga yang mempunyai karakteristik ikatan batin/emosi yang tentu tak akan sama dengan hubungan  teman.

BismillahirrahmaanirrahiimBerawal dari selembar surat usang, ku tulis uraian blog entry ini.


Setelah selesai dengan aktifitas (sepulang tarawih), jam di dinding masih menunjukkan 22.00 (kurang beberapa menit sey), seperti biasa aku ambil posisi nyaman untuk “jalan-jalan” menjelajah dunia (baca: On line ya…). Tapi setelah pesawat siap take off, muncul pesan manis dari server  “ Maaf, kami mengalami gangguan system. Silahkan mengulang kembali. Informasi selanjutnya dapat menghubungi Customer Care 24 jam di nomor 021-304xxxxx, atau xxx (khusus dari nomor selular …………), dengan tarif Rp. 400,- per menit. 
Silahkan hubungi  IT support kami dengan mengirimkan pesan dibawah ini.
Waktu Server : Fri Aug 19 22:29:55  GMT+07:00  2011 Nomor Referensi : VGrDTTBS4Fq0K1zlf1FTwTSGny6WCzvNpflc1hkDjYJyJF69PQLr!2014510126!1313767794898
Think..think…: mau ngapain neh? Mata juga belum ngantuk? Beberapa menit berlalu, kemudian aku mendekati  tumpukan buku-buku untuk merapikannya. (ssstt, kebiasaan  ‘kurang baik’ suka naruh-naruh buku di samping tempat tidur, setiap ambil dari tempatnya tidak langsung dikembalikan lagi).  Bukannya jadi merapikan tumpukan buku yang acak-acakan tapi mengambil jepitan/bendelan kertas-kertas yang aku kumpulin dalam beberapa Map plastic.
True Friendship
Satu per satu aku baca tulisannya, kebanyakan coretan/ tulisan tanganku tentang macam-macam  hal mulai resep masakan, kalimat motivasi untuk diri sendiri, puisi sepenggal, cerpen beberapa paragraph..…dan ku temukan sebuah kertas folio berisi tulisan tangan seorang sahabat yang tertanggal 14 Juli, tulisannya panjang banget karena dua lembar kertas folio penuh berisi tulisan tangannya, maklum representasi tulisannya memang model diary yaitu surat tersebut di tulis day by day sampai tertanggal 30 Juli 
oh ya perlu di koreksi bahwa tulisanku ini tempatnya amburadul jadi waktu kamu  baca tolong ya dipas’kan saja per tanggalnya, maklum sewaktu nulisnya di manapun dan bagaimanapun kondisi perasaanku. Jadi bisa sewaktu di rumah, lagi ngajar les privat, di masjid….dimanapunlah…..” Demikianlah salah satu model (kami) berkorespondensi kala itu sebelum jalur seluler dan internet friendly seperti sekarang.
Dalam surat itu dia bercerita banyak hal, tentang saudara-saudaranya, teman-teman dan orang-orang yang di temuinya,  aktifitasnya dan juga tentang masa transisi ketika kebersamaan diantara kami harus terentang ruang dan jarak.
 “ …kebersamaan yang telah sama-sama kita lalui memang tak begitu saja bisa langsung set up zero position. Pas malam ini pukul 00.20 WIB ultahku serasa sepi sekali, tak ada yang bikin surprise seperti biasanya. Walau banyak teman yang sudah mengingatkan sebelumnya seperti dirimu, dan lainnya.....tapi suatu saat nanti pasti kan memudar ketika kita masing-masing sibuk dengan kehidupan dan aktifitas baru yang kita jalani. BUkan maksudku tidak menganggap special akan ucapan dan ungkapan untuk ultahku yang sudah ku terima sebelum hari H ini. Pada akhirnya kita akan menjalani rute hidup ini dengan sendiri-sendiri… we’ll be a part” 
She’s right, teman/sahabat (bahkan saudara sekandung) pada akhirnya kala kita menapak pada masa kedewasaan kita akan membangun lagi bentuk komunitas baru……kebersamaan pada akhirnya akan mengalami redesign dari waktu ke waktu, kanvasnya adalah ruang dan waktu…tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan. Tapi setiap bentuk hubungan punya frame yang spesifik, seperti hubungan keluarga yang mempunyai karakteristik ikatan batin/emosi yang tentu tak akan sama dengan hubungan  teman. Maka demikian juga tali persahabatan tentu (seharusnya) punya poin lebih dari sekedar hubungan ekonomis ( baca: azaz manfaat) meski ada ruang dan jarak yang pada akhirnya membentang dalam jalinan kebersamaan,  secara sederhana bisa di katakan  teman itu bukan tukang tambal ban yang hanya kita ingat dan di cari kala ban bocor/kempes.
A Friend Is………………

