Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Award Perdana.....

DaPaT AWARD !!!! Hahhh, Dapat Award....Kaget yang jelas, karena dalam dunia per Bloger’an aku terbilang pemula ( maksudnya baru sedikit  tahu seluk beluk dan lika-likunya). Kemudian, tentu saja senang, artinya sudah ada teman bloger yang berkenan kasih apresiasi pada si pemula ini...hehehe jadi tambah semangat deh pokoknya.  Dan berikutnya BINGUNG MODE ON waktu review dari si pemberi award Desthonk Zone, awardnya di froward ke bloger lainnya. Nah yang bikin bingung, follower baru sepuluh (kalau di blog pemberi Award  ini di anugerahkan pada 15 bloger lhohh?),  nah selain itu bikin list penerima award berikutnya perlu pakai di tulis ada  link’nya. Wah, tantangan baru untuk tambah ilmu nulis di blog neh.....so, tararaaa..jurus saktipun aku keluarkan: BLOGWALKING. Dan ternyata caranya sama seperti menggunakan hiperlink dalam aplikasi  data biasanya.... (tuh kan kalau masih ‘inosence’....bikin tulisan ada link'nya saja udah panic room???)
Add caption
Hasilnya ini lah postingku untuk award blog perdanaku....harap maklum ya kalau over  exciting award pertama sey....
penasaran juga kok bisa di kasih award gitu deh. Tapi daripada sibuk dengan rasa penasaran nanti malah jadi karaoke lagu dangdut ‘ sungguh mati aku jadi penasaran,.....dst’  lebih baik aku berterimakasih kepada si pemberi award (Desthonk Zone )
Terimakasih ya, tapi juga maafkan daku karena gak ngasih award balik.

Nah, yang kedua: Forward award ini ke blogger lainnya tak hanya dari follower blogku (masih 10 saat posting entry ini) maka aku pilih juga dari list pengunjung yang ada trace link’nya jadi aku kasih ajaa..xixixiiii.., here we go:

Mutiara Devi (my lovely sist)
Al kahfi  (ma kasih atas semua sharingnya dan active kunjungan di blogku)
Angkringan Jogya (big thank ya friend, sudah ngajari banyak padaku)
Dyah Iyut  (Ngaturaken agunging panuwun Jeng )
Meta susanti & i (maaf, link’nya aku trace masih belum bisa. Next time update jika dah bisa menelusuri jejak link’nya ya...please forgive me  dan silahkan ambil awardnya kalau kebetulan lewat di blogku )

At least but not the last, harap di terima yaa...buat bloger lainnya yang mau ngasih award berikutnya, ayoo silahkan....Nah lhoh, kok jadi buka lowongan menerima award ya.. ..

Oke, cukup sekian dulu..terima kasih untuk semuanya yang sudah berkenan mampir di blogku ya..


Poetry Hujan: Mengikis Rinai tentangmu

Kenangan redup yang membangkit
Bersenyawa dengan butir-butir hujan  yang turun renyai
Ku tatap lekat tirai air yang jatuh halus
bagai benang perak dijatuhkan para dewa dari langit
Mengundang air mata untuk menitik lagi
Mengungkit haru rintihan hati
dan membentangkan sayap-sayap lara perpisahan
Yang tlah teranyam dalam bingkai masa lalu


Tapi tetap saja lekat
Diorama hati yang menangis kala melihat langkahmu
yang jauh dan semakin menjauh
Adalah tawa dan luka yang bersenggama mesra
duka yang mencabik segenap saraf sukma
dan palung kesunyian yang menghunjam di relung sanubari

Salam perpisahanmu kepada ‘sgala kehangatan asmara
Dalam sendiri, dawai kerinduan itu kadang masih berdenting
bergema di ruangan nurani meski tak lagi seindah dulu
Sementara bayangmu pun kian memudar dan kabur

Diantara tautan harap dan kenyataan
Ku yakin akan ada pelangi saat jejak-jejak hujan  meniris













Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh

Wingko Babat (Original)

Wingko Babat, siapa yang tak kenal dengan nama kue tersebut. Bismillahhirrahmaanirrahiim, bisa di bilang Wingko Babat sudah jadi salah satu legenda kuliner nusantara, kue yang khas dan cukup terkenal  di negeri ini. Setiap kali aku bertemu orang dari luar daerah/beda kota atau sedang di luar kota dan mereka bertanya tentang asal-usul, ketika aku jawab: dari Babat. Maklum kalau langsung aku jawab straight pada kota kelahiranku orang yang bertanya tentu tidak kenal, jadi aku sebutkan Babat dulu, dengan jarak  9 KM dari Babat masih bisa kan ‘nebeng’ menyebut dari Babat.  Minimal aku kan sekolahnya di Babat juga (cari-cari alasan ini ceritanya).

