WHAT'S NEW?
Loading...

~~~ Tapak Liman ~~~

Namanya cukup bervariasi, mulai dari tutup bumi, tapak tangan, balagaduk. Tapi tetumbuhan ini lebih dikenal dengan nama tapak liman. Bernama latin Elephantopus scaber L atau Asteromphalus cochinchinensis Spreng, flora ini dikenal memiliki cukup banyak khasiat.

Tanaman ini dikenal dengan julukan Viagra Jawa karena kemampuannya memicu hormon kaum Adam. Ini disebabkan tapak liman mengandung stigmaterol yang membentuk hormon progesteron, memacu gairah pria, melancarkan peredaran darah. Selain itu, stigmaretol juga mampu melancarkan air seni.


Khasiat lain dari tanaman liar ini adalah memerangi peradangan hepatitis. Yang mujarab untuk penyakit ini adalah bagian akar segarnya. Bagian itu direbus dengan daging. Air rebusannya diminum secara rutin selama 4-5 hari.


Manfaat lain tapak liman adalah mengobati keputihan. Caranya dengan merebus bagian akar, batang, atau daun dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, minum ramuan ini dua kali sehari. Untuk penyakit anemia tujuh helai daun tapak liman dicuci bersih dan ditumbuk sambil diberi sedikit garam. Kemudian seduh dengan 1 gelas air, tambahkan sedikit gula aren. Minum 1 hari sekali. Jangan lupa, tanaman ini juga mampu mengatasi penyakit beri-beri. Untuk yang terakhir ini, pengolahannya agak unik. Bahan paling segar dari seluruh tumbuhan ditim bersama dengan tahu, lalu dimakan.


Semua khasiat tapak liman itu sudah dikenal sejak lama, terutama di kalangan ahli farmakologi China. Daunnya mengandung epifrieelinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-l-ol, dotriacontan-l-ol, lupeol acetat, deoxyelephantopin, dan isodeozyelephantopin. Pada bunganya terdapat kandungan luteolin-7-glucoside. Tapak Liman terasa pahit, pedas, sejuk, penurun panas antibiotika, anti radang, peluruh air seni, menghilamhkan pembengkakan dan menetralkan racun.


Tanaman ini tergolong tanaman liar. Bat-ang tangkainya kaku dan liat, berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun pada tangkai bunga kecil, letaknya jarang, panjang 3-9 cm, lebar 1-3 cm. Bunga majemuk berbentuk bongkol, letaknya di ujung batang, berwarna ungu, mekar pada siang hari sekitar pukul satu siang dan menutup kembali pada sore hari. Buah berupa buah bongkah yang keras, berambut, berwarna hitam. Akarnya tunggang yang besar berwarna putih.


-- browsing-- 

1 comment: Leave Your Comments

  1. waduh kayak gmn tu mbak...??
    nyari di google aah...
    :P

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.