One of the Best Things in Life ( By Unkwon)


Though we don't see each other very much
nor do we write to each other very much
nor do we phone each other very much
I always know that, at any time
I could call, write or see you

Our friendship does not depend
on being together
It is deeper than that
Our closeness is something inside of us
that is always there
ready to be shared with each other
whenever the need arises

It is such a comfortable and warm 
feeling
to know that
we have such a lifetime
friendship

So, Hope we will always treasure the friendship we have. Life is too short, always tell your friends, family and your special one that you love need them, because sometimes you just never know we’ll see tomorrow comes or not.

-----To be continued on chapter  TWO-----

Tengadah Aku

Tegak tengadah aku di altar Romadhon
Dengan serba keteguhan kemuliaan ‘ArassyMU
Seperti dahulu-dahulu, yang lebih memuncak dari biasa
Dalam menyentuh Romadhon
Dalam mencium Romadhon
Dalam memeluk Romadhon
Agar diri mutlak melebur dalam nafas Romadhon

Aku datang memenuhi panggilanMU YA Robb,
Melaksanakan sabda-sabdaMU
Menterjemahkan kalimat-kalimatMU
Yang tertulis pada kitab-kitab para UtusanMU
Dan bersama malaikat-malaikatMU turut hadir
Sambil tersenyum menyodorkan kecermelangan dari ENGKAU

Gairah jiwaku semakin nyala,
Menatap Romadhon bertabur mutiara-mutiara mu’jizat yang begitu ajaib
Dan,
Cahaya kewibawaanMU yang terpancar di sana
Menghias sajadah-sajadah pada sujud panjang insan

Tengadah aku,
Mengharap fadlilat-fadlilat Romadhon
Kutub-kutub sarafku mengumpulkannya
Supaya tidak sekadar merasai lapar dan dahaga
Tak hanya mengikat nafsu sebatas fajar dan senjakala

Tengadah aku,
Dalam hakekat mewujudkan syariat Romadhon
Berupaya meneladani esensi sifat-sifatMU
Berbekal kapasitas dan kemampuan
Agar bisa kembangkan potensi kemanusiaanku
Insya Allah
Sehingga dapat menjadi petaMU, Ya Robb


13 Romadhon 1432 H ( August 13, 2011)

Yaa Sahru Romadhan...


Kepada Romadhan yang datang,
Sambutlah!
Merasuklah di keharibaanNYA bersamanya
Bersujud menunaikan janji-janji kehambaan diri
Penuh kesadaran,
Penuh keikhlasan,
Penuh Rasa Tawadhlu’

Kepada Romadhan  yang datang,
Bergembiralah!
Berpesta dalam keagungan kemurahan Sang  ESA
Kenikmatan yang begitu mentakjubkan
Kefitriannya sanggup membeningkan segenap jiwa
Menjembatani tuju derajat taqwa hakiki
Sungguh,semua keluarbiasaan yang melekat di Romadhan
Tiada tercacat
Tanpa bias meragu

Kepada Romadhan yang datang,
Rangkumlah!
Pabila kefanaan kita masih menjangkaunya
SEtia terlibat dalam kesemarakannya yang mengagumkan
Pintu maghfiroh hingga laksa berkah keridhloanNYA menghampar di sana
Menanti kehadiran insan menjemputnya
Untuk bekal hidup,
karena hidup adalah untuk hidup
Sekarang dan episode berikutnya


Ririe, 11 Agustus 2011

How Do (Your) Day Dreaming on…


“ Don’t daydreaming…!” I believe we heard it familiar and or many times. And I believe all of us almost in every single day doing day dreams at least once time. Oftenly our parents warn us (their children) when they see we’re sitting alone doing nothing—as we called ‘day dreaming’. Usually people under estimate about day dreaming and prefer to called the person who is spotted to often day dreaming: LAZY. Many people believe that day dreaming like to having an idle status: an activity no result. But, research already found the fact that Day dreams totally not bad, it’s healthy, normal and one the brain’s important and previously unrecognized ways of problems solving.

We can get benefit impact from day dreaming (need to marked: It’s doesn’t mean all day dream is useful). Day dreams become useful when it make you productive after all. Let’s review some famous people who have had productive by day dreaming. Sir Isaac Newton found the law of gravity by thinking about “apple dropped”.  Then the great classic composer Mozart would get the inspiration for his music while he does day dreaming too.