Jika aku menyebut berasal dari Babat, bisa ku tebak pertanyaan berikutnya tentu tentang wingko Babat. Hemmm, bahkan banyak orang mengira kalau Babat itu kabupaten sendiri (bukan bagian dari Lamongan). “ Wah kota wingko tuh..; bisa buat wingko juga dong..etc”. Kalau di tanya bisa buat wingko babat, maka dengan Percaya Diri aku bisa bilang “ Aku bisa”. Karena membuat wingko sebenarnya sangat mudah, tidak hanya cara pembuatannya tapi juga racikan dan proses pembuatannya relatif mudah. Asal mau bikin, tentu orang manapun bisa membuat wingko.

Nah kebetulan kalau di rumah ada hajat, apapun jenis hajatnya, kue wingko tak akan ketinggalan. Demikian juga jika mau bersilaturahim ke kerabat yang di luar kota atau ada saudara mudik, maka wingko jadi pilihan untuk oleh-oleh. Dan biasanya di rumah suka bikin sendiri, kalau bikinnya sedikit (untuk keperluan oleh-oleh) ya di bikin sendiri. Namun kalau skalanya untuk hajatan, biasanya ada bala bantuan dari para tetangga karena sekaligus bikin kue yang lain-lainnya lagi.
Wingko Babat Original ( Tlanak )
Sebenarnya ada beberapa resep wingko, tapi kebanyakan sudah formula advance (menurutku). Wingko yang masih original (yang biasa di buat di rumahku dan aku lebih suka tastenya, mungkin karena terbiasa makan wingko bikinan sendiri jadi kalau makan wingko yang di beli rasanya agak aneh). Berikut ini ahan wingko Original (versi keluarga saya).

BAHAN :

500 gram tepung ketan

2 buah kelapa (setengah tua, kupas, parut memanjang
Air Kelapa ( dari dua butir kelapa tersebut)
1/2 sdt garam ( Untuk memberikan rasa gurih-manis)
500 gram gula pasir
100 gram Margarin (untuk mengolesi permukaan teflon secukupnya)

 CARA MEMBUAT :

1. Campur tepung ketan dengan kelapa parut, garam dan gula pasir, aduk rata.

2. Tuangkan air kelapa, aduk (uleni) adonan hingga larut.
3. Panaskan cetakan kue apem atau teflon anti lengket. Olesi cetakan dengan  margarin
4. Tuang adonan wingko secukupnya, masak di atas api kecil hingga matang dan kecokelatan dengan sesekali dibalik agar warna coklat (matangnya) merata, angkat.

Kala aku masih kecil, ketika kayu bakar masih jadi bahan bakar utama untuk memasak. Ketika itu bikin wingko demikian membuat orang ‘panas’ karena wingko di panggang di tungku dengan bara api ( seperti arang yang membara untuk bakar sate, biasanya kayunya harus dari jenis yang bisa menghasilkan bara yang panas ( seperti pohon mangga, pohon waru, dan sejenisnya). Tidak hanya bagian bawahnya namun juga bagian atasnya di taruh bara api, jadi waktu itu sekali menaruh adonan wingko setelah sekian waktu diangkat sudah matang mulai bawah sampai permukaannya ( tidak di balik-balik pada pemanggangannya).

Tapi sekarang, sudah lebih mudah kalau bikin wingko. Dengan di panggang di atas kompor (yang apinya di jaga sedang-sedang saja), serta cetakannya juga tak perlu pakai loyang/pan persegi, dengan teflon atau cetakan kue apem (tergantung kebutuhan mau bikin wingko ukuran kecil atau besar) sudah bisa di buat wingko yang lezat dan khas.


Notes:
  •     Untuk air kelapa gunakan secukupnya, bila air kelapa terlalu banyak maka tak perlu di   gunakan semua untuk adonan. Sebaliknya jika air kelapa (dari 2butir kelapa) ternyata adonanya masih keras, maka bisa di tambahkan air hangat.
  •     Untuk cita rasa manisnya, jika tidak suka dengan rasa terlalu manis maka gula pasirnya   bisa di kurangi sesuai selera masing-masing.
  •     Bila ingin cita rasa yang lain, bisa di tambahkan telur, vanili, ataupun taste lainnya ( duren, strawberry). Karena Resep yang aku cantumkan masih untuk citarasa yang original.

