WHAT'S NEW?
Loading...

Sepi Mengalun


Seperti embun yang menyimpan sejuta rahasia di setiap tetesnya
Seperti hitam putih pasir pantai yang menyimpan sejuta kekuatan di tiap butirnya
Angin yang merambat pelan mendesah,
Andai dengan senyum kan bias membebat tiap sesat penat yang mengada

Kadang-kadang aku lupa,
Mengajari hati berterima
Sekedar sakit, perih, juga kesepian
Tentang cakrawala yang merona oleh garis senja

Simponi-simponi yang mengalun tanpa nada
Meski gelisah semakin menyesap bersamaan tetes-tetes embun pertama
Yang datang perlahan
Pedih dan perih hanyalah warna lain dari tawa
Sedihku tanpa kata, hanya sedikit sunyi
Semacam tetes air hujan yang menagih pelangi pada langit

Sedihku tanpa kata, perihku tanpa suara
Denting kesepian menamparkan kenyataan,
Hidup selalu membawaku pada pilihan-pilihan lain
dalam pilihan itu



Notes:
Kutemukan selembar kertas yg berisi untaian puisi tersebut, tanpa judul...aku lupa kapan aku menulisnya...itu tulisanku sendiri atau menulis puisi dr buku...Tapi isinya really like my heart at this moment, then I put it in this blog.

 

3 comments: Leave Your Comments

  1. terkadang sepi itu membuat kita merasa tenang
    seperti menemukan sesuatu yg tak pernah ada
    disaat sepi itu kita bisa memberi sedikit ruang untuk diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hem...sepi pun sebenarnya tak pernah benar-benar sepi.
      Ada nada dan irama yang mengalun indah di setiap labirin kesepiannnya..

      Delete
  2. Tapi hatiku tak sepi lagi sejak baca puisi2 mu Rie :)

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.