Day dreams usually are defined as involuntary thoughts, something that pops suddenly into mind while we’re doing something else, It is characterized as fanciful. Define daydreams as “have idle status” because we often day dreaming with no purpose or just for sake of self pleasure ( in empty mind ). The typical of good day dreaming is a pleasant visionary mostly wishful creation of imagination. Children tend to Day dreams and become often do it when they are in playground. Day Dreaming can be habit for teenagers as they dream of things more. Day Dreaming will be bad things if turn out to be  habit—do day dreaming all the time nothing else.
Day dreaming appear to be great for our brain such as healthy exercise if day dreaming both relax and stimulate the brain. Researchers have discovered that daydream, far from being waste the time, serve important role in helping person solve their problems. From a book “ You are what you think” there is an explanation between day dreaming and wishful thinking. ‘Wishful thinking is vaguely hoping for circumstances t change, although we don’t really expect them to do so. Day dreaming is visualizing something we would like to have or a state of being we wish to achieve’

Day dreams are often about goals we have that we haven’t yet, achieved but haven’t given up on. It is a kind of light obsession but we still have hope that will come true in many ways. A wise word that I know: There’s not much to do but bury a man when the last of his dreams is dead. Then what are Day dreams for? The function is to thrash over on going concerns at the time when we’re not directly on those concerns.
It is important to know that it’s okay to have wild ideas and Day dreams are the solar energy that we can harness by paying more attention to the result of our thought. Day dreaming is visualizing something we would like to have or a state of being we wish to achieve. So, will you do day dream for brighter future life OR  day dream too much for wasting the value of time? It’s all on Yours guys…. Think, take and choose it which one you concern for great once life. Life too short for “fun” Day dreams

Ini Tentang Cita-Cita

Apa Cita-citamu? Nanti kalau besar mau jadi apa?....and bla..blaa… sebuah pertanyaan sederhana (standar?) yang sudah puluhan dan bahkan mungkin ratusan kali di tanyakan atau kita tanyakan. 

Bismillahirrahmaanirrahiim, Sangat sering kita mendengar/ditanya oleh orang tua ,saudara, kerabat dan handai tolan, guru, pacar bahkan juga oleh teman cyber yang baru kita kenal. Bahkan saat kita belum bisa bicara dan mendefinisikan arti sebuah kata (apalagi cita-cita), orang tua dan orang-orang dewasa di sekitar kita sudah mencetuskan harapan yang diharapkan jadi cita-cita (kita) anaknya kelak. Dan kita pun (automatically) saat sudah besar mengucapkan kalimat semakna kala mengajak “bicara” anak kecil (balita).

Kalau mendapat pertanyaan tentang cita-cita, sebagian orang memang tak dapat menjawab (karena bingung saking banyak daftar keinginannya), ada yang hanya menjawab dalam hati (pakai ilmu kebatinan kali..), dan ada juga yang menjawab dengan sangat optimis plus confidence misalnya adalah ingin jadi presiden, Hakim, Polisi, Pilot, Guru, Dokter, Ustadz, etc. And the most wanted: kecil dimanja, besar foya-foya, tua kaya-raya dan mati masuk syurga ( nah yang ini namanya big day dreaming totally…).
Astronot; penulis; dokter; pilot; menteri; presiden
ASTRONOT, itulah cita-cita pertama saya saat masih SD
Dimulai saat SD, aku mulai mencetuskan “cita-cita” tidak hanya dalam angan-angan tapi juga secara tertulis. Biasanya menjelang kelulusan sekolah, antar teman saling tukar buku untuk di isi biodata (buat kenang-kenangan), seolah sudah jadi ritual dimana salah satu point yang diisikan adalah cita-cita (ku) apa.  Dan setiap kali itu pula, cita-cita yang aku sebutkan tidak pernah sama, aku ingat sekali kalau jawabanku selalu berbeda dari waktu ke waktu.  
Cita-cita yang pertama kali aku sebutkan dulu adalah: astronot… Kala itu nama Pratiwi Sudarmono sebagai astronot wanita Indonesia benar - benar terkenal. 
Kala itu aku ingin bisa jalan-jalan “melihat” bintang –bintang di langit…hemm….Saat SMP aku bilang ingin jadi Insinyur Pertanian (karena terbawa ‘euforia’ tiap hari ke sawah, hehehe..). kemudian ganti ingin jadi apoteker, terus ingin jadi penulis karena setiap hari pinjam buku perpustakaan jadi ingin menulis buku dengan imajinasiku sendiri. Jadi ingat, gara-gara antusias baca buku perpustakaan sampai-sampai aku dapat ceramah “bebas” dari salah satu guru kala itu karena waktu beliau kasih penjelasan aku asyik membaca buku ( maksudku biar cepat selesai kemudia ditukar bukunya dengan teman yang lain karena jatah pinjam bukunya kan terbatas).