Demikian Cerita singkat tentang kue Wingko Babat original ( ala orang Kedungpring).  Oh iya, dengan komposisi bahan wingko di atas bisa di buat sekitar 38 buah jika menggunakan cetakan kue apem.

Silahkan mencoba yaaaa........

From & For ME...

Learning a second language is wonderful chance to get to know other parts of the world. It teachs you how other people think, what they like and even what makes them laugh.
By the way, a second language, especially Englis, has contributed a lot to every body. Without mastering the English language it is unlikely that have been abroad to travel and pursue study. English has plays a very important rule in academic as well as business lives. Many books to study are written in English, and many jobs vacancies require English mastery.
  
Even native speakers make mistakes when they write and speak English, eventhough for beginner. It is quite natural that human being makes mistake.
A gentlema is not the one who never make mistakes but the one who learn and improve himself  from his mistakes, and never make the same mistake again
There are many ways to improve English, with speak to people, listen to the radio, watch TV (in English shows), read books, newspaper , magazine, etc..and the most enjoyable way is write letter or watch the English movie (for me)
To be able write effectively either in English or others, We have to read a lot !
Because without much knowledge we’ll find difficulties what to write and how to support our arguments.

Any way, by the way...
Always to remember, learning another language requires a lot of hard work but also provides great pleasure...



Notes: This writting...dedicated for me and myself, to support and encourage in learning English more enthuastic...Hope best of efforts of this and other things

Delima Cegah Kanker Payudara..

          Anda tentu sering mendengar dan melihat iklan minuman dengan key-words “mengadung sari buah pomegranate”.
Buah yang  di Indonesia dikenal sebagai buah delima tersebut, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan wanita, lho?!.
Buah delima kini makin populer karena khasiatnya yang menguntungkan bagi kesehatan. Selain baik untuk jantung, buah delima ternyata juga efektif untuk melawan kanker payudara.
Bagaimana buah ini bekerja menangkal kanker payudara? Berikut uraian singkatnya…
pomegranate
         Hasil tes di laboratorium menunjukkan bahwa delima (pomegranate) mengandung senyawa kimia yang mampu mengurangi risiko terbentuknya hormon yang menyebabkan kanker payudara.
Buah yang rasanya segar dan manis ini mengandung fitokimia dan tinggi kandungan polifenol antioksidan. Senyawa tersebut berfungsi menghambat enzim yang berkaitan dengan perkembangan estrogen.
Kanker payudara sangat dipengaruhi hormon estrogen. Jika seorang perempuan sudah tidak lagi memproduksi hormon estrogen, maka risiko terkena kanker payudara akan menurun.
“Kami cukup terkejut oleh hasil riset kami. Sebelumnya kami menemukan buah-buahan lain, seperti anggur, mampu bekerja sebagai penghambat enzim. Namun, fitokimia pada buah delima dan anggur ternyata berbeda,” kata Shuan Chen, Ketua Peneliti dari Breast Cancer Research Program di City of Hope, California, AS.
Meski demikian, para peneliti belum bisa memastikan jumlah dosis yang efektif untuk mencegah kanker payudara mengingat senyawa kimia yang berasal dari makanan tidak mudah diserap.

          Namun, para ahli mengatakan tak ada salahnya mengonsumsi minuman sari buah delima, apalagi kandungan antioksidan dalam satu gelas delima lebih banyak dibanding dengan satu gelas red wine, teh hijau, atau orange juice. “Selain mencegah perkembangan kanker payudara, sari buah delima juga akan melindungi organ dan jaringan tubuh lainnya,” kata Chen.
Hmmm…semakin banyak alternative untuk membuat payudara semakin sehat, nich!



Sumber : dechacare.com

Harry Van Jogya...