Nah karena bingung suka gonta-ganti cita-cita, maka saat SMA aku redesign cita-cita: Ingin hidup bahagia dunia dan akherat. Hahahahaa….So great isn’t it?

Cita-cita, ada yang menyebutnya impian (BUKAN mimpi lho…) merupakan harapan-harapan yang ingin diraih di waktu yang akan datang (baik untuk jangka pendek atau panjang). Dengan serangkaian cita-cita akan menjadi formula katalisator yang memacu dan membakar adrenalin ‘semangat’ diri untuk mengoptimalkan setiap kesempatan serta menerima semua kesulitan/rintangan sebagai tantangan. Satu Cita-cita tercapai akan memunculkan rumusan harapan baru berikutnya. Tercapainya sebuah cita-cita akan menjadi awal lahirnya cita-cita baru berikutnya, dan kalau dikriteriakan (menurutku) cita-cita bisa dikategorikan dalam empat jenis untuk keterkaitannya dengan: Religius (agama), terhadap lawan jenis ( romance), status ekonomi (materi); status sosial (pangkat/jabatan/profesi/tahta).

Dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pemahaman, sedikit demi sedikit aku mulai mengerti bahwa cita-cita adalah keinginan-keinginan yang ingin kita raih/wujudkan dalam rangka proses untuk meraih tujuan hidup. Jadi cita-cita belum tentu tujuan hidup tapi TUJUAN Hidup (InsyaAllah) sudah pasti cita-cita. Maka tidak salah kalau kemudian aku bilang cita-citaku Ingin hidup bahagia dunia dan akherat

Apapun cita-cita yang kita deklarasikan: presiden, dokter, astronot, petani,tukang becak, pilot, bapak/ ibu rumah tangga,etc…..but the Goal is the same: we wanna happy life ever after. Karena setiap orang di anugerahi serba perbedaan (kemampuan, ketertarikan, enthusiasm, dan variable serta faktor-faktor lainnya yang completely different, maka cetusan cita-citanya dan cara serta jalan yang di tempuh untuk menggapai tujuan hidup akan berbeda-beda.

Ibarat sebuah perjalanan, maka hakekatnya tujuan semua orang pada akhirnya sama tapi rute dan cara yang kita gunakan untuk menuju tempat tujuan yang berbeda-beda serta mengalami perubahan (penyesuaian) dengan keadaan yang progress. Dan kalau di imajinasikan sebuah bangunan, maka terbentuknya sebuah bangunan yang indah dan kokoh adalah tujuan kita, cita-cita adalah rancangan/desain bangunan kehidupan seseorang, serangkaian material (kemauan, keterampilan, wawasan, potensi diri, etc) yang saling mendukung secara simultan terbentuknya bangunan tersebut.

Kalau mereview dari sekian daftar cita-citaku (yang pernah ada dan masih akan bertambah), selain ada yang mengalami ‘seleksi alam’, berubah atau mengalami adaptasi (kompromi) dengan realitas hidup. Ada satu cita-citaku saat masa remaja yang belum pudar sampai sekarang (semoga semakin bersemangat) yaitu ingin jadi penulis karena tidak hanya sifatnya yang flexible yaitu menulis bisa dilakukan any time and any where, akan tetapi buatku menulis adalah " membaca". 

Menulis dan membaca adalah kegiatan satu paket yang terintegrasi (saling melengkapi). Tidak hanya membaca text/buku tapi membaca dinamika sosial, pikiran/pendapat orang lain, perkembangan teknologi dan membaca nurani kita sendiri. Dengan tulisan yang kita buat maka akan bisa berkomunikasi dan menyampaikan inspirasi kita pada orang lain secara lintas gender, kultur, usia, ruang dan waktu (long lasting). 
Dan yang paling membahagiakan adalah jika tulisan kita bisa membawa pencerahan dan memberikan motivasi (positive effects) buat orang yang membacanya sehingga menulis bisa bagian dari syiar dan ibadah. I hope so..Amiiin