Ketika aku keluar dari ruangan hendak mencari dokumen, ku lihat tabloid tergeletak di meja kerja temanku. Sebenernya bukan tabloid baru, karena kulihat edisinya terbitan sekitar 2 minggu lalu. Di kantor memang ada yang langganan tabloid, yang dibutuhkan rubrik masaknya, kebanyakan ulasannya kan tentang (gosip) selebriti. Dan aku memang sesekali saja ikut-ikutan membaca kalau ada berita yang menarik.
Aku pun berhenti sejenak, iseng-iseng membuka-buka sekilas  tabloid tersebut. Halaman demi halaman kubuka hanya aku baca head line beritanya, menurutku baca tabloid sepintas kilas saja sudah cukup. Ketika aku sampai pada sebuah halaman kisah, membaca nama tokoh yang di tertera sebagai judulnya membuatku tertarik untuk membaca isi kolom kisah tersebut. Sepontan nama yang aku baca mengingatkanku pada seorang teman yang aku kenal dari dunia maya sekitar 4 tahun silam. Berteman yang dimulai dari chatting memang sudah bukan hal baru buatku, kalau orang-orang banyak yang under estimate tentang jalinan pertemanan cyber...buatku berteman bisa dimulai dari banyak cara, bisa berawal melalui beragam media. Dan internet buatku cukup memberiku space untuk kenal beragam orang dengan karakternya masing-masing. Bagiku itu justru membuatku lebih bisa belajar mengenal orang lain di luar sana, bisa bertukar pikiran dengan beragam orang dengan aneka latar belakangnya, bisa juga untuk learning by doing untuk  integritas diri. Seperti kalimat bijak yang pernah aku baca dari sobekan koran bekas bungkus nasi ketika aku masih sekolah “urip iku ngeli ning ojo keli”......hidup itu mengalir tapi jangan terbawa arus....Maka kalau aku kenal dan berteman dari media maya, apa yang dia sampaikan dan ceritakan aku anggap itulah deskripsi yang dia inginkan untuk aku kenal. That’s the start data only, for futher will be visible after grounded, at least jika ada orang yang sama-sama kita kenal meski kenal dari jelajah cyber the friendship not blind totally.

Kembali pada uraian yang mengisi dua halaman tabloid tadi, paragraf demi pragraf yang aku baca semakin membuatku aku yakin kalau sosok yang di ulas tersebut adalah orang yang sama yang pernah aku kenal sekitar 4 tahun silam. Chatting (kala kebetulan aku pas OL), sms, atau telpon. Yang kami bicarakan banyak hal, dan aku yakin dia orang yang berwawasan luas. Dia cerita tetangga istrinya yang meninggal sewaktu gempa melanda Jogya tahun 2006, tentang putri bungsunya yang lolos dari gempa dan tentang profesinya sebagai tukang becak, lokasi  mangkalnya serta penumpang langganannya yang wisatawan asing (dari Belanda). Jujur sejujurnya satu hal yang tidak ku percaya kala itu adalah “ apa iya dia beneran tukang becak?”  Masak tukang becak tiap hari On line, suka nulis, dan rajin ke warnet (4 tahun lalu warnet belum semudah sekarang akses nya, bahkan kala itu untuk menghemat pengeluaran ke warnet aku ambil sistem paket Rp. 30.000,- dengan masa aktif sebulan. Kalau tidak seperti itu, billing internet pembulatannya satu jam kan boros tho?). Jadi bagaimana aku tidak ragu kalau dia berprofesi sebagai tukang becak yang menafkahi  3 orang anak sebagai single parent?. Tapi ya sudahlah, tukang becak atau bukan tidak masalah, ANDAI (kesimpulanku kala itu) dia memang benar tukang becak tentunya dia tukang becak yang tidak sembarangan, tukang becak yang high class wong langganannya saja wisatawan asing dan andai jadi penumpangnya mungkinaku juga  tidak sanggup bayar tarifnya. Maklum kalau bisa berwisata juga kelasku masih back packer alias mbolang, hehehe... ....siapapun dia toh sepanjang aku mengenalnya dia merupakan teman yang baik, enak di ajak ngobrol, bisa sharing banyak hal, serta suka memberikan nasehat. Waktu berlalu, kemudian kami  jadi jarang  ‘ketemu’  bareng OL,  karena  kesibukan kuliah (lagi) sehingga aku  jarang ke warnet, kalau ke warnet  juga seperlunya kemudian di tambah HP hilang kemudian cyber friensdhip  dengan Pak harry (demikian aku selalu memanggilnya) jadi blank sampai aku baca tabloid yang memuat kisah “harry van jogya, Penulis The way Becak”
             
Membaca keseluruhan ulasan kisah di tabloid tersebut , aku bisa punya confident Level 99,9% bahwa dia adalah orang yang sama yang aku kenal. Really great achieve, now he’s become popular with his book The way becak. Iya sey, masih ada kemungkinan 0,01% dugaanku meleset. Karena itu, ketika menyalakan YM aku beranikan diri menuliskan sapaan, setelah cukup lama vacuum tapi  ID YM’nya memang masih ada di friendlistku. Ragu-ragu juga sey sebenarnya, kalau Pak Harry memang sudah jadi orang yang terkenal tentu sibuk dan apa masih mau kalau aku sapa di YM?. Tapi aku ingin mencari jawaban 0,01% agar hipotesaku tentang sosok yang aku baca di tabloid bisa jadi kesimpulan yang akurat.
            
Tarararaaa.....reply muncul di Ymku, and he’s really the same person, sosok di tabloid memang pak haryy teman cyber yang aku kenal. Orang yang aku ragukan sebagai tukang becak dan ternyata memang dia tukang becak yang luar biasa. Kalau dulu Pak harry suka memberi  nasehat, maka sekarang Pak harry adalah sosok yang memberikan inspirasi....no matter who you are...you still have chance to achieve....to reach your dream...He proven that no one can change your life but you..
             
Terima kasih buat pak harry~~ harry van jogya~~ I learn so much from you...
Ngaturaken agunging pangaksami kagem sedantenipun.....

Jalani saja...


Hakekat hidup adalah menjalani, mungkin sebagian orang sering berkata dengan landai, Sudahlah hidup ini “JALANI SAJA...”. Mungkin sebagian kita bertanya, mengapa tidak berusaha sekuat tenaga ?, dua-duanya benar, hanya, di letakkan di mana ungkapan tersebut. Manusia merupakan makluk paling sempurna di muka bumi, kesempurnaanya di letakkan dalam Akal dan Fikiran. Sedangkan akal dan fikiran hidup karena adanya Zat Mulia dari Allah yang sering disebut dengan Zat Illahi atau Ruhul Qudus yang ada dalam diri manusia, sehingga manusia dikatakan Wali di muka bumi. Wakil Allah untuk memelihara dan memanfaatkan bumi dan isinya. Catatan... Manusia dalam memelihara dan memanfaatkan bumi dan isinya harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sebagaimana firman Tuhan dalam kitab-kitab-Nya.

Bila sebagian manusia berujar ” Hidup ini jalani saja... atau hidup ini tinggal menjalani...”. mungkin mereka mendasari, dengan keyakinan yang sangat tinggi bahwa apa yang terjadi kepada diri kita dan semua manusia, itu merupakan “ Kejadian yang terbaik ”, dan sesuai ketentuan yang telah ditentukan oleh Tuhan. Tentunya hal itu sesuai dengan amal perbuatan masing-masing manusia. Sehingga dalam firman-Nya “ sekecil apapun perbuatan manusia, walaupun sebiji zarah, maka akan dibalas “, yang artinya juga bisa dimaknai “ Baik dengan baiknya, buruk dengan buruknya”.

Penyederhanaan ungkapan “ HIDUP INI JALANI SAJA”, sesungguhnya mengadung makna yang sangat dalam, di mana ungkapan tersebut terdapat perilaku sederhana, jujur, iklas dan legowo. Tentunya dalam ungkapan tersebut mempunyai implikasi “ Mencoba menikmati detik-demi detik seiring perjalanan waktu “. Nah dalam kesadaran yang demikian tinggi itulah sesungguhnya manusia mampu berfikir dengan tenang, arif, lembut dan teliti. Akhirnya manusia bisa menikmati hidup dan mengurai persoalan demi persoalan, sehingga mampu mendapatkan hakekat peristiwa yang dialami yang akhirnya mendapat manfaat dan berkah dalam setiap langkah, inikah wujud ibadah sesungguhnya..?. lantas apa yang dimaksud dengan persoalan hidup...?. sesungguhnya tergantung dari mana sisi pandang serta bagai mana mensikapinya. Mungkin demikian..?.

Yang diangankan dan yang dicita-citakan manusia adalah bahagia, selamat di dunia dan di akhirat. Dan yang ditakuti adalah persoalan. Padahal keduanya merupakan untaian setali tiga uang. Satu keping uang yang bernilai sama, hanya berbeda gambaran. Apakah akan mempersoalkan gambarnya..? atau mencoba memanfaatkannya sesuai nilainya, untuk mencapai tujuan...?, mari kita renungkan bersama.








Source: